Beranda blog Halaman 992

IPARI Aceh Dorong Pengembangan Kampung Moderasi Beragama Jelang Pilkada

0
IPARI Aceh Dorong Pengembangan Kampung Moderasi Beragama Jelang Pilkada. (Foto: Kememag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Provinsi Aceh terus menggalakkan pembentukan dan pengembangan Kampung Moderasi Beragama (KMB) sebagai program unggulan Kementerian Agama (Kemenag). Upaya ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat multikultural menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan datang.

Ketua PW IPARI Aceh, Dra. Hj. Evi Sri Rahayu, MSos, mengungkapkan komitmennya dalam mendukung kesuksesan KMB di wilayah kerjanya. Dalam Dialog Lintas Agama yang bertema “Penguatan Nilai-nilai Moderasi Beragama di Tengah Masyarakat Multikultural” yang diselenggarakan oleh Kankemenag Kota Banda Aceh pada Selasa, 6 Agustus 2024, Evi Sri Rahayu menekankan peran penting penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan program ini.

“Sebagai penyuluh agama, kami berkomitmen untuk memajukan moderasi beragama dan memastikan program KMB berjalan sukses di Aceh,” ujar Evi Sri Rahayu. Ia juga menambahkan bahwa keberadaan KMB diharapkan dapat mencegah potensi kegaduhan dalam pesta demokrasi yang semakin mendekat.

Lebih lanjut, Evi Sri Rahayu menegaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti menyusupkan konsep liberal, melainkan membentuk masyarakat yang lebih inklusif dan toleran. Dengan adanya KMB, diharapkan umat beragama dapat hidup berdampingan tanpa menimbulkan konflik atau ketidakadilan bagi pihak lain.

“Melalui program ini, kami ingin menciptakan masyarakat yang tidak kaku dalam beragama. Kami percaya bahwa sikap moderat akan membantu menjaga keharmonisan dan kedamaian, khususnya di tengah dinamika Pilkada,” tambahnya.

Evi Sri Rahayu juga mengungkapkan bahwa para penyuluh agama akan terus berupaya mengkampanyekan moderasi beragama dengan membentuk ikon-ikon sikap moderat di masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari strategi untuk mengawal pelaksanaan Pilkada yang damai dan kondusif di Aceh.

Dengan dukungan penuh dari PW IPARI Aceh, diharapkan program Kampung Moderasi Beragama akan semakin memperkuat kerukunan antarumat beragama dan menciptakan suasana yang harmonis menjelang Pilkada.

Editor: Akil

Satres Narkoba Polres Aceh Selatan Tangkap Nelayan Edarkan Sabu di Sawang

0
Satres Narkoba Polres Aceh Selatan Tangkap Nelayan Edarkan Sabu di Sawang. (Foto: Polres Aceh Selatan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Aparat Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Aceh Selatan berhasil menangkap AL (25), seorang nelayan asal Desa Sawang Ba’u, Kecamatan Sawang, saat hendak mengedarkan narkoba jenis sabu di Desa Sawang I, pada Senin (5/8/2024) sekitar pukul 23.00 WIB.

“Hasil interogasi di lapangan menunjukkan bahwa paket sabu tersebut diperoleh dari seorang berinisial MN, warga Desa Ujung Padang, Kecamatan Sawang. Namun, saat disergap polisi, MN telah menghilang,” kata Kapolres Aceh Selatan AKBP Mughi Prasetyo Habrianto melalui Kasatres Narkoba Iptu Narsyah Agustian, di Tapaktuan, Rabu (7/8/2024).

Iptu Narsyah menjelaskan, penangkapan AL berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas narkoba di daerah tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, aparat Satres Narkoba segera melakukan penyelidikan.

“Tim Opsnal berhasil menangkap AL sekitar pukul 23.00 WIB, ketika hendak mengedarkan barang haram tersebut,” ujar Iptu Narsyah.

Saat penggeledahan di lokasi penangkapan, petugas menemukan satu paket narkotika jenis sabu seberat 0,21 gram yang berada di bawah kaki pelaku. Selain itu, aparat juga menyita satu unit HP Android dan satu unit sepeda motor Yamaha NMax.

“Tersangka AL bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Aceh Selatan guna proses hukum lebih lanjut,” ungkap Iptu Narsyah.

Tim opsnal Satres Narkoba Polres Aceh Selatan tidak berhenti di situ. Mereka juga melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap sumber asal narkoba jenis sabu tersebut. Berdasarkan keterangan yang didapat, sabu tersebut diperoleh dari MN.

“Tim opsnal langsung menuju rumah MN, namun MN sudah tidak berada di tempat. Terduga pelaku akan terus diburu,” tegas Iptu Narsyah.

Penangkapan ini, lanjut Iptu Narsyah, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku penyalahgunaan narkotika dan mempertegas komitmen pihak Kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba khususnya di wilayah hukum Aceh Selatan.

“Kami mengimbau masyarakat agar terus aktif bekerja sama dengan pihak kepolisian dengan memberikan informasi terkait aktivitas peredaran narkoba demi menciptakan lingkungan yang bebas dari pengaruh narkotika,” pesan Iptu Narsyah.

Editor: Akil

Terkait Pemenang Kontes Waria dari Aceh, Haji Uma: Itu Penghinaan

0
Sudirman Haji Uma, Senator Aceh. (Foto: Dok Pribadi).

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Haji Uma, anggota DPD RI asal Aceh, angkat bicara terkait video viral yang menunjukkan pemenang kontes transgender di Jakarta mengatasnamakan Aceh. Dalam video tersebut, Ayu Saree terlihat mengenakan selempang bertuliskan Aceh, yang menurut Haji Uma merupakan penghinaan terhadap masyarakat Aceh dan penerapan Syariat Islam di wilayah tersebut.

Kontes transgender yang digelar di Hotel Orchardz, Jakarta, pada 4 Agustus lalu, menyebar luas di media sosial, terutama di TikTok. Haji Uma menilai hal ini sebagai tindakan provokatif yang sengaja membenturkan penerapan Syariat Islam di Aceh dengan memenangkan peserta yang mengatasnamakan Aceh.

“Orang Aceh hanya ada laki-laki dan perempuan. Tidak ada sudut yang mengatur legalitas waria di Aceh, dan kita tidak mengetahui lembaga apa yang melaksanakan kontes tersebut, sehingga belum bisa mengambil tindakan konkret terhadap masalah ini,” jelas Haji Uma, Selasa (6/8/2024).

Haji Uma menegaskan, panitia pelaksana kontes tersebut harus meminta maaf kepada rakyat Aceh. Menurutnya, tindakan ini telah merusak nama baik Aceh sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam dengan ketat.

“Mereka harus minta maaf dan ke depan tidak boleh ada lagi peserta dari Aceh untuk kegiatan apapun atas nama waria atau transgender. Jangan rusak nama Aceh,” tutup Haji Uma.

Editor: Akil

Persiapan Paralayang PON XXI-2024 di Aceh: Akses Jalan dan Arena Landing Rampung

0
Akses Jalan dan Arena Landing Paralayang PON XXI-2024 di Aceh Rampung. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Persiapan cabang olahraga Paralayang untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI-2024 yang akan diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara berjalan lancar. Ketua Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Paralayang, Muhibbudin Ibrahim yang akrab disapa Ucok Sibreh, menyatakan bahwa akses jalan dan arena landing telah selesai dikerjakan.

“Saat ini, akses jalan sudah selesai dan arena landing juga sudah siap,” kata Ucok Sibreh pada Minggu (4/8/2024).

Meski persiapan berjalan baik, Ucok mengungkapkan masih ada beberapa kekurangan yang perlu segera diatasi.

“Bangunan atas masih dalam tahap penyelesaian. Mengingat waktu yang terbatas dan pentingnya acara nasional ini, kita berharap pembangunan dapat segera diselesaikan agar wajah Aceh tidak tercoreng,” ujar Ucok.

Ucok juga mengimbau masyarakat yang akan menonton untuk mematuhi aturan demi keselamatan bersama, terutama keselamatan para pilot atau penerjun atlet Paralayang.

“Kami akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk keselamatan, dan kami harap para penonton dapat tertib karena ini menyangkut keselamatan pilot dan penerjun,” imbuhnya.

Cabang olahraga Paralayang di PON XXI akan diikuti oleh 12 provinsi dengan total 88 atlet. Aceh akan menjadi tuan rumah untuk 33 cabang olahraga yang mempertandingkan 42 disiplin dan 510 nomor pertandingan. Diperkirakan sebanyak 5.636 atlet dan 2.752 ofisial akan hadir di Aceh selama PON 2024 berlangsung.

Venue Paralayang berlokasi di Bukit Lambirah, Taman Rusa, Gampong Lamtanjong, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar. Dengan semangat dan kerjasama semua pihak, diharapkan PON XXI 2024 akan berjalan sukses dan membawa nama baik bagi Aceh dan Sumatera Utara.

“Semoga dengan kerjasama dan semangat semua pihak, PON XXI 2024 akan berjalan sukses dan membawa nama baik bagi Aceh dan Sumatera Utara,” pungkas Ucok Sibreh.

Editor: Akil

Kadisdik Aceh Dukung Langkah Kepsek Aceh Utara Laporkan Oknum Wartawan Pemeras

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, memberikan dukungan penuh terhadap langkah para kepala sekolah menengah atas (SMA) di Aceh Utara yang melaporkan oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan. Marthunis menegaskan pentingnya perlindungan bagi kepala sekolah dan guru agar mereka dapat menjalankan tugas mengajar dengan nyaman dan optimal.

“Kepala sekolah dan guru perlu dilindungi agar nyaman dan optimal melakukan proses belajar-mengajar sehingga hasilnya lebih baik,” ujar Marthunis pada Selasa (6/8/2024).

Pernyataan tersebut disampaikan Marthunis menanggapi pertanyaan media terkait rencana sejumlah kepala sekolah melaporkan oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan. Sebelumnya, para kepala sekolah telah mendatangi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh untuk melaporkan tindakan tersebut.

Dalam pengaduannya kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara, para kepala sekolah mengaku resah akibat sering didatangi oleh oknum yang mengaku wartawan. Oknum tersebut kerap meminta mereka memasang iklan dengan tarif mulai dari Rp 3 hingga Rp 15 juta.

Tindakan oknum tersebut membuat para kepala sekolah merasa tidak nyaman. Kepada Kepala Cabang Dinas, mereka melaporkan bahwa oknum tersebut sering mengancam akan memberitakan pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang disebutnya tidak transparan.

Menanggapi keresahan ini, Marthunis menyatakan menyambut positif upaya dari para kepala sekolah untuk melaporkan oknum wartawan tersebut.

“Proses pembangunan pendidikan harus difasilitasi. Kepala sekolah dan guru perlu dilindungi agar nyaman dan optimal melakukan proses belajar dan mengajar agar hasil pembelajaran lebih baik,” tulis Marthunis dalam pesan teks kepada media ini.

Marthunis juga menyambut semua pihak untuk mengawal atau mengkritisi pembangunan pendidikan, namun dengan syarat kritik tersebut harus didasarkan pada niat baik, berbasis data, dan dilakukan sesuai dengan koridor hukum.

“Namun harus dilakukan berdasarkan niat baik dan berbasis data serta dengan cara-cara sesuai koridor hukum, bukan karena kepentingan pribadi dan berbasis fitnah,” tegasnya.

Ia juga menghimbau semua pihak untuk mendukung civitas pendidikan di Aceh dalam melaksanakan tugas mencerdaskan anak bangsa. “Ini adalah tugas mulia dan juga tugas negara. Seandainya ada yang mengganggu, dapat berarti melawan negara,” pungkasnya.

Editor: Akil

Usung Ismail A Jalil dan Tarmizi Panyang, NasDem Optimis Menangkan Pilkada Aceh Utara

0
Kantor DPW NasDem Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Partai NasDem resmi menyerahkan surat rekomendasi kepada bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara, Senin (5/8/2024). Dalam penyerahan tersebut, NasDem mengusung Ismail A Jalil (Ayah Wa) sebagai calon Bupati dan Tarmizi Panyang sebagai calon Wakil Bupati untuk periode 2024-2029. Surat rekomendasi ini diserahkan langsung oleh Ketua DPW NasDem Aceh Utara, Irsan Sosiawan.

Ketua DPP NasDem Teritorial 1 Sumut-Aceh, Bakhtiar Ahmad Sibarani, mengungkapkan keyakinannya bahwa pasangan yang diusung partainya akan meraih kemenangan dan suara terbanyak di Kabupaten Aceh Utara pada Pilkada Serentak 2024.

“Bagaimanapun kami yakin dengan rekomendasi ini, pasangan tersebut bisa menjadi bupati dan wakil bupati pilihan rakyat ke depan di 2024 sampai 2029,” ujar Bakhtiar.

NasDem juga telah menyiapkan strategi dan langkah menuju kemenangan, yang akan disampaikan langsung oleh Ketua DPW NasDem Aceh Utara. Salah satu strategi yang diungkapkan adalah menjalin komunikasi politik dengan partai-partai lokal untuk berkoalisi dalam pemilihan Bupati di Aceh Utara.

“Kami juga berharap agar komunikasi politik kepada partai-partai politik untuk melengkapi persyaratan sebagai syarat pencalonan segera dilakukan oleh calon bupati dan wakil bupati,” tambah Bakhtiar.

Dengan langkah ini, NasDem optimis dapat membawa perubahan positif dan memenangkan kontestasi Pilkada Serentak 2024 di Aceh Utara.

Editor: Akil

Israel dan Hezbollah Saling Serang, Tewaskan Anggota dan Warga Sipil

0
Israel dan Hezbollah Saling Serang, Tewaskan Anggota dan Warga Sipil. (Foto: AFP)

NUKILAN.id | Beirut – Israel dan Hezbollah kembali terlibat dalam aksi saling serang yang menimbulkan korban jiwa pada Selasa (6/8/2024). Serangan ini menambah ketegangan yang sudah memuncak di wilayah tersebut.

Menurut sumber keamanan Lebanon, serangan udara Israel menewaskan lima anggota Hezbollah di Lebanon selatan. Sumber yang enggan disebutkan namanya itu menyatakan kepada AFP bahwa serangan terjadi di kota Mayfadun, dekat Nabatiyeh. Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa korban tewas tersebut adalah pejuang Hezbollah.

Hezbollah tidak tinggal diam. Mereka mengklaim telah melakukan serangan balasan di Israel utara, termasuk satu serangan dengan pesawat tak berawak atau drone berpeledak yang menargetkan sebuah barak di dekat kota pantai Acre.

Layanan darurat Magen David Adom Israel melaporkan bahwa paramedis merawat seorang pria berusia 30 tahun dalam kondisi serius dan seorang perempuan berusia 30 tahun dalam kondisi ringan hingga sedang akibat luka pecahan peluru. Kedua korban dievakuasi ke Rumah Sakit Galilea di Nahariya, dekat Acre.

Militer Israel menyatakan bahwa angkatan udaranya menghantam sebuah struktur militer Hezbollah di daerah Nabatiyeh yang digunakan untuk melancarkan serangan teror terhadap Israel. Serangan ini merupakan tanggapan atas aksi Hezbollah yang semakin intens mendukung Hamas sejak 7 Oktober lalu.

Ketegangan antara kedua pihak meningkat tajam dalam seminggu terakhir. Iran dan sekutunya berjanji akan melakukan pembalasan atas pembunuhan terhadap komandan militer tertinggi Hezbollah, Fuad Shukr, dan pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, yang dituding dilakukan oleh Israel.

Pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, dijadwalkan akan memberikan pidato di televisi pada pukul 17.00 waktu setempat atau sekitar pukul 21.00 WIB.

Sejak Oktober, kekerasan lintas batas ini telah menewaskan sedikitnya 555 orang di Lebanon, termasuk 116 warga sipil, menurut penghitungan AFP. Konflik yang terus berlanjut ini menambah beban bagi masyarakat sipil di kedua belah pihak yang sudah tertekan oleh konflik berkepanjangan.

Editor: Akil

Polda Aceh Musnahkan 226 Kilogram Sabu dan 1,2 Ganja

0
Konferensi pers pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu dan ganja kering. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Polda Aceh melaksanakan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 226 kilogram dan ganja kering seberat 1,2 ton. Pemusnahan dilakukan di depan Aula Presisi Polda Aceh, Selasa (6/8/2024).

Barang bukti ini merupakan hasil pengungkapan kasus peredaran narkoba jaringan internasional Malaysia-Thailand-Aceh (Indonesia) dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

“Hari ini kita melakukan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan narkoba tahun 2024 berupa 226 kg sabu dan 1,2 ton ganja,” kata Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko, dalam konferensi pers pemusnahan barang bukti tersebut.

Pemusnahan sabu dilakukan dengan cara dilarutkan dalam bahan kimia, sementara ganja dibakar untuk memastikan barang bukti tersebut tidak dapat digunakan lagi.

Kapolda menambahkan, sepanjang tahun 2024, Polda Aceh telah menangani 753 kasus narkotika. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pihaknya berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba di Aceh, termasuk menelusuri aliran dana hasil penjualan narkoba yang diduga terkait dengan tindak pidana pencucian uang.

“Kami akan terus berupaya memutus mata rantai peredaran narkoba di Aceh. Tidak hanya menangkap para pelaku, tetapi juga menelusuri jaringan dan sumber dananya,” tegas Kapolda.

Reporter: Rezi

BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Banda Aceh

0
BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Stasiun Geofisika Aceh Besar menggelar kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Aula Hotel Grand Permatahati, Banda Aceh pada Selasa (06/08/2024). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.

Kegiatan dimulai dengan laporan oleh Andi Azhar Rusdin, S.Si., M.Sc., Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar. Dalam laporannya, Andi menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, mengingat Aceh terletak di zona subduksi yang rentan terhadap gempa dan tsunami.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa masyarakat Aceh harus selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk.

“Keberadaan zona subduksi dan beberapa segmen patahan aktif memaksa kita untuk selalu waspada,” ujarnya. Ia berharap peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan semangat.

Pj Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya, S.T., M.E., yang membuka acara secara resmi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada BMKG.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk sekitar 60 peserta, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada masyarakat umum agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” katanya.

Anggota Komisi V DPR RI, H. Irmawan, S.Sos., MM., yang bergabung secara daring, juga mengungkapkan pentingnya kegiatan ini bagi daerah-daerah rawan bencana di Indonesia. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan di kabupaten dan kota lain di Aceh.

Sebanyak 60 peserta yang hadir terdiri dari berbagai unsur masyarakat, termasuk perwakilan desa-desa yang telah diakui sebagai Tsunami Ready Community, serta TNI-POLRI, media, sekolah, PMI, PT. SBA, dan SKPD terkait. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan dua dekade bencana tsunami Aceh 2004.

Dengan tema “Membangun Budaya Masyarakat Tanggap Gempa Bumi dan Tangguh Tsunami di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar,” kegiatan ini merupakan rangkaian program Tsunami Ready Community untuk empat desa yang akan mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Pengakuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan desa-desa tersebut dan menarik minat internasional serta wisatawan yang tertarik mempelajari kesiapsiagaan bencana.

Acara ditutup dengan pemberian cinderamata oleh BMKG kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan PT. Solusi Bangun Andalas (SBA), serta sesi foto bersama seluruh peserta. Diharapkan, Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami ini dapat memperkuat kerjasama antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam membangun komunitas yang lebih tangguh menghadapi bencana. Semangat dan upaya yang ditunjukkan diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Editor: Akil

Eks Anggota DPR Aceh Divonis Nihil Kasus Korupsi Beasiswa

0
Sidang putusan terdakwa kasus korupsi beasiswa Pemerintah Aceh tahun 2017 di Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh, pada Selasa 6 Agustus 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Dedi Safrizal, dinyatakan bebas dari segala tuntutan dalam kasus korupsi beasiswa Pemerintah Aceh tahun 2017.

Putusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim Zulfikar didampingi Ani Hartati dan Anda Ariansyah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banda Aceh pada Selasa (6/8/2024).

Alasan di balik putusan bebas ini, Majelis Hakim berpendapat bahwa Dedi Safrizal telah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun terkait kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta. 

Mengacu pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 18 tahun 1983, seorang terdakwa tidak dapat dipidana penjara lebih dari 20 tahun secara kumulatif.

“Mengingat terdakwa sudah menjalani hukuman maksimal 20 tahun penjara dalam kasus narkoba, maka dalam perkara ini, terdakwa hanya diwajibkan membayar denda dan uang pengganti,” ujar Ketua Majelis Hakim, Zulfikar.

Meskipun begitu, Dedi Safrizal tetap dibebankan kewajiban membayar denda sebesar Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan, serta uang pengganti sebesar Rp 1,8 miliar subsider 4 tahun penjara.

Sementara itu, terdakwa lain dalam kasus ini, Suhaimi, selaku koordinator lapangan, divonis 3 tahun penjara, denda Rp50 juta subsider 1 bulan, dan uang pengganti Rp35 juta subsider 3 bulan. 

Keduanya dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bantuan Biaya Pendidikan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh tahun 2017.

Perbuatan korupsi yang dilakukan oleh kedua terdakwa ini telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 3,5 miliar. 

Reporter: Rezi