NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, anak-anak semakin dekat dengan dunia digital. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi orang tua untuk hadir sebagai pendamping yang mampu memahami, mengarahkan, dan memberi teladan dalam penggunaan teknologi.
Hal tersebut menjadi fokus kegiatan Parenting SDIT Nurul Fikri Aceh yang digelar pada Sabtu, 26 September 2026, dengan tema “Digital Parenting dalam Perspektif Islam: Menemani Anak Tumbuh di Era Teknologi.”

Kepala SDIT Nurul Fikri Aceh, Mujaddid, S.Pd., Gr., dalam keterangannya kepada Nukilan.id menyampaikan bahwa kegiatan parenting menjadi bagian penting dalam membangun keselarasan pendidikan antara sekolah dan rumah.
Kegiatan kolaborasi SDIT Nurul Fikri Aceh dan Komite Sekolah ini dihadiri puluhan orang tua siswa kelas 1 hingga 6 dan dibuka oleh Ketua Komite Sekolah, Ibu Iriani, S.K.M., M.K.M.
“Anak-anak kita tumbuh di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat. Karena itu, sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan orang tua yang hadir dan memiliki pemahaman yang sama dalam mendampingi anak. Melalui kegiatan parenting ini, kami ingin membangun sinergi agar teknologi dapat menjadi sarana tumbuh dan belajar anak, tanpa mengabaikan adab, karakter, dan nilai-nilai Islam,” ujar Ibu Iriani dalam membuka acara parenting kali ini.
Hadir sebagai narasumber Bapak Jurnalis JH, orang tua siswa sekaligus Manager Telkom AI Center Aceh. Dalam paparannya, orang tua diajak memahami bahwa mendampingi anak di era digital tidak cukup dengan memberikan larangan, tetapi membutuhkan literasi digital, komunikasi terbuka, serta keteladanan.
Materi parenting mencakup tiga aspek utama: memahami dunia digital anak, peran orang tua dalam digital parenting, serta digital parenting dalam perspektif Islam. Nilai adab, karakter, tanggung jawab, menjaga waktu dan diri, tabayyun, serta pemanfaatan teknologi untuk kemaslahatan menjadi bagian penting dalam pendampingan anak.
Memperkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Selain parenting, kegiatan juga menjadi momentum memperkuat sinergi sekolah dan keluarga. Sekolah memaparkan program serta target perkembangan siswa di setiap level kelas, dilanjutkan dengan pembentukan koordinator kelas dari unsur orang tua siswa.
Pada kesempatan yang sama, sekolah juga menyampaikan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SDIT Nurul Fikri Aceh Tahun Ajaran 2027/2028.
Melalui kegiatan ini, SDIT Nurul Fikri Aceh terus mendorong kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Di era teknologi, mendidik bukan sekadar membatasi, tetapi hadir untuk memahami, menemani, dan mengarahkan anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. (xrq)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News


