NUKILAN.ID | SABANG – Aktivitas pelayaran pada rute Sabang–Banda Aceh masih berlangsung normal meskipun telah memasuki musim hujan. Kondisi laut yang sebelumnya sempat mengalami gelombang kini mulai berangsur membaik dan lebih tenang.
Mualim II KMP BRR, Faisal, menyampaikan bahwa kondisi perairan saat ini relatif lebih kondusif dibandingkan hari sebelumnya. Meski demikian, masih terdapat sisa gelombang di beberapa titik perairan. Kecepatan angin tercatat berkisar antara 1 hingga 15 knot, sementara kecepatan kapal mencapai 9,2 knot.
“Untuk keadaan laut, alhamdulillah sudah mulai agak bagus dan tenang, dengan gelombang masih sisa-sisa yang kemarin. Untuk hari ini pelayarannya aman dan terkendali,” ujar Faisal, Sabtu (31/10/2026).
Ia menjelaskan, setiap aktivitas pelayaran tetap mengutamakan aspek keselamatan dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca. Sebelum kapal diberangkatkan, kondisi perairan harus dipastikan aman berdasarkan informasi BMKG dan persetujuan pihak Syahbandar. Jika cuaca tidak mendukung, keberangkatan kapal dapat ditunda.
“Kalau keadaan cuaca tidak bagus, pelayaran bisa ditunda. Menunggu informasi dari BMKG dan pihak Syahbandar,” katanya.
Pada operasional Sabtu, KMP BRR menjadi satu-satunya kapal jenis roro yang melayani lintasan Sabang–Banda Aceh. Hal ini karena KMP Aceh Hebat masih menjalani proses docking tahunan.
KMP BRR mengoperasikan empat trip pulang pergi dalam sehari, masing-masing dua keberangkatan dari Pelabuhan Balohan, Sabang, dan dua keberangkatan dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Sementara itu, layanan kapal cepat atau ekspres tetap beroperasi dengan tiga trip.
Pihak kapal terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG serta berkoordinasi dengan Syahbandar guna memastikan pelayaran berlangsung aman, khususnya selama musim hujan.
Selain itu, penumpang diingatkan untuk tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP) selama berada di kapal, mematuhi arahan petugas, serta memperhatikan informasi resmi mengenai jadwal dan kondisi pelayaran.





