Bupati di Aceh Apresiasi Respons Cepat Bank Aceh Syariah Tangani Layanan Pascabencana

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sejumlah kepala daerah di Aceh menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Bank Aceh Syariah dalam memulihkan layanan perbankan pascabanjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah. Respons tersebut dinilai membantu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat di daerah terdampak bencana.

Apresiasi tersebut datang dari Bupati Aceh Tamiang, Bupati Aceh Timur, Bupati Pidie Jaya, dan Bupati Gayo Lues. Selain memberikan penghargaan atas kinerja lembaga keuangan daerah itu, para bupati juga menyampaikan sejumlah masukan guna memperkuat layanan perbankan ke depan.

Saat dihubungi, Bupati Aceh Tamiang menilai langkah Bank Aceh Syariah dalam membuka kembali akses layanan keuangan di wilayah terdampak merupakan keputusan yang tepat.

“Kami mengapresiasi kehadiran tim Bank Aceh Syariah di lapangan pascabencana. Layanan keuangan adalah kebutuhan mendesak untuk penyaluran bantuan, transaksi usaha, hingga kebutuhan rumah tangga. Kecepatan mereka menghidupkan layanan kembali sangat membantu,” ujarnya.

Ia berharap penguatan layanan digital serta unit layanan bergerak dapat diperluas agar masyarakat tetap memiliki akses keuangan meskipun infrastruktur fisik terganggu akibat bencana.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur menilai Bank Aceh Syariah menunjukkan kepedulian sosial melalui kebijakan keringanan bagi nasabah yang terdampak bencana.

“Relaksasi pembiayaan dan kemudahan akses modal kerja sangat berarti bagi pelaku UMKM yang kehilangan aset atau tempat usaha. Kami mengapresiasi pendekatan humanis yang ditempuh Bank Aceh Syariah,” katanya.

Menurutnya, ke depan diperlukan lebih banyak skema pembiayaan yang berorientasi pada pemulihan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian, perikanan, dan UMKM yang paling terdampak.

Bupati Pidie Jaya juga menegaskan pentingnya peran Bank Aceh Syariah sebagai bank daerah di tengah kondisi darurat.

“Bank Aceh Syariah bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi mitra daerah. Di tengah situasi darurat, mereka hadir dengan layanan, edukasi, dan solusi. Itu patut diapresiasi,” ujar Sibral.

Ia turut memberikan masukan agar sistem layanan yang tangguh terhadap bencana terus diperkuat, termasuk pengembangan jaringan ATM, layanan mobile banking, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat desa.

Pendapat serupa disampaikan Bupati Gayo Lues yang menilai dukungan Bank Aceh Syariah turut membantu pemulihan psikologis masyarakat terdampak bencana.

“Saat warga kehilangan rumah atau lahan, kemampuan bertransaksi dan mengakses dana menumbuhkan kembali rasa aman. Kami berterima kasih atas langkah cepat Bank Aceh Syariah,” ucapnya.

Ia berharap layanan keuangan syariah dapat semakin menjangkau wilayah terpencil dan pegunungan sehingga inklusi keuangan semakin merata.

Secara umum, para bupati menilai Bank Aceh Syariah telah menunjukkan respons cepat dan terukur dalam penanganan pascabencana. Kebijakan layanan darurat dan keringanan pembiayaan dinilai perlu terus dilanjutkan, sekaligus diikuti penguatan sistem perbankan yang lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.

Mereka juga berharap Bank Aceh Syariah tetap menjadi motor pemulihan ekonomi daerah, khususnya bagi sektor UMKM, pertanian, dan perdagangan rakyat.

“Inklusi keuangan yang kuat adalah fondasi pemulihan,” demikian benang merah pernyataan para bupati.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News