Saddam Rasaanjani Sebut Kebijakan Pemerintah yang Tidak Tepat Sebabkan Anak Muda Indonesia Memilih ‘Kabur’

Share

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gelombang kekecewaan terhadap kondisi dalam negeri kembali mencuat di media sosial. Tagar #KaburAjaDulu menjadi trending di platform X sejak Minggu (9/2/2025) dan masih terus diperbincangkan hingga kini. Banyak anak muda mulai mempertimbangkan untuk pindah ke negara lain yang dinilai lebih nyaman, seperti Denmark, Belanda, Norwegia, Belgia, Prancis, Swedia, Jerman, Jepang, Australia, Dubai, hingga Inggris.

Fenomena ini mendapat perhatian dari Saddam Rasaanjani, akademisi FISIP Universitas Syiah Kuala yang saat ini menempuh studi doktoral di Britania Raya. Dalam wawancara dengan Nukilan.id, ia menegaskan bahwa keinginan anak muda untuk mencari pengalaman di luar negeri adalah hal yang wajar.

“Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan anak muda yang ingin ke luar negeri untuk mencari pengalaman baru, menempuh pendidikan, atau membangun karier,” katanya kepada Nukilan.id pada Kamis (14/2/2025).

Menurutnya, keberangkatan mereka justru bisa menjadi aset bagi Indonesia jika mereka kembali dengan wawasan dan keterampilan yang lebih baik.

Namun, Saddam menyoroti permasalahan utama yang membuat banyak anak muda enggan pulang ke tanah air.

“Yang menjadi persoalan adalah ketika mereka merasa tidak ada alasan untuk kembali,” ungkapnya.

Ia menilai bahwa pemerintah harus serius melakukan pembenahan agar generasi muda tidak kehilangan harapan pada masa depan Indonesia.

“Nah, untuk mengurangi faktor-faktor yang membuat banyak anak muda memilih ‘kabur’ dan enggan pulang, pemerintah harus serius berbenah. Jangan cuma sekadar ‘omon-omon’ saja,” tegasnya, meminjam istilah yang sering digunakan netizen.

Salah satu hal yang menurutnya perlu segera diperbaiki adalah birokrasi yang masih terlalu gemuk dan tidak efisien.

“Reformasi birokrasi harus nyata, katanya efisiensi, tetapi tumpukan jabatan, kementerian yang gemuk, staf khusus bertambah, masih terjadi,” kritiknya.

Selain itu, Saddam juga menyoroti bagaimana dinamika politik dan kebijakan pemerintah sering kali menciptakan kegaduhan yang tidak perlu.

“Selain itu, kurangi drama dalam kepemimpinan. Banyak kebijakan yang justru bikin gaduh, entah karena kurang perhitungan atau karena pejabatnya yang asal-asalan,” pungkasnya.

Kekecewaan yang meluas di kalangan anak muda ini menjadi sinyal bagi pemerintah untuk segera bertindak. Jika tidak, gelombang #KaburAjaDulu bisa berubah menjadi kenyataan, dengan semakin banyaknya talenta muda yang memilih membangun masa depan mereka di luar negeri. (XRQ)

Reporter: Akil

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News