Rektor UINAR Mujiburrahman Terpilih Pimpin ICMI Aceh Periode 2026-2031

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mujiburrahman, dipercaya memimpin Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orwil Aceh untuk periode 2026-2031.

Ia terpilih dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII ICMI Orwil Aceh yang digelar di Azana Oasis Hotel Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).

Dalam proses pemilihan, Mujiburrahman meraih 13 suara dari total 24 suara yang diperebutkan. Ia unggul atas Prof. Rajuddin yang memperoleh 11 suara.

Mujiburrahman menggantikan Taqwaddin yang sebelumnya memimpin ICMI Aceh periode 2021-2026. Sebelum menduduki posisi ketua, Mujiburrahman merupakan Wakil Ketua ICMI Orwil Aceh pada periode yang sama.

Dalam sambutannya usai terpilih, Mujiburrahman mengaku tidak sejak awal mempersiapkan diri untuk maju sebagai calon ketua. Pencalonannya muncul setelah mendapat dukungan dan dorongan dari sejumlah anggota ICMI.

Ia kemudian menceritakan awal keterlibatannya dalam organisasi tersebut saat Muswil ICMI Aceh di Jantho pada 2021. Ketika itu, Ketua ICMI Aceh sebelumnya, Prof. Farid Wajdi Ibrahim, memintanya memimpin panitia Muswil VII, meski Mujiburrahman belum menjadi anggota ICMI.

“Amanah Prof. Farid waktu itu ada dua. Tolong jadi ketua panitia Muswil ke-7 dan tolong maju sebagai rektor UIN Ar-Raniry,” kata Mujiburrahman dalam sambutannya.

Menurut Mujiburrahman, ICMI harus mampu menjadi wadah bersama bagi umat Islam sekaligus memperkuat solidaritas dan kolaborasi di antara para cendekiawan.

Ia juga menilai hubungan antara ICMI dan pemerintah perlu dibangun secara produktif. Menurutnya, organisasi tersebut tidak seharusnya ditempatkan sebagai pihak yang berseberangan dengan pemerintah, tetapi sebagai mitra yang dapat menyumbangkan pemikiran bagi pembangunan.

“Banyak ide di ICMI yang sangat diperlukan dalam pembangunan umat, masyarakat, dan bangsa. Tetapi kalau tidak menjadi masukan bagi pemerintah, tentu tidak akan bermanfaat,” ujarnya.

Untuk kepengurusan mendatang, Mujiburrahman mengatakan ICMI Aceh akan menyusun sejumlah agenda strategis dan teknis untuk memperkuat gerak organisasi. Berbagai program dan capaian kepengurusan sebelumnya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus praktik baik dalam menentukan arah organisasi berikutnya.

“Kita sudah punya modal yang sangat kuat untuk dinegosiasikan dengan multipihak. Karena itu, kita para cendekiawan mesti sadar potensi dan perlu mengelolanya dengan baik untuk kemajuan organisasi serta kemanfaatannya bagi umat, masyarakat, dan bangsa,” katanya.

Mujiburrahman juga memastikan kepengurusan ICMI Aceh periode 2026-2031 akan diisi tokoh-tokoh dari beragam latar belakang. Menurutnya, keberagaman tersebut penting agar setiap pengurus dapat saling melengkapi dan memperkuat organisasi.

Ia berharap ICMI Aceh ke depan mampu menjaga marwah organisasi sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita berharap solid sampai Muswil ke-9 tahun 2031,” ujar Mujiburrahman.

Dengan terpilihnya sebagai Ketua ICMI Aceh, Mujiburrahman kini mengemban tanggung jawab kepemimpinan baru di tingkat provinsi. Di sisi lain, ia juga kembali dipercaya menjabat sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk periode 2026-2030.

Muswil VIII ICMI Aceh dipimpin Prof. Apridar sebagai ketua rapat, dengan Khairan dan Safwan sebagai anggota pimpinan rapat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News