Thursday, 8 October 2026 Banda Aceh 28°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Edukasi

USK Buka Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kreativitas dan pengembangan nilai-nilai humaniora melalui penyelenggaraan kegiatan seni bertaraf internasional. (Foto: Humas USK)
Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kreativitas dan pengembangan nilai-nilai humaniora melalui penyelenggaraan kegiatan seni bertaraf internasional. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kreativitas dan pengembangan nilai-nilai humaniora melalui penyelenggaraan kegiatan seni bertaraf internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026 yang berlangsung di Gedung Pascasarjana USK, Banda Aceh, Rabu, 7 Oktober 2026.

Pameran seni kolaboratif bertema “Cultural Nuances” itu digelar selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Oktober 2026. Kegiatan ini diinisiasi oleh Global Engagement Office (GEO) USK bersama Yayasan Trimatra, dengan dukungan sejumlah pihak, di antaranya Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Aceh.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Yayasan Trimatra dan GEO USK yang telah menggagas kegiatan tersebut.

Menurutnya, pameran seni ini tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan karya, tetapi juga menjadi pertemuan antara seni, pendidikan, kebudayaan, sains, serta kerja sama internasional.

“Universitas seharusnya tidak hanya menjadi tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan profesional, tetapi juga ruang di mana kreativitas, budaya, imajinasi, dan nilai-nilai kemanusiaan dapat tumbuh,” ujar Prof. Okta.

Ia melanjutkan, seni mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai negara sekaligus mempertemukan beragam bidang keilmuan.

“Melalui seni, kita dapat mengkomunikasikan gagasan yang terkadang sulit diungkapkan melalui makalah akademik atau persamaan ilmiah. Seni mampu menjembatani dialog antarmanusia dari berbagai latar belakang yang sangat berbeda,” tambahnya.

Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026 menghadirkan karya seni dari seniman berbagai negara. Peserta pameran berasal dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Jepang, India, Pakistan, Sri Lanka, China, Myanmar, Tajikistan, Prancis, serta sejumlah daerah di Indonesia.

Penyelenggaraan pameran ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk terlibat dalam proses pembelajaran dan pengembangan gagasan. Kolaborasi lintas budaya didorong menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk generasi pembelajar dan inovator masa depan.