NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Setelah berlangsung selama empat hari, sejak 2 hingga 5 September 2026, rangkaian kegiatan ITQANS II MUQ Aceh Selatan resmi ditutup. Kegiatan yang diisi dengan berbagai perlombaan, pertunjukan seni, kegiatan keagamaan, serta bazar tersebut berlangsung meriah dan diikuti sekitar 900 peserta dari berbagai sekolah dan pesantren di wilayah Barat-Selatan Aceh.
Acara penutupan ITQANS II MUQ Aceh Selatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan Rapai Geleng, serta pembawa acara menggunakan tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris yang dibawakan oleh para santri MUQ Aceh Selatan.
Suasana semakin meriah dengan penampilan nasyid dari TPQ Ulumul Qur’an, dilanjutkan dengan kegiatan Muzakarah dan Konsolidasi Ulama Aceh Selatan, serta aneka bazar jajanan yang turut memeriahkan pelaksanaan ITQANS II.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Organisasi Santri MUQ Aceh Selatan (ORSAMUQAS), Evan Fadhilah, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada semua pihak, panitia, donatur, guru, serta orang tua dan wali santri yang telah memberikan support penuh terhadap pelaksanaan ITQANS II kali ini dengan tema ‘Meurumpok Budaya, Ta Jaga Alam Raya, Meusaho Umat, Ta Meunemat Bak Ilme ngon Agama’. Alhamdulillah, hingga hari ini kegiatan berjalan sukses dan lancar,” kata Evan Fadhilah.
Ia menyebutkan, ITQANS II diikuti sekitar 900 peserta dengan mempertandingkan 19 cabang perlombaan. Peserta berasal dari sekolah dan pesantren dari sejumlah kabupaten/kota di wilayah Barat-Selatan Aceh.
“Peserta datang dari berbagai daerah di Barat-Selatan Aceh. Peserta yang paling jauh berasal dari Dayah Ruhul Qurani Meulaboh, Aceh Barat,” ujarnya.
Direktur MUQ: Nilai Al-Qur’an Harus Diwujudkan dalam Kehidupan
Direktur Pesantren MUQ Aceh Selatan, Dr. (Cand.) Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih juara.
“Selamat kepada para juara dan jangan bersedih bagi yang belum berhasil. Insya Allah akan ada ITQANS III untuk kita semua,” ujarnya.
Menurutnya, berakhirnya ITQANS II bukan berarti berakhir pula proses interaksi peserta dengan Al-Qur’an, budaya, dan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan.
“Interaksi kita dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan budaya bukan berarti berhenti setelah selesainya acara ITQANS II ini. Namun, apa yang kita dapatkan dan refleksikan selama empat hari ini harus bisa menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menegaskan, tantangan peserta justru semakin besar setelah kembali ke sekolah, pesantren, maupun instansi masing-masing.
Menurutnya, prestasi yang diraih dalam ITQANS maupun ilmu yang diperoleh melalui forum muzakarah tidak akan cukup apabila tidak diikuti dengan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Prestasi dalam ITQANS maupun ilmu dari forum muzakarah tadi tidak cukup jika tidak diikuti perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga lingkungan dan budaya yang diajarkan melalui nilai-nilai akhlak dan moral Al-Qur’an,” tegasnya.
HAKA Apresiasi Kepedulian MUQ terhadap Lingkungan
Sementara itu, Manajer Legal Yayasan HAKA, Muhammad Fahmi, S.H., memberikan apresiasi kepada Pesantren MUQ Aceh Selatan yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap isu lingkungan melalui pendekatan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk Pesantren MUQ Aceh Selatan yang telah memberikan perhatian penuh terhadap nilai-nilai kepedulian lingkungan berdasarkan nilai ajaran Al-Qur’an dan mau bekerja sama dengan Yayasan HAKA dan P2LH,” kata Fahmi.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan yang sejalan dengan nilai-nilai agama.
Sementara itu, Salsa Afrilia dari gen Gen smorvilats MUQ Aceh Selaku bendahara Panitia ITQANS II MUQ Aceh Selatan mengatakan setelah melalui perhitungan panitia, maka MIN 14 Aceh Selatan atau MIN Tapaktuan Kembali Raih Juara Umum.
“Dalam pelaksanaan ITQANS II tahun ini, MIN 14 Aceh Selatan kembali berhasil mempertahankan gelar Juara Umum, sebagaimana yang diraih pada pelaksanaan ITQANS I. Piala tersebut diserahkan oleh Ust Muhammad Ragil Ichfa Lc. Selaku ketua pembina kepanitian ITQAN II,” katanya.
Keberhasilan tersebut menunjukkan konsistensi para peserta MIN 14 Aceh Selatan dalam mengikuti berbagai cabang perlombaan yang dipertandingkan pada ITQANS II.
Dihadiri Sejumlah Pejabat dan Tokoh Masyarakat
Acara penutupan ITQANS II MUQ Aceh Selatan turut dihadiri sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, tokoh adat, unsur pendidikan, serta mitra Pesantren MUQ Aceh Selatan.
Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Teuku Masrizar, S.Hut., M.Si., yang sekaligus membacakan sambutan dan menyampaikan pesan penutupan dari Bupati Aceh Selatan.
Sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir di antaranya Pembina Yayasan Ulumul Qur’an Aceh Selatan, H. Ahmad Ibrahim, B.A.; Ketua TP-PKK Aceh Selatan, Ny. Nafisah; Plt. Ketua MPD Aceh Selatan, Dr. Hifjir, M.Pd.; Kepala UPTD MUQ Aceh Selatan, Abdurrahman, S.H.I.; Camat Tapaktuan, Murlizar, S.STP.; Ketua Karang Taruna Aceh Selatan, Rudi, M.S., S.KM.; serta Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IX Aceh, Dr. Irwandi, S.P., M.P.
Turut hadir H. Ujang Kasim selaku pengusaha, H. Teuku Laksamana bin Teuku Fitahruddin selaku tokoh adat Aceh Selatan, Manajer Legal Yayasan HAKA Muhammad Fahmi, S.H.; Ketua Komite Pesantren MUQ Aceh Selatan Safran, S.KM.; Kepala Sekolah SMA Plus Ulumul Qur’an Aceh Selatan Ulia Fitri, S.Pd., M.A.; Kepala Sekolah SMP Plus Ulumul Qur’an Aceh Selatan Muhammal Khadapi, S.Pd.I.; Kepala Pengajaran dan Kurikulum MUQAS Ust. Muhammad Ragil Ichfa, Lc.; serta Kepala Pengasuhan Asrama dan Koperasi Ust. Rosul Pilihan Daulay, M.Pd. Sekretaris Ma’had Ulumul Quran Aceh Selatan Ust. Muhammad Andri Fihkri. S.Hum.,M.Pd.I.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, ITQANS II MUQ Aceh Selatan diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarpelajar dan santri, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, melestarikan budaya Aceh, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
Editor: Akil
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

