Beranda blog Halaman 603

PPA Tunjuk Riski Maulizar Pimpin DPD Aceh Timur

0
PPA Tunjuk Riski Maulizar Pimpin DPD Aceh Timur. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Partai Perjuangan Aceh (PPA) kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun kekuatan politik di daerah. Lewat momentum Halal Bihalal yang digelar Sabtu (5/4/2025) di kediaman Ketua Dewan Pembina PPA Dedi Zefrizal ST di Banda Aceh, partai tersebut secara resmi menunjuk Riski Maulizar sebagai Ketua DPD PPA Kabupaten Aceh Timur.

Penyerahan mandat ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal PPA, T Rayuan Sukma, dan turut disaksikan Ketua Umum PPA, Prof Adjunct Dr Marniati E MKes, bersama jajaran pengurus pusat lainnya.

Penunjukan tokoh muda asal Peureulak ini menjadi bagian dari strategi besar PPA dalam memperluas pengaruh partai menjelang kontestasi politik 2029.

“Pembentukan DPD di empat daerah ini merupakan fondasi awal untuk memperkuat mesin partai dalam menjawab tantangan politik masa depan di Aceh,” ujar Prof Marniati.

Empat wilayah yang menjadi prioritas pembentukan kepengurusan definitif PPA yakni Aceh Timur, Banda Aceh, Langsa, dan Gayo Lues. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen partai dalam membangun basis akar rumput secara inklusif dan berkelanjutan.

Riski Maulizar, yang saat ini juga tengah fokus pada program kerja sama ekspor antara masyarakat Aceh dan investor asing, menyambut penunjukan ini dengan semangat dan penuh tanggung jawab.

“Penunjukan ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Saya akan segera membentuk struktur kepengurusan hingga ke tingkat desa, demi memastikan partai hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat,” tegas Riski.

PPA menilai, kolaborasi antara kepemimpinan muda dan visi pembangunan ekonomi menjadi kekuatan baru dalam menghadirkan wajah politik yang progresif di Aceh. Penunjukan Riski juga disebut sebagai sinyal bahwa partai siap membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Dengan langkah ini, PPA semakin menegaskan posisinya sebagai kekuatan alternatif yang siap bersaing dalam percaturan politik Aceh lima tahun ke depan.

Editor: Akil

Presiden Prabowo ke Mualem: “Saya Masih Hutang, Saya Harus ke Aceh”

0
Acara Panen Raya Serentak dengan 14 Provinsi, bersama Presiden Prabowo Subiyanto via konferensi video.⁣ (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyapa hangat Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, dalam acara Panen Raya Serentak bersama 14 provinsi melalui konferensi video, Senin (7/4/2025).

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung penuh keakraban, Presiden Prabowo menyampaikan komitmennya untuk mengunjungi Aceh secara langsung. Ia juga menyelipkan candaan khas saat menyapa Mualem.

“Terima kasih Gubernur, terima kasih Mualem. Jenggot anda tambah lebat saya lihat. Saya masih hutang sama Mualem, saya harus ke Aceh. Saya harus ke semua provinsi. Ini hutang saya. Saya mohon maaf karena belum sampai,” ujar Prabowo sambil tersenyum.

Presiden Prabowo mengakui bahwa mengelola negara sebesar Indonesia bukanlah perkara mudah. Namun ia merasa optimistis karena didukung oleh tim kerja yang solid.

“Ternyata mengurus republik keempat terbesar di dunia ini rumit, tapi saya tetap semangat karena saya dibantu oleh pembantu-pembantu yang hebat. Saya merasa punya tim yang hebat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan pentingnya sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan nasional. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para petani yang selama ini telah menjadi tulang punggung bangsa.

“Saya menyampaikan penghargaan kepada para petani, saudara semua adalah tulang punggung bangsa dan negara. Orang-orang di kota-kota sana banyak yang tidak tahu bagaimana perjuangan saudara menyediakan bahan pangan,” ujarnya.

“Kesulitan saudara-saudara petani adalah kesulitan kita semua. Karena itu, jika ada masalah atau kendala harus segera disampaikan agar kita cari jalan keluar bersama,” imbuhnya.

Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung petani hingga panen raya dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih, kepada seluruh pimpinan di semua tingkatan, para menteri terkait, TNI, Polri. Panen raya hari ini adalah bukti kerja keras kalian semua dalam upaya memberi kemudahan kepada para petani. Kerja keras saudara semua layak mendapatkan penghormatan dari rakyat semua,” pungkasnya.

Aceh Incar Status Lumbung Padi Nasional

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf melaporkan sejumlah kebutuhan mendesak di sektor pertanian kepada Presiden, terutama terkait peningkatan infrastruktur dan alat produksi.

“Kepada Pak Presiden kami laporkan. Untuk meningkatkan produksi gabah, Aceh membutuhkan saluran irigasi, penambahan pupuk, traktor dan alat potong padi,” kata Mualem.

Ia menyoroti masih banyaknya sawah tadah hujan di Aceh yang belum teraliri irigasi. Salah satunya terjadi di Aceh Utara, di mana 9 kecamatan belum memiliki sistem irigasi yang memadai.

“Pak Presiden, saat ini di Aceh masih ada lahan sawah tadah hujan karena ketiadaan irigasi. Di Aceh Utara saja, setidaknya ada 9 kecamatan yang belum dialiri irigasi,” lanjutnya.

Usai panen raya, Mualem kembali menegaskan komitmennya menjadikan Aceh sebagai lumbung padi nasional. Namun ia menyebut, dukungan dari pemerintah pusat menjadi kunci pencapaian target tersebut.

“Untuk mencapai target Aceh sebagai lumbung padi nasional, maka kita membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat. Tadi, saya sudah menyampaikan langsung kepada Presiden,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2024, produksi gabah Aceh mencapai 1,4 juta ton, menempatkan provinsi ujung barat Indonesia ini di posisi ke-8 nasional. Pada 2025, Aceh menargetkan peningkatan produksi hingga 1,6 juta ton.

Panen Raya di Kabupaten Aceh Besar ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain anggota DPR RI asal Aceh T A Khalid, Plt Sekda Aceh M Nasir, Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, serta ratusan petani dan undangan lainnya.

Editor: AKil

Masjid di Aceh Timur Buka 24 Jam, Siap Layani Pemudik Arus Balik Lebaran

0
Brigade Masjid BKPRMI Aceh Timur membersihkan Masjid Agung Darussalihin Idi, Kabupaten Aceh Timur. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Timur mengimbau seluruh pengurus masjid di daerah tersebut untuk membuka rumah ibadah selama 24 jam, guna memberikan pelayanan optimal kepada para pemudik saat arus balik Lebaran 1446 Hijriah.

“Kami mengimbau seluruh badan kemakmuran masjid, terutama di jalur jalan nasional, membuka memberikan layanan 24 jam kepada pemudik selama berlangsung arus balik,” ujar Sekretaris Umum BKPRMI Aceh Timur, Muhammad Ishak, di Aceh Timur, Senin (7/4/2025).

Ia menegaskan, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai tempat istirahat bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman atau kembali ke daerah asal.

Tak hanya membuka akses selama 24 jam, pengurus masjid juga diminta menjaga kebersihan dan memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan pemudik.

“Selain itu kami juga mengimbau badan kemakmuran masjid menjaga kebersihan masjid. Kebersihan masjid merupakan kenyamanan bagi pemudik yang menyinggahinya,” kata Muhammad Ishak.

Sebagai bentuk dukungan terhadap imbauan tersebut, BKPRMI Aceh Timur mengerahkan Brigade Masjid untuk melakukan aksi bersih-bersih di Masjid Agung Darussalihin, Idi—masjid yang berada tepat di jantung Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur.

Masjid ini menjadi salah satu titik persinggahan utama pemudik karena lokasinya berada di tepi jalan negara yang menghubungkan berbagai kota di Aceh.

“Masjid ini menjadi tempat persinggahan pemudik saat melintasi Kabupaten Aceh Timur. Lokasinya di pinggir jalan negara, maka sudah lazim pemudik yang singgah akan memanfaatkan masjid sebagai tempat shalat maupun beristirahat,” jelasnya.

Program bersih-bersih masjid merupakan agenda rutin Brigade Masjid BKPRMI Aceh Timur, terutama selama masa arus mudik dan balik Idul Fitri. Upaya ini disebut sebagai wujud tanggung jawab moral generasi muda terhadap fasilitas ibadah di kampung halaman mereka.

Menariknya, BKPRMI Aceh Timur kini juga diperkuat dengan dukungan satu unit mobil pemeliharaan masjid dari Yayasan Prabowo Subianto, yang kian memudahkan aksi mereka menjangkau masjid-masjid di wilayah tersebut.

“Kami berharap program bersih-bersih ini memberikan kenyamanan kepada pemudik yang sedang melaksanakan safar atau perjalanan jauh dalam merayakan Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah,” pungkas Muhammad Ishak.

Editor: Akil

PPA Gelar Halal Bihalal, Tegaskan Komitmen Jadi Partai Pro-Rakyat

0
Partai Perjuangan Aceh Gelar Halal Bihalal. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Partai Perjuangan Aceh (PPA) menggelar acara halal bihalal di kediaman Ketua Umum PPA, Prof Adjunct Dr Marniati MKes, di Banda Aceh, Sabtu (5/4/2025). Acara ini menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penegasan arah perjuangan PPA sebagai partai yang berpihak pada rakyat.

Dalam sambutannya, Marniati menekankan pentingnya menyatukan visi dan misi seluruh jajaran pengurus demi memperkuat peran partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Setiap program kerja PPA harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Fokus kita adalah menjadi orang yang bermanfaat, seperti yang diajarkan Rasulullah. Baik itu melalui program peningkatan ekonomi, pengurangan angka pengangguran, penciptaan lapangan kerja, maupun mendukung petani dan nelayan dengan membuka akses perdagangan hasil laut dan pertanian,” ujar Marniati.

Menurutnya, PPA tidak hanya hadir sebagai simbol kekuasaan, tetapi sebagai wadah perjuangan sosial dan politik yang membawa manfaat konkret.

Marniati juga menyampaikan bahwa PPA terus mempercepat pembentukan struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Hingga saat ini, kata dia, sudah terbentuk 23 kepengurusan dengan struktur penuh, dan proses konsolidasi terus berjalan di seluruh wilayah.

“Saat ini, sudah terbentuk 23 kepengurusan dengan struktur penuh. Kita targetkan 100 persen pembentukan dari DPP, DPK, DOG, hingga Ranting akan selesai dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi kerja keras Sekretaris Jenderal PPA T Rayuan Sukma dan seluruh pengurus dalam membangun citra positif PPA melalui berbagai program sosial.

“PPA akan menjadi partai baru harapan masyarakat, karena kami diisi oleh banyak mantan pejabat, pengusaha, dan politisi senior yang siap bekerja nyata,” tambah Marniati.

Sebagai bagian dari penguatan ideologi partai, PPA juga akan membentuk sebuah institut partai yang menjadi pusat pendidikan politik bagi para kader. Institut ini nantinya akan menyusun kurikulum yang bertujuan meningkatkan kesadaran politik, melahirkan pemilih cerdas, dan mencetak pemimpin masa depan.

“Kurikulum yang disiapkan akan mencakup di antaranya peningkatan kesadaran dan partisipasi politik, pembangunan budaya politik, melahirkan pemilih yang cerdas, pencegahan praktik politik uang, dan persiapan pemimpin masa depan,” kata Marniati.

Menutup sambutannya, Marniati menyatakan rasa bangganya terhadap para pengurus yang bekerja dengan menjunjung tinggi nilai-nilai partai.

“PPA akan tetap berjalan sesuai dengan motto partai yakni Berani, Jujur, Setia,” pungkasnya.

Editor: AKil

Bupati Nagan Raya Minta Jalan Penghubung ke Aceh Barat Ditingkatkan Jadi Jalan Provinsi

0
Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan (TRK), (Foto: Dok.Ist)

NUKILAN.id | Sukamakmue – Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan (TRK) meminta agar akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya dengan Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, ditingkatkan statusnya menjadi jalan provinsi.

Permintaan itu disampaikan TRK saat meninjau langsung kondisi jalan tersebut pada Minggu, 6 April 2025. Menurutnya, peningkatan status jalan sangat penting karena jalur ini merupakan akses strategis yang menjadi penghubung antar dua kabupaten di wilayah barat selatan Aceh.

“Sebagai jalur strategis, sangat penting membangun akses jalan yang lebih baik untuk memudahkan transportasi masyarakat dari Nagan Raya menuju Aceh Barat maupun sebaliknya,” ujar TRK.

Jalur yang dimaksud sebagian besar melintasi dua desa di Nagan Raya, yaitu Desa Kila dan Desa Kandeh di Kecamatan Seunagan Timur, yang mengarah ke Desa Pante Ceureumen di Kabupaten Aceh Barat. Saat ini, kondisi jalan tersebut belum sepenuhnya memadai dan membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah provinsi.

TRK menilai bahwa apabila jalan tersebut menjadi kewenangan provinsi, pembangunan infrastruktur akan lebih maksimal dan berdampak langsung terhadap peningkatan konektivitas antarwilayah.

“Kami mohon kepada Bapak Gubernur Aceh agar jalan tersebut dapat segera ditingkatkan statusnya menjadi jalan provinsi,” imbuhnya.

Selain meninjau jalan, dalam suasana Idulfitri 1446 Hijriah, TRK juga menyempatkan diri berziarah ke makam ulama karismatik Tgk. Chiek Dikila serta beberapa makam lainnya di kawasan tersebut. Kedatangannya pun disambut hangat oleh masyarakat dengan prosesi peusijuek atau tepung tawar sebagai bentuk doa dan penghormatan atas kepemimpinannya sebagai Bupati Nagan Raya.

Salah satu momen yang menarik adalah ketika TRK berdiri di atas jembatan gantung yang menjadi penghubung antara Aceh Barat dan Nagan Raya, menandai pentingnya infrastruktur tersebut bagi masyarakat di kedua wilayah.

Dengan latar belakang sebagai mantan pimpinan DPR Aceh periode 2019–2024, TRK optimistis aspirasinya dapat diakomodasi oleh Pemerintah Aceh untuk mendorong pemerataan pembangunan dan konektivitas antar kabupaten di kawasan barat selatan provinsi ini.

Editor: Akil

Rupiah Tertekan, Sentuh Rp17.000 per Dollar AS

0

NUKILAN.id | JAKARTA Nilai tukar rupiah terus menunjukkan pelemahan signifikan dan kian mendekati level psikologis Rp17.000 per dollar AS. Dilansir Nukilan.id dari data Bloomberg, Senin (7/4/2025) pukul 09.13 WIB, rupiah di pasar spot tercatat berada di posisi Rp16.920,5 per dollar AS. Angka ini melemah 1,61 persen atau turun 268 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sementara itu, di pasar non-deliverable forward (NDF), rupiah bahkan sempat menembus level Rp17.000 per dollar AS. NDF sendiri merupakan kontrak derivatif valuta asing yang memungkinkan dua pihak menukar mata uang pada kurs tertentu di masa mendatang.

Dikutip dari Kompas.com, pengamat pasar uang Lukman Leong menyebut tekanan terhadap rupiah masih sangat besar, seiring meningkatnya sentimen negatif di pasar global.

“Melihat sentimen risk off yang sangat kuat di pasar dan berbagai mata uang emerging yang masih melemah cukup besar pagi ini,” ujar Lukman pada Senin (7/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa sentimen risk off dipicu oleh pernyataan Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS), Howard Lutnick, yang menegaskan bahwa kebijakan tarif AS tidak akan ditunda. Dalam kondisi risk off, para investor cenderung menghindari aset berisiko dan memilih instrumen yang lebih aman seperti dollar AS, emas, atau obligasi.

Selain itu, pernyataan Presiden Donald Trump juga turut memperparah tekanan terhadap rupiah. Trump menegaskan bahwa kesepakatan dagang baru akan terjadi jika defisit perdagangan AS berhasil ditekan.

Ketegangan perang dagang global pun diperkirakan semakin meningkat. Setelah China, Uni Eropa juga disebut-sebut tengah mempertimbangkan kebijakan balasan terhadap tarif impor AS.

Menariknya, di tengah tekanan terhadap mata uang emerging markets seperti rupiah, beberapa mata uang utama justru menunjukkan penguatan terhadap dollar AS pada pagi ini. Penguatan tercatat pada yuan China (CHY), yen Jepang (JPY), euro (EUR), dan poundsterling Inggris (GBP). (XRQ)

Reporter: AKil

Cek Mad Dipecat dari Partai Aceh

0
Surat Pemecatan Cek Mad. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dunia politik Aceh kembali diguncang. Partai Aceh secara resmi memecat salah satu kader seniornya, H. Muhammad Thaib atau yang akrab disapa Cek Mad, usai ia menolak jabatan strategis yang ditawarkan oleh Ketua Umum DPP Partai Aceh, Muzakir Manaf atau yang biasa disapa Mualem.

Keputusan pemecatan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Aceh, Muzakir Manaf, dan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal, Zulfadhli, di Banda Aceh pada 5 Maret 2025.

Langkah tegas ini diambil setelah DPP Partai Aceh menerima pengunduran diri Ismail A. Jalil, calon anggota DPRA terpilih. Dalam proses penggantian, nama Cek Mad yang memperoleh suara terbanyak berikutnya sejatinya akan menggantikan posisi tersebut.

Namun, situasi berubah drastis ketika Mualem justru memberikan penugasan baru kepada Cek Mad untuk menduduki jabatan strategis lain demi kepentingan partai. Sayangnya, pria kelahiran 19 Januari 1961 itu menolak arahan tersebut.

Penolakan tersebut dinilai oleh pimpinan Partai Aceh sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap garis kebijakan partai. Alhasil, DPP mengambil langkah untuk mengganti Cek Mad dengan calon peraih suara terbanyak berikutnya dari daerah pemilihan yang sama.

“Bahwa mengingat sesuai arahan dan kebijakan Ketua Umum DPP Partai Aceh yang meminta pengunduran diri saudara H. Muhammad Thaib sebagai calon anggota DPRA terpilih periode 2024-2029 berikutnya sebagai calon pengganti untuk ditugaskan pada jabatan lainnya untuk kepentingan strategis partai dan yang bersangkutan tidak bersedia melaksanakannya sehingga pimpinan partai menilai perlu mengganti yang bersangkutan dengan calon suara terbanyak berikutnya,” bunyi isi surat keputusan tersebut.

Surat keputusan itu juga menyatakan bahwa kebijakan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan diperbaiki jika di kemudian hari ditemukan kekeliruan.

“Salinan Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada Majeulih Tuha Peuet Partai Aceh,” demikian penutup surat keputusan tersebut.

Cek Mad sendiri merupakan sosok yang dikenal luas di Aceh, khususnya di wilayah Aceh Utara, karena pernah menjabat sebagai bupati selama dua periode. Pemecatan ini tentu menjadi sorotan publik dan menambah dinamika menjelang pelaksanaan Pemilu di Aceh.

Libur Lebaran di Aceh Selatan? Ini 7 Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi

0
Kota Tapaktuan. (Foto: IG 740 Aerial VG)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Kabupaten Aceh Selatan menawarkan beragam destinasi wisata yang memikat, mulai dari panorama pantai hingga puncak perbukitan yang memesona. Saat libur Lebaran tiba, wilayah ini bisa menjadi pilihan tepat untuk melepas penat dan menyatu dengan alam.

Dikenal dengan legenda Tapak Tuan Tapa dan keindahan alam yang masih asri, Aceh Selatan punya banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Mulai dari pantai berpasir putih hingga air terjun bertingkat, setiap sudutnya menyimpan pengalaman unik bagi wisatawan.

Berikut Nukilan.id sajikan tujuh destinasi wisata yang direkomendasikan untuk Anda kunjungi selama libur Lebaran di Aceh Selatan:

1. Pantai Lhok Rukam

Terletak di kawasan hijau yang alami, Pantai Lhok Rukam menawarkan hamparan pasir putih dan air laut yang tenang. Dikelilingi pepohonan rindang, pantai ini cocok untuk bersantai dan menikmati keindahan laut tanpa biaya masuk.

2. Tapak Tuan Tapa

Destinasi legendaris ini menyimpan jejak kaki raksasa yang dipercaya milik Tuan Tapa, sosok sakti dalam cerita rakyat setempat. Jejak tersebut terletak di Lereng Gunung Lampu, Tapak Tuan. Untuk mencapainya, pengunjung harus menapaki anak tangga curam. Dari atas, terlihat panorama laut dan kota yang menawan.

3. Puncak Grapela

Bagi pecinta hiking, Puncak Grapela menyajikan tantangan sekaligus pemandangan luar biasa. Dari ketinggian, terlihat hamparan perbukitan, Samudera Hindia, dan kebun serai wangi milik warga yang membentuk lanskap hijau nan fotogenik.

4. Air Terjun Tingkat Tujuh

Sesuai namanya, air terjun ini memiliki tujuh tingkatan, masing-masing dengan kolam alami. Airnya jernih dan menyegarkan, langsung berasal dari sumber gunung. Tingkat keenam cukup dalam dan cocok untuk pengunjung dewasa, sementara tingkatan lainnya aman untuk anak-anak dan keluarga.

5. Pemandian Putri Naga

Dikenal juga sebagai Pemandian Panjupian, tempat ini adalah kolam renang alami yang dilengkapi fasilitas modern seperti seluncuran air. Airnya berasal dari Gunung Panjupian dan dikelilingi pepohonan yang membuat suasananya sejuk. Sungai kecil di dekatnya juga menjadi alternatif bermain air yang seru.

6. Pantai Cemara Ujung Batee

Pantai ini unik karena ditumbuhi deretan pohon cemara yang meneduhkan. Suasana pantai yang sejuk dan ombak bersahabat menjadikannya cocok untuk liburan keluarga. Tersedia pula wahana ATV serta warung-warung yang menyediakan tempat bersantai di tepian pantai.

7. Puncak Sigantang Sira

Berada di Kecamatan Trumon, Puncak Sigantang Sira menyuguhkan panorama perbukitan yang luas dan pedesaan yang hijau. Perjalanan dari Tapak Tuan memakan waktu sekitar 1,5 jam, namun pemandangan di puncak menjadikannya sangat layak dikunjungi, terutama bagi pencinta fotografi dan keindahan alam. (XRQ)

Reporter: AKil

Libur Lebaran, Ini 4 Destinasi Wisata Menarik di Aceh Barat

0
Pengunjung berfoto di depan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Menyambut libur Lebaran, Kabupaten Aceh Barat menjadi salah satu destinasi yang patut masuk dalam daftar kunjungan para wisatawan. Meski dikenal dengan garis pantainya yang panjang, kawasan ini menyimpan beragam pesona lain, mulai dari situs sejarah hingga wisata religi dan alam yang menawan.

Mengutip dari laman resmi acehbaratkab.go.id, Kabupaten Aceh Barat merupakan wilayah yang terbentuk sejak abad ke-16 atas prakarsa Sultan Saidil Mukamil, salah seorang sultan besar dalam sejarah Kesultanan Aceh. Kini, kabupaten yang memiliki garis pantai sepanjang 250 kilometer ini menawarkan sejumlah pilihan destinasi wisata yang cocok untuk mengisi waktu libur bersama keluarga.

Berikut Nukilan.id sajikan empat tempat wisata di Aceh Barat yang layak untuk dikunjungi saat libur Lebaran:

1. Makam Teuku Umar

Bagi pecinta sejarah, Makam Teuku Umar menjadi tujuan yang wajib disinggahi. Terletak di Desa Mugo, Kecamatan Panton Reu, lokasi ini menyimpan nilai historis tinggi karena merupakan tempat peristirahatan terakhir sang pahlawan nasional, Teuku Umar. Dari Kota Meulaboh, makam ini berjarak sekitar 43 kilometer dan dapat dicapai dengan berjalan kaki sejauh 300 meter dari jalan raya utama.

Selain menjadi tempat ziarah, suasana tenang di sekitar makam membuat pengunjung bisa merenung sembari mengenang perjuangan sang pahlawan dalam melawan penjajahan Belanda.

Alamat: Desa Mugo, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat

2. Pantai Lanaga

Pantai Lanaga menjadi surga bagi pencinta wisata bahari. Terletak di Desa Peunaga, Kecamatan Meureubo, pantai ini terkenal dengan aktivitas jetski yang digemari baik oleh wisatawan lokal maupun pendatang. Pemandangan laut biru dengan ombak yang tenang berpadu dengan fasilitas yang memadai menjadikan Pantai Lanaga lokasi favorit untuk melepas penat.

Bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi memacu adrenalin di atas air, jetski di pantai ini bisa menjadi pilihan menarik.

Alamat: Desa Peunaga, Kecamatan Meurebo, Kabupaten Aceh Barat

3. Masjid Agung Meulaboh

Bagi yang ingin menikmati suasana religius sembari berwisata, Masjid Agung Meulaboh adalah jawabannya. Masjid yang terletak di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tapi juga ikon arsitektur di Aceh Barat. Masjid ini bahkan masuk dalam daftar 100 masjid terindah di Indonesia.

Kubahnya yang menjulang tinggi dan interior yang menggabungkan unsur Aceh, Timur Tengah, dan Asia memberikan pengalaman visual yang memukau bagi para pengunjung.

Alamat: Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Kota Meulaboh

4. Genang Gedong

Ingin menikmati suasana alam yang asri? Genang Gedong bisa menjadi pilihan tepat. Terletak di Gampong Putim, Kecamatan Kaway XVI, danau ini memiliki luas sekitar 7 hektare dan dikelilingi pepohonan serta bukit-bukit kecil. Tak hanya cocok untuk bersantai, Genang Gedong juga menjadi tempat favorit bagi para pemancing.

Udara sejuk dan panorama yang alami menjadikan destinasi ini ideal untuk keluarga yang ingin melepas penat di tengah kesibukan kota.

Alamat: Gampong Putim, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. (XRQ)

Reporter: AKil

Danau Laut Tawar Ramai Dikunjungi Wisatawan saat Libur Lebaran

0
Suasana Danau Laut Tawar, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.(Foto: MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

NUKILAN.id | TAKENGON – Libur Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah dimanfaatkan banyak wisatawan untuk menjelajahi keindahan alam Tanah Gayo di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Sejak awal masa liburan, gelombang wisatawan dari berbagai daerah terus mengalir ke kawasan dataran tinggi yang dikenal dengan julukan “kota dingin” itu.

Salah satu destinasi paling populer yang ramai dikunjungi adalah Danau Laut Tawar, danau terbesar di wilayah tengah Aceh yang menjadi ikon pariwisata Takengon. Selain itu, lokasi wisata seperti Gua Loyang Koro, Pantan Terong, serta Pasar Sayur di pusat kota juga menjadi pilihan favorit para pelancong.

Para wisatawan tidak hanya datang dari kabupaten dan kota di Aceh, tetapi juga dari luar daerah, termasuk Pulau Jawa.

Nazaruddin, seorang pengusaha tenda asal Jakarta, mengaku telah dua hari berada di Takengon bersama keluarga besarnya untuk menikmati suasana alam yang sejuk dan memesona.

“Sedikitnya ada 10 orang anggota rombongan yaitu anak, istri, menantu, cucu dan kerabatnya untuk menikmati kawasan perbukitan yang akrab disebut oleh warga Aceh dengan nama negeri antara itu,” ujar Nazaruddin dikutip Media Indonesia, Minggu (6/4).

Keindahan lanskap alam, udara yang sejuk, serta keramahan masyarakat lokal disebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Banyak pengunjung memilih untuk menginap lebih lama di Takengon guna menjelajahi berbagai titik wisata yang tersebar di wilayah Aceh Tengah.

Pemerintah daerah pun terus mendorong pengembangan sektor pariwisata dengan memperbaiki infrastruktur dan fasilitas umum di lokasi-lokasi wisata unggulan. Libur Lebaran ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi wisata alam Tanah Gayo kepada khalayak yang lebih luas.

Editor: AKil