Tuesday, 3 November 2026 Banda Aceh 30°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Edukasi

Startup Aceh Harus Manfaatkan Posisi Strategis Selat Malaka untuk Tembus Pasar Global

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria. (Foto: Komdigi)
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria. (Foto: Komdigi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mendorong pelaku startup di Aceh memanfaatkan posisi geografis daerah tersebut yang berada di jalur strategis Selat Malaka untuk memperluas jangkauan bisnis hingga ke pasar internasional.

Menurut Nezar, perkembangan teknologi digital dapat menjadi sarana bagi generasi muda Aceh untuk membangun usaha berbasis potensi lokal yang mampu bersaing di kawasan Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Aceh punya potensi yang besar bukan hanya di tingkat nasional. Karena posisi kita ada di Selat Malaka, kita punya peluang yang cukup besar untuk bisa berbisnis lintas negara,” ujarnya dalam acara Aceh Startup Day 2026 di Banda Aceh, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, letak Aceh yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional menjadi keunggulan tersendiri dalam mengembangkan produk maupun layanan digital. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka kesempatan bagi perusahaan rintisan lokal untuk menjangkau pengguna di negara-negara tetangga.

“Rekan-rekan generasi muda Aceh, kita gunakan kesempatan ini agar kita outward looking. Kita melihat keluar, kita coba buat aplikasi-aplikasi yang berbasis di Aceh tapi juga dipakai oleh negara-negara tetangga,” tegasnya.

Nezar menyebutkan, pengembangan bisnis digital tersebut dapat diarahkan pada sejumlah sektor unggulan Aceh, seperti pertanian, perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, ketiga sektor itu memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pemasaran melalui pemanfaatan inovasi teknologi.

Salah satu peluang yang disorot ialah sektor perikanan di sepanjang pesisir utara dan timur Aceh yang berhadapan dengan Selat Malaka. Melalui inovasi digital, startup dapat menghadirkan solusi untuk meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki rantai pasok, hingga memperluas pemasaran hasil perikanan.

Peluang pengembangan teknologi juga terbuka bagi sejumlah komoditas unggulan Aceh, di antaranya kopi Gayo, cokelat, dan nilam.

Nezar menilai pemanfaatan platform digital dapat membantu pelaku usaha memperkuat identitas produk, meningkatkan nilai tambah, serta memperkenalkan komoditas lokal kepada konsumen internasional melalui pola pemasaran yang lebih luas.

“Jadi kita gunakan kesempatan ini bagaimana bisa memasarkan kopi Gayo itu bukan cuma ada di Banda Aceh, kota seribu kedai kopi, tapi bagaimana dia bisa kita pindahkan ke lanskap digital,” ungkapnya.

Dalam mendukung pertumbuhan perusahaan rintisan di daerah, Kementerian Komunikasi dan Digital juga menyiapkan penguatan ekosistem inovasi melalui program Garuda Spark Innovation Hub.

Nezar menyampaikan bahwa Banda Aceh telah diusulkan sebagai salah satu dari 10 kota pengembangan Garuda Spark di Indonesia.

Melalui program tersebut, komunitas startup lokal diharapkan dapat terhubung dengan jaringan inovasi nasional serta memperoleh akses pendampingan bisnis, pengembangan teknologi, dan berbagai sumber daya untuk memperbesar skala usaha.

Selain potensi geografis dan ekonomi, Nezar turut menyoroti besarnya jumlah generasi muda di Aceh sebagai modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Ia menyebutkan, sekitar 51 persen penduduk Aceh merupakan kelompok generasi Z dan milenial. Komposisi tersebut menjadi peluang bagi daerah untuk melahirkan berbagai inovasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kreativitas dan keberanian generasi muda untuk memulai usaha serta mengembangkan inovasi agar potensi daerah dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang mampu bersaing di tingkat global.

“Yang paling penting adalah kita harus mulai, itu yang paling penting. Kita harus mulai dan biarkan dia bertumbuh dan berkembang,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News