Beranda blog Halaman 607

Musim Panen, Harga Gabah Kering di Kluet Timur Capai Rp6.400 per Kilogram

0
Proses panen padi. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Memasuki musim panen, harga Gabah Kering Panen (GKP) di Kluet Timur, Aceh Selatan, berada di kisaran Rp6.000 hingga Rp6.400 per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup baik oleh petani, meski mereka masih menghadapi berbagai tantangan dalam proses panen.

Adi, seorang petani di Kluet Timur, mengungkapkan bahwa panen tahun ini sudah berlangsung sejak awal Ramadan lalu hingga pasca-Idulfitri. Menurutnya, hasil panen cukup memuaskan, namun masih ada kendala yang mereka hadapi.

“Alhamdulillah, harga gabah tahun ini cukup bagus. Tapi kami juga menghadapi tantangan, seperti cuaca yang tidak menentu dan biaya operasional yang semakin tinggi,” ungkap Adi saat ditemui di sawahnya, Jumat (4/4/2025).

Adi menjelaskan bahwa hujan yang turun di beberapa hari terakhir sempat menghambat proses pengeringan gabah. Selain itu, biaya untuk tenaga kerja dan alat panen juga mengalami kenaikan.

“Kami berharap harga ini bisa stabil sampai panen berakhir. Karena kalau turun, petani bisa rugi besar, apalagi biaya produksi sekarang mahal,” tambahnya.

Musim panen di Kluet Timur diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan April. Petani berharap pemerintah dapat membantu dalam stabilisasi harga dan penyediaan sarana pertanian agar mereka bisa mendapatkan keuntungan yang layak. (XRQ)

Reporter: Akil

Hasto Tahanan Kasus Korupsi, Bukan Tahanan Politik!

0
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto kenakan rompi orange dan dibrogol dipamerkan saat konferensi pers KPK. (Foto: Gemapos.ID)

NUKILAN.id | Opini – Sidang perdana Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, akhirnya digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 14 Maret 2025. Sidang ini menjadi babak baru dalam proses hukum yang sempat terhambat akibat penolakannya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hasto menghadapi dua dugaan serius: suap dan perintangan penyidikan, yang berkaitan dengan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, serta buronan KPK, Harun Masiku, yang hingga kini masih dalam pencarian.

Sebagai tokoh politik berpengaruh, kasus yang menjerat Hasto tak lepas dari sorotan publik. PDIP sendiri telah berupaya membela Hasto dengan mengajukan praperadilan guna menggugurkan status tersangkanya. Namun, upaya ini kandas setelah Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Juyamto, menolak permohonan tersebut pada 13 Februari 2025. Putusan hakim menegaskan bahwa status tersangka yang disematkan kepada Hasto sah secara hukum, dan proses peradilan harus tetap berlanjut.

Namun, yang menarik dari kasus ini bukan sekadar substansi dakwaan terhadap Hasto, melainkan juga bagaimana PDIP memainkan strategi politik dalam menyikapinya. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, secara terbuka menginstruksikan kader-kadernya untuk turun ke masyarakat dan memberikan dukungan penuh kepada Hasto. Instruksi ini bukan sekadar bentuk solidaritas, melainkan juga strategi politik untuk membangun narasi bahwa Hasto adalah korban kriminalisasi.

Strategi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah benar Hasto sedang dikriminalisasi, atau ini hanya upaya membangun citra untuk mengalihkan opini publik? Soliditas partai dalam menghadapi kasus ini tentu bisa dimaklumi, namun ketika dukungan itu terorganisir secara terbuka, dampaknya bisa merugikan citra hukum di Indonesia. Ada kekhawatiran bahwa opini publik sengaja diarahkan untuk menekan lembaga peradilan, sehingga independensi hukum menjadi taruhannya.

Sebagai partai besar yang memiliki pengaruh politik kuat, PDIP tentu ingin menjaga nama baiknya. Namun, membingkai kasus hukum sebagai agenda politik justru bisa berdampak negatif. Masyarakat bisa menilai bahwa ada upaya mengintervensi proses hukum demi kepentingan politik. Hal ini bisa semakin mengikis kepercayaan publik terhadap independensi peradilan, terutama di tengah isu bahwa hukum kerap tebang pilih dalam menangani kasus korupsi yang melibatkan elite politik.

Dalam konteks ini, Hasto seharusnya tidak membangun narasi bahwa dirinya adalah korban kriminalisasi, melainkan menghadapi persidangan dengan transparan dan jujur. Jika ia benar tidak bersalah, pengadilan akan membuktikannya. Namun, jika terbukti bersalah, hukum harus tetap ditegakkan tanpa ada tekanan politik yang berusaha mengaburkan kebenaran.

Narasi kriminalisasi yang kerap dimainkan oleh para politisi yang terjerat kasus hukum sesungguhnya hanya menciptakan kebingungan di tengah masyarakat. Jika setiap tokoh yang diproses hukum selalu mengklaim dirinya sebagai korban politik, lalu bagaimana hukum bisa benar-benar tegak? Drama politik semacam ini hanya membuat publik semakin skeptis terhadap integritas sistem peradilan di Indonesia.

Pada akhirnya, yang diinginkan rakyat bukanlah narasi dramatis yang dimainkan di panggung politik, melainkan proses hukum yang adil, transparan, dan bebas dari intervensi politik. Jika Hasto memang tidak bersalah, maka fakta-fakta persidangan akan membuktikannya. Sebaliknya, jika ia terbukti bersalah, hukum harus ditegakkan tanpa kompromi. Independensi hukum adalah pilar utama dalam demokrasi, dan ia tidak boleh diganggu oleh permainan politik, siapa pun pelakunya. (XRQ)

Reporter: Akil

Harga Emas di Pegadaian Naik Signifikan, Cek Rinciannya!

0
Emas Pegadaian. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Harga emas batangan di Pegadaian mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada hari ini, Jumat (4/4/2025). Emas batangan Antam, Galeri-24, dan UBS kompak mengalami lonjakan harga, mencerminkan tren positif di pasar logam mulia.

Berdasarkan data yang dihimpun Nukilan.id dari laman Galeri 24, emas Antam dengan berat 1 gram kini dibanderol seharga Rp 1.882.000, naik dari harga sebelumnya. Sementara itu, pecahan 0,5 gram dijual seharga Rp 993.000, dan emas 2 gram dibanderol Rp 3.703.000.

Tidak hanya emas Antam, harga emas batangan dari Galeri-24 juga turut merangkak naik. Emas Galeri-24 dengan berat 1 gram kini dijual seharga Rp 1.807.000. Untuk pecahan 0,5 gram, harganya mencapai Rp 974.000, sementara pecahan 2 gram dipatok seharga Rp 3.543.000.

Sementara itu, emas UBS juga mengalami kenaikan harga. Emas UBS dengan berat 1 gram kini dihargai Rp 1.825.000, sedangkan pecahan 0,5 gram dan 2 gram masing-masing dijual seharga Rp 987.000 dan Rp 3.620.000.

Untuk lebih jelasnya, berikut daftar harga emas di Pegadaian pada Jumat (4/4/2025):

Harga Emas Antam:

  • 0,5 gram: Rp 993.000
  • 1 gram: Rp 1.882.000
  • 2 gram: Rp 3.703.000
  • 3 gram: Rp 5.528.000
  • 5 gram: Rp 9.179.000
  • 10 gram: Rp 18.302.000
  • 25 gram: Rp 45.625.000
  • 50 gram: Rp 91.169.000
  • 100 gram: Rp 182.258.000
  • 250 gram: Rp 455.372.000
  • 500 gram: Rp 910.528.000
  • 1000 gram: Rp 1.821.015.000

Harga Emas Galeri-24:

  • 0,5 gram: Rp 974.000
  • 1 gram: Rp 1.807.000
  • 2 gram: Rp 3.543.000
  • 5 gram: Rp 8.761.000
  • 10 gram: Rp 17.402.000
  • 25 gram: Rp 43.460.000
  • 50 gram: Rp 86.851.000
  • 100 gram: Rp 173.685.000
  • 250 gram: Rp 433.867.000
  • 500 gram: Rp 867.732.000
  • 1000 gram: Rp 1.735.462.000

Harga Emas UBS:

  • 0,5 gram: Rp 987.000
  • 1 gram: Rp 1.825.000
  • 2 gram: Rp 3.620.000
  • 5 gram: Rp 8.945.000
  • 10 gram: Rp 17.794.000
  • 25 gram: Rp 44.398.000
  • 50 gram: Rp 88.614.000
  • 100 gram: Rp 177.157.000
  • 250 gram: Rp 442.762.000
  • 500 gram: Rp 884.480.000

Dengan tren kenaikan harga ini, emas semakin menarik sebagai instrumen investasi jangka panjang. Para investor diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini dengan bijak dalam menentukan keputusan investasi mereka. (XRQ)

Reporter: AKil

Banjir Rendam Tujuh Desa di Aceh Selatan, Ratusan Rumah Terendam

0
Banjir Rendam Tujuh Desa di Aceh Selatan, Ratusan Rumah Terendam. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Selatan sejak Kamis (3/4/2025) sore mengakibatkan air Sungai Manggamat meluap dan merendam ratusan rumah warga di tujuh desa Kecamatan Kluet Tengah. Sebanyak 644 jiwa terdampak akibat banjir yang masih menggenangi permukiman hingga Jumat (4/4).

Staf Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda Juwita, mengatakan bahwa intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman serta akses jalan antar desa di Kecamatan Kluet Tengah dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 80 cm.

“Air luapan sungai tersebut kemudian merendam permukiman penduduk di beberapa gampong dan jalan lintas antargampong di Kecamatan Sawang dengan ketinggian bervariasi dari 50-80 cm,” ujar Haslinda di Banda Aceh, Jumat (4/4).

Tujuh desa yang terdampak banjir meliputi Desa Jambo Papan, Desa Malaka, Desa Simpang Dua, Desa Padang, Desa Koto, Desa Pulo Air, dan Desa Mersak. Berdasarkan data BPBA, sebanyak 167 kepala keluarga atau 644 jiwa harus menghadapi dampak langsung dari banjir ini.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menghambat aktivitas masyarakat. Hingga saat ini, air masih menggenangi sejumlah titik di permukiman warga dan jalan lintas desa. Dampak material serta jumlah warga yang mengungsi masih dalam tahap pendataan oleh pihak berwenang.

“Sementara dampak material dan pengungsi masih dalam pendataan,” tambah Haslinda.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan bersama petugas damkar PB 08 Kluet Tengah terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan muspika setempat untuk menanggulangi dampak banjir. Petugas Pusdalops PB BPBD Kabupaten Aceh Selatan juga telah menerima laporan terkait kejadian ini dan sedang menyusun langkah-langkah penanganan lebih lanjut.

Hingga berita ini ditulis, kondisi cuaca di Aceh Selatan masih berpotensi hujan, yang dapat memperparah situasi banjir di wilayah terdampak. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.

Editor: Akil

Beasiswa Kuliah S1-S2 Gratis, Bisa Dapat Gaji Bulanan dari Sevima

0
Ilustrasi Beasiswa. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Jakarta – PT Sentra Vidya Utama (Sevima) kembali membuka peluang emas bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi secara gratis. Melalui program Beasiswa Sevima Mencari Siswa Bertalenta (Semesta) 2025, perusahaan ini menawarkan kesempatan kuliah S1 dan S2 gratis di bidang Teknologi Informasi (IT) bagi 10 peserta terpilih. Tak hanya itu, penerima beasiswa juga berkesempatan bekerja dan mendapatkan gaji bulanan selama masa studi di Surabaya.

Fasilitas Beasiswa Semesta 2025

Program ini mencakup sejumlah manfaat bagi penerimanya, antara lain:

  • Biaya kuliah penuh yang ditanggung oleh Sevima.
  • Gaji bulanan selama penerima beasiswa menjalani perkuliahan dan bekerja di Surabaya.
  • Peluang pengembangan karier di bidang IT.
  • Kontrak kerja dengan Sevima setelah lulus kuliah.

Beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen Sevima dalam mendukung perkembangan pendidikan dan industri teknologi di Indonesia.

Persyaratan Pendaftaran

Beasiswa Semesta 2025 terbuka bagi mahasiswa di perguruan tinggi mitra Sevima, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan BINUS University. Program ini mencakup empat pilihan studi, yaitu:

  • S1 Teknik Informatika BINUS University
  • S2 Teknik Informatika ITS Surabaya
  • S1 Sistem Informasi BINUS University
  • S2 Magister Sistem Informasi ITS Surabaya

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima beasiswa adalah:

  1. Lulusan atau alumni SMA/SMK/sederajat (untuk beasiswa S1).
  2. Lulusan atau alumni D4/S1 di bidang IT, baik yang sedang dalam proses yudisium, fresh graduate, maupun yang sudah memiliki pengalaman kerja (untuk beasiswa S2).
  3. Memiliki keterampilan dan portofolio di bidang IT, dibuktikan dengan unggahan proyek IT, tautan GitHub, prestasi, atau bukti lainnya.
  4. Bersedia tinggal dan berkuliah di Surabaya selama masa studi dengan sistem Work From Office (WFO).

Cara Mendaftar Beasiswa Semesta 2025

Proses pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi di https://maukuliah.id/beasiswa-semesta dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Klik “Daftar Beasiswa” dan isi data diri.
  2. Buat akun dan lengkapi informasi yang dibutuhkan.
  3. Ikuti tes psikotes dan akademik berbasis komputer secara online.
  4. Mengikuti hackaton dan wawancara secara offline di Surabaya.

Jadwal Penting

  • Pendaftaran & Tes Online: Hingga 20 Mei 2025 (bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional).
  • Hackaton & Wawancara: 30 Juni 2025, di kantor pusat Sevima, Surabaya.
  • Pengumuman Penerima Beasiswa: Maksimal 28 Oktober 2025 (bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda).

Pendaftaran beasiswa ini gratis dan tidak memiliki batasan usia. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui WhatsApp di 082121-88-2500.

Editor: AKil

Harga BBM Non-Subsidi Turun, Ini Rinciannya dari Aceh Hingga Papua

0
Ilustrasi Pertamina. (Foto: Dok. Mypertamina).

NUKILAN.id | Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2025. Penyesuaian ini dilakukan sejak 29 Maret 2025, tepat sebelum momen mudik Lebaran Idulfitri, dengan kebijakan khusus berupa penurunan harga BBM non-subsidi di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Plt. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama di masa arus mudik.

“Sebagai bagian dari komitmen dalam melayani masyarakat, khususnya di momen mudik Lebaran (2025) ini. Pemerintah dan Pertamina Patra Niaga memberikan hadiah spesial dengan menurunkan harga BBM Non-Subsidi,” kata Mars Ega dalam keterangannya, Selasa (1/4/2025).

Penyesuaian ini berlaku untuk seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamina Dex. Penurunan harga ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang melakukan perjalanan mudik serta mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Meskipun harga BBM non-subsidi mengalami penurunan, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap mengacu pada kebijakan pemerintah. Langkah ini juga sejalan dengan strategi stabilisasi harga menjelang Hari Raya Idulfitri, yang sering kali menjadi periode dengan konsumsi BBM tertinggi sepanjang tahun.

Berikut daftar penyesuaian harga BBM Pertamina April 2025:

• Pertamax (RON 92) kini di banderol Rp12.500/liter (turun Rp 400/liter dari sebelum nya Rp 12.900/liter).

• Pertamax Green (RON 95) Rp13.250/liter (turun Rp 450/liter dari sebelum nya Rp 13.700/liter)

• Pertamax Turbo (RON 98) Rp13.500/liter (turun Rp 500/liter dari sebelum nya Rp 14.000/liter).

• Jenis Dexlite (CN 51) dihargai sebesar Rp13.600/liter (turun Rp 700 per liter dari sebelum nya Rp 14.300/liter)

• Pertamina Dex (CN 53) Rp13.900/liter (turun Rp 700/liter dari sebelum nya Rp 14.600/liter).

• Solar seharga Rp6.800/liter (subsidi)

• Pertalite seharga Rp10.000/liter. (subsidi)

Berikuti rincian harga BBM Pertamina non subsidi dari Aceh sampai Papua, mengutip laman Pertamina Patra Niaga:

1. Aceh

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

2. Free Trade Zone Sabang

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 11.800

• Pertamax Turbo: –

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 12.750

• Pertamina Dex: –

3. Sumatra Utara

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

4. Sumatra Barat

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 13.050

• Pertamax Turbo: Rp 14.100

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 14.200

• Pertamina Dex: Rp 14.500

5. Riau

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 13.050

• Pertamax Turbo: Rp 14.100

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 14.200

• Pertamina Dex: Rp 14.500

6. Kepulauan Riau

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 13.050

• Pertamax Turbo: Rp 14.100

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 14.200

• Pertamina Dex: Rp 14.500

7. Free Trade Zone Batam

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 11.900

• Pertamax Turbo: Rp 12.850

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 12.900

• Pertamina Dex: Rp 13.200

8. Jambi

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

9. Bengkulu

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 13.050

• Pertamax Turbo: Rp 14.100

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 14.200

• Pertamina Dex: Rp 14.500

10. Sumatra Selatan

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

11. Bangka Belitung

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

12. Lampung

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

13. DKI Jakarta

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.500

• Pertamax Turbo: Rp 13.500

• Pertamax Green 95: Rp 13.250

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.600

• Pertamina Dex: Rp 13.900

14. Banten

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.500

• Pertamax Turbo: Rp 13.500

• Pertamax Green 95: Rp 13.250

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.600

• Pertamina Dex: Rp 13.900

15. Jawa Barat

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.500

• Pertamax Turbo: Rp 13.500

• Pertamax Green 95: Rp 13.250

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.600

• Pertamina Dex: Rp 13.900

16. Jawa Tengah

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.500

• Pertamax Turbo: Rp 13.500

• Pertamax Green 95: Rp 13.250

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.600

• Pertamina Dex: Rp 13.900

17. Daerah Istimewa Yogyakarta

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.500

• Pertamax Turbo: Rp 13.500

• Pertamax Green 95: Rp 13.250

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.600

• Pertamina Dex: Rp 13.900

18. Jawa Timur

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.500

• Pertamax Turbo: Rp 13.500

• Pertamax Green 95: Rp 13.250

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.600

• Pertamina Dex: Rp 13.900

19. Bali

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.500

• Pertamax Turbo: Rp 13.500

• Pertamax Green 95: Rp 13.250

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.600

• Pertamina Dex: Rp 13.900

20. Nusa Tenggara Barat

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.500

• Pertamax Turbo: Rp 13.500

• Pertamax Green 95: Rp 13.250

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.600

• Pertamina Dex: Rp 13.900

21. Nusa Tenggara Timur

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.500

• Pertamax Turbo: Rp 13.500

• Pertamax Green 95: Rp 13.250

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.600

• Pertamina Dex: Rp 13.900

22. Kalimantan Barat

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

23. Kalimantan Tengah

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

24. Kalimantan Selatan

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 13.050

• Pertamax Turbo: Rp 14.100

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 14.200

• Pertamina Dex: Rp 14.500

25. Kalimantan Timur

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

26. Kalimantan Utara

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

27. Sulawesi Utara

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

28. Gorontalo

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

29. Sulawesi Tengah

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

30. Sulawesi Tenggara

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

31. Sulawesi Selatan

• Pertalite: Rp 10.000

• Pertamax: Rp 12.800

• Pertamax Turbo: Rp 13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp 6.800

• Dexlite: Rp 13.900

• Pertamina Dex: Rp 14.200

32. Sulawesi Barat

• Pertalite: Rp10.000

• Pertamax: Rp12.800

• Pertamax Turbo: Rp13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp6.800

• Dexlite: Rp13.900

• Pertamina Dex: Rp14.200

33. Maluku

• Pertalite: Rp10.000

• Pertamax: Rp12.800

• Pertamax Turbo: –

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp6.800

• Dexlite: Rp13.900

• Pertamina Dex: –

34. Maluku Utara

• Pertalite: Rp10.000

• Pertamax: Rp12.800

• Pertamax Turbo: –

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp6.800

• Dexlite: Rp13.900

• Pertamina Dex: –

35. Papua

• Pertalite: Rp10.000

• Pertamax: Rp12.800

• Pertamax Turbo: Rp13.800

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp6.800

• Dexlite: Rp13.900

• Pertamina Dex: –

36. Papua Barat

• Pertalite: Rp10.000

• Pertamax: Rp12.800

• Pertamax Turbo: –

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp6.800

• Dexlite: Rp13.900

• Pertamina Dex: Rp14.200

37. Papua Selatan

• Pertalite: Rp10.000

• Pertamax: Rp12.800

• Pertamax Turbo: –

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp6.800

• Dexlite: Rp13.900

• Pertamina Dex: –

38. Papua Pegunungan

• Pertalite: Rp10.000

• Pertamax: Rp12.800

• Pertamax Turbo: –

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp6.800

• Dexlite: Rp13.900

• Pertamina Dex: –

39. Papua Tengah

• Pertalite: Rp10.000

• Pertamax: Rp12.800

• Pertamax Turbo: –

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp6.800

• Dexlite: Rp13.900

• Pertamina Dex: –

40. Papua Barat Daya

• Pertalite: Rp10.000

• Pertamax: Rp12.800

• Pertamax Turbo: –

• Pertamax Green 95: –

• Biosolar: Rp6.800

• Dexlite: Rp13.900

• Pertamina Dex: Rp14.200.

Seorang Warga Aceh Depresi di Malaysia Dipulangkan ke Kampung Halaman

0
Ilustrasi Depresi. (Foto: Harian Jogja)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seorang warga Aceh yang mengalami tekanan mental (depresi) di Malaysia akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya setelah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman Haji Uma, bersama Wakil Gubernur Aceh melalui Baitul Mal Aceh dan Persatuan Perantau Aceh Malaysia (PPAM), memfasilitasi kepulangan warga tersebut.

Warga yang dipulangkan adalah AM (45), penduduk Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara. Setelah melewati proses administrasi yang cukup panjang, AM bersama keluarganya akhirnya tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, pada Minggu (30/3/2025) pukul 14.40 WIB. Setibanya di bandara, mereka langsung melanjutkan perjalanan ke Aceh Utara dengan menggunakan mobil minibus Hiace yang disediakan oleh Haji Uma.

Pemulangan AM berawal dari surat permohonan yang diajukan oleh Kepala Desa (Keuchik) Gampong kepada Haji Uma dan Wakil Gubernur Aceh. Dalam surat tersebut, keluarga meminta bantuan untuk memfasilitasi kepulangan AM yang mengalami sakit di Malaysia.

Total biaya pemulangan AM dan keluarganya mencapai Rp 31,7 juta. Dana tersebut berasal dari berbagai sumber, yakni Rp 25 juta dari keluarga, Rp 5 juta dari Wakil Gubernur Aceh melalui Baitul Mal, serta Rp 1,7 juta dari Haji Uma, termasuk biaya transportasi dari Bandara Kualanamu ke Aceh Utara.

Adik AM, Ema, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan untuk kepulangan abangnya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama Haji Uma, Wagub Aceh, dan Ketua PPAM di Malaysia,” ujar Ema, Kamis (3/4/2025).

Pemulangan warga Aceh yang mengalami kesulitan di perantauan, khususnya di Malaysia, menjadi salah satu perhatian utama Haji Uma.

Selama ini, ia kerap turun tangan membantu para perantau yang membutuhkan pertolongan, baik dalam bentuk pemulangan maupun fasilitasi lainnya. Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap sesama warga Aceh di perantauan.

Editor: AKil

Satgasops Ketupat Seulawah Maksimalkan Pelayanan Wisatawan di Aceh

0
Personel Satgas Operasi Ketupat Seulawah 2025 mengatur lalu lintas di jalur masuk objek wisata di Aceh Besar, Kamis (3/4/2025). (Foto: Bidhumas Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh melalui Satuan Tugas Operasi (Satgasops) Ketupat Seulawah 2025 terus berupaya memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal bagi wisatawan yang berkunjung ke berbagai objek wisata, termasuk di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

“Polda Aceh melalui Satuan Tugas Operasi Ketupat Seulawah 2025 terus berupaya memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal kepada wisatawan yang berkunjung ke lokasi-lokasi wisata serta Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, Kamis (3/4/2025).

Pelabuhan Ulee Lheue menjadi gerbang utama menuju Pulau Weh, Sabang, salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh. Lokasi ini tidak hanya menarik wisatawan dari dalam provinsi, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan meningkatnya arus kunjungan selama libur lebaran, Satgasops Ketupat Seulawah hadir untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pelancong.

Joko menegaskan bahwa kehadiran personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait bertujuan menciptakan suasana kondusif, sehingga masyarakat dapat menikmati libur panjang serta perjalanan mudik-balik dengan aman dan nyaman.

“Kami berharap pelayanan yang diberikan ini dapat membantu masyarakat maupun wisatawan menikmati libur Hari Raya Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman di wilayah hukum Polda Aceh,” kata Joko.

Sebagai langkah pengamanan, Polda Aceh telah mendirikan pos terpadu di area pelabuhan. Pos ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengawasan, tetapi juga menjadi tempat bagi wisatawan untuk mendapatkan informasi dan bantuan yang diperlukan.

Selain itu, berbagai layanan telah disiapkan guna memastikan kelancaran aktivitas wisata di Aceh. Pengaturan lalu lintas dan parkir menjadi perhatian utama guna menghindari kemacetan dan menjaga ketertiban arus kendaraan di sekitar destinasi wisata. Petugas juga melakukan pengawasan keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif bagi para pengunjung.

Tak hanya itu, petugas di lapangan turut memberikan informasi dan bantuan kepada wisatawan agar mereka memperoleh arahan yang jelas selama beraktivitas. Upaya lain yang dilakukan adalah menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas umum di kawasan wisata.

“Termasuk pengelolaan tempat-tempat umum dan fasilitas wisata agar kebersihan dan kenyamanan tetap terjaga. Dengan pengamanan dan pelayanan ini, diharapkan libur lebaran tahun ini dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan, sehingga masyarakat dan wisatawan dapat menikmati keindahan alam Aceh dengan penuh ketenangan,” pungkas Joko.

Operasi Ketupat Seulawah 2025 menjadi salah satu bentuk komitmen Polda Aceh dalam mendukung sektor pariwisata, terutama dalam menghadirkan rasa aman bagi para wisatawan yang ingin menikmati pesona alam dan budaya Aceh selama libur Idul Fitri.

Editor: Akil

Waspada Longsor di Lintasan Nagan Raya-Aceh Tengah

0
Aceh Tengah Dikepung Longsor. (Foto: LintasGayo.co)

NUKILAN.id | Sukamakmue – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalan provinsi yang menghubungkan Nagan Raya dengan Aceh Tengah, khususnya di kawasan Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir berpotensi memicu longsor.

“Kami imbau masyarakat berhati-hati karena jika diguyur hujan lebat, kawasan hutan lindung Gunung Singgah Mata sangat rawan diterjang longsor tebing gunung,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nagan Raya, Tamarlan, Kamis (3/4/2025).

Gunung Singgah Mata selama ini menjadi jalur alternatif yang kerap digunakan pengendara untuk menuju wilayah tengah, utara, dan timur Aceh. Selain itu, jalur ini juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin bepergian ke pantai barat-selatan Aceh, karena mampu memangkas waktu tempuh dibandingkan jalur utama.

Namun, kondisi geografis kawasan ini yang berbukit dan dikelilingi hutan lindung membuatnya rentan terhadap bencana longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Beberapa titik di sepanjang lintasan Gunung Singgah Mata diketahui kerap mengalami pergerakan tanah yang membahayakan pengguna jalan.

Sebagai langkah antisipasi, satu unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor serta memperbaiki struktur tebing yang terdampak. Upaya ini dilakukan guna memastikan akses jalan tetap dapat dilalui dengan aman.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat, terutama pengendara roda dua dan empat, agar lebih berhati-hati serta selalu memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan melalui jalur tersebut. Pengguna jalan disarankan untuk menghindari melintas di kawasan ini saat hujan deras guna mengurangi risiko kecelakaan akibat longsor.

Hingga saat ini, arus lalu lintas di jalur tersebut masih terpantau lancar. Namun, masyarakat diingatkan untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan guna menghindari kemungkinan terjadinya bencana di kemudian hari.

Editor: Akil

UGM Buka Beasiswa Rp 10 Juta Per Semester, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!

0
Ilustrasi UGM. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Yogyakarta – Kabar baik bagi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tengah mencari bantuan biaya pendidikan. UGM kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mahasiswa Berprestasi 2025 PT Huayou Nickel Cobalt Program Sarjana, dengan manfaat bantuan biaya kuliah hingga Rp 10 juta per semester.

Dilansir dari laman Direktorat Kemahasiswaan UGM, Selasa (1/4/2025), beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa tahun ketiga dan keempat. Selain bantuan biaya kuliah, penerima beasiswa juga akan mendapatkan kelas bahasa Mandarin gratis dan kesempatan langsung bekerja setelah lulus selama tiga tahun.

Syarat dan Kriteria Pendaftar

Mahasiswa yang ingin mendaftar beasiswa ini harus memenuhi beberapa kriteria berikut:

  • Mahasiswa aktif S1 di program studi:
    • Teknik Kimia
    • Teknik Mesin
    • Teknik Elektro
    • Teknik Geologi
    • Teknik Nuklir
    • Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Hukum
    • Psikologi
  • Berstatus mahasiswa semester 4 (angkatan 2023)
  • Berusia lebih dari 18 tahun
  • Memiliki IPK minimal 3,00
  • Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain
  • Berperilaku baik dan sopan

Dokumen yang Harus Disiapkan

Untuk mendaftar, mahasiswa perlu melengkapi beberapa dokumen penting, di antaranya:

  • SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) sebagai bukti berkelakuan baik
  • Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter
  • Surat rekomendasi dari Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan
  • Transkrip akademik semester Gasal 2024/2025

Jadwal dan Cara Pendaftaran

Pendaftaran beasiswa ini masih dibuka hingga 25 April 2025. Mahasiswa yang tertarik dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui laman resmi Direktorat Kemahasiswaan UGM.

Dengan manfaat yang cukup besar, beasiswa ini diharapkan dapat membantu mahasiswa UGM yang berprestasi dalam menyelesaikan studi mereka tanpa terkendala biaya. Jangan sampai melewatkan kesempatan emas ini!

Editor: AKil