Persentase Penduduk Miskin Aceh Naik Jadi 12,34 Persen pada Maret 2026

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat persentase penduduk miskin di Aceh pada Maret 2026 meningkat menjadi 12,34 persen. Angka tersebut naik 0,12 poin persentase dibandingkan September 2025 yang sebesar 12,22 persen.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan kenaikan tersebut terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Di perkotaan, persentase penduduk miskin meningkat dari 8,15 persen menjadi 8,27 persen. Sementara di perdesaan naik dari 14,51 persen menjadi 14,66 persen.

“Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin di Aceh meningkat menjadi 12,34 persen dari 12,22 persen pada September 2025. Di daerah perkotaan, persentase penduduk miskin meningkat dari 8,15 persen menjadi 8,27 persen atau naik sebesar 0,12 poin. Sementara itu, di daerah perdesaan persentase penduduk miskin meningkat dari 14,51 persen menjadi 14,66 persen atau naik sebesar 0,15 poin,” kata Agus Andria dalam konferensi pers BPS Aceh, dilansir Nukilan, Kamis (6/8/2026).

Secara jumlah, penduduk miskin di Aceh bertambah 10,40 ribu orang dalam enam bulan terakhir. Pada Maret 2026 jumlah penduduk miskin mencapai 713,78 ribu orang, meningkat dibandingkan September 2025 yang sebanyak 703,33 ribu orang. Kenaikan itu terdiri atas tambahan sekitar 4,8 ribu orang di wilayah perkotaan dan sekitar 5,7 ribu orang di wilayah perdesaan.

Meski angka kemiskinan meningkat, BPS mencatat indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan justru membaik. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 2,055 pada September 2025 menjadi 1,961 pada Maret 2026. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun dari 0,523 menjadi 0,460, yang menunjukkan rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin cenderung berkurang.

Agus Andria menjelaskan sejumlah faktor turut memengaruhi perkembangan kemiskinan selama periode September 2025 hingga Maret 2026. Di antaranya, ekonomi Aceh pada triwulan I-2026 mengalami kontraksi sebesar 0,65 persen dibandingkan triwulan III-2025, inflasi tahunan Februari 2026 mencapai 6,94 persen, tingkat pengangguran terbuka meningkat menjadi 5,88 persen, serta produktivitas padi menurun.

Selain itu, sektor pertanian terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025 yang menyebabkan penurunan produksi padi, hortikultura, dan sejumlah komoditas perkebunan, disertai perlambatan pada sektor real estat, administrasi pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan.

BPS juga mencatat Garis Kemiskinan di Aceh meningkat 3,83 persen menjadi Rp742.464 per kapita per bulan pada Maret 2026 dari sebelumnya Rp715.103 per kapita per bulan pada September 2025. Komponen makanan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Garis Kemiskinan dengan kontribusi 76,86 persen, di mana beras, rokok kretek filter, ikan tongkol/tuna/cakalang, dan telur ayam ras menjadi komoditas utama penyusunnya. []

Reporter: Sammy

Read more

Local News