Beranda blog Halaman 657

Pemkab Aceh Timur Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Ramadhan

0
Ilustrasi Sembako. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk Menjelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur memastikan harga bahan pokok di wilayahnya tetap stabil meskipun permintaan meningkat. Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, pemerintah daerah aktif memantau pergerakan harga untuk mencegah lonjakan yang dapat membebani masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Aceh Timur, Muhammad Oriza, menyatakan bahwa hingga saat ini harga kebutuhan pokok masih terkendali.

“Harga bahan pokok masih stabil sampai saat ini meskipun daya beli mengalami peningkatan menjelang Ramadhan hingga lebaran nanti,” ujarnya, Rabu (26/2/2025).

Sejumlah komoditas utama yang harganya tetap stabil di antaranya beras premium yang dibanderol Rp210 ribu per sak isi 15 kilogram, cabai hijau Rp40 ribu per kilogram, cabai merah Rp50 ribu per kilogram, serta bawang merah Rp35 ribu per kilogram. Selain itu, harga gula dan minyak goreng curah masing-masing tetap di angka Rp19 ribu per kilogram, tepung terigu Rp12 ribu per kilogram, serta daging ayam Rp24 ribu per kilogram.

Untuk kebutuhan protein lain seperti telur ayam, harga per papannya berada di kisaran Rp26 ribu, sementara harga ikan bandeng Rp23 ribu per kilogram, kembung dan tongkol Rp30 ribu per kilogram, serta ikan teri Rp140 ribu per kilogram.

Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, seperti cabai kecil yang naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, serta daging sapi yang sebelumnya Rp150 ribu kini mencapai Rp170 hingga Rp180 ribu per kilogram. Sebaliknya, harga tomat justru mengalami penurunan dari Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram.

“Kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga seperti saat ini merupakan hal yang biasa menjelang bulan suci Ramadhan. Apalagi seperti harga daging sapi naik karena daya beli masyarakat meningkat pada saat tradisi meugang,” tambah Muhammad Oriza.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga lebih lanjut, Pemkab Aceh Timur telah menyiapkan langkah-langkah strategis, termasuk program pasar murah guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Kami mengingatkan pedagang tidak menaikkan harga di luar batas kewajaran. Kami mengawasi ketat agar tidak sampai terjadi lonjakan harga pada saat bulan Suci Ramadhan,” tegasnya.

Dengan pasokan yang masih lancar, masyarakat diharapkan dapat menjalani persiapan Ramadhan dengan tenang tanpa khawatir terhadap lonjakan harga yang drastis.

Editor: Akil

Tim Kesehatan Hewan Disnak Aceh Periksa Hewan Ternak untuk Meugang

0
Tim Kesehatan Hewan Disnak Aceh Periksa Hewan Ternak untuk Meugang. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang tradisi meugang Ramadan 1446 Hijriah, Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Aceh menurunkan tim kesehatan hewan untuk memastikan kondisi ternak yang akan disembelih dalam keadaan sehat dan layak dikonsumsi. Pemeriksaan dilakukan terutama terhadap hewan yang disembelih di luar rumah potong hewan.

Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, menyatakan bahwa tim kesehatan hewan melakukan pemeriksaan secara kasat mata, mencermati kondisi fisik ternak, kesehatan mulut, serta tanda-tanda penyakit lainnya. Pemeriksaan ini berlangsung di berbagai peternakan masyarakat, salah satunya di kawasan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.

“Pemeriksaan kesehatan untuk memastikan hewan ternak yang disembelih pada saat tradisi meugang dalam kondisi baik dan aman dikonsumsi. Pemeriksaan kesehatan ternak tersebut sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir,” ujar Zalsufran, Kamis (27/2/2025).

Ia menambahkan, apabila ditemukan hewan ternak yang sakit, maka penyembelihan tidak diperbolehkan demi menjaga keamanan pangan. Hewan yang sakit akan ditangani lebih lanjut oleh petugas kesehatan hewan.

“Sedangkan, hewan ternak yang disembelih di rumah potong hewan sudah diperiksa oleh petugas kesehatan hewan setempat. Secara umum, hewan ternak untuk tradisi meugang di Aceh dalam kondisi sehat,” lanjutnya.

Berdasarkan data dari Dinas Peternakan Provinsi Aceh, jumlah hewan ternak yang disiapkan untuk tradisi meugang tahun ini mencapai 33.992 ekor sapi dan kerbau, 18.453 ekor kambing, 7.905 ekor domba, serta 1.720 ekor ayam.

Pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat dalam keadaan layak dan berkualitas, sejalan dengan tradisi meugang yang selalu dinantikan oleh warga Aceh menjelang Ramadan.

Editor: AKil

Kapolda Aceh Serahkan 3.450 Paket Sembako dan Daging Meugang dalam Baksos Polri Presisi

0
NUKILAN.id | Banda Aceh – Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko menyerahkan secara simbolis 3.450 paket sembako dan daging meugang dalam rangka bakti sosial (baksos) Polri Presisi di Aula Meuligo Polda Aceh, Kamis, 27 Februari 2025. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, aliansi BEM, organisasi kepemudaan (OKP), masyarakat, dan insan pers.
“Menjelang bulan suci Ramadan, Polda Aceh bersama 23 Polres/ta jajaran membagikan secara serentak 3.450 paket sembako dan daging kepada masyarakat. Rinciannya, 2.450 paket sembako dan 1.000 paket daging meugang,” kata Achmad Kartiko.
Ia menambahkan, Ramadan adalah bulan penuh berkah yang mengajarkan pentingnya berbagi, saling membantu, serta mempererat persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, Polda Aceh bersama berbagai elemen masyarakat menggelar baksos ini sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada sesama, khususnya bagi yang membutuhkan.
“Tradisi meugang merupakan warisan budaya khas Aceh yang tidak ditemukan di daerah lain. Meugang bukan sekadar menikmati hidangan daging, tetapi juga melambangkan kebersamaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Melalui pembagian daging ini, kami berharap saudara-saudara kita yang kurang mampu tetap dapat merasakan tradisi ini dalam menyambut Ramadan,” ujarnya.
Kapolda Aceh yang merupakan abituren Akabri 1991 itu juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, insan pers, serta berbagai pihak dalam kegiatan baksos ini. Menurutnya, partisipasi aktif generasi muda menunjukkan bahwa mahasiswa dan pemuda Aceh memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
“Inilah harapan kita bersama, agar generasi muda terus menanamkan nilai-nilai sosial, kebersamaan, dan empati terhadap lingkungan sekitar,” katanya.
Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan, menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, serta menebar kebaikan kepada sesama.
“Polda Aceh siap mendukung dan bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan damai bagi kita semua,” tuturnya.
Kapolda berharap, melalui kegiatan baksos ini, kesadaran akan pentingnya berbagi semakin meningkat. Apa yang dilakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi penerima manfaat, bantuan ini sangat berarti.
“Semoga kebaikan yang kita tanam hari ini menjadi ladang amal ibadah yang dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga niat baik ini membawa keberkahan bagi kita semua,” demikian, tutupnya.
Kegiatan tersebut juga terhubung secara virtual dengan baksos Polri Presisi yang dilaksanakan Mabes Polri. Kapolda Aceh juga melakukan interaktif secara vidcon dengan Polres/ta jajaran.

Ini Program Kerja PMI Kota Banda Aceh Selama Ramadhan

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Islam. Ia berharap agar bulan suci ini membawa kelancaran dan keberkahan bagi semua yang menjalankannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Haeqal menjawab pertanyaan mengenai program yang akan dijalankan selama bulan ramadhan oleh PMI Kota Banda Aceh.

Haeqal juga menyampaikan bahwa PMI Banda Aceh akan tetap aktif menjalankan program kemanusiaan selama Ramadhan. Salah satu program unggulan yang akan digelar adalah “Safari Donor Darah”, yakni kegiatan donor darah keliling di masjid-masjid usai salat Tarawih dan Witir. Sebagai bentuk apresiasi, PMI juga akan membagikan paket sembako kepada para pendonor.

“Jadwal kegiatan ini akan diumumkan setiap hari melalui media sosial resmi PMI Kota Banda Aceh (Instagram: @pmikotabandaaceh),” tambahnya. 

Selain donor darah, PMI Banda Aceh juga akan mengadakan program pembagian takjil gratis setiap sore di depan kantor PMI, yang berlokasi di depan Stadion Dimurtala, Lampineung. Haeqal mengajak masyarakat untuk turut serta dalam kegiatan ini selama persediaan masih tersedia.

Lebih lanjut, ia juga mengajak warga Kota Banda Aceh untuk meningkatkan ibadah sosial selama bulan Ramadhan dengan berbagi dan menolong sesama.

“Tingkatkan ibadah kita kepada Allah, terutama ibadah sosial. Dalam Al-Qur’an dan hadits, Allah dan Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk saling menolong,” kata alumni Fakultas Kedokteran USK ini.

“Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat,” tutup Haikal. []

Warga Antusias Belanja Daging di Pasar Al-Mahirah Banda Aceh 

0
Warga padati pedagang daging musiman di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh, pada Kamis 27 Februari 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Suasana Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh, pada hari meugang pertama menjelang bulan suci Ramadan terlihat ramai dan dipadati oleh warga yang antusias berbelanja daging. 

Meskipun harga daging  mengalami kenaikan, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme warga untuk tetap berbelanja. Pantauan Nukilan di Pasar Al-Mahirah sejak pukul 07.00 WIB, pasar tradisional ini mulai dipenuhi oleh pembeli.

Salah seorang pembeli asal Lhong Raya, Fauzan (36) mengatakan membeli daging pada hari meugang sudah menjadi tradisi masyarakat Aceh dalam rangka persiapan menyambut bulan suci Ramadhan dan hari lebaran.

“Saya rasa ini sudah menjadi tradisi membeli daging pada hari meugang menyambut bulan suci Ramadhan dan hari lebaran walaupun harga daging itu naik,” kata Fauzan saat diwawancarai Nukilan.

Ia mengaku telah membeli daging sapi nomor satu di harga Rp 170 ribu per kilogram. Menurutnya harga daging hari ini naik kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram.

Sementara itu, Jimi (46), pedagang daging di Pasar Al-Mahirah, mengatakan harga daging saat ini dibanderol Rp 150.000 hingga Rp 170.000 per kilogram, tergantung kualitasnya. Sementara harga tulang berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per kilogram.

“Stok daging masih tersedia hingga besok pada puncak meugang,” kata Jimi.

Reporter: Rezi

Usai Eksekusi Cambuk, Kadis Syariat Islam: Banda Aceh Bukan Tempat LGBT

0
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh, Ridwan. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh, Ridwan, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menolak keberadaan LGBT di wilayahnya. 

Hal tersebut disampaikannya usai pelaksanaan eksekusi cambuk terhadap dua terhukum berinisial DA dan AI di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, pada Kamis (27/2/2025).

“Ini saya tegaskan kepada seluruh masyarakat dan orang yang akan datang ke Banda Aceh, bahwa Banda Aceh bukan tempatnya LGBT dan kami akan melakukan upaya-upaya agar LGBT tidak berkembang di Kota Banda Aceh,” tegas Ridwan kepada awak media, termasuk Nukilan.

Ridwan mengatakan penegakan syariat Islam adalah komitmen pemerintah Kota Banda Aceh. Menurutnya, pemahaman dan penerapan nilai-nilai syariat adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

“Ini merupakan suatu komitmen bagi pemerintah kota Banda dalam penegakan syariat Islam. Kami berharap ini menjadi tanggung jawab kita semua dalam pembinaan agar masyarakat kita memiliki pemahaman yang baik tentang syariat islam,” katanya.

Terkait pelaksanaan hukuman cambuk hari ini, Ridwan menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan untuk meminimalisir pelanggaran syariat. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengontrol perilaku anak-anaknya.

“Saya kira peristiwa hari ini menjadi pembinaan kepada masyarakat agar pelanggaran syariat bisa kita minimalisir. Ada dua kasus tadi, kita berharap juga peran orang tua karena sistem kontrol yang baik itu orang tua,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Pasangan LGBT di Banda Aceh Jalani Hukuman Cambuk

0
Proses eksekusi cambuk terhadap pasangan LGBT di Taman Bustanussalatin, Kota Banda Aceh, pada Kamis 27 Februari 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasangan LGBT berinisial DA dan AI menjalani hukuman cambuk di Taman Bustanussalatin, Kota Banda Aceh, pada Kamis (27/2/2025). Keduanya dihukum atas kasus Jarimah Liwath (hubungan sesama jenis) berdasarkan Qanun Syariat Islam yang berlaku di Provinsi Aceh.

Amatan Nukilan di lokasi, eksekusi cambuk dimulai dengan AI yang menerima 82 kali cambukan, diikuti oleh DA yang menerima 77 kali cambukan. Hukuman tersebut disaksikan oleh sejumlah warga dan keluarga terpidana.

Sebelumnya, Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh telah menjatuhkan vonis 85 kali cambuk untuk AI dan 80 kali cambuk untuk DA dalam sidang putusan yang digelar pada Senin (24/02/2025). Jumlah cambukan yang diterima dikurangi masa penahanan yang telah dijalani keduanya.

“Alhamdulillah kita telah melaksanakan eksekusi cambuk. Pasangan terhukum DA dan AI terbukti telah melakukan pelanggaran Qanun Syariat Islam Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 16 Ayat 1 yaitu melakukan jarimah liwath,” ujar Isnaini, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Banda Aceh.

Pasangan tersebut ditangkap oleh warga dalam keadaan tidak berbusana di sebuah kamar kos di kawasan Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, pada 7 November 2024 lalu.

Selain DA dan AI, Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Banda Aceh juga melaksanakan hukuman cambuk terhadap dua terpidana lainnya, BK dan N, dalam kasus maisir (perjudian). BK menerima 10 kali cambukan, sementara N menerima 35 kali cambukan.

BK dinyatakan bersalah sesuai dengan Pasal 18 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, sedangkan N dinyatakan bersalah melanggar Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Reporter: Rezi

Aceh Kehilangan 10.610 Hektare Tutupan Hutan, Ancaman bagi Ekosistem

0
Ilustrasi Deforestasi (Foto: Ilustrasi/proxsisgroup)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Deforestasi di Aceh terus menjadi perhatian. Sepanjang 2024, provinsi ini kehilangan tutupan hutan seluas 10.610 hektare. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 19 persen atau 1.705 hektare dibandingkan dengan 2023. Temuan ini berdasarkan pemantauan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), yang menggunakan citra satelit serta verifikasi lapangan.

Pemantauan yang dilakukan sejak 2015 itu memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dengan interpretasi visual manual citra satelit, seperti Landsat 8, Sentinel 2, dan Planet Scope. Selain itu, data peringatan dini kehilangan pohon dari Global Forest Watch (GFW) turut digunakan untuk memetakan deforestasi di Aceh.

Menurut hasil pemantauan Yayasan HAkA, tutupan hutan Aceh kini tersisa 2.936.525 hektare. Tren laju kehilangan hutan memang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, namun lonjakan pada 2024 menimbulkan kekhawatiran baru terkait dampak ekologis dan keseimbangan lingkungan.

Lukmanul Hakim, Manager GIS Yayasan HAkA, menyoroti bahwa Aceh Selatan masih menjadi kabupaten dengan kehilangan tutupan hutan terbesar selama tiga tahun terakhir.

“Kami memperkirakan Aceh Selatan telah kehilangan tutupan hutan seluas 1.357 Ha sepanjang 2024,” sebutnya dalam acara peluncuran buku dan talkshow Dua Dekade Deforestasi Aceh: dari Hilangnya Hutan hingga Menurunnya Kesejahteraan di Aula BPS Provinsi Aceh, Selasa (25/2/2025).

Selain Aceh Selatan, Aceh Timur menjadi kabupaten dengan deforestasi tertinggi kedua, mencapai 1.096 hektare, disusul Kota Subulussalam dengan kehilangan 1.040 hektare.

Tekanan Serius pada Kawasan Konservasi

Peningkatan kehilangan tutupan hutan di Aceh, khususnya di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), menandakan tekanan serius terhadap kawasan konservasi dan ekosistem yang memiliki nilai ekologis tinggi. Perlindungan lebih ketat serta penegakan hukum menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kawasan ini, terutama di Suaka Margasatwa Rawa Singkil dan TNGL.

Pada 2024, kehilangan tutupan hutan di KEL meningkat sebesar 17,41 persen atau 845 hektare dibandingkan tahun sebelumnya. Pemantauan juga menunjukkan bahwa deforestasi di Suaka Margasatwa Rawa Singkil masih terus berlanjut. Secara akumulatif, sejak 2020 hingga 2024, kawasan ini telah kehilangan hutan seluas 2.181 hektare.

Fenomena ini sangat disayangkan, mengingat KEL merupakan habitat terakhir di dunia bagi empat spesies ikonik: Orangutan Sumatra, Badak Sumatra, Gajah Sumatra, dan Harimau Sumatra. Jika tren ini tidak dihentikan, keberlangsungan keanekaragaman hayati di Aceh akan semakin terancam.

Editor: Akil

Pemerintahan Baru Diharapkan Dorong UMKM Aceh Lebih Maju

0
UMKM Aceh Bersinar di Pesta Rakyat Banda Aceh. (Foto: AMANAH)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rijaluddin, menaruh harapan besar terhadap pemerintahan baru di Aceh agar dapat mengambil kebijakan yang lebih berpihak pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan tersebut harus mampu mendorong perkembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar perekonomian Aceh tumbuh lebih baik di tahun 2025.

“Pertumbuhan ekonomi makro di Aceh selama ini belum cukup memberikan dampak positif yang signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Meski ekonomi makro sudah menunjukkan angka pertumbuhan, sektor-sektor yang lebih kecil, seperti UMKM, masih membutuhkan perhatian lebih,” ujar Rijaluddin, dikutip dari RRI, Rabu (26/2/2025).

Ia menegaskan, pemerintah harus lebih fokus pada pengembangan UMKM agar bisa berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah. Dukungan terhadap usaha kecil di tingkat masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga kestabilan ekonomi Aceh ke depan.

Selain itu, Rijaluddin juga menyoroti peran masyarakat, terutama petani, dalam upaya memajukan perekonomian daerah. Ia mendorong agar petani mulai mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi barang dari luar daerah dan lebih berfokus pada produksi lokal yang dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Mereka harus mempersiapkan produk lokal yang dapat memenuhi kebutuhan dalam daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya mengurangi impor produk dasar yang seharusnya bisa diproduksi sendiri oleh masyarakat Aceh. “Kebutuhan dasar, seperti pangan, jangan sampai masih harus didatangkan dari luar daerah kita,” tutupnya.

Harapan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi berbasis lokal, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Aceh secara luas.

Editor: Akil

Harga Daging Meugang di Banda Aceh Rp 170 Ribu per Kilogram

0
Pedagang daging sapi di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh, pada Kamis 27 Februari 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga daging sapi di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh mengalami kenaikan pada meugang pertama menyambut bulan suci Ramadhan. Harga daging kini dibanderol Rp 150.000 hingga Rp 170.000 per kilogram, tergantung kualitasnya.

Jimi (46), pedagang daging di Pasar Al-Mahirah, mengatakan bahwa harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan hari-hari biasa yang hanya Rp 150.000 per kilogram.

“Daging dengan kualitas nomor satu dibanderol dengan harga Rp 170.000 per kilogram. Daging ini sangat cocok untuk dimasak rendang,” kata Jimi saat ditemui Nukilan di lapaknya, pada Kamis (27/2/2025).

Jimi memperkirakan harga daging pada puncak meugang besok akan tetap bertahan di level Rp170.000 per kilogram, sementara harga tulang berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per kilogram.

Jimi mengakui bahwa jumlah pembeli tahun ini cenderung menurun dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, penurunan ini dikarenakan adanya pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh menjelang Ramadhan.

Berdasarkan informasi yang diterima Nukilan, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh menggelar pasar murah khusus daging meugang. 

Di pasar murah tersebut, daging kualitas nomor satu dijual dengan harga Rp 150.000 per kilogram, daging kualitas nomor dua Rp 120.000, sedangkan tulang dijual dengan harga yang jauh lebih murah, yakni Rp 80.000 per kilogram.

Reporter: Rezi