Sunday, 1 November 2026 Banda Aceh 29°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama 14 Hari

Hujan deras picu luapan sungai Tempuran, Dua Kecamatan di Subulussalam Terendam Banjir. (Foto: Dok. BPBD Subulussalam)
Hujan deras picu luapan sungai Tempuran, Dua Kecamatan di Subulussalam Terendam Banjir. (Foto: Dok. BPBD Subulussalam)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari menyusul genangan yang melanda dua gampong di Kecamatan Trumon Tengah.

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dirinya meninjau sejumlah lokasi terdampak serta mempelajari laporan kejadian banjir di wilayah tersebut.

“Kami meninjau beberapa titik banjir di Kecamatan Trumon Tengah serta membaca semua laporan, sehingga kami tetapkan status tanggap darurat banjir,” kata Bupati Aceh Mirwan MS di Aceh Selatan, Sabtu (31/10).

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan melaporkan sebanyak 112 warga dari Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, harus mengungsi akibat banjir.

Ketinggian air yang merendam kedua gampong tersebut berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter. Untuk menghindari kemungkinan banjir susulan, warga mengungsi ke Kompi Brimob dan rumah kerabat.

Mirwan menjelaskan, penetapan status tanggap darurat dilakukan untuk mempercepat proses penanganan bencana sekaligus memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah. Apalagi, prakiraan curah hujan tinggi dalam beberapa hari mendatang berpotensi menyebabkan banjir susulan.

“Saya sudah menginstruksikan seluruh jajaran dan satuan tugas penanggulangan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” kata Mirwan.

Ia turut mengingatkan masyarakat, terutama yang bermukim di kawasan rawan bencana, agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan selama situasi darurat.

“Menghadapi kondisi saat ini pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tanpa panik. Jangan sampai ada tindakan panik membeli yang hanya merugikan semua di tengah situasi darurat ini,” kata Mirwan.

Sebagai bentuk penanganan terhadap warga terdampak, Pemkab Aceh Selatan juga telah menyalurkan bantuan masa panik. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Mirwan di posko pengungsian Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah.

“Bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah untuk masyarakat yang terdampak banjir di Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah,” katanya.

Adapun bantuan yang disalurkan terdiri atas beras, air mineral, minyak goreng, mi instan, family kit, pakaian anak-anak, selimut, kain, sarung, sarden, kecap, saus, biskuit, makanan siap saji, hingga mukena.

“Bantuan tersebut untuk meringankan beban warga terdampak banjir. Pemerintah daerah juga sudah menyiapkan dapur umum di tenda pengungsian,” Mirwan MS.

Sementara itu, Keuchik Gampong Lhok Raya, Rasi Riadi, menyebutkan banjir terjadi setelah tanggul Sungai Lae Soeraya roboh. Kondisi tersebut menyebabkan air sungai meluap hingga memasuki permukiman warga.

Menurut Rasi, masyarakat memutuskan untuk mengungsi karena khawatir debit air kembali meningkat apabila banjir susulan terjadi.

“Kami berharap Pemkab Aceh Selatan membangun kembali tanggul sepanjang 210 meter yang roboh. Tanggul roboh tersebut menyebabkan pemukiman penduduk tergenang air dari Sungai Lae Soeraya,” kata Rasi Riadi.