NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kasus dugaan bullying yang melibatkan siswa SMAN 3 Banda Aceh dan sempat ramai di media sosial berakhir secara kekeluargaan. Orang tua korban menyampaikan permohonan maaf kepada Wakil Ketua DPR Aceh, Salihin, Jumat (26/9/2026).
Permohonan maaf tersebut disampaikan Aryan Agus, orang tua siswa yang sebelumnya disebut menjadi korban pengeroyokan oleh kakak kelasnya. Pertemuan berlangsung di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh.
Sebelumnya, Aryan mengunggah informasi terkait kasus tersebut di media sosial dan mencantumkan foto serta menyebut anak Salihin terlibat dalam pengeroyokan di lingkungan sekolah.
Dalam klarifikasinya, Aryan kemudian menyatakan informasi tersebut tidak benar. Ia menegaskan anak Salihin tidak terlibat dalam pengeroyokan maupun persoalan uang yang sebelumnya disebut dalam unggahannya.
“Saya menyatakan anak Pak Salihin tidak terlibat dalam pengeroyokan di sekolah tersebut dan yang menunjukkan uang segepok itu bukan dari anak Pak Salihin,” ujar Aryan.
Salihin menerima permohonan maaf tersebut dan menyatakan persoalan diselesaikan secara damai. Ia juga meminta maaf kepada keluarga korban atas kemungkinan adanya persoalan dalam pergaulan anaknya dengan pihak yang diduga sebagai pelaku.
“Saya dengan sepenuh hati menerima permohonan maaf. Dan saya juga memohon maaf mungkin selama ini di dalam pergaulan anak saya dengan yang diduga pelaku ada menyinggung perasaan daripada korban,” katanya.
Salihin juga menyatakan bersedia mencabut pengaduan yang sebelumnya telah disampaikan ke Polda Aceh.
“Untuk pengaduan saya ke Polda Aceh saya bersedia hari ini detik ini saya cabut. Kami memohon kepada siapa pun agar kiranya dapat bijak dalam bermedia sosial,” imbuhnya. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News


