NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kandidat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin, angkat bicara terkait pemberitaan sejumlah media luar Aceh yang dinilainya sebagai kampanye hitam dan upaya pembunuhan karakter terhadap dirinya.
Nasir menilai tudingan tersebut perlu mendapat tanggapan agar tidak berkembang menjadi persepsi yang dianggap sebagai kebenaran oleh publik.
“Banyak pihak menyarankan tak perlu dilayani karena sudah jelas upaya pembunuhan karakter. Tapi kalau tidak ditanggapi bisa dianggap sebagai kebenaran,” kata Nasir melalu Ketua Tim Pemenangannya, Jufrizal.
Ia membantah tuduhan menerima suap dalam pelaksanaan Kongres PWI Pusat di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada Agustus 2025. Menurutnya, tudingan tersebut tidak disertai bukti yang menunjukkan adanya aliran dana dari pihak tertentu.
“Suap tidak berdiri sendiri, tetapi ada pemberi dan penerima. Namun dalam tudingan terhadap saya hanya mengulang-ulang menampilkan rekening pribadi saya dengan memperlihatkan saldo Rp72 juta yang disebut suap. Tak ada data transaksi dari mana sumber dana. Ini sangat keterlaluan. Apa tidak boleh rekening saya memiliki saldo?” kata Nasir Nurdin.
Nasir menduga munculnya pemberitaan tersebut berkaitan dengan kontestasi pemilihan Ketua PWI Aceh. Ia menilai ada pihak-pihak yang merasa terganggu sehingga menyebarkan isu yang dianggapnya memalukan.
Ia juga menyebut pemberitaan tersebut berpotensi masuk dalam kategori pencemaran nama baik dan fitnah. Nasir bahkan membuka kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap pihak yang menyampaikan tuduhan tanpa dasar.
“Bahwa ini bukan main-main, ini merupakan bentuk pencemaran nama baik dan fitnah terhadap saya sebagaimana diatur pada Pasal 27A UU ITE, Pasal 45 ayat (4) UU ITE, Pasal 433 KUHP dan Pasal 311 tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah, saya tidak akan tinggal diam, dan akan mempertimbangkan memproses tuduhan-tudahan tanpa dasar ini,”sambung Nasir.
Lebih lanjut, Nasir menyinggung langkah PWI Pusat yang sebelumnya telah mengirimkan tim untuk memverifikasi berbagai laporan terkait kandidat maupun kepanitiaan Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh.
Ia menyatakan, dari seluruh laporan yang diperiksa tim tersebut, tidak ditemukan satu pun laporan yang berkaitan dengan dugaan suap. Karena itu, Nasir mempertanyakan kemunculan isu tersebut setelah tim PWI Pusat kembali ke Jakarta.
“PWI Pusat sudah sangat berbaik hati menurunkan tim untuk mencari tahu kebenaran laporan yang disampaikan baik terkait kandidat maupun kepanitiaan Konferprov XIII PWI Aceh. Dari sekian banyak laporan yang diverifikasi tak ada satupun yang terkait isu suap. Kok tiba-tiba isu itu muncul setelah tim PWI Pusat kembali ke Jakarta,” tandas Nasir Nurdin melalui Ketua Tim Pemenangannya, Jufrizal.
Nasir menyatakan kesiapannya untuk mempertanggungjawabkan tuduhan tersebut apabila pihak yang menuding dapat mengungkapkan identitas pemberi suap yang dimaksud.
“Ayo kita buka-bukaan, jangan seperti orang kebakaran jenggot lalu menyeruduk apa saja,” demikian Jufrizal. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





