BPSDM Aceh Dorong Peningkatan Kualitas Jurnal Ilmiah Menuju Akreditasi SINTA

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh bekerja sama dengan Akademi Akupuntur Aceh menggelar Sosialisasi & Workshop Kebijakan Peningkatan Akreditasi dan Pengelolaan Jurnal SINTA di Aula BPSDM Aceh, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, hingga 1 Oktober 2026, dengan mengangkat tema “Strategi Meningkatkan Kualitas dan Tatakelola Jurnal Ilmiah Menuju Akreditasi SINTA Berdasarkan Ketentuan Terbaru”.

Kepala BPSDM Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa BPSDM Aceh sedang mempersiapkan penerbitan jurnal ilmiah secara mandiri.

Menurut Marthunis, keberadaan jurnal tersebut penting bagi BPSDM Aceh karena sejumlah aparatur fungsional, seperti Widyaiswara, Analis Kebijakan, serta Analis Sumber Daya Manusia aparatur pada jenjang tertentu, memiliki kewajiban profesional dalam menghasilkan karya tulis ilmiah.

“Kegiatan ini sangat berguna bagi institusi dan para pengelola publikasi. Kami berharap pengelola jurnal mendapatkan wawasan serta ilmu baru yang bermuara pada peningkatan kualitas tata kelola dan artikel yang diterbitkan,” ujar Marthunis.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Direktur Akademi Akupuntur Aceh, Muhibuddin, SKM., MKM., mengatakan workshop tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam penguatan ekosistem akademik di Aceh.

Ia menilai publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari proses hilirisasi hasil riset dan observasi yang dilakukan oleh dosen.

“Setiap dosen yang telah melakukan pengamatan dan penelitian memiliki tanggung jawab moral serta akademik untuk menulis dan memublikasikannya. Melalui forum ini, kita ingin membuka khazanah baru agar tata kelola jurnal di Aceh semakin profesional dan berdaya saing,” tutur Muhibuddin.

Kegiatan tersebut menghadirkan tim asesor nasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yakni Imam Yuwono, Ahmad Maulidizen, dan Ibnu Haris Nasution.

Materi workshop berfokus pada ketentuan terbaru mengenai akreditasi jurnal ilmiah, khususnya Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendiktisaintek) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah.

Asesor Kemendiktisaintek, Imam Yuwono, menjelaskan sejumlah perubahan pada instrumen penilaian akreditasi jurnal. Ia menyebut komponen tata kelola atau manajemen mencakup kepatuhan pengelola jurnal terhadap standar dan etika publikasi dengan bobot penilaian sebesar 46 persen.

Sementara itu, komponen substansi atau mutu artikel memiliki bobot penilaian lebih besar, yakni 54 persen. Aspek tersebut mencakup kontribusi ilmiah artikel, kebaruan atau novelty, serta ketajaman metodologi.

Imam juga menjelaskan bahwa pendampingan yang berlangsung selama tiga hari menggunakan pendekatan komparasi objektif. Kondisi aktual jurnal peserta akan dipetakan dan dibandingkan dengan standar yang ditetapkan dalam regulasi akreditasi tahun 2026.

“Kesenjangan (gap) antara kondisi faktual dan standar akreditasi itulah yang akan menjadi pekerjaan rumah konkret bagi para pengelola jurnal untuk segera dibenahi agar sukses menembus peringkat SINTA yang ditargetkan,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img

Read more

Local News