Beranda blog Halaman 684

BNNP Aceh Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Sabu dan Ekstasi Diamankan

0
Ilustrasi Sabu. (Foto: Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh kembali menorehkan keberhasilan dalam memberantas peredaran narkotika. Dalam dua operasi berbeda, aparat berhasil mengungkap jaringan narkoba lintas negara Aceh-Malaysia, menyita puluhan kilogram sabu, ratusan ribu butir ekstasi, serta ratusan kilogram ganja.

Dalam pengungkapan pertama, petugas BNNP Aceh menangkap seorang tersangka yang membawa 33 kg sabu dan 262.000 butir pil ekstasi. Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menegaskan bahwa kasus ini semakin memperjelas keterlibatan jaringan narkoba internasional dalam peredaran gelap narkotika di Aceh.

Penangkapan terjadi pada Kamis (7/2/2025), ketika tim BNNP Aceh mengamankan seorang kurir yang mengendarai sepeda motor di wilayah Lhokseumawe. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku diperintah oleh bandar berinisial Y yang beroperasi dari Malaysia.

Petugas kemudian menelusuri informasi tersebut dan menemukan rumah kosong yang dijadikan tempat penyimpanan narkotika di perkebunan kelapa sawit Dusun Bukit Nibung, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Dari lokasi ini, tim menyita 104 bungkus pil ekstasi—diperkirakan berjumlah sekitar 262.500 butir—serta 18 bungkus sabu dengan berat sekitar 33 kg. Tersangka, H (35), diketahui merupakan warga Desa Meunasah Blang Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Di lokasi lain, tim BNNP Aceh juga berhasil menggagalkan peredaran ganja dalam jumlah besar. Dua pelaku yang diduga bagian dari jaringan narkoba ditangkap di Jalan KKA–Bener Meriah, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Kedua tersangka, UC (50) asal Meunasah Mesjid, Muara Dua, Lhokseumawe, dan SK (42) warga Deli Serdang, Medan, diamankan saat berusaha mengantarkan ganja menggunakan mobil Toyota Innova Reborn berpelat BL 1752 NM.

Dalam operasi ini, petugas menyita 11 karung ganja dengan berat bruto total mencapai 184,8 kg. Keberhasilan pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan terkait pengiriman ganja dalam jumlah besar. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BNNP Aceh melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap kedua pelaku saat sedang dalam perjalanan menuju Nisam, Aceh Utara.

Brigjen Pol. Marzuki menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam membantu pihak berwenang mengungkap kasus ini.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat dalam memberantas narkoba. Informasi yang Anda berikan sangat berharga bagi kami,” ujarnya dalam wawancara bersama RRI, Senin (10/2/2025).

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan dugaan peredaran narkoba melalui saluran resmi BNN, seperti hotline, website, dan media sosial.

“Kami menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh masyarakat,” tegasnya.

Sebagai langkah strategis dalam pemberantasan narkotika, BNNP Aceh telah melatih ratusan intelijen dari masyarakat dan menempatkannya di berbagai wilayah rawan, termasuk kawasan pesisir, lingkungan kampus, hingga tempat hiburan. Diharapkan, dengan sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat, Aceh dapat terbebas dari ancaman narkoba yang semakin marak.

Editor: AKil

Lahan Gambut di Aceh Barat Terbakar, Warga Diminta Waspada Asap

0
Lahan Gambut di Aceh Barat Terbakar. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Aceh Barat pada Senin (10/2/2025) siang. Api membakar lahan gambut di beberapa titik, memicu penyebaran asap yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat terus berupaya memadamkan api di tiga kecamatan. Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi SIPONGI dan laporan masyarakat, kebakaran pertama kali terdeteksi di Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, dengan dua titik hotspot sejak Minggu (9/2) pukul 16.30 WIB. Sehari setelahnya, Senin (10/2), kebakaran kembali muncul di Gampong Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga, sekitar pukul 13.00 WIB, serta di Gampong Nurul Huda, Kecamatan Woyla, pukul 14.00 WIB.

“Saat ini, titik api di Gampong Gampa telah berhasil dipadamkan 100 persen, sementara di Blang Beurandang dan kawasan Nurul Huda masih dalam proses penanganan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, T Ronald Nehdiansyah, dalam laporan tertulisnya yang diterima RRI.co.id.

Luas lahan yang terdampak di Blang Beurandang diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare, sementara di Gampong Gampa sekitar 0,0004 hektare, dan di Gampong Nurul Huda sekitar 5.000 meter persegi. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Untuk memadamkan api, BPBD Aceh Barat telah mengerahkan sejumlah personel dan peralatan. Di Gampong Blang Beurandang, 10 personel diterjunkan dengan dukungan satu unit armada D-Max dan satu unit mesin portabel. Sementara itu, di Gampong Gampa, sembilan personel dikerahkan dengan satu unit armada pemadam kebakaran dari Mako BPBD Aceh Barat. Di Gampong Nurul Huda, tujuh personel bersama satu unit armada pemadam dari Pos Kecamatan Woyla terus berupaya menanggulangi api.

Selain personel dan armada pemadam, BPBD juga mengerahkan satu unit drone untuk memantau kebakaran dari udara. Sejumlah pihak turut terlibat dalam operasi ini, termasuk Polsek setempat, Koramil, Muspika kecamatan, petugas Pusdalops BPBD, serta relawan pemadam kebakaran.

BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran hutan dan lahan di wilayah mereka. Penyebaran asap akibat kebakaran ini juga dapat berdampak pada kesehatan dan aktivitas warga setempat.

Editor: Akil

Tim Marching Band MTsN 2 Aceh Besar Sapu Bersih Gelar Juara di Funwalk Milad XX SIT Nurul Fikri

0
Tim Marching Band MTsN 2 Aceh Besar Sapu Bersih Gelar Juara di Funwalk Milad XX SIT Nurul Fikri. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim Marching Band MTsN 2 Aceh Besar kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyapu bersih gelar juara dalam ajang Funwalk Milad XX SIT Nurul Fikri X Marching Banda. Kompetisi yang berlangsung di Taman Sari, Banda Aceh ini menjadi panggung bagi berbagai tim dari sekolah dan madrasah di Aceh untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang marching band.

Keikutsertaan MTsN 2 Aceh Besar dalam ajang ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mengembangkan bakat seni dan kreativitas siswa, khususnya dalam seni musik. Persaingan yang ketat tidak menghalangi tim ini untuk tampil maksimal dan meraih juara di empat kategori bergengsi.

Dalam perlombaan tersebut, Tim Marching Band MTsN 2 Aceh Besar meraih Juara 1 Colour Guard berkat koreografi yang atraktif, kreatif, dan penuh sinkronisasi. Selain itu, mereka juga menjadi Juara 1 Perkusi dengan permainan ritme yang solid dan dinamis. Keunggulan tim ini juga terlihat dalam kategori Musik Terbaik, di mana mereka menampilkan harmoni yang rapi dengan tingkat kesulitan tinggi yang dieksekusi dengan sempurna. Tak hanya itu, kepiawaian field commander dalam mengatur tempo dan dinamika pertunjukan membawa tim ini meraih Juara 1 Field Commander.

Prestasi ini tentu tidak diraih dengan mudah. Seluruh anggota tim menjalani latihan intensif selama berbulan-bulan di bawah bimbingan para pelatih dan guru pembina. Disiplin tinggi, kerja keras, serta semangat pantang menyerah menjadi kunci keberhasilan mereka dalam kompetisi ini.

Kepala MTsN 2 Aceh Besar, H. Sudirman M, S.Ag, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa ini.

“Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan dedikasi tinggi seluruh tim. Kami sangat bangga melihat bagaimana anak-anak ini terus berlatih dan berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sudirman berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lain agar tidak takut bermimpi dan terus berusaha meraih prestasi.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkembang serta menginspirasi siswa lain agar tidak takut bermimpi dan berusaha meraih prestasi,” harapnya.

Sudirman juga menekankan pentingnya peran serta semua pihak, termasuk guru, orang tua, dan madrasah, dalam mendukung pengembangan bakat siswa. MTsN 2 Aceh Besar berkomitmen untuk terus membina siswanya agar dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Keberhasilan Tim Marching Band MTsN 2 Aceh Besar dalam ajang ini semakin mengukuhkan mereka sebagai salah satu tim terbaik di Aceh. Dengan semangat juang yang tinggi, diharapkan mereka dapat terus mengharumkan nama madrasah dan meraih prestasi lebih gemilang di masa depan.

Editor: Akil

Pelantikan Wali Kota Banda Aceh Dijadwalkan Usai Pelantikan Gubernur Aceh

0
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal-Afdhal Khalilullah. (Foto: MC ILLIZA-AFDHAL)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh terpilih, Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal  Khalilullah akan dilantik pada hari yang sama dengan pelantikan Gubernur Aceh pada hari Rabu 12 Februari 2025.

Ketua Dewan Perwakilan Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah membenarkan informasi pelantikan tersebut. Ia mengatakan pelantikan Illiza dan Afdhal dilaksanakan setelah pelantikan Gubernur Aceh oleh Kemendagri.

“Berdasarkan informasi dari Pj Sekda Aceh Muhammad Dirwansyah, pelantikan akan dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.00-16.30 WIB, setelah pelantikan Gubernur Aceh oleh Kemendagri,” kata Irwansyah kepada Nukilan, Senin (10/2/2025).

Irwansyah menambahkan, prosesi pelantikan akan dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh dan bertempat di gedung DPRK Banda Aceh. Terkait undangan, pihaknya akan menerbitkan undangan resmi sesuai hasil komunikasi dengan Walikota terpilih.

“Kami baru saja mengadakan pertemuan untuk memantapkan proses pelantikan ini. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pihak DPRK, Walikota terpilih di kediaman Ibu Illiza, Pj Sekda Banda Aceh, Sekwan DPRK Banda Aceh beserta jajaran masing-masing,” jelasnya.

Diketahui, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh telah menetapkan pasangan Illiza Sa’aduddin Djamal-Afdhal Khalilullah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih untuk periode 2025-2030.

Penetapan ini diumumkan dalam rapat pleno yang digelar di Hotel Hermes Palace pada Kamis, (9/1/2025) lalu, yang dipimpin oleh Ketua KIP Yusri Razali. Keputusan ini diambil setelah pasangan nomor urut 01 meraih 44.982 suara atau 41,24 persen dari suara sah, unggul dari tiga pasangan lainnya.

Reporter: Rezi

Kadinsos Aceh Hadiri Rakor Inflasi Bersama Mendagri, Bahas Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat

0
Kadinsos Aceh Hadiri Rakor Inflasi Bersama Mendagri. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh, Dr. Muslem Yacob, S.Ag, M.Pd, turut menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi Daerah yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Senin, 10 Februari 2025. Rapat berlangsung di ruang rapat Gubernur Aceh, Lantai 2, dan dipimpin oleh Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Dr. Zulkifli.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta instansi vertikal di Aceh. Beberapa di antaranya adalah perwakilan TNI, Polri, Kepala Inspektur Aceh, Bappeda, Badan Pengelola Keuangan Aceh (BPKA), serta dinas-dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan (Tanbun), Dinas Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag), serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Selain itu, rapat juga diikuti oleh Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG), Dinas Koperasi dan UKM, serta Biro Perekonomian Setda Aceh.

Rakor ini berfokus pada langkah konkret dalam mengendalikan inflasi daerah, termasuk strategi stabilisasi harga kebutuhan pokok dan upaya menjaga keseimbangan ekonomi di berbagai wilayah. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk menerapkan kebijakan yang tepat guna menekan lonjakan harga, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Tujuan utama pengendalian inflasi daerah adalah untuk menjaga kestabilan harga barang dan jasa, melindungi daya beli masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”

Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait semakin kuat dalam menekan potensi inflasi, sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

Editor: Akil

Kabid Penmad Kemenag Aceh: Semoga Audit BPK Berjalan Lancar

0
Kabid Penmad Zulkifli menjadi pembina apel Senin (10/2) dengan latar gedung Kanwil dan gedung Pusat Layanan Informasi dan Dokumentasi Haji dan Umrah Terpadu. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., berharap proses audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh dapat berjalan lancar. Harapan itu ia sampaikan saat menjadi pembina apel di halaman kantor Kanwil, Senin (10/2/2025).

“Selama bekerja di Aceh mulai hari ini hingga lima hari ke depan, semoga agenda kerja BPK, baik dan lancar, serta tak ada temuan dari pelaporan dan pemeriksaannya,” ujar Zulkifli dalam amanatnya.

Menurutnya, tim BPK akan melakukan audit terhadap pelaksanaan anggaran tahun sebelumnya. Pemeriksaan ini mencakup aspek ketepatan waktu dan sasaran dalam penggunaan anggaran. Selain itu, auditor juga akan mengevaluasi berbagai dokumen dan laporan, seperti belanja barang, belanja modal, bantuan sosial, serta Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).

Zulkifli menegaskan bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Aceh telah mempersiapkan laporan keuangan secara lengkap, termasuk neraca dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) untuk setiap kegiatan.

“Kita selaku ASN tentu telah menyiapkan pelaporan keuangan dengan lengkap, serta kita telah pula siapkan laporan neraca bersama laporan pertanggungjawaban (LPJ) dalam tiap kegiatan,” imbuhnya.

Tim auditor, lanjutnya, akan mengevaluasi apakah realisasi kegiatan telah sesuai dengan perencanaan awal tahun. Jika ditemukan adanya temuan dalam audit, maka hal tersebut harus segera ditindaklanjuti.

Dalam apel tersebut, Zulkifli juga menjelaskan kepada para kepala bidang dan pembimbing masyarakat (Pembimas) mengenai tiga tahapan utama dalam setiap program atau proyek, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Menariknya, apel pagi itu berlangsung di halaman kantor Kanwil Kemenag Aceh, dengan latar belakang gedung Pusat Layanan Informasi dan Dokumentasi Haji dan Umrah Terpadu (PLIDHUT), yang pekan ini mulai dibuka setelah sebelumnya diberi pagar pengaman. PLIDHUT merupakan program kemaslahatan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang hadir di Aceh untuk meningkatkan layanan bagi jamaah haji dan umrah.

Editor: Akil

Mualem-Dek Fadh Akan Dilantik Rabu 12 Februari 2025

0
Pasangan Mualem-Dek Fadh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhullah (Dek Fadh), akan dilantik pada Rabu 12 Februari 2024 lusa. Pelantikan akan dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRA.

“Pelantikan akan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian atas nama Presiden Republik Indonesia,” ujar Juru Bicara Muallem, Teuku Kamaruzzaman kepada Nukilan, Senin (10/2/2025).

Kamaruzzaman menambahkan, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), prosesi pelantikan akan disaksikan oleh Ketua Mahkamah Syar’iah. 

“Insya Allah kedua Gubernur dan Wakil Gubernur akan siap mengikuti semua prosesi pelantikan ini,” pungkasnya.

Diketahui, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh telah menetapkan pasangan Muzakir Manaf dan Fadhlullah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih untuk periode 2025-2030. Pasangan ini memperoleh suara terbanyak dalam Pilkada 2024, yaitu 1.492.846 suara atau 53,27 persen dari total suara sah.

Reporter: Rezi

Tren Bencana di Aceh Meningkat, Perubahan Iklim Jadi Ancaman Serius

0
Banjir di Aceh Singkil: 19 Desa Masih Terendam, Ribuan Warga Terdampak. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fenomena bencana hidrometeorologi di Aceh mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, S.Si, MT, mengungkapkan bahwa tren ini tidak lagi bersifat linear, melainkan eksponensial sejak 2017.

Dikutip dari RRI Banda Aceh, Rabu (6/2/2025), Nasrol menjelaskan bahwa perubahan iklim memiliki peran besar dalam meningkatnya intensitas dan frekuensi bencana di Aceh. Sejak menjadi observer cuaca di BMKG pada 1997, ia telah menyaksikan berbagai perubahan iklim yang semakin ekstrem, terutama setelah bencana tsunami serta periode 2010 hingga 2017.

Hasil penelitian yang dilakukan bersama Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) sejak 2014 juga mengonfirmasi tren ini. Pola curah hujan ekstrem semakin sering terjadi, yang berdampak langsung terhadap meningkatnya risiko bencana seperti banjir bandang.

Menurut Nasrol, perubahan iklim juga mempengaruhi struktur vegetasi di Aceh, yang berkontribusi pada tingginya risiko banjir bandang. Ia menekankan bahwa “banjir bandang memiliki karakteristik yang hampir sama dengan tsunami, terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi. Jika banjir biasa dapat dipantau dengan meningkatnya ketinggian air, maka banjir bandang bisa langsung menyapu wilayah dalam hitungan detik.”

Lebih lanjut, ia membagi Aceh menjadi tiga zona utama berdasarkan potensi bencana, yakni Wilayah Barat-Selatan, Wilayah Pegunungan (meliputi Gayo Lues, Blangkejeren, dan Takengon), serta Wilayah Utara-Timur.

Nasrol juga menyoroti hubungan antara gempa bumi dan potensi bencana lainnya. “Saat ini, kita tidak hanya menghadapi satu jenis bencana, tetapi sudah memasuki era multi-hazard. Misalnya, jika terjadi gempa di Aceh Barat-Selatan, maka wilayah Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan sekitarnya berpotensi mengalami banjir bandang terutama jika curah hujan tinggi,” katanya.

Untuk menghadapi kondisi ini, BMKG terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Salah satu langkah mitigasi yang disarankan adalah meningkatkan kesadaran terhadap pola cuaca serta memperhatikan dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan, seperti penggundulan hutan dan perubahan tata guna lahan.

“Aceh Tenggara sudah beberapa kali mengalami banjir bandang, dan ke depan kita harus lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana dengan sistem peringatan dini yang lebih baik,” pungkas Nasrol.

Editor: Akil

Calvin Verdonk Ungkap Fakta Mengejutkan Tentang Sang Ayah: Bukan Korban Tsunami Aceh

0
Pemain Keturunan Aceh, Calvin Verdonk Jalani Latihan Perdana Bersama Timnas Indonesia. (Foto: Solopos)

NUKILAN.id | Jakarta – Bek kiri Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, baru-baru ini mengungkapkan sebuah kisah mengejutkan yang selama ini tersembunyi mengenai sang ayah. Meskipun banyak yang mengira ayahnya menjadi salah satu korban tsunami Aceh 2004, ternyata kenyataannya jauh berbeda. Sang ayah, yang berasal dari Meulaboh, Aceh, masih hidup dan sudah 27 tahun tidak pernah memberikan kabar.

Dalam wawancara eksklusif dengan media Belanda, AD.NL, yang ditayangkan pada Sabtu (8/2/2025), Calvin mengungkapkan, “Ayah kami berasal dari Sumatera, keturunan Indonesia yang kami miliki berasal darinya. Namun, dia benar-benar telah hilang (pergi dari keluarga) selama 27 tahun.”

Tidak hanya hilang secara fisik, ayah Calvin juga memilih untuk tidak menjalin komunikasi dengan keluarganya. Selama hampir tiga dekade, tak ada kabar yang menghubungkan mereka, baik surat, telepon, maupun pesan. Informasi yang minim mengenai sang ayah membuat banyak orang mengira bahwa ia menjadi salah satu korban tsunami Aceh, namun kenyataannya, ia memutuskan untuk menghilang tanpa jejak, bukan karena bencana alam.

Namun, meskipun ayahnya menghilang, Calvin tidak merasa sendiri. Ia masih memiliki empat saudara tiri yang tetap menjaga hubungan baik dengannya. Mereka bahkan sangat bangga dengan langkah Calvin yang memutuskan untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan membela Timnas Indonesia.

“Kami masih mempunyai empat saudara tiri yang masih berhubungan baik dengan kami. Mereka sangat bangga bahwa saya sekarang mewakili Indonesia,” ujar Calvin.

Calvin resmi menjadi WNI pada 4 Juni 2024 dan langsung tampil bersama Timnas Indonesia pada 11 Juni 2024 dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Filipina, yang berakhir dengan kemenangan 2-0. Kini, ia siap untuk menghadapi tantangan selanjutnya, termasuk laga melawan Australia pada 20 Maret 2025 dan Bahrain pada 25 Maret 2025, di bawah asuhan pelatih Patrick Kluivert.

Editor: AKil

Harimau Masuk Perangkap BKSDA di Aceh Timur

0
Harimau Masuk Perangkap BKSDA di Aceh Timur. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Seekor harimau yang masuk ke dalam perangkap di Desa Julok Rayeuk Selatan, Kecamatan Indra Makmu, pada Minggu pagi (9/2), berhasil diamankan oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Wilayah 13 Langsa. Harimau tersebut terperangkap setelah memangsanya seekor sapi yang menjadi umpan. Kejadian ini mengungkapkan ketegangan antara satwa dilindungi dan kehidupan masyarakat sekitar.

Dilansir dari Detik.com, kapolsek Indra Makmu, Iptu Muhammad Alfata, menjelaskan bahwa keberadaan harimau dalam perangkap diketahui oleh seorang warga yang hendak menuju kebunnya. Warga tersebut terkejut saat melihat satwa tersebut sudah berada di dalam perangkap yang dipasang beberapa hari sebelumnya.

“Harimau itu masuk dalam perangkap yang dipasang di perkebunan PTPN – III JRS di Dusun Alue Batee Desa Julok Rayeuk Selatan pada hari Jumat (7/2) kemarin,” kata Alfata.

Menurut Alfata, tim gabungan yang segera meluncur ke lokasi langsung menutup perangkap dengan plastik hitam untuk mengamankan kondisi harimau. Proses evakuasi harimau dari perangkap tersebut sedang dipersiapkan.

Sebelumnya, harimau ini diduga telah memangsa seekor sapi milik warga setempat, Irawan (45), yang bekerja di PTPN 1 JRS. Sapi tersebut ditemukan mati dengan luka di bagian kaki depan yang diduga akibat gigitan harimau.

“Kaki bagian depan sebelah kanan diduga bekas gigitan harimau,” ungkap Alfata.

BKSDA telah menghimbau masyarakat agar segera melaporkan jika harimau masuk dalam perangkap, guna mempermudah proses evakuasi. Harimau tersebut akan segera dipindahkan untuk menghindari potensi ancaman terhadap warga setempat. Fenomena serangan harimau terhadap ternak warga di Aceh Timur memang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir, menyisakan kekhawatiran di kalangan petani dan peternak lokal.

Editor: Akil