Beranda blog Halaman 614

Polda Aceh: Arus Mudik Lancar dan Kondusif

0
Polda Aceh Sebut Arus Mudik Lancar dan Kondusif. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memastikan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah berjalan lancar, sementara kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

“Kamtibmas di wilayah hukum Polda Aceh berlangsung kondusif. Begitu juga dengan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, berjalan kondusif,” kata Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat Seulawah 2025, AKBP M Nuzir, di Banda Aceh, Sabtu (29/3/2025).

Operasi Ketupat Seulawah 2025 yang sudah memasuki hari keempat melibatkan personel kepolisian dalam patroli dialogis untuk memastikan keamanan dan kelancaran mudik. Selain menjaga kelancaran lalu lintas, personel juga fokus pada pengamanan rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya serta kawasan keramaian seperti pasar dan pusat perbelanjaan.

“Tempat ibadah, pusat perbelanjaan, dan lainnya menjadi sasaran patroli. Patroli dilakukan dengan dialogis dan preventif. Termasuk patroli dan pengamanan di terminal maupun pelabuhan,” ungkap M Nuzir.

Selain itu, kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada lokasi penjualan daging meugang, tradisi menjelang Idul Fitri di Aceh. Di titik-titik ini, personel dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas guna mencegah kemacetan.

“Pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2025 ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446-H serta menurunkan angka kriminalitas serta kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.

M Nuzir juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama periode mudik. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas agar perjalanan menuju kampung halaman tetap aman dan nyaman.

“Selalu mematuhi peraturan lalu lintas selama dalam perjalanan mudik serta saling menghormati sesama pengguna jalan lainnya. Mari wujudkan mudik menenangkan, perjalanan menyenangkan,” tutupnya.

Editor: Akil

Penjualan Kue Lebaran di Kota Fajar Melonjak, Pedagang Kebanjiran Pembeli

0
Kue lebaran di pasar tradisional Kota Fajar. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H, pasar tradisional di Kota Fajar, Kluet Utara, Aceh Selatan, dipadati pembeli yang berburu kue Lebaran. Permintaan yang meningkat tajam membuat pedagang kue kering di pasar tersebut meraup keuntungan lebih besar dibandingkan hari biasa.

Zahra, salah satu pedagang kue kering, mengungkapkan bahwa lonjakan penjualan sudah terasa sejak akhir bulan Ramadan. Momen puncak terjadi pada hari terakhir puasa, ketika masyarakat mulai mempersiapkan suguhan khas Lebaran.

“Kami menjual berbagai macam kue kering kepada pelanggan, seperti kue nastar, putri salju keju, cookies, lidah kucing, kue kacang, dan aneka kue lainnya,” ujar Zahra saat ditemui Nukilan.id pada Minggu (30/3/2025).

Menurutnya, harga kue tetap stabil meski permintaan melonjak. Kue-kue tersebut dijual dengan kisaran harga antara Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per bungkus, tergantung jenisnya.

“Untuk kisaran harganya mulai Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu. Tergantung jenis kuenya,” tambahnya.

Meningkatnya penjualan kue Lebaran ini menjadi indikasi tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut Idulfitri. Beragam pilihan kue yang tersedia di pasar tradisional memudahkan pembeli mendapatkan hidangan khas Lebaran dengan cita rasa yang menggugah selera.

Dengan hanya beberapa hari tersisa menjelang Lebaran, para pedagang pun semakin giat melayani pelanggan yang terus berdatangan. Pasar tradisional Kota Fajar pun semakin ramai dengan suasana khas menjelang hari kemenangan. (XRQ)

Reporter: Akil

Sunnah-sunnah di Hari Idulfitri

0
Ilustrasi Idulfitri. (Foto: iStockphoto)

Disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat salat Idulfitri

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, seseorang pernah bertanya pada ‘Ali mengenai mandi. ‘Ali menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tadi berkata, “Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?” ‘Ali menjawab, “Mandi pada hari Jum’at, hari ‘Arafah, hari Iduladha dan Idulfitri.” (HR. Al-Baihaqi, 3: 278. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Lihat Al-Irwa’, 1: 177)

Ada riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma sebagai berikut.

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

Dari Nafi’, (ia berkata bahwa) ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idulfitri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. (HR. Malik dalam Al-Muwatho’ 426. Imam Nawawi menyatakan bahwa atsar ini shahih)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa para ulama sepakat akan disunnahkannya mandi untuk salat ‘ied.

Dikatakan dianjurkan karena saat itu adalah berkumpungnya orang banyak sama halnya dengan salat Jum’at. Kalau salat Jum’at dianjurkan mandi, maka salat ‘ied pun sama.

Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik

Ada riwayat yang disebutkan dalam Bulughul Maram no. 533 diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki baju khusus di hari Jumat dan di saat beliau menyambut tamu. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adab Al-Mufrad)

Ada juga riwayat dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ‘Umar pernah mengambil jubah berbahan sutera yang dibeli di pasar. Ketika ‘Umar mengambilnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, Ibnu ‘Umar lantas berkata, “Wahai Rasulullah, belilah pakaian seperti ini lantas kenakanlah agar engkau bisa berpenampilan bagus saat ‘ied dan menyambut tamu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata,

إِنَّمَا هَذِهِ لِبَاسُ مَنْ لاَ خَلاَقَ لَهُ

“Pakaian seperti ini membuat seseorang tidak mendapatkan bagian di akhirat.” (HR. Bukhari, no. 948)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mempermasalahkan berpenampilan bagus di hari Idul Fithri. Yang jadi masalah dalam cerita hadits di atas adalah jenis pakaian yang ‘Umar beli yang terbuat dari sutera.

Ada juga riwayat dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُبَّةٌ يَلْبَسُهَا لِلْعِيْدَيْنِ وَيَوْمِ الجُمُعَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idulfitri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya, 1765)

Diriwayatkan pula dari Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih bahwa Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma biasa memakai pakaian terbaik di hari ‘ied.

Aturan berpenampilan menawan di hari ‘ied berlaku bagi pria. Sedangkan bagi wanita, lebih aman baginya untuk tidak menampakkan kecantikannya di hadapan laki-laki lain. Kecantikan wanita hanya spesial untuk suami.

Makan sebelum shalat Idulfitri

Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5: 352. Syaikh Syu’aib  Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Untuk salat Idulfitri disunnahkan untuk makan sebelum keluar rumah dikarenakan adanya larangan berpuasa pada hari tersebut dan sebagai pertanda pula bahwa hari tersebut tidak lagi berpuasa.

Ibnu Hajar rahimahullah dalam Al-Fath (2: 446) menyatakan bahwa diperintahkan makan sebelum salat idulfitri adalah supaya tidak disangka lagi ada tambahan puasa. Juga maksudnya adalah dalam rangka bersegera melakukan perintah Allah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ .. وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar pada hari Idulfitri (ke tempat salat, pen.) sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Bukhari, no. 953)

Kalau tidak mendapati kurma, boleh makan makanan halal lainnya.

Bertakbir dari rumah menuju tempat salat

Ketika puasa Ramadan telah sempurna, kita diperintahkan untuk mensyukurinya dengan memperbanyak takbir. Allah Ta’ala berfirman,

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185).

Dalam suatu riwayat disebutkan,

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيَ المصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْرَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak salat pada hari raya Idulfitri sambil bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 2/1/2. Hadits ini mursal dari Az-Zuhri namun memiliki penguat yang sanadnya bersambung. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 171. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih)

Ibnu Syihab Az-Zuhri menyatakan bahwa kaum muslimin ketika itu keluar dari rumah mereka sambil bertakbir hingga imam hadir (untuk salat ied, pen.)

Namun kalau kita lihat dari keumuman ayat Surat Al-Baqarah ayat 185 yang menunjukkan perintah bertakbir itu dimulai sejak bulan Ramadhan sudah berakhir, berarti takbir Idulfitri dimulai dari malam Idulfitri hingga imam datang untuk shalat ‘ied.

Takbir yang diucapkan sebagaimana dikeluarkan oleh Sa’id bin Manshur dan Ibnu Abi Syaibah, bahwasanya Ibnu Mas’ud bertakbir,

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd. (artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya).

Kalau lafazh di atas takbir “Allahu Akbar” ditemukan sebanyak dua kali. Dalam riwayat Ibnu Abi Syaibah pula disebutkan dengan sanad yang sama dengan penyebutan tiga kali takbir. (Lihat Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 36442)

Artinya di sini, dua atau tiga kali takbir sama-sama boleh.

Syaikhul Islam menerangkan bahwa jika seseorang mengucapkan “Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar”, itu juga diperbolehkan. (Majmu’ah Al-Fatawa, 24: 220)

Disyari’atkan bertakbir dilakukan oleh setiap orang dengan menjaherkan (mengeraskan) bacaan takbir. Ini berdasarkan kesepakatan empat ulama madzhab. (Majmu’ah Al-Fatawa, 24: 220)

Saling mengucapkan selamat

Termasuk sunnah yang baik yang bisa dilakukan di hari Idul Fithri adalah saling mengucapkan selamat. Selamat di sini baiknya dalam bentuk doa seperti dengan ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian). Ucapan seperti itu sudah dikenal di masa salaf dahulu.

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. (Fath Al-Bari, 2: 446)

Imam Ahmad rahimahullah berkata,

وَلَا بَأْسَ أَنْ يَقُولَ الرَّجُل لِلرَّجُلِ يَوْمَ الْعِيدِ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

“Tidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain di hari raya ‘ied mengucapkan: Taqobbalallahu minna wa minka.” (Al-Mughni, 2: 250)

Namun ucapan selamat di hari raya sebenarnya tidak diberi aturan ketat di dalam syari’at kita. Ucapan apa pun yang diutarakan selama maknanya tidak keliru asalnya bisa dipakai. Contoh ucapan di hari raya ‘ied:

  • ‘Ied mubarak, semoga menjadi ‘ied yang penuh berkah.
  • Minal ‘aidin wal faizin, semoga kembali dan meraih kemenangan.
  • Kullu ‘aamin wa antum bi khair, moga di sepanjang tahun terus berada dalam kebaikan.
  • Selamat Idul Fithri 1437 H.
  • Sugeng Riyadi 1437 H (selamat hari raya) dalam bahasa Jawa.

Ucapan selamat di atas biasa diucapkan oleh para salaf setelah shalat ‘ied. Namun jika diucapkan sebelum shalat ‘ied pun tidaklah bermasalah. (Lihat bahasan Fatwa Islam Web 187457)

Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di hari ied (ingin pergi ke tempat salat, pen.), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang. (HR. Bukhari, no. 986)

Di antara hikmah kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membedakan antara jalan pergi dan pulang adalah agar banyak bagian bumi yang menjadi saksi bagi kita ketika beramal. Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. Al-Zalzalah : 4)

Rasul lalu bertanya, “Apakah kalian tahu apa yang diceritakan oleh bumi?”

Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَخْبَارَهَا أَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا أَنْ تَقُولَ عَمِلَ كَذَا وَكَذَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَهَذِهِ أَخْبَارُهَا

Sesungguhnya yang diberitakan oleh bumi adalah bumi jadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, baik laki-laki maupun perempuan yang telah mereka perbuat di muka bumi. Bumi itu akan berkata, “Manusia telah berbuat begini dan begitu, pada hari ini dan hari itu.” Inilah yang diberitakan oleh bumi. (HR. Tirmidzi no. 2429. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Namun hadits ini punya penguat dalam Al-Kabir karya Ath-Thabrani 4596, sehingga hadits ini dapat dikatakan hasan sebagaimana kesimpulan dari Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaliy dalam Bahjah An-Nazhirin, 1: 439)

Dengan mengamalkan sunnah-sunnah ini, kita tidak hanya merayakan Idulfitri dengan penuh kegembiraan, tetapi juga meneladani ajaran Rasulullah SAW dalam menyambut hari yang suci. Semoga bermanfaat, dan Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin! (XRQ)

Reporter: AKil

Nurhayati Sahali Pimpin Aliansi Perempuan ALA, Siap Bergerak untuk Perjuangan Provinsi Baru

0
Nurhayati Sahali Pimpin Aliansi Perempuan ALA. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) Pusat, Prof. Rahmad Salam, M.Si, resmi menunjuk Nurhayati Sahali sebagai Ketua Aliansi Perempuan ALA (APALA). Penugasan ini diberikan dalam Rapat Persiapan Silaturahmi Akbar yang rencananya akan digelar di Kutacane, Aceh Tenggara, beberapa hari setelah Idul Fitri.

Dalam arahannya, Rahmad Salam menegaskan bahwa APALA memiliki peran penting dalam menggalang seluruh organisasi perempuan di wilayah Aceh Leuser Antara (ALA) untuk kembali menguatkan perjuangan pembentukan Provinsi ALA. Ia juga memastikan bahwa KP3ALA Pusat akan terus mendampingi dan mendukung program-program yang digagas oleh APALA.

Menanggapi penugasan ini, Nurhayati Sahali yang berasal dari Gayo Lues menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah tersebut dengan dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, perempuan harus bergerak dan turut berperan aktif dalam perjuangan demi terwujudnya provinsi baru yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memutus rantai kemiskinan di Aceh.

Sebagai sosok yang telah lama aktif dalam pemberdayaan perempuan, Nurhayati Sahali pernah meraih penghargaan sebagai Perempuan Inspiratif dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan pada tahun 2006 dalam sebuah acara di Takengon, Aceh Tengah.

“Bersama InsyaAllah kita bisa,” ujar Nurhayati, menegaskan komitmennya dalam perjuangan ini.

Editor: Akil

5.504 Napi di Aceh Terima Remisi Lebaran, Enam Orang Langsung Bebas

0
5.504 Napi di Aceh Terima Remisi Lebaran Enam Orang Langsung Bebas. (Foto: MatroTv)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 5.504 narapidana di berbagai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Aceh menerima Remisi Khusus (RK) Idulfitri 1446 Hijriah. Dari jumlah tersebut, enam orang mendapatkan RK II, yang berarti langsung bebas pada Hari Raya Idulfitri.

Dilansir dari MetroTvNews, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Aceh, Yan Rusmanto, mengungkapkan bahwa pihaknya mengusulkan 5.550 warga binaan untuk menerima remisi khusus tahun ini. Namun, setelah melalui proses verifikasi, 5.504 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan pengurangan masa hukuman.

“Kami mengusulkan sebanyak 5.550 warga binaan untuk menerima remisi khusus Idulfitri 1446 Hijriah. Dari jumlah tersebut, 5.504 orang menerima RK I, dan enam orang lainnya menerima RK II atau remisi khusus yang langsung bebas pada Hari Raya Idulfitri,” kata Yan Rusmanto, Minggu, 30 Maret 2025.

Besaran remisi yang diberikan bervariasi, mulai dari pengurangan masa tahanan selama 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, hingga 2 bulan. Penentuan besaran remisi ini bergantung pada lama masa tahanan yang telah dijalani serta perilaku narapidana selama menjalani pembinaan di Lapas atau Rutan.

Selain itu, Yan Rusmanto menyebutkan bahwa saat ini masih ada 40 narapidana yang dalam proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Kami berharap proses verifikasi ini dapat segera diselesaikan sehingga mereka juga dapat menerima remisi Idulfitri,” jelasnya.

Saat ini, total penghuni Lapas dan Rutan di Aceh hingga 28 Maret 2025 mencapai 7.866 orang. Dari jumlah tersebut, 6.450 merupakan narapidana, 1.416 tahanan, dan 25 anak didik pemasyarakatan.

Pemberian remisi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Remisi khusus ini diharapkan dapat menjadi awal dari semangat baru bagi para warga binaan untuk kembali ke jalan yang benar, menjadi pribadi yang lebih baik, dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” pungkas Yan Rusmanto.

Editor: Akil

Bupati Aceh Barat Tantang PT Mifa: Kemana Sisa Rp25,5 M Dana CSR?

0
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP didampingi Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP MM, menegaskan pentingnya transparansi dan pengawasan terhadap dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang disalurkan oleh berbagai perusahaan di wilayahnya.

Tarmizi menyebut bahwa dana CSR seharusnya digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan lain yang tidak jelas arahnya. Dana CSR yang dialokasikan perusahaan mencapai 1 persen dari total produksi yang dijual dalam satu tahun dan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga Aceh Barat.

“Kita bukan ingin mengaudit dengan niat mencari kesalahan, tetapi hanya ingin memastikan bahwa dana ini benar-benar tepat sasaran. Harapannya, dana CSR bisa membantu membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, serta menjawab berbagai persoalan sosial di Aceh Barat,” ujar Bupati Tarmizi.

PT Mifa Paling Besar, Tapi Baru Terealisasi 47,3 Persen

Berdasarkan data yang disampaikan, total dana CSR dari 11 perusahaan yang beroperasi di Aceh Barat pada tahun 2024 mencapai Rp55 miliar. Dari jumlah tersebut, PT Mifa memberikan kontribusi terbesar, yakni Rp52,5 miliar. Namun, hingga saat ini, realisasi penggunaan dana CSR PT Mifa baru mencapai sekitar Rp27 miliar atau hanya 47,3 persen dari total yang seharusnya disalurkan.

“Kami ingin tahu, kemana sisa dana tersebut? Apakah Rp27 miliar yang sudah direalisasikan itu benar-benar digunakan untuk program yang bermanfaat bagi masyarakat?” tambahnya.

PT Mifa Dinilai Kurang Kooperatif

Bupati Tarmizi menegaskan bahwa pengawasan terhadap dana CSR akan dilakukan secara menyeluruh terhadap semua perusahaan di Aceh Barat. Ia mengapresiasi mayoritas perusahaan yang bersikap terbuka terhadap evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Namun, menurutnya, PT Mifa hingga kini belum menunjukkan sikap kooperatif.

“Insya Allah semua perusahaan welcome. Namun, hanya PT Mifa yang hingga kini belum bersedia dievaluasi,” ungkapnya.

Untuk menyelesaikan polemik ini, Tarmizi mengaku telah berdiskusi dengan Anggota DPR RI yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Mifa, Irsan Sosiawan, guna mencari solusi terbaik.

“Permasalahan ini bukan hanya terkait dengan dana CSR, tetapi juga ada kepentingan-kepentingan lain yang ikut bermain,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap rupiah dana CSR benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat. Jika dalam evaluasi ditemukan penyimpangan, langkah lebih lanjut akan diambil guna menegakkan transparansi dan akuntabilitas di sektor ini.

Editor: Akil

Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Banda Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Istockphoto)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (m) 5,4 mengguncang Kota Banda Aceh dan sekitarnya, pada Minggu 30 Maret 2025 pagi. Guncangan gempa dirasakan oleh sejumlah warga di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Gempa tersebut dirasakan oleh sejumlah warga di Kota Banda Aceh dan sekitarnya

Dikutip Nukilan.id dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui inatews.bmkg.go.id, bahwa gempa tersebut terjadi pukul 09.58 WIB.

Lebih lanjut, BMKG melaporkan pusat gempa berada di lokasi 5.63 LU dan 95.47 Bujur Timur, tepatnya berada di darat 18 kilometer Timur Laut Banda Aceh.

BMKG juga menyampaikan, gempa yang terjadi di kedalaman 10 kilometer tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meskipun demikian, BMKG mengimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian peringatan yang dikeluarkan BMKG dalam situs resminya.

Reporter: Rezi

Harga Daging Meugang Idul Fitri di Banda Aceh Tembus Rp 180 Ribu per Kilogram

0
Pedagang daging sapi di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh, pada Minggu 30 Maret 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga daging sapi di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh terpantau mengalami kenaikan menjelang hari meugang menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. 

Berdasarkan pantauan Nukilan di lokasi, harga daging sapi kini dibanderol antara Rp 170 ribu hingga Rp 180 ribu per kilogram, tergantung pada kualitas daging.

Jimy (46), seorang pedagang daging sapi di Pasar Al-Mahirah, mengungkapkan bahwa harga tersebut memang lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa. 

“Harga daging saat ini berkisar antara Rp 170 ribu sampai Rp 180 ribu per kilogram, tergantung kualitasnya. Untuk tulang rusuk, harganya Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram,” ujarnya saat ditemui pada Minggu (30/3/2025).

Meskipun demikian, Jimy mengaku bahwa kenaikan harga ini masih dalam batas normal dan serupa dengan hari meugang pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia mengeluhkan sepinya pembeli pada meugang kali ini. 

“Tahun ini sangat sepi pembeli. Saya hanya menyembelih dua ekor sapi untuk dijual,” katanya.

Menurut Jimy, penurunan jumlah pembeli ini kemungkinan disebabkan oleh adanya program pasar daging murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh di beberapa lokasi strategis.

Informasi sebelumnya menyebutkan bahwa Pemko Banda Aceh menggelar operasi pasar murah dengan mendistribusikan 50 ton daging sapi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan harga daging yang biasanya melonjak signifikan menjelang hari meugang.

Kepala UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Banda Aceh, Heriansyah, pada Selasa (25/3/2025) lalu, menyatakan bahwa operasi pasar murah ini merupakan wujud kepedulian Pemko Banda Aceh terhadap masyarakat. 

“Operasi pasar murah daging meugang ini kami hadirkan sebagai wujud keberpihakan Pemko Banda Aceh kepada masyarakat dalam menyambut Idul Fitri 1446 H untuk menjaga stabil harga jual daging meugang di Banda Aceh,” jelas Heriansyah.

Sebelumnya, diperkirakan harga daging sapi saat meugang di tingkat kabupaten/kota di Aceh akan naik dari harga normal Rp 140 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per kilogram. 

Melalui operasi pasar ini, Pemko Banda Aceh menjual daging dengan harga normal Rp 140 ribu per kilogram.

Reporter: Rezi

Ombudsman Ingatkan Pelayanan Publik Tetap Berjalan Selama Cuti Bersama

0
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ombudsman RI Perwakilan Aceh mengingatkan agar pelayanan publik di provinsi paling barat Indonesia tetap berjalan selama libur Idul Fitri 1446 Hijriah dan cuti bersama.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menegaskan bahwa penyelenggaraan pelayanan publik merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta agar layanan tidak terhenti hanya karena cuti bersama.

“Jadi, kami mengingatkan penyelenggaraan pelayanan publik jangan sampai terhenti hanya karena cuti bersama. Penyelenggaraan pelayanan harus tetap berlangsung melalui pengaturan petugas pelaksana dan penyesuaian jam layanan,” ujar Dian Rubianty di Banda Aceh, Sabtu (29/3/2025).

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, pemerintah telah menetapkan libur nasional dan cuti bersama mulai 28 Maret hingga 8 April 2025. Namun, dalam SKB tersebut juga ditegaskan bahwa layanan publik tidak boleh terhenti meskipun dalam masa libur panjang.

Dian menyebutkan bahwa Ombudsman RI Perwakilan Aceh kerap menerima laporan dari masyarakat mengenai terhentinya layanan atau penundaan dalam penyelenggaraan pelayanan publik saat libur panjang. Unit layanan seperti rumah sakit dan puskesmas menjadi contoh sektor yang sering dikeluhkan karena tidak memberikan layanan optimal selama liburan.

Untuk menghindari potensi penundaan layanan yang berlarut, Ombudsman mengimbau setiap instansi penyelenggara layanan publik agar memberikan informasi yang jelas terkait perubahan jam layanan. Selain itu, pengelolaan pengaduan masyarakat harus diperbaiki agar keluhan dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

“Dalam penyelenggaraan pelayanan publik ini, kami menggarisbawahi pentingnya dedikasi petugas yang kompeten dalam melayani masyarakat. Kami juga mengapresiasi petugas yang bekerja profesional dalam melayani masyarakat saat libur dan cuti bersama,” kata Dian Rubianty.

Dengan adanya pengaturan yang baik, diharapkan masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan publik yang mereka butuhkan tanpa hambatan, meskipun dalam masa libur panjang.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Timur Gelar Festival Takbiran, Berikut Rutenya

0
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur terpilih, Iskandar Usman Al Farlaky dan T Zainal Abidin Periode 2025-2030, dijadwalkan akan dilantik pada Rabu. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan menggelar Festival Takbiran untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Kegiatan ini akan berlangsung pada Minggu (30/3/2025) malam dengan rute dimulai dari Pendopo Bupati Aceh Timur dan berakhir di lapangan pusat pemerintahan di Idi.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan bahwa festival ini akan dimeriahkan dengan mobil hias dan pawai obor. Setibanya di lokasi finis, acara akan dilanjutkan dengan bazar yang menghadirkan berbagai produk dan kuliner khas daerah.

“Festival takbir ini nantinya ada mobil hias, pawai obor. Setelah sampai ke finis, selanjutnya akan dilanjutkan dengan bazar,” ujar Al-Farlaky di Aceh Timur, Minggu.

Ia menegaskan bahwa tradisi takbiran harus terus dilestarikan sebagai bentuk syukur atas selesainya bulan suci Ramadhan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mengikuti takbiran dengan tertib dan khidmat, baik di masjid maupun melalui konvoi kendaraan yang telah diatur oleh panitia dan pihak keamanan.

“Saya mengimbau masyarakat mengikuti takbiran dengan tertib dan khidmat, baik di masjid maupun melalui konvoi kendaraan yang telah diatur oleh panitia dan pihak keamanan,” katanya.

Selain itu, Bupati juga meminta para camat di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Timur untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna memastikan kelancaran rute dan keamanan selama acara berlangsung.

“Al-Farlaky mengajak gema takbir dikumandangkan di masjid dan musala yang tersebar di seluruh gampong-gampong, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi baik melalui konvoi maupun doa bersama di tempat ibadah masing-masing.”

Ia berharap Festival Takbiran ini dapat mempererat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Aceh Timur.

“Mari sambut Idul Fitri dengan penuh suka cita dan tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan sehingga syiar Islam yang kita kumandangkan dan gelorakan benar-benar dapat kita rasakan bersama,” pungkasnya.

Editor: Akil