NUKILAN.ID | TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja dan mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., didampingi Ketua Dekranasda Aceh Tengah, Risnawati, S.SIT., di Workshop BLK Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (8/7/2026).
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Tengah, Mauiza Uswa, mengatakan pelatihan berbasis kompetensi bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, mengurangi angka pengangguran, menyiapkan tenaga kerja yang profesional dan berdaya saing, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pelatihan dilaksanakan mulai 8 Juli hingga 11 Agustus 2026 di Workshop BLK Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Tengah. Sebanyak 80 peserta telah mengikuti proses seleksi secara terbuka melalui tahapan yang diumumkan melalui media sosial”, terang Mauiza Uswa.
Ia menjelaskan, pelatihan yang diselenggarakan meliputi menjahit pakaian menggunakan mesin, pembuatan bed cover, menjahit kerawang Gayo, pembuatan jajanan pasar, serta pelatihan operator komputer. Masing-masing program diikuti oleh 16 peserta.
Dalam sambutannya, Bupati Haili Yoga menegaskan bahwa pelaksanaan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Hari ini kita membuka beberapa program pelatihan 88ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pesertanya sebanyak 80 orang, dengan masing-masing program diikuti 16 peserta”, ucap Haili Yoga.
Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam ilmu yang diberikan para instruktur dan mengaplikasikannya setelah pelatihan selesai.
“Kami berharap seluruh peserta terus menggali ilmu dari para instruktur. Setelah pelatihan selesai, ilmu yang diperoleh harus diterapkan di rumah, dikembangkan menjadi kreativitas dan inovasi, bahkan menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga”, katanya.
Selain membekali peserta dengan keterampilan kerja, Bupati juga menaruh perhatian terhadap pelestarian budaya daerah melalui pelatihan kerawang Gayo. Menurutnya, kerawang Gayo merupakan identitas budaya Aceh Tengah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda melalui peningkatan keterampilan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga mengintegrasikan pembinaan karakter dan nilai-nilai keagamaan selama pelaksanaan pelatihan. Selama 30 hari pelatihan, peserta diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi kerja, tetapi juga memperkuat kualitas spiritual.
“Kami berharap selama 30 hari pelatihan, peserta juga dibimbing dalam pendidikan agama. Harapan kami, seluruh peserta dapat mengkhatamkan Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab”, ungkapnya.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News









