NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Aceh, mencatat realisasi investasi lebih dari Rp41,05 miliar pada Triwulan III 2026. Sektor perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit menjadi penyumbang investasi terbesar di daerah tersebut.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun iklim investasi yang kondusif,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan di Nagan Raya, Sabtu.
Ia mengatakan, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada investor melalui prosedur yang cepat, transparan, dan akuntabel.
“Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor untuk menanamkan modal serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.
Menurut Teuku Raja Keumangan, keberhasilan investasi tidak hanya dilihat dari besarnya modal yang ditanamkan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap perekonomian daerah, terutama dalam menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
“Fokus kami tidak hanya pada nilai investasi, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja lokal,” katanya menambahkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nagan Raya, Hizbulwatan, menyebutkan realisasi investasi pada Triwulan III 2026 tercatat lebih dari Rp41,05 miliar.
Dari jumlah tersebut, penanaman modal asing (PMA) mencapai lebih dari Rp19,73 miliar atau sekitar 48 persen. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar lebih dari Rp21,31 miliar.
Hizbulwatan menjelaskan, berdasarkan tahapan kegiatan usaha, investasi PMDN pada tahap konstruksi mencapai lebih dari Rp11,52 miliar atau sekitar 54 persen. Adapun investasi pada tahap produksi tercatat lebih dari Rp9,79 miliar atau sekitar 46 persen dari total PMDN.
Berdasarkan sektor usaha, gabungan perkebunan dan pertanian kelapa sawit memberikan kontribusi investasi terbesar, yakni lebih dari Rp24,51 miliar. Selanjutnya, industri minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) menyumbang lebih dari Rp13,95 miliar.
“Selain kedua sektor tersebut, investasi juga berasal dari sejumlah bidang usaha lainnya,” sebutnya.
Sektor pembangkitan tenaga listrik mencatat investasi lebih dari Rp1,56 miliar. Berikutnya, angkutan bermotor untuk barang umum menyumbang lebih dari Rp381 juta, sedangkan sektor pertambangan batu bara mencapai Rp286 juta.
Investasi lainnya berasal dari industri produk berbahan batu bara sebesar Rp282,4 juta, perdagangan besar bahan bakar senilai Rp55,3 juta, serta aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian yang mencapai lebih dari Rp6,2 juta.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





