Sunday, 18 October 2026 Banda Aceh 28°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Edukasi

Mahasiswa SKI UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh Rawat Cagar Budaya Makam Syiah Kuala

Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh bergotong royong merawat Kompleks Makam Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (17/10/2026). (FOTO: UINAR)
Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh bergotong royong merawat Kompleks Makam Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (17/10/2026). (FOTO: UINAR)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh bergotong royong merawat Kompleks Makam Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan meuseuraya tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan 2026 yang mengusung tema “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya” dengan semboyan “Berakar, Bertumbuh, Berbuah”.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut berpartisipasi secara langsung dalam merawat situs bersejarah sekaligus menerapkan pengetahuan mengenai sejarah dan kebudayaan yang diperoleh selama perkuliahan.

Ketua Program Studi SKI, Ruhamah, mengatakan bahwa upaya pelestarian cagar budaya memerlukan partisipasi bersama dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan generasi muda.

“Pelestarian cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan meuseuraya ini, mahasiswa dapat belajar secara langsung tentang pentingnya merawat warisan sejarah,” kata Ruhamah.

Ia menambahkan, pelestarian kebudayaan tidak hanya dilakukan melalui kajian akademik, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata.

Sementara itu, mahasiswa Prodi SKI, Haikal, mengaku mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi langsung dalam menjaga situs bersejarah melalui kegiatan tersebut.

“Menjaga cagar budaya bukan hanya tentang mengenal sejarah, tetapi juga mengambil bagian dalam pelestariannya,” ujar Haikal.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan guna menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap warisan sejarah dan kebudayaan Aceh.

Kompleks Makam Syiah Kuala merupakan salah satu situs bersejarah di Aceh yang berkaitan dengan perkembangan Islam dan peran ulama dalam kehidupan masyarakat. Pemeliharaan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah agar tetap terpelihara dan dapat diteruskan kepada generasi mendatang. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News