NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sebanyak 10 titik panas terdeteksi di Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 4 September 2026. Delapan titik panas berada di Kabupaten Aceh Barat, sedangkan dua lainnya terdeteksi di Kabupaten Pidie. Seluruh titik panas yang terpantau berada pada tingkat kepercayaan sedang.
Prakirawan yang bertugas, Indah, mengatakan titik panas tersebut teridentifikasi melalui pemantauan sejumlah sensor satelit.
“Dari hasil pantauan Sensor MODIS (Satelit Terra, Aqua, & Suomi NPP) dan NOAA20/VIIRS, terdapat 10 titik panas di Provinsi Aceh (terlampir),” kata Indah kepada Nukilan, Minggu (6/9/2026).
Di Kabupaten Aceh Barat, seluruh delapan titik panas tersebut terdeteksi di Kecamatan Samatiga. Lokasinya berada pada koordinat yang relatif berdekatan, yakni antara 96,1155 hingga 96,1233 bujur timur dan 4,2516 hingga 4,2562 lintang utara.
Sementara itu, dua titik panas lainnya terdeteksi di Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Kedua titik tersebut berada pada koordinat 95,8118 dan 95,8113 bujur timur serta 5,3227 dan 5,3193 lintang utara. Tingkat kepercayaan keduanya juga berada pada kategori sedang.
Pemantauan titik panas tersebut dilakukan untuk periode 00.00 hingga 23.00 WIB pada 4 September 2026. Hasil pemantauan kemudian dituangkan dalam peta sebaran titik panas Provinsi Aceh yang diterbitkan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.
Dengan demikian, Aceh Barat menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak dalam pemantauan tersebut, yakni delapan titik yang seluruhnya terkonsentrasi di Kecamatan Samatiga. Adapun Kabupaten Pidie mencatat dua titik panas yang berada di Kecamatan Padang Tiji. []
Reporter: Sammy

