Beranda blog Halaman 611

Mendewakan Habib: Mentalitas Feodal yang Terwariskan

0
Ilustrasi Mendewakan Habib. (Foto: Tempo)

NUKILAN.id | Opini – Pengagungan terhadap seseorang berdasarkan garis keturunan merupakan salah satu bentuk feodalisme yang masih lestari di masyarakat kita. Salah satu contohnya adalah pemujaan berlebihan terhadap mereka yang menyandang gelar Habib—sebutan bagi keturunan Nabi Muhammad. Tidak jarang, mereka yang memiliki gelar ini dianggap memiliki kedudukan sosial lebih tinggi, bahkan dijadikan panutan tanpa mempertimbangkan rekam jejak moral maupun legalnya.

Fenomena ini mencerminkan dua karakter masyarakat Indonesia yang dikritik oleh sastrawan dan jurnalis Mukhtar Lubis dalam bukunya Manusia Indonesia, yakni berjiwa feodal dan bermental inferior. Feodalisme ini terus hidup dalam alam bawah sadar kita, diwariskan dari generasi ke generasi, dan bahkan semakin menguat di era modern. Feodalisme agama yang mengagungkan keturunan Nabi menjadi jalan pintas bagi sebagian orang untuk mendapatkan pengaruh dan kekuasaan, meskipun tidak memiliki kapasitas keilmuan atau akhlak yang baik.

Feodalisme Agama dan Kasus Habib Palsu

Kepercayaan membuta terhadap keturunan Nabi kerap dimanfaatkan oleh segelintir orang demi kepentingan pribadi. Kasus-kasus penipuan dengan kedok nasab mulia semakin marak terjadi. Misalnya, beberapa tahun terakhir di Kalimantan Selatan, sejumlah individu mengaku sebagai Habib dan mengumpulkan pengikut demi keuntungan pribadi. Salah satu kasus yang mencuat adalah perkara Ahmadan Asegab, yang dikenal dengan inisial JMW oleh pihak kepolisian. Ia menggunakan platform daring, termasuk WhatsApp dan blog pribadi, untuk mengklaim dirinya sebagai keturunan Nabi dan menawarkan jasa pencatatan nasab bagi orang-orang yang ingin menyandang status Habib. Tidak sedikit yang rela mengeluarkan uang demi gelar tersebut.

Fakta bahwa ada individu yang rela membayar demi gelar Habib menunjukkan bagaimana feodalisme agama masih mengakar kuat. Gelar tersebut dianggap sebagai modal sosial yang berharga, yang dapat membuka akses terhadap kedudukan religius, kehormatan, dan bahkan kekuasaan. Masyarakat yang masih terjebak dalam mentalitas inferior akhirnya menerima klaim-klaim ini tanpa kritis.

Warisan Kolonial yang Tak Kunjung Luntur

Mentalitas inferior yang melahirkan feodalisme ini sebenarnya bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Sejarah mencatat bahwa sistem sosial kolonial turut membentuk pola pikir tersebut. Pada masa Hindia Belanda, masyarakat dibagi menjadi tiga kelas: Eropa sebagai kelas tertinggi, Timur Asing (termasuk keturunan Arab dan Cina) sebagai kelas menengah, dan Bumiputra di lapisan terbawah. Ketidaksetaraan ini lambat laun diterima sebagai sesuatu yang alami, hingga membentuk perasaan rendah diri yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Psikolog Alfred Adler pernah menjelaskan bahwa individu yang memiliki perasaan rendah diri cenderung mengkompensasi kekurangannya dengan cara berlebihan. Dalam konteks ini, masyarakat yang mengalami inferioritas secara historis cenderung mencari sesuatu untuk dipuja, dan salah satu bentuknya adalah mengagungkan keturunan Nabi secara tidak rasional. Feodalisme agama yang terbentuk akibat warisan kolonial ini membuat masyarakat menerima tanpa kritis segala klaim kemuliaan nasab, meskipun tidak ada bukti konkret yang mendukungnya.

Meruntuhkan Feodalisme Agama

Sudah saatnya masyarakat Indonesia mengikis warisan feodalisme agama ini. Menghormati keturunan Nabi tentu bukan sesuatu yang salah, tetapi mendewakan mereka tanpa mempertimbangkan kualitas pribadi, moral, dan intelektualitasnya adalah bentuk kepatuhan buta yang bisa merugikan. Agama mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh garis keturunan, tetapi oleh ketakwaan dan perbuatannya.

Buya Hamka pernah berkata bahwa mengistimewakan keturunan Nabi secara berlebihan justru bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan kesetaraan manusia. Sebab, tidak ada satu pun manusia yang lahir dengan keistimewaan absolut hanya karena garis keturunannya.

Menjadi tugas kita bersama untuk menumbuhkan sikap kritis terhadap figur-figur yang diagungkan atas dasar nasab semata. Feodalisme agama harus dikikis agar masyarakat bisa menilai seseorang berdasarkan integritas dan kompetensinya, bukan sekadar karena status turun-temurun. Jika mentalitas feodal ini terus dipertahankan, bukan tidak mungkin kita akan terus terjebak dalam lingkaran pemujaan tanpa alasan yang rasional. (XRQ)

Penulis: Akil

Oprit Jembatan Natam Aceh Tenggara Putus Dihantam Derasnya Sungai Lawe Alas

0
Oprit Jembatan Natam Aceh Tenggara Putus Dihantam Derasnya Sungai Lawe Alas. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Kuta Cane – Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Tenggara menyebabkan debit air Sungai Lawe Alas meningkat drastis, hingga akhirnya menghantam oprit Jembatan Natam di Desa Simpang Empat Tanjung, Kecamatan Darul Hasanah, Selasa (1/4/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Akibatnya, akses jalan dari Desa Natam, Kecamatan Badar menuju Desa Simpang Empat Tanjung terputus total.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, melalui laporan Pusdalops-PB membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut abrasi yang terjadi di sisi timur jembatan itu merupakan dampak langsung dari intensitas hujan yang tinggi sejak beberapa hari terakhir.

“Debit Sungai Lawe Alas meningkat akibat intensitas hujan sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Tenggara sehingga menghantam oprit jembatan tersebut,” jelasnya.

Saat ini, jalur tersebut belum dapat dilalui. Warga yang hendak menuju Kecamatan Darul Hasanah dari Kota Kuta Cane disarankan untuk menggunakan jalur alternatif melalui Jembatan Mbarung.

Pihak pemerintah daerah telah turun ke lokasi untuk meninjau kondisi jembatan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mencari solusi terbaik agar akses transportasi masyarakat dapat segera kembali normal.

Editor: AKil

Wali Kota Banda Aceh Gelar Open House Lebaran, Anak-Anak Dapat THR

0
Wali Kota Banda Aceh Gelar Open House Lebaran. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Pendopo Wali Kota Banda Aceh pada hari pertama Idul Fitri 1446 Hijriah. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menggelar open house sebagai ajang silaturahmi dengan warga kota, Senin (31/3/2025). Acara ini disambut antusias oleh masyarakat yang datang untuk bersilaturahmi dan menikmati hidangan yang telah disediakan.

“Mudah-mudahan, insyaallah, di Idul Fitri semuanya mendapatkan keberkahan dari Allah, dan semuanya bisa lahir bersih, putih, sebagaimana ibadah yang sudah kita jalankan selama bulan Ramadan,” ungkap Illiza.

Masyarakat yang hadir tampak menikmati suasana lebaran dengan penuh suka cita. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun turut merasakan kebahagiaan. Dalam kesempatan tersebut, Illiza membagikan tunjangan hari raya (THR) kepada anak-anak yang datang ke open house. Wajah ceria anak-anak yang menerima THR menambah kehangatan suasana perayaan.

“Alhamdulillah, kita melihat masyarakat sangat antusias,” katanya.

Selain berbagi kebahagiaan, Illiza juga mengingatkan warga dan pendatang di Banda Aceh untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan selama perayaan Idul Fitri.

“Siapapun yang datang ke Banda Aceh harus benar-benar juga menjaga ketertiban, tetap menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat meninggalkan rumah untuk bersilaturahmi.

“Rumah-rumah ketika ditinggalkan harus betul-betul diperiksa dengan cukup baik, karena memang di bulan Syawal seperti ini banyak hal yang harus benar-benar dijaga. Terutama juga rawan kalau rumah ditinggal dalam keadaan tidak dikunci,” katanya.

Acara open house ini menjadi momentum bagi warga Banda Aceh untuk merayakan Idul Fitri bersama, mempererat silaturahmi, serta berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Editor: AKil

Hujan Petir Masih Berpotensi Landa Barat Selatan Aceh

0
Ilustrasi hujan lebat dan angin kencang. (Foto: KBKNEWS)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat di wilayah barat selatan Aceh untuk mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir yang masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Imbauan ini dikeluarkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir serta bahaya tersambar petir, terutama bagi warga yang beraktivitas di tempat terbuka.

Pada Senin (31/3/2025), hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di barat selatan Aceh sejak siang hari. Bahkan, berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), beberapa titik di Aceh Selatan tergenang banjir setelah hujan lebat turun pada Senin malam.

“Imbauan harap waspada adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir dan angin kencang,” tulis prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Nagan Raya, Yoga Al-Maruf S.Tr., dalam keterangan resmi.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dilansir Nukilan.id pada Selasa (1/4/2025), hujan diperkirakan akan turun merata di delapan kabupaten/kota di wilayah barat selatan Aceh sejak siang hingga malam hari. Daerah yang berpotensi terdampak adalah Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, dan Simeulue.

Selain curah hujan yang tinggi, BMKG juga mencatat suhu udara di kawasan tersebut berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban mencapai 78–98 persen. Sementara itu, kecepatan angin diperkirakan mencapai 25 kilometer per jam dengan arah timur.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan tanah longsor. BMKG juga mengingatkan agar warga menghindari berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan petir guna mengurangi risiko tersambar petir.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, warga diharapkan mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG atau instansi terkait guna mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi. (XRQ)

Reporter: Akil

Prabowo Rayakan Idulfitri di Jakarta, Lanjutkan Tradisi Presiden RI

0
Presiden Prabowo Subianto tiba jelang melaksanakan Salat Idul Fitri 1446 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (31/3/2025). (Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

NUKILAN.id | Jakarta — Presiden Prabowo Subianto merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah di Jakarta, Senin (31/3/2025). Ini merupakan Idulfitri pertama Prabowo sebagai presiden. Ia melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal, melanjutkan tradisi para presiden sebelumnya yang berlebaran di ibu kota.

Tradisi berlebaran di Jakarta dan Salat Id di Masjid Istiqlal telah lama dilakukan oleh presiden Indonesia. Dihimpun Nukilan.id dari beberapa sumber, Presiden Soeharto adalah yang pertama memulai kebiasaan tersebut sejak masjid itu berdiri. Namun, tradisi ini sempat berubah di era Presiden Joko Widodo yang memilih merayakan Idulfitri di berbagai daerah di Indonesia.

Jejak Tradisi Lebaran Presiden RI

Era Soekarno dan Soeharto

Tidak banyak catatan mengenai perayaan Idulfitri di era Presiden Soekarno. Beberapa literatur menyebutkan bahwa ia lebih sering menggelar Salat Id dan halal bihalal di Kompleks Istana, Jakarta.

Pada era Soeharto, Lebaran dirayakan di kediamannya di Jalan Cendana, Jakarta. Sejak berdirinya Masjid Istiqlal, Soeharto menjadi presiden pertama yang menggelar Salat Id di masjid terbesar di Asia Tenggara itu. Ia juga mempopulerkan acara sungkeman keluarga serta tabuh beduk raksasa di Monas pada Idulfitri 1997.

Dari Habibie hingga SBY

Presiden BJ Habibie yang hanya menjabat selama satu tahun juga melaksanakan Salat Id di Masjid Istiqlal dan menggelar halal bihalal bersama pegawai kepresidenan serta tokoh masyarakat.

Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tetap melanjutkan Salat Id di Masjid Istiqlal dan membuka tradisi open house di Istana Merdeka dengan lebih egaliter. Di eranya, masyarakat dari berbagai kalangan bisa berlebaran dan bertemu langsung dengan presiden.

Presiden Megawati Soekarnoputri juga tetap berlebaran di Jakarta dan melaksanakan Salat Id di Masjid Istiqlal. Tradisi ini berlanjut di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang selama 10 tahun kepemimpinannya selalu melaksanakan Salat Id di Istiqlal dan menggelar open house, baik di Istana maupun di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor.

Jokowi Ubah Tradisi Lebaran Presiden

Berbeda dari pendahulunya, Presiden Joko Widodo memilih merayakan Idulfitri di berbagai daerah. Di tahun pertama kepemimpinannya pada 2015, Jokowi melaksanakan Salat Id di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Ia ingin menunjukkan Aceh sebagai Serambi Mekah dan wilayah paling barat Indonesia.

Pada 2016, Jokowi berlebaran di Padang, Sumatera Barat, sebelum terbang ke kampung halamannya di Solo. Sementara pada 2017, untuk pertama kalinya ia merayakan Idulfitri di Jakarta dengan Salat Id di Masjid Istiqlal.

Tahun 2018, Jokowi memilih Kebun Raya Bogor sebagai lokasi Salat Id dan menggelar open house di Istana Bogor. Pada 2019, ia kembali ke Masjid Istiqlal dan mengadakan open house yang lebih meriah karena bertepatan dengan pengumuman kemenangannya dalam Pemilu.

Pandemi Covid-19 pada 2020 dan 2021 mengubah perayaan Lebaran. Jokowi melaksanakan Salat Id terbatas di halaman Istana Bogor tanpa open house. Pada 2022, ia berlebaran di Istana Kepresidenan Gedung Agung, Yogyakarta. Kemudian pada 2023, ia memilih Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo sebagai tempat Salat Id.

Tahun 2024, Jokowi kembali ke Jakarta untuk Salat Id di Masjid Istiqlal. Setelahnya, ia menggelar open house di Istana Negara, membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bersilaturahmi dengannya.

Prabowo Kembali ke Tradisi Lama

Dengan Prabowo kembali merayakan Idulfitri di Jakarta dan Salat Id di Masjid Istiqlal, tradisi yang sempat berubah di era Jokowi kini kembali ke pola lama. Perayaan Idulfitri di ibu kota menjadi momen bagi presiden untuk berkumpul dengan pejabat negara serta masyarakat dalam suasana Lebaran yang penuh kehangatan. (XRQ)

Reporter: AKil

Waspada Batu Empedu, Ini 4 Penyebab yang Harus Diketahui

0
Waspada Batu Empedu, Ini 4 Penyebab yang Harus Diketahui. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Batu empedu merupakan endapan cairan empedu yang mengeras di kantong atau saluran empedu. Kondisi ini sering kali tidak disadari hingga menimbulkan gejala nyeri perut yang hebat. Lantas, apa yang menyebabkan seseorang terkena batu empedu?

Dilansir dari Cleveland Clinic, batu empedu terbentuk akibat ketidakseimbangan komponen dalam empedu, seperti kolesterol, bilirubin, dan asam empedu. Berikut adalah empat penyebab utama terbentuknya batu empedu:

1. Kelebihan Kolesterol

Kolesterol berlebih dalam tubuh dapat mengendap di empedu dan membentuk batu. Ginjal bertugas menyaring kolesterol dari darah untuk diolah menjadi empedu. Namun, jika kadar kolesterol terlalu tinggi, empedu tidak mampu melarutkannya, sehingga terbentuklah kristal yang lama-kelamaan mengeras menjadi batu.

2. Kelebihan Bilirubin

Bilirubin adalah pigmen kuning yang terbentuk dari pemecahan sel darah merah. Produksi bilirubin yang berlebihan dapat terjadi pada penderita gangguan hati atau kelainan darah tertentu. Jika tubuh tidak mampu membuang bilirubin dengan baik, zat ini dapat mengendap dan membentuk batu empedu.

3. Kekurangan Asam Empedu

Asam empedu berfungsi membantu pencernaan lemak. Beberapa kondisi kesehatan dapat menyebabkan tubuh kehilangan asam empedu dalam jumlah besar melalui tinja. Jika empedu kekurangan asam empedu, kelebihan lemak dalam empedu bisa mengendap dan membentuk batu.

4. Kolestasis

Kolestasis adalah kondisi di mana aliran empedu terhambat. Gangguan ini bisa terjadi akibat kelainan otot atau sinyal yang bertugas menggerakkan empedu dalam tubuh. Akibatnya, empedu menumpuk dan membentuk sedimen yang akhirnya mengeras menjadi batu.

Menurut Cleveland Clinic, sekitar 4 dari 5 kasus batu empedu disebabkan oleh kelebihan kolesterol dalam tubuh. Oleh karena itu, menjaga kadar kolesterol tetap seimbang menjadi salah satu langkah penting dalam pencegahan batu empedu.

Faktor Risiko Batu Empedu

Selain penyebab utama di atas, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena batu empedu. Dilansir dari National Health Service (NHS), faktor risiko tersebut meliputi:

  • Berjenis kelamin wanita, terutama yang sudah memiliki anak atau sedang menjalani terapi estrogen dosis tinggi.
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
  • Berusia 40 tahun atau lebih.
  • Menderita penyakit yang mengganggu aliran empedu, seperti sirosis hati atau primary sclerosing cholangitis.
  • Mengidap penyakit Crohn atau sindrom iritasi usus besar.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan batu empedu.
  • Mengalami penurunan berat badan drastis akibat diet atau operasi.
  • Mengonsumsi antibiotik ceftriaxone.

Mengetahui penyebab dan faktor risiko batu empedu sangat penting agar dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini. Namun, jika mengalami gejala seperti nyeri perut hebat, mual, atau muntah, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Editor: AKil

Kapolda Aceh dan Pangdam IM Terima Kunjungan Gubernur Muzakir Manaf di Momen Lebaran

0
Kapolda Aceh dan Pangdam IM Terima Kunjungan Gubernur Muzakir Manaf di Momen Lebaran. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Momen Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah menjadi ajang silaturahmi bagi para pemimpin di Aceh. Kapolda Aceh Irjen Dr. Achmad Kartiko dan Pangdam Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Niko Fahrizal menerima kunjungan Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Rumah Dinas Pangdam IM, Senin (31/3/2025) malam. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat sinergi dan koordinasi antar-pemangku kebijakan dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban di wilayah Aceh.

“Kunjungan silaturahmi Lebaran ini menjadi momentum untuk semakin mempererat hubungan antara pemangku kepentingan di Aceh guna mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto, Selasa (1/4/2025).

Menurut Joko, sinergi antara kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menciptakan suasana kondusif di Aceh.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi demi memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama pada momen Lebaran,” ungkapnya.

Kunjungan ini juga menjadi simbol keharmonisan antara unsur pimpinan di Aceh, yang terus berupaya menjaga kedamaian dan mempercepat pembangunan di daerah. Dengan adanya kolaborasi yang kuat, diharapkan Aceh semakin maju dan sejahtera.

Editor: Akil

Driver Ojol Sambangi Open House di Istana, Bersalaman dengan Prabowo Tanpa Harus Lepas Jaket

0

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menggelar open house dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1446 H di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (31/3/2025). Acara ini menarik antusiasme warga dari berbagai wilayah yang ingin bertemu langsung dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

Di antara lautan warga yang hadir, tampak sejumlah driver ojek online (ojol) ikut serta dalam acara silaturahmi ini. Mereka dengan penuh semangat mengantre sejak pagi demi bisa bersalaman dengan Presiden. Salah satu driver ojol, Iwan, mengaku bersyukur karena bisa bertemu langsung dengan Prabowo tanpa harus melepas jaket kerjanya.

“Di Istana, jaket nggak perlu dilepas. Kalau masuk mal, kita disuruh lepas jaket. Berarti Istana hebat, nggak perlu dilepas-lepas, karena ini mata pencaharian kita,” ujar Iwan saat ditemui di lokasi.

Iwan datang bersama anaknya dan telah menunggu sejak pukul 08.00 WIB. Baginya, momen ini menjadi kesempatan langka untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Presiden. Salah satu harapan yang disampaikannya adalah terkait kesejahteraan driver ojol.

“Ya mudah-mudahan THR ojol jangan Rp 50.000, Pak. Mudah-mudahan didengar sama Pak Prabowo,” kata Iwan.

Dari pantauan di lokasi, masyarakat yang hadir diarahkan berkumpul di tenda di lapangan Istana Negara sebelum diperkenankan masuk ke area jamuan. Mereka disambut dengan makanan dan minuman yang telah disediakan oleh panitia. Tak hanya masyarakat umum, sejumlah pejabat dan tamu undangan juga turut hadir untuk bersilaturahmi dengan Presiden di dalam Istana Merdeka.

Acara open house ini menjadi ajang bagi warga untuk merasakan langsung kedekatan dengan pemimpin negara. Bagi driver ojol seperti Iwan, momen ini tidak hanya sekadar silaturahmi, tetapi juga kesempatan menyuarakan harapan kepada Presiden.

Editor: AKil

Prabowo Targetkan IKN Mulai Beroperasi pada 2028

0
Warga berjalan-jalan dan berfoto di Taman Kusuma Bangsa, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu, 18 Agustus 2024. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

NUKILAN.id | Jakarta – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono memastikan bahwa pembangunan IKN akan terus berlanjut dengan target operasional pada 2028. Presiden terpilih Prabowo Subianto disebut ingin mempercepat pembangunan ibu kota baru agar dapat segera digunakan sebagai pusat pemerintahan.

Basuki mengungkapkan hal ini usai menghadiri acara Gelar Griya atau open house di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (31/3/2025). “Karena beliau (Prabowo) ingin, apa, tahun 2028 benar-benar ibu kota kita mulai beroperasi,” kata Basuki dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pembangunan Dipastikan Berlanjut

Basuki menegaskan bahwa penunjukan dirinya sebagai Kepala Otorita IKN bertujuan untuk memastikan pembangunan tetap berjalan sesuai rencana. Ia juga menekankan bahwa Prabowo menginstruksikan percepatan pembangunan demi menyiapkan ekosistem pemerintahan di sana.

“Bahkan, perintah Bapak Presiden untuk dipercepat. Selalu dibilang, saya ditugaskan di sana utamanya untuk melanjutkan membangun, menyiapkan ekosistemnya Yudikatif, MK, MA, dan Judicial Commission,” ujar Basuki.

Tak hanya infrastruktur yudikatif, Basuki menyebut pembangunan kawasan legislatif juga menjadi prioritas. “Kemudian untuk yang legislatif, DPR, MPR, DPD, dan kawasan-kawasannya, jalan-jalan dan dunianya,” tambahnya.

IKN Masuk Proyek Strategis Nasional

Proyek pembangunan IKN tetap menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) periode 2025-2029. Prabowo telah memasukkan proyek tersebut dalam daftar prioritas pembangunan nasional, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Dokumen RPJMN tersebut menekankan berbagai strategi pembangunan, termasuk menurunkan tingkat kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pembangunan IKN pada era Prabowo akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Otorita IKN, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta sektor swasta. Dalam waktu dekat, pemerintah juga berencana melaksanakan groundbreaking ke-9 sebagai bagian dari kelanjutan proyek ini.

Dengan percepatan pembangunan yang dicanangkan, pemerintah optimistis bahwa ibu kota baru di Kalimantan Timur dapat segera beroperasi sebagai pusat pemerintahan yang modern dan berkelanjutan pada 2028.

Editor: Akil

Indonesia Kirim 12 Ton Bantuan dan 39 Personel untuk Korban Gempa di Myanmar

0
Indonesia Kirim 12 Ton Bantuan dan 39 Personel untuk Korban Gempa di Myanmar. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Indonesia mengirimkan 12 ton bantuan logistik serta menerjunkan 39 personel militer untuk membantu korban gempa di Myanmar. Bantuan ini diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (31/3/2025).

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama antara TNI, Basarnas, Baznas, serta berbagai elemen pemerintah dan masyarakat. Pengiriman bantuan ini dilakukan atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Bantuan yang dikirimkan berupa tenda, kemudian juga makanan, kemudian selimut, obat-obatan, dan kebutuhan lain yang berkaitan dengan medis,” ujar Donny saat melepas keberangkatan bantuan kemanusiaan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.

Bantuan tersebut akan diterbangkan ke Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandara Naypyidaw, Myanmar, menggunakan pesawat TNI AU.

Tak hanya mengirimkan bantuan logistik, Indonesia juga mengerahkan 39 personel gabungan yang terdiri dari pilot Hercules, Korps Marinir, Kopassus, Kopasgat, dan Kostrad. Tim ini akan menjalankan berbagai misi kemanusiaan, termasuk memberikan pertolongan medis, membangun posko pengungsian, serta melakukan pencarian korban yang masih hilang.

“Mereka juga akan menjadi tim advance yang akan melakukan pertolongan pertama untuk para korban,” tambah Donny.

Para personel ini akan bertugas di Myanmar dalam waktu yang belum ditentukan, dengan fokus utama pada bantuan kemanusiaan dan pemulihan bagi para korban gempa. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu mempercepat proses penyelamatan serta meringankan penderitaan warga terdampak bencana di negara tersebut.

Editor: Akil