Beranda blog Halaman 804

Pimpin Apel Pagi, Kadis Muslem Ingatkan Target Realisasi 2024

0
Pimpin Apel Pagi, Kadis Muslem Ingatkan Target Realisasi 2024. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob, S.Ag, M.Pd kembali mengingatkan seluruh jajaran di lingkungan Dinas Sosial untuk komit mengejar targer realisasi yang telah di tentukan bersama di Tahun 2024.

Penegasan itu disampaikan Kadis Muslem ketika memimpin jalannya pelaksanaan Apel Pagi pada Senin, (25/11/2024) di halaman kantor Dinas.

Menurut Muslem konsekuensi dari tidak tercapainya target anggaran 2024 akan berimbas pada penilaian kinerja Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) yang dipimpinnya beserta seluruh Pejabat dan PPTK setempat.

“Karenanya, saya ingatkan lagi kepada semuanya Pejabat, KPA dan PPTK, yang sudah ditargetkan mulai hari ini untuk di kejar sampai dengan sebelum berakhirnya anggaran. Saya minta supaya dipercepat langkah-langkah nya,” katanya.

“Ini jauh-jauh hari sudah saya peringatkan, supaya juga mengantisipasi kendala dari luar yang tidak terkendali. Kalau tidak tercapai harus bertanggung jawab semuanya, jangan sampai dapat surat cinta dari pimpinan,” tegas Muslem.

Dalam sisa waktu berjalan, Kepala Dinas berharap target realisasi keuangan Dinsos Aceh bisa tercapai dengan maksimal.

Ia membeberkan khusus untuk bulan November terdapat sekitar 83,58 persen target keuangan yang harus diselesaikan Dinsos Aceh. Data itu terintegrasi dalam desk P2K yang merupakan unit kendali milik Pemerintah Aceh untuk evaluasi kinerja di jajaran SKPA.

Editor: Akil

Implementasikan Nilai Kedisiplinan, Kadinsos Aceh Sidak Pegawai

0
Kadinsos Aceh Sidak Disiplin Pegawai Dinas. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Guna memastikan implementasi nilai-nilai disiplin dalam menjalankan tugas setiap abdi negara, Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem kembali melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pada setiap ruang kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Dinas, Senin, 25 November 2024.

Dalam inspeksi nya Kepala Dinas turut didampingi para Pejabat Eselon III, Kabid Rehsos dan Plt. Kabid Dayasos. Dr. Muslem bergerak dari satu ruang ke ruang lain sembari menanyakan kehadiran ASN dan Non ASN di masing-masing bidang.

Sidak ini dimaksud untuk memantau secara langsung kinerja para pegawai, dan melihat kedisiplinan pada jam kerja, serta mengecek kembali ruang kerja yang representatif.

Kepada para pegawai, Dr. Muslem mengingatkan bahwa sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dibiayai oleh negara dan diberikan tunjangan kinerja sudah seharusnya menjalankan tugas dan berkerja sesuai dengan waktunya.

“Hal ini supaya tidak mengganggu pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat, dan tidak berdampak buruk bagi citra institusi kita,” jelasnya.

Editor: Akil

Museum Tsunami Aceh Tutup pada 27 November 2024, Sesuai Keputusan Presiden

0
Museum Tsunami. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Museum Tsunami Aceh akan tutup sementara pada hari Rabu, 27 November 2024, seiring dengan ditetapkannya tanggal tersebut sebagai hari libur nasional untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Penutupan ini mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2024 yang telah diteken oleh Presiden Prabowo Subianto.

Museum yang menjadi saksi bisu sejarah bencana tsunami ini mengumumkan bahwa operasionalnya akan kembali normal pada Kamis, 28 November 2024, dengan mengikuti jam operasional seperti biasa.

Bagi pengunjung yang berencana untuk datang, pihak museum menyarankan untuk memeriksa kembali informasi terkait jam operasional terbaru agar kunjungan dapat berjalan lancar.

“Semoga informasi ini bermanfaat bagi seluruh pengunjung yang ingin mengunjungi Museum Tsunami Aceh,” ujar pengelola museum dalam unggahan di akun Instagram resmi Museum Tsunami dan Disbudpar Aceh.

Dengan penutupan sementara ini, museum berharap agar masyarakat dapat memahami kebijakan yang diambil, sambil tetap mengedepankan kepentingan nasional dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024.

Fenomena Udara Panas di Musim Hujan, Ini Penjelasan Ahli Meteorologi

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Freepik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Udara yang terasa panas meski di tengah musim hujan belakangan ini menjadi keluhan banyak masyarakat. Warganet ramai membahas fenomena ini di media sosial, mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Untuk menjelaskan fenomena ini, Nukilan.id mewawancarai Zahran Aslam Rizqullah, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Ahli Pertama.

Zahran mengungkapkan bahwa suhu maksimum di Indonesia selama sepekan terakhir berada di kisaran 33 hingga 36 derajat Celsius. Menurutnya, angka ini masih tergolong normal untuk wilayah tropis seperti Indonesia.

Namun, ia menjelaskan bahwa meski sebagian wilayah sudah memasuki musim hujan, pengaruh angin monsun Asia yang membawa massa udara basah belum sepenuhnya terasa, terutama di bagian selatan Indonesia.

“Hal ini dipengaruhi oleh gangguan sirkulasi siklonik di sekitar wilayah barat Aceh dan barat daya Lampung, yang memengaruhi distribusi kelembapan udara,” kata Zahhran kepada Nukilan.id, Minggu (24/11/2024).

Hujan Tak Cukup Turunkan Suhu

Zahran menambahkan bahwa pada pagi hari, kondisi cuaca cenderung cerah hingga berawan, sementara hujan lebih sering turun pada siang hingga malam hari. Radiasi matahari yang intens di pagi hingga siang hari meningkatkan aktivitas konvektif di atmosfer. Hal ini menyebabkan suhu udara menjadi panas dan kelembapan yang tinggi memperparah sensasi gerah.

“Meskipun hujan sering terjadi, durasi yang singkat membuat penurunan suhu udara setelah hujan tidak terlalu signifikan,” kata Zahran.

Fenomena yang Masih Wajar

Ketika ditanya apakah fenomena ini ada kaitannya dengan perubahan iklim, Zahran menjelaskan bahwa situasi ini masih tergolong wajar.

“Kondisi seperti ini lazim terjadi di wilayah tropis. Namun, gangguan sirkulasi siklonik dapat memperkuat dampak kelembapan dan distribusi hujan yang tidak merata,” tambahnya.

Tips Menghadapi Udara Panas

Untuk mengatasi udara panas meskipun hujan sering turun, masyarakat disarankan untuk tetap menjaga hidrasi dan mengenakan pakaian yang nyaman. Selain itu, mengurangi aktivitas berat di bawah sinar matahari langsung juga bisa membantu mengurangi rasa gerah.

Fenomena udara panas di musim hujan ini mungkin terasa mengganggu, namun dengan pemahaman tentang penyebabnya, masyarakat bisa lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang dinamis. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Mantan Perwira TNI-Polri Makin Dominan di Pilkada, Apa Penyebabnya?

0
Pengamat politik dan keamanan, Aryos Nivada. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fenomena meningkatnya jumlah mantan perwira TNI dan Polri yang mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) terus menjadi sorotan. Tren ini mengindikasikan semakin kuatnya keterlibatan mereka dalam politik lokal, sekaligus memunculkan kekhawatiran mengenai dominasi figur-figur berlatar belakang militer dan kepolisian di dunia pemerintahan.

Penelitian oleh The Conversation mencatat, sebanyak 55 mantan perwira militer dan polisi mencalonkan diri dalam pilkada sepanjang 2015 hingga 2020. Meskipun sempat mengalami penurunan pada 2017 akibat kecilnya data sampel, angka tersebut terus menunjukkan tren peningkatan di tahun-tahun berikutnya.

Pada 2024, data yang dihimpun Nukilan.id dari berbagai sumber menunjukkan bahwa fenomena serupa kembali muncul. Beberapa mantan perwira bahkan memilih pensiun dini dari dinas aktif demi mengikuti kontestasi politik, menegaskan minat mereka untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui jalur pemerintahan.

Pengamat politik dan keamanan, Aryos Nivada, menyebut keterlibatan mantan perwira TNI-Polri dalam pilkada tidak bisa dilepaskan dari keinginan masyarakat dan dukungan elite politik.

“Masih ada keinginan masyarakat yang menginginkan mereka hadir dalam kontestasi pilkada. Tidak mungkin mereka maju jika tidak ada dorongan dari masyarakat di akar rumput,” ujarnya saat dihubungi Nukilan.id.

Menurut Aryos, rekam jejak para mantan perwira yang dikenal memiliki karakter kepemimpinan kuat menjadi salah satu alasan mereka dilirik sebagai calon pemimpin daerah.

“Karakter mereka memang layak untuk menjadi pemimpin karena pengalaman mereka dalam bidang leadership. Mereka butuh ruang berbeda untuk mengaktualisasi diri dalam membangun daerahnya melalui jalur pilkada,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aryos menilai bahwa partisipasi para mantan perwira ini juga dipengaruhi oleh strategi politik elite partai.

“Selain dorongan dari masyarakat, ada pula dukungan dari elite partai politik yang mendorong mereka untuk maju. Jadi, tidak mungkin mereka melangkah tanpa dasar kuat yang berasal dari berbagai variabel,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Ushuluddin Festival Fair VII 2024: Merajut Nilai Budaya dan Agama di UIN Ar-Raniry

0
Ushuluddin Festival Fair VII 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry sukses menggelar Ushuluddin Festival Fair (UFF) VII 2024. Kegiatan tahunan ini berlangsung meriah selama tiga hari, 16-18 November 2024, di Bundaran Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.

Mengusung tema “Menjaga Eksistensi Nilai Budaya dan Agama,” UFF VII menjadi puncak dari seluruh program kerja DEMA FUF UIN Ar-Raniry selama satu periode. Ketua DEMA FUF, Nurfuadi Ubaidillah, menjelaskan bahwa tema tersebut bertujuan mengedepankan pentingnya pelestarian budaya dan nilai agama yang berkelanjutan.

“Budaya dan agama adalah identitas masyarakat Aceh. Kami berharap mahasiswa dapat berkontribusi dalam melestarikan budaya dengan memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas mereka,” ungkap Nurfuadi.

Beragam Kegiatan Menarik
UFF VII menghadirkan berbagai kegiatan menarik, seperti perlombaan untuk siswa dan mahasiswa, talk show alumni, bazar UMKM, malam siraman rohani, malam pentas seni, hingga malam puncak yang dimeriahkan oleh penampilan Scorsing 2 Semester sebagai bintang tamu.

Ketua Panitia, M. Fahmi, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan acara ini.

“Acara ini terwujud berkat kerja sama tim yang solid dan rasa kekeluargaan yang tinggi. Kami bangga dengan pencapaian ini dan berharap kegiatan ini bisa terus memberikan gebrakan baru di masa depan,” ujarnya.

Selain dukungan dari fakultas, dekanat, dosen, dan alumni, acara ini juga mendapat sponsor dari sejumlah pihak, termasuk MJ 8 Cafe, Kemenag Aceh, Dispora Aceh, Polresta Banda Aceh, serta berbagai kedai kopi lokal seperti Horas Coffee, Loem Coffee, dan Island Drink.

Membangun Generasi Kreatif
DEMA FUF berharap UFF dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensinya di berbagai bidang, seperti kewirausahaan dan seni.

“Ushuluddin Festival Fair adalah ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan minat dan bakat mereka. Sampai jumpa di UFF selanjutnya!” tutup Nurfuadi dengan optimisme.

UFF VII 2024 menjadi bukti nyata komitmen DEMA FUF UIN Ar-Raniry dalam menjaga nilai budaya dan agama, sekaligus memberdayakan generasi muda untuk masa depan yang lebih baik.

Editor: Akil

Atasi Kelangkaan, Pemkab Aceh Tengah Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg

0
Sejumlah Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.idTakengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bergerak cepat mengatasi kelangkaan gas LPG 3 kg yang melanda wilayahnya. Bekerja sama dengan PT. Pertamina Niaga dan SBM Aceh IV Gas Lhokseumawe, operasi pasar digelar di dua lokasi, yakni Terminal Lama Kampung Kemili, Kecamatan Bebesen, dan Pasar Paya Ilang Takengon, pada Jumat (22/11/2024).

Operasi pasar ini menyediakan total 1.120 tabung LPG bersubsidi dengan harga eceran tertinggi (HET). Di Terminal Lama Kampung Kemili, sebanyak 560 tabung disalurkan mulai pukul 09.00 WIB. Operasi serupa dilakukan di Pasar Paya Ilang dengan jumlah alokasi yang sama.

Sinergi Pemkab dan Pertamina
Penjabat Bupati Aceh Tengah, Subhandhy, AP, M.Si, turut hadir langsung dalam pelaksanaan operasi pasar ini. Didampingi oleh Plt. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Tengah, Abshar, Kabag Perekonomian dan SDM, Iid Fitrasani, serta perwakilan Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Tengah, Subhandhy menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan LPG bersubsidi.

“Kami menyadari dampak kelangkaan ini bagi masyarakat, terutama rumah tangga dan usaha kecil. Operasi pasar ini menjadi langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan mereka sekaligus mengatasi kelangkaan,” ujar Subhandhy.

Subhandhy juga menekankan perlunya pengawasan distribusi agar LPG bersubsidi benar-benar tepat sasaran.

“Ke depan, kami akan meningkatkan pengawasan terhadap distribusi untuk mencegah penyimpangan yang merugikan masyarakat,” tambahnya.

Mekanisme Pembelian Ketat
Dalam operasi pasar ini, masyarakat diwajibkan membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pembelian. Setiap orang hanya diizinkan membeli satu tabung LPG. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah penimbunan dan memastikan distribusi yang merata.

“Kami ingin memastikan LPG bersubsidi dapat dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Operasi pasar ini adalah solusi sementara sambil kami terus mengevaluasi distribusi dan ketersediaan LPG di Aceh Tengah,” ujar Iid Fitrasani, Kabag Perekonomian dan SDM Kabupaten Aceh Tengah.

Harapan Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap langkah ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memulihkan stabilitas ketersediaan LPG 3 kg. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan LPG bersubsidi sesuai peruntukannya, agar program subsidi berjalan optimal dan tepat sasaran.

Operasi pasar ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan masyarakat dalam menjaga kestabilan kebutuhan energi pokok. Masyarakat pun menyambut baik langkah ini sebagai solusi atas permasalahan kelangkaan gas LPG bersubsidi.

Editor: Akil

Sejumlah APK Masih Bertebaran di Banda Aceh Saat Hari Pertama Masa Tenang Pilkada 2024

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Meskipun masa tenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 telah dimulai sejak Minggu, 24 November 2024, sejumlah alat peraga kampanye (APK) calon kepala daerah masih terlihat terpasang di beberapa titik di Kota Banda Aceh.

Masa tenang, yang berlangsung hingga Selasa, 26 November 2024, seharusnya menjadi periode dimana kampanye dan pemasangan APK dihentikan.

Penelusuran yang dilakukan oleh Nukilan.id  menemukan APK-APK tersebut masih terpasang seperti di Jalan Sri Ratu Safiatuddin. Beberapa spanduk yang menampilkan wajah dan nama calon kepala daerah dari berbagai partai politik terlihat mencolok, meskipun aturan jelas menyebutkan bahwa selama masa tenang, tidak boleh ada pemasangan materi kampanye.

Menurut pengamatan, keberadaan APK ini menimbulkan keprihatinan di kalangan warga. Sebagian warga menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran terhadap aturan yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Harumkan Nama Aceh, Dua Mahasiswa Raih Summa Cum Laude di Al-Azhar Mesir

0
Dua Mahasiswa Aceh Raih Summa Cum Laude di Al-Azhar Mesir. (Foto: WaspadaAceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dua mahasiswa asal Aceh, Muhammad Haikal Bahruddin (23) dan Thariq Nabiliansyah (22), berhasil mencetak prestasi gemilang dengan meraih predikat summa cum laude di Universitas Al-Azhar, Mesir. Capaian ini diumumkan dalam ajang wisuda Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir 2024, Sabtu (23/11/2024).

Prestasi mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aceh, mengingat Al-Azhar merupakan salah satu universitas Islam tertua dan paling bergengsi di dunia. Haikal, mahasiswa jurusan Syariah Islamiah, mengungkapkan bahwa keputusannya melanjutkan studi ke Al-Azhar didorong oleh keinginannya mendalami ilmu agama di pusat keilmuan Islam.

“Para masyayikh di Al-Azhar sangat ikhlas mengajar, dan ajaran mereka yang moderat memberikan kenyamanan dalam belajar,” ujar Haikal, putra pasangan Bahruddin dan Rosdiana dari Aceh Besar.

Senada dengan itu, Thariq, mahasiswa jurusan Tafsir dan Ulumul Quran, menyebut belajar di Al-Azhar adalah mimpi yang menjadi nyata.

“Al-Azhar adalah kiblat ilmu agama. Bisa belajar langsung dari ulama besar di sana adalah kesempatan emas,” kata Thariq, putra Erwansyah dan Firli Kurniati dari Aceh Tamiang.

Perjuangan di Negeri Piramida

Selama menempuh pendidikan, keduanya menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kendala utama adalah bahasa. Meski sudah mempelajari bahasa Arab fusha di Aceh, mereka harus beradaptasi dengan dialek lokal Mesir atau amiyah.

“Awalnya cukup sulit, tapi lama-lama terbiasa,” cerita Thariq, yang juga lulusan Dayah Modern Arun, Lhokseumawe. Haikal menambahkan, salah satu momen paling berkesan adalah ketika mereka mengkhatamkan kitab bersama para masyayikh dan mendapatkan sanad Al-Quran.

“Belajar langsung dari ulama besar dengan ilmu mendalam dan akhlak mulia adalah pengalaman tak ternilai,” ujar Haikal, alumni Dayah Tgk. Chiek Oemar Diyan, Aceh Besar.

Selain tantangan bahasa, keduanya juga terkesan dengan budaya religius masyarakat Mesir.

“Hampir di setiap toko, angkutan umum, dan rumah warga, terdengar lantunan ayat Al-Quran. Ini hal yang jarang kami temui di kampung halaman,” tambah Thariq.

Rencana dan Harapan Masa Depan

Setelah menyelesaikan pendidikan, Haikal dan Thariq berencana melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana.

“Kami berharap bisa melanjutkan di Al-Azhar. Jika harus pulang, kami ingin mengabdi untuk masyarakat Aceh,” ungkap Haikal.

Sebagai alumni Al-Azhar, mereka merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh.

“Azhar mengajarkan bahwa ilmu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat,” ujar Thariq.

Mereka juga memberikan pesan kepada generasi muda Aceh yang bercita-cita menimba ilmu di Al-Azhar. Menurut Haikal, kunci sukses adalah ketekunan dan niat yang tulus.

“Al-Azhar tidak butuh orang pintar, tapi orang yang bersungguh-sungguh dalam belajar,” pesannya.

Thariq menambahkan, doa dan restu orang tua serta guru adalah fondasi kesuksesan.

“Jangan lupa meminta doa, berusaha maksimal, dan menjaga hubungan spiritual dengan Allah,” katanya.

Dari total 1.160 mahasiswa Indonesia yang diwisuda di Universitas Al-Azhar tahun ini, hanya 17 orang yang berhasil meraih predikat summa cum laude, dua di antaranya adalah putra Aceh. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan doa mampu membawa nama Aceh bersinar di kancah internasional.

Editor: Akil

FMIPA-USK Rayakan Lustrum ke-7: 35 Tahun Inovasi dan Dedikas

0
FMIPA-USK Rayakan Lustrum ke-7. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala (FMIPA-USK) merayakan Lustrum ke-7, menandai 35 tahun kontribusi penting dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Acara puncak perayaan ini berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan akademik, kompetisi ilmiah, dan penghargaan untuk dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa terbaik.

Rangkaian acara diawali dengan dua konferensi ilmiah internasional, ICELTICs (International Conference on Electrical Engineering and Informatics) dan ICeBES (International Conference on Biology and Environmental Sciences). Konferensi ini menjadi wadah bagi akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk bertukar ide di bidang teknik, informatika, biologi, dan ilmu lingkungan.

Tidak hanya itu, PIL MIPA (Pekan Ilmiah dan Lomba MIPA) menjadi ajang kompetisi bergengsi bagi mahasiswa dari FMIPA maupun perguruan tinggi lain di Indonesia. Fun Walk yang melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan alumni turut menambah semarak perayaan sekaligus mempererat hubungan antar civitas akademika.

Puncak acara turut dihadiri berbagai tokoh penting, salah satunya Pj Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., melalui rekaman video. Ia mengungkapkan rasa bangga atas kontribusi FMIPA, “Semoga fakultas ini terus memberi dampak positif, baik di Aceh maupun di tingkat nasional dan internasional.”

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan apresiasi atas pencapaian FMIPA.

“Fakultas ini telah berkembang pesat menjadi pilar utama USK dalam mewujudkan visi sebagai World Class University,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech., mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan FMIPA selama 35 tahun.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset demi kontribusi lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Acara ini juga diisi dengan kuliah tamu oleh Ibu Safriati Safrizal ZA, S.Si., M.Si., yang membahas peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan, serta Malam Anugerah Dosen dan Tendik Terbaik. Penghargaan diberikan dalam beberapa kategori, seperti Pengajar Terbaik, Peneliti Terbaik, dan Pengabdi Terbaik.

Dengan dukungan alumni yang solid, FMIPA-USK terus membuktikan diri sebagai fakultas unggulan yang berkontribusi besar bagi pendidikan tinggi di Aceh dan Indonesia.

Editor: Akil