NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Universitas Malikussaleh (Unimal) bekerja sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melakukan penghijauan kampus dengan menyiapkan 800 pohon untuk ditanam di dua kawasan kampus.
Kegiatan yang dikoordinasikan melalui Migas Center Unimal itu diawali dengan penyerahan pohon oleh perwakilan SKK Migas Sumbagut di Migas Center, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Kamis (29/10/2026). Selanjutnya, penanaman dilakukan di Kampus Bukit Indah dan Kampus Reuleut dengan melibatkan mahasiswa serta mitra industri hulu migas.
Koordinator Migas Center Unimal, Dr. Muhammad Fazil, M.Soc.Sc., mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak untuk mewujudkan lingkungan kampus yang hijau dan berkelanjutan.
Ia menyebutkan, dari total 800 pohon yang disiapkan, sekitar 300 batang akan ditanam di Kampus Bukit Indah, sementara 500 batang lainnya dialokasikan untuk Kampus Reuleut.
“Penanaman ini bukan hanya kegiatan seremonial. Kami ingin membangun lingkungan kampus yang lebih hijau, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam,” katanya.
Fazil menjelaskan, sejumlah jenis pohon yang akan ditanam meliputi tabe buya, jambu Jamaika, kelapa pandan, ketapang kencana, dan kemiri. Jenis tanaman tersebut dipilih dengan mempertimbangkan potensi pengembangan dan pemanfaatannya di kawasan kampus.
Dari berbagai jenis tersebut, kemiri menjadi tanaman dengan jumlah terbanyak, yakni 450 batang yang diperuntukkan bagi Kampus Reuleut. Penanaman kemiri juga diarahkan untuk mendukung pengembangan kebun kampus yang berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi penelitian dosen, terutama dalam pengolahan dan produksi minyak kemiri.
Selain menambah keasrian lingkungan, program ini diharapkan mampu meningkatkan keanekaragaman hayati dan memperluas tutupan vegetasi di lingkungan Unimal. Upaya serupa juga berpeluang dikembangkan di luar kampus melalui penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Fazil turut menyoroti pentingnya keberadaan pohon dalam menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya di tengah kekhawatiran terhadap cuaca ekstrem dan potensi banjir di sejumlah wilayah Aceh. Menurutnya, pelestarian pepohonan perlu menjadi perhatian bersama, termasuk di daerah yang membutuhkan pemulihan lingkungan.
Koordinator Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Kunto Purbono, menyampaikan bahwa penanaman pohon tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keseimbangan antara kegiatan industri dan pelestarian lingkungan.
Ia mengatakan, sektor energi, termasuk minyak dan gas bumi, berkontribusi terhadap perekonomian. Namun, pemanfaatan sumber daya alam harus tetap diiringi dengan tanggung jawab untuk menjaga lingkungan.
“Menanam pohon ini merupakan simbol bahwa kita tidak hanya mengambil dari lingkungan, tetapi juga harus merawat lingkungan. Energi migas menggerakkan perekonomian, tetapi kita juga harus menjaga lingkungan. Keduanya harus berjalan beriringan,” sebut Kunto.
Menurut Kunto, program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi yang melibatkan Migas Center, perguruan tinggi, mahasiswa, dan industri. Kerja sama ini diharapkan menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta membuka peluang pengembangan kapasitas mahasiswa.
Ia menambahkan, Migas Center berperan sebagai ruang sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan pelaku industri, termasuk membuka kesempatan bagi alumni untuk terlibat dalam berbagai kegiatan. Selain memberikan edukasi mengenai industri hulu migas, program tersebut juga menjadi sarana berbagi informasi dan peluang bagi mahasiswa.
Kunto menyebutkan, kegiatan penghijauan juga dilakukan di berbagai daerah melalui penanaman mangrove dan tanaman keras. Untuk program di Unimal, ia mengapresiasi pemilihan pohon kemiri yang dinilai memiliki karakteristik dan potensi pengembangan sesuai kondisi lingkungan setempat.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan penghijauan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pohon yang ditanam. Pemeliharaan setelah penanaman diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kami berharap pohon-pohon ini tidak hanya ditanam, tetapi juga dirawat hingga tumbuh besar dan bermanfaat. Jika ada tanaman yang tidak tumbuh dengan baik, perlu dilakukan perawatan atau penggantian dengan tanaman baru,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unimal, Dr. Ir. Azhari Asean, Eng., yang hadir mewakili Rektor Unimal, mengapresiasi dukungan SKK Migas Sumbagut dan para mitra industri dalam pelaksanaan program penghijauan tersebut.
Azhari menilai kegiatan ini merupakan langkah positif yang perlu dijalankan secara berkelanjutan. Ia menjelaskan, pepohonan memiliki manfaat ekologis, antara lain membantu penyerapan air hujan, menjaga kualitas udara, dan menyediakan habitat bagi satwa.
Karena itu, menurutnya, penghijauan perlu dibarengi dengan komitmen untuk memelihara tanaman dan menjaga keberadaannya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Program ini sangat baik dan perlu ditindaklanjuti. Kita harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan, bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menjaga agar pohon-pohon tersebut tetap tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Azhari.
Ia juga berharap kerja sama Unimal dengan mitra industri melalui Migas Center dapat terus berlanjut dan berkembang. Kolaborasi tersebut tidak hanya mencakup program lingkungan, tetapi juga bidang pendidikan, peningkatan keterampilan, serta penyampaian informasi yang komprehensif mengenai industri minyak dan gas bumi kepada mahasiswa dan masyarakat.
Melalui berbagai program bersama tersebut, Azhari berharap mahasiswa dapat memperluas wawasan di luar pembelajaran akademik, termasuk memahami dunia industri dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.
Kegiatan penanaman pohon ini turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan dan pemangku kepentingan, di antaranya Pertamina EP Rantau, Pertamina EP Lapangan Kuala Simpang Timur, Pertamina EP Lapangan Perlak, Mubadala Energy, Premier Oil Andaman Limited, Harbour Energy, PT Bumi Siak Pusako, serta perwakilan pemerintah daerah dan unsur pimpinan Unimal.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





