Tuesday, 20 October 2026 Banda Aceh 30°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Edukasi

STAI Nusantara Targetkan Pembukaan Kelas Internasional pada 2027

STAI Nusantara Banda Aceh (Foto: Ist)
STAI Nusantara Banda Aceh (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara yang berdiri pada 2002 di bawah naungan Yayasan Pembangunan Nusantara, sejak 2020 berada di bawah pengelolaan Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggroe.

Berdasarkan informasi yang dimuat di situs resmi STAI Nusantara, kampus ini memiliki lima program studi sarjana, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Ekonomi Syariah (ES), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), serta Hukum Tata Negara (Siyasah Syar’iyah) (HTN), dan satu program magister, yaitu Studi Islam.

Ketua Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggroe, Tgk Jamaluddin Thaib, mengatakan STAI Nusantara saat ini tengah merancang pembukaan kelas internasional untuk program Magister Studi Islam. Program tersebut ditujukan bagi para pendakwah atau dai internasional yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1), tetapi belum melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.

“Sistem perkuliahan bersifat hybrid, kadang di Malaysia,Thailand, dan di Aceh. Setelah perkuliahan sistem hybrid dilaksanakan, selanjutkan bisa dilaksanakan via zoom, program ini sedang kita rancang, mudah-mudahkan bisa terlaksana tahun depan di 2027,” kata Jamaluddin dalam wawancara Nukilan.id pada Senin (19/10/2026).

Ia menjelaskan, rencana pembukaan kelas internasional tersebut diharapkan dapat memperkuat eksistensi STAI Nusantara. Kehadiran mahasiswa dari dalam dan luar negeri juga diharapkan membawa perubahan dalam pengembangan dakwah di berbagai wilayah Nusantara, sejalan dengan filosofi yang terkandung dalam nama STAI Nusantara.

Jamaluddin menambahkan, para lulusan STAI Nusantara diharapkan memiliki pemahaman Islam wasathiyah, yakni pandangan keislaman yang moderat dan berada di tengah, tidak condong ke kiri maupun ke kanan. Pemahaman tersebut juga sejalan dengan konsep Islam rahmatan lil ‘alamin, yaitu ajaran Islam yang membawa kebaikan, kenyamanan, keselamatan, dan kedamaian bagi seluruh penghuni alam.

“Dengan adannya kelas internasional para alumni-alumni diharapkan mampu berdakwah di tingkat internasional, tidak hanya menjadi ASN atau bekerja di instansi pemerintahan, akan tetapi para lulusan kelas internasional ini mampu mengepakkan sayap dakwah lebih jauh ke ranah internasional. Kita juga ingin kader-kader yang dilahirkan dari studi islam untuk terus menyebarkan dakwah di Nusantara juga,” pungkasnya.

Reporter: Tibrani
Editor: Akil

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News