NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Musyawarah Besar (Mubes) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh tahun 2026 menetapkan M. Ikram Al Ghifari sebagai Ketua Umum DEMA FSH periode 2026–2027. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum musyawarah yang berlangsung demokratis dan kondusif.
Penetapan Ikram dilakukan dalam sidang pleno Mubes setelah seluruh peserta forum menyatakan dukungan penuh terhadapnya untuk memimpin organisasi mahasiswa tertinggi di lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry.
Musyawarah Besar tersebut dihadiri oleh enam Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) di lingkungan FSH, yakni HIMAHUKA, HIMAHESA, HIMAPERMA, HIMAPI, HIMAMUKUM, dan HIMATARA. Kehadiran keenam HMP tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan proses demokrasi organisasi mahasiswa di tingkat fakultas berjalan dengan baik.
Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Ali Abu Bakar, M.Ag, yang turut menghadiri Mubes tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pemilihan pengurus organisasi mahasiswa yang berjalan lancar.
“Alhamdulillah, pemilihan pengurus Ormawa tahun 2026 berjalan dengan mulus. Dinamika tentu saja selalu ada, bahkan harus ada dalam dunia pendidikan untuk membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa. Atas nama pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry kami menyampaikan selamat kepada para ketua terpilih dan terima kasih kepada pengurus sebelumnya yang telah berkhidmat untuk sivitas akademika FSH.
Terima kasih juga kami sampaikan kepada Roby Bayu bersama tim KPR yang telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam menyukseskan pemilihan ini, terlebih dilaksanakan dalam suasana bulan penuh berkah,”
Sementara itu, Ketua DEMA FSH terpilih, M. Ikram Al Ghifari, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi mahasiswa tersebut.
“Alhamdulillah, amanah ini bukan sekadar tentang kepemimpinan, tetapi tentang tanggung jawab kolektif untuk membawa DEMA FSH menjadi ruang gerakan mahasiswa yang progresif, responsif, dan berintegritas. Kami ingin menghadirkan DEMA sebagai wadah perjuangan intelektual mahasiswa yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi fakultas maupun masyarakat,” ujar Ikram.
Ia menambahkan, kepemimpinan DEMA ke depan akan difokuskan pada penguatan tradisi kajian keilmuan, advokasi terhadap berbagai persoalan mahasiswa, serta membangun kolaborasi yang konstruktif dengan pimpinan fakultas dan seluruh organisasi mahasiswa di lingkungan FSH.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, DEMA FSH UIN Ar-Raniry diharapkan dapat semakin memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan serta menghadirkan program-program strategis yang berdampak bagi kemajuan akademik dan sosial di lingkungan fakultas.










