NUKILAN.ID | JAKARTA – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) Wilayah Sumatera melaporkan penurunan signifikan jumlah pengungsi sekaligus kemajuan pemulihan infrastruktur di sejumlah daerah terdampak bencana di Pulau Sumatra.
Koordinator PIC Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah Satgas PRR, Topri Daeng Balaw, menyampaikan perkembangan tersebut dalam keterangan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Topri menjelaskan, jumlah pengungsi hingga 18 Februari 2026 tercatat sebanyak 12.994 orang. Rinciannya, sebanyak 12.194 pengungsi berada di Provinsi Aceh, 850 orang di Sumatra Utara, sementara di Sumatra Barat sudah tidak terdapat pengungsi.
“Dari kondisi awal yang mencapai 38.344 orang dan sempat berada di angka 51.000 pada 17 Februari, kini turun menjadi 12.994 orang,” ujar Topri.
Dalam penanganan lumpur pascabencana, di Aceh masih terdapat 88 lokasi yang sedang dalam proses penanganan dari sebelumnya 297 lokasi. Di Sumatra Utara, sebanyak 29 lokasi telah selesai ditangani. Sementara di Sumatra Barat, dari total 22 lokasi terdampak, delapan lokasi telah rampung, enam lokasi masih dalam proses, dan delapan lainnya berada pada tahap persiapan.
Pada sektor pendidikan, jumlah fasilitas terdampak juga mengalami penurunan. Dari 4.863 unit pada 17 Februari, kini tersisa 3.156 unit per 18 Februari. Penurunan paling signifikan terjadi di Aceh, sedangkan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat justru tercatat adanya tambahan lokasi terdampak.
Di bidang kelistrikan, jumlah gardu yang masih padam berkurang menjadi 21 unit dari sebelumnya 74 unit, dari total 239 gardu terdampak. Beban listrik yang telah kembali menyala mencapai 7,66 MW atau sekitar 92,96 persen dari total 8,24 MW, dengan sisa beban padam sebesar 0,58 MW.
Jumlah pelanggan listrik yang sebelumnya terdampak sebanyak 1.722 kini menurun menjadi 610 pelanggan. Di Sumatra Utara, pelanggan yang masih mengalami pemadaman akibat dampak bencana tersisa 54 pelanggan. Selain itu, terdapat tambahan 610 pelanggan yang terdampak banjir susulan, sehingga total pelanggan yang masih padam mencapai sekitar 664 pelanggan.
Satgas PRR menegaskan koordinasi lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah terus diperkuat guna mempercepat proses pemulihan, sehingga dampak bencana dapat segera tertangani secara menyeluruh.



