Beranda blog Halaman 601

NTP Aceh Turun 0,74 Persen pada Maret 2025, Hortikultura dan Perkebunan Tertekan

0
Ilustrasi petani. (Foto: Antara)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Aceh mengalami penurunan pada Maret 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat NTP Tanah Rencong sebesar 120,96 atau turun 0,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Berdasarkan hasil pemantauan survei harga perdesaan pada Maret 2025, diperoleh NTP sebesar 120,96 atau mengalami penurunan sebesar 0,74 persen dibandingkan bulan Februari 2025,” kata Pejabat Fungsional Ahli Madya BPS Aceh, Oriza Santifa, di Banda Aceh, Selasa (8/4/2025).

Penurunan NTP tersebut dipengaruhi oleh kinerja beberapa subsektor utama, seperti hortikultura yang tercatat anjlok sebesar 9,01 persen, diikuti tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,18 persen, serta pembudidayaan ikan sebesar 0,33 persen.

“Beberapa subsektor tersebut mengalami penurunan indeks dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Oriza.

Sementara itu, tren nasional justru menunjukkan arah sebaliknya. NTP secara nasional mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen, dari sebelumnya 123,45 menjadi 123,72 pada Maret 2025.

Meski NTP di Aceh turun, BPS mencatat Indeks Harga yang Diterima Petani (It) justru meningkat tipis menjadi 143,98 atau naik 0,08 persen dibanding Februari 2025. Kenaikan ini didorong oleh naiknya harga sejumlah komoditas pertanian utama.

“Adapun, komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan indeks ini adalah gabah, tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, dan jagung,” tambah Oriza.

Di sisi lain, beban petani juga meningkat. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Maret 2025 tercatat sebesar 119,03 atau naik 0,84 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ini disumbang oleh beberapa pengeluaran rutin petani.

“Komoditas yang dominan menjadi penyumbang kenaikan indeks yang dibayar petani ini adalah tarif listrik, ikan tongkol, dan ikan kembung,” tuturnya.

Sebagai informasi, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan tukar petani di perdesaan. NTP dihitung dari perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani.

Editor: AKil

Gubernur Aceh Pimpin Apel Pasca Lebaran, Serukan Disiplin dan Semangat Kerja

0
Gubernur Aceh Pimpin Apel Pasca Lebaran, Serukan Disiplin dan Semangat Kerja. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Usai perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah, Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf memimpin apel pagi di halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa (8/4/2025). Apel tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penegasan komitmen untuk meningkatkan kinerja seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Aceh.

Didampingi Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE., Gubernur yang akrab disapa Mualem juga mengikuti acara ramah tamah bersama para pegawai usai apel berlangsung. Suasana kekeluargaan tampak kental, namun pesan kedisiplinan tetap menjadi sorotan utama.

Dalam sambutannya, Mualem mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh jajaran pemerintahan Aceh dan mengajak para pegawai untuk kembali fokus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Ia mengungkapkan bahwa hingga awal April 2025, realisasi anggaran Pemerintah Aceh telah mencapai 12 persen untuk fisik dan 12,4 persen untuk keuangan. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi titik awal yang harus terus ditingkatkan.

“Mari tingkatkan kedisiplinan dalam waktu, tugas, dan aturan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan optimal,” ujar Mualem dalam amanatnya.

Lebih lanjut, Mualem menekankan pentingnya efisiensi administrasi guna memperlancar pelayanan publik. Ia juga mengajak seluruh perangkat pemerintah untuk meningkatkan sinergi dalam mendorong investasi masuk ke Aceh dengan menciptakan iklim yang kondusif dan ramah bagi investor.

Ia menilai, investasi yang baik akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi serta berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Tanah Rencong.

“Kerja keras kita sangat dibutuhkan masyarakat. Mari kita bekerja sungguh-sungguh untuk kesejahteraan rakyat. Pemimpin silih berganti, namun saat ini amanah ada di bahu kita. Dengan bekerjasama, kita dapat mencapai tujuan bersama,” tambahnya.

Mualem menutup amanatnya dengan harapan agar setiap langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Aceh demi masa depan yang lebih baik.

Editor: AKil

399 Jemaah Haji Aceh Besar Sudah Lunasi Bipih, Kloter Pertama Berangkat Mei

0
Jemaah haji Indonesia. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Jantho – Sebanyak 399 jemaah haji asal Kabupaten Aceh Besar telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 2025. Angka ini masih bisa bertambah seiring masih berlangsungnya proses pelunasan bagi calon jemaah haji cadangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin, SE dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji Kabupaten Aceh Besar Tahun 1446 H/2025 M, yang berlangsung di Masjid Al-Faizin, Lampeuneurut, Senin (8/4/2025).

“Pelunasan tahap kedua berlangsung dari 24 Maret sampai 17 April 2025. Jadi masih ada kesempatan bagi jemaah cadangan untuk melunasi,” ujar Saifuddin di hadapan ratusan calon jemaah haji.

Kegiatan manasik haji tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Besar yang diwakili Asisten II Setda Aceh Besar, Muhammad Ali. Dalam sambutannya, Muhammad Ali mengajak seluruh calon jemaah untuk mendoakan Aceh Besar agar senantiasa dilimpahi keberkahan dan dijauhkan dari bencana.

Terbagi Dua Kloter

Saifuddin menjelaskan, jemaah asal Aceh Besar tahun ini akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter) sebagaimana ditetapkan oleh Kanwil Kemenag Aceh pada akhir Maret lalu. Kloter 05 merupakan kloter gabungan bersama jemaah dari Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Pidie Jaya. Sementara Kloter 11 merupakan kloter penuh yang hanya diisi oleh jemaah dari Aceh Besar.

“Sesuai dengan ketetapan Kanwil Kemenag Aceh maka jamaah asal Aceh Besar terbagi kedalam dua kloter, satu kloter penuh dan satunya lagi kloter gabungan, begitupun nanti bagi jamaah cadangan akan bergabung dengan kloter 11,” jelas Saifuddin yang juga mantan Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh.

Adapun jadwal keberangkatan ke Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh dimulai pada 21 Mei 2025 untuk kloter 05 dan 28 Mei 2025 untuk kloter 11.

Fokus Persiapan Ibadah dan Kesehatan

Lebih lanjut, Saifuddin mengingatkan para jemaah untuk terus mempersiapkan diri secara optimal, baik dari sisi pemahaman ibadah maupun menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan.

“Waktu yang dimiliki hanya satu bulan lebih sedikit, jadi mohon dimaksimalkan, perbanyak berdoa semoga niat kita dimudahkan oleh Allah SWT,” pungkas Saifuddin yang turut didampingi oleh Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Aceh Besar, Azzahri.

Semangat para jemaah haji Aceh Besar untuk beribadah ke Tanah Suci pun tampak dalam kegiatan manasik yang digelar. Selain menjadi momen persiapan spiritual, manasik juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan kebersamaan antarjemaah yang akan menempuh perjalanan panjang menuju Baitullah.

Editor: AKil

Jejak Gemilang Aktris dan Aktor Berdarah Aceh di Dunia Hiburan Tanah Air

0
Artis berdarah Aceh, Cut Syifa. (Foto: Grid.id)

NUKILAN.id | Jakarta – Pesona Serambi Mekah tidak hanya terpancar dari keelokan alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga dari sosok-sosok berdarah Aceh yang mengukir prestasi di panggung hiburan nasional. Sejumlah artis Tanah Air diketahui memiliki darah Aceh yang mengalir dalam tubuh mereka, baik dari ayah, ibu, maupun keduanya.

Melansir laman theAsianparent.com, tercatat ada 18 artis nasional yang memiliki darah Aceh. Beberapa di antaranya bahkan sudah lama malang melintang di dunia hiburan dan masih tetap eksis hingga kini. Berikut deretan aktris dan aktor berdarah Aceh yang mewarnai industri hiburan Indonesia:

1. Beby Tsabina

Memiliki nama lengkap Cut Beby Tsabina, artis muda ini dikenal sebagai penyanyi sekaligus model. Ia mulai mencuri perhatian saat membintangi sinetron Alphabet pada 2015, dan melanjutkan kiprahnya di layar lebar lewat film Dear Nathan pada 2017.

2. Cut Syifa

Aktris muda berusia 23 tahun ini memiliki nama lengkap Cut Syifa Hanasalsabila. Namanya dikenal luas berkat peran-perannya di berbagai FTV dan sinetron. Belakangan, ia memutuskan untuk mengenakan hijab dan tampil lebih tertutup.

3. Cut Meyriska

Dikenal dengan nama lengkap Cut Ratu Meyriska, istri dari aktor Roger Danuarta ini telah membintangi banyak judul sinetron sejak usia muda. Ia kerap disebut sebagai salah satu “Ratu Sinetron” di masanya.

4. Enzy Storia

Enzy Storia Leovarisa (29) mendapatkan darah Aceh dari sang ibu, sementara ayahnya berasal dari Polandia. Kariernya dimulai dari FTV, kemudian merambah sinetron, film, iklan, hingga menjadi presenter ternama.

5. Risty Tagor

Ariestia Ramadhany Tagor Harahap, atau lebih dikenal sebagai Risty Tagor (32), merupakan artis berdarah Aceh dari kedua orangtuanya. Kini, ibu tiga anak ini lebih fokus mengurus bisnis dan keluarga, sehingga jarang tampil di layar kaca.

6. Asha Syara

Dulu dikenal sebagai artis seksi, Asha Syara (34) kini mantap berhijab. Aktris berdarah Aceh-Arab ini justru terjun ke dunia hiburan secara tidak sengaja saat menemani temannya audisi, dan justru dirinya yang ditawari peran oleh agen.

7. Nova Eliza

Nova Eliza (41) telah aktif di dunia hiburan sejak 1998. Meski sempat mengurangi aktivitas keartisannya usai menikah dengan sutradara Mirwan Suwarso pada 2007, Nova tetap eksis dan kini tengah menantikan sinetron terbarunya tayang di televisi.

8. Cut Memey

Cut Meylani Decy Susanti, atau Cut Memey (41), kini menetap di Kanada mengikuti sang suami, Paul Rowler. Meski jauh dari Tanah Air, ia tetap aktif sebagai instruktur zumba dan membagikan aktivitasnya di media sosial.

9. Cut Tari

Artis senior Cut Tari pernah tersandung kontroversi, namun pesonanya tak luntur. Selain aktif di sinetron, ibu satu anak ini kerap dipercaya menjadi presenter berbagai acara televisi.

10. Cut Keke

Cut Keke (48) merupakan salah satu aktris berdarah Aceh yang telah berkarier sejak 1993. Sampai saat ini, wajahnya masih menghiasi layar kaca lewat berbagai peran sinetron.

11. Cut Mini

Meski telah berusia hampir 50 tahun, Cut Mini Teo tetap tampil awet muda dan aktif di dunia seni peran. Artis berdarah Aceh ini dikenal lewat peran-peran berkualitasnya di film dan sinetron.

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Aceh, Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah

0
Ilustrasi hujan lebat dan angin kencang. (Foto: KBKNEWS)

NUKILAN.id | Banda Aceh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak 8 hingga 10 April 2025.

Cuaca ekstrem ini ditandai dengan hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang. Potensi tersebut, menurut BMKG, dipicu oleh sejumlah faktor meteorologis yang cukup kompleks.

“Adanya belokan angin (shearline), konvergensi, serta aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial turut memicu pertumbuhan awan hujan. Selain itu, anomali suhu muka laut yang hangat di perairan barat Aceh juga berkontribusi terhadap peningkatan massa uap air,” ujar Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Anang Arianto, dalam keterangannya kepada RRI, Rabu (9/4/2025).

Akibat kondisi atmosfer yang labil tersebut, sejumlah daerah di Aceh berpotensi terdampak. Pada 8 April, wilayah dengan risiko tinggi antara lain Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Nagan Raya, dan Subulussalam.

Memasuki 9 April, wilayah terdampak meluas mencakup Aceh Besar, Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Pidie, dan Pidie Jaya. Sementara itu, pada 10 April, potensi hujan lebat masih mengancam Aceh Timur dan beberapa daerah lainnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang yang bisa terjadi akibat hujan deras berkepanjangan.

“Jika terlihat awan tebal berwarna gelap dan hujan mulai turun, terutama di wilayah pegunungan, masyarakat diimbau segera menjauh dari lereng dan aliran sungai untuk menghindari risiko bencana,” tambah Anang.

BMKG juga mengingatkan agar nelayan dan pengguna transportasi laut memperhatikan perkembangan informasi cuaca, mengingat angin kencang dapat memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan Aceh.

Editor: Akil

Gubernur dan Wagub Aceh Tegaskan Komitmen Bersih, Transparan, dan Pro-Rakyat

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, dan Plt. Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, saat menggelar Rapat Pimpinan bersama seluruh Kepala SKPA/Biro dan Instansi Vertikal di Gedung Serbaguna, Setda Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menegaskan arah baru kepemimpinan yang mengedepankan prinsip bersih, transparan, dan pro-rakyat. Hal ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat memimpin Rapat Pimpinan dan Arahan Khusus di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (8/4/2025). Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Plt Sekda Aceh Muhammad Nasir, serta seluruh kepala dinas di lingkungan Pemerintah Aceh.

Dalam rapat tersebut, Gubernur menekankan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan, khususnya di lingkungan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA). Ia mengingatkan bahwa kehati-hatian dalam pelaksanaan program adalah kunci untuk menghindari jeratan hukum yang bisa mengganggu jalannya roda pemerintahan.

“Kita jangan terjerat hukum, dan saya sendiri tidak mau SKPA dipanggil-panggil karena akan menghambat kerja. Mari kita singkirkan hal-hal yang bisa menimbulkan temuan pada kita,” kata Gubernur.

Transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa, khususnya di Unit Layanan Pengadaan (ULP), juga menjadi sorotan. Gubernur meminta agar semua pihak menjauhkan diri dari praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Tak hanya soal integritas, Gubernur juga menggarisbawahi sejumlah isu strategis yang harus menjadi fokus bersama, mulai dari perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, percepatan investasi, hingga pembenahan perizinan. Salah satu hal penting yang disorotnya adalah evaluasi izin Hak Guna Usaha (HGU) yang arealnya melebihi ketentuan.

Menurut Gubernur, banyak lahan perkebunan sawit di Aceh saat ini dikuasai oleh pihak luar daerah. Kondisi tersebut, ujarnya, tak bisa dibiarkan terus berlangsung. Ia pun meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk melakukan pengawasan lebih ketat serta mengambil langkah-langkah penertiban terhadap pelanggaran lahan.

Terkait sektor pertambangan, Gubernur menyebut akan segera disusun Qanun Pertambangan Rakyat. Tujuannya, agar aktivitas tambang rakyat dapat dikelola secara legal dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem koperasi dan kewajiban membayar pajak.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menekankan pentingnya percepatan proyek Bendungan Krueng Keuruto, yang sebelumnya telah dilaporkannya kepada Presiden. Ia meminta Dinas Pengairan untuk bergerak cepat serta menertibkan bangunan yang berdiri di atas lahan produktif milik masyarakat.

Wagub Soroti Pelaksanaan Haji dan Dana Otsus

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah turut memberikan arahan dalam rapat. Ia menyoroti pelaksanaan ibadah haji tahun ini, di mana Aceh mendapatkan kuota 36 orang untuk Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD). Wagub menegaskan bahwa pemilihan TPHD harus diputuskan langsung oleh Pemerintah Aceh.

Ia juga menyuarakan urgensi revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), khususnya untuk memperpanjang keberlanjutan Dana Otonomi Khusus. Menurutnya, seluruh jajaran pemerintahan harus bersatu dan kompak dalam menyuarakan aspirasi ini ke pemerintah pusat dan DPR RI.

“Kita satu kapal yang sama, rakyat Aceh memberi mandat pada kita semua, jadi kekompakan harus sama-sama kita jaga,” ujar Fadhlullah.

Wagub juga meminta agar seluruh SKPA menyelaraskan program kerja dengan visi-misi kepemimpinan saat ini. Ia memberi penekanan khusus kepada Bappeda untuk segera menindaklanjuti kerja sama luar negeri, termasuk hasil kunjungan ke Uni Emirat Arab, demi mempercepat realisasi program prioritas.

Realisasi Anggaran Lampaui Target

Plt Sekda Aceh Muhammad Nasir dalam laporannya menyampaikan bahwa realisasi anggaran triwulan pertama 2025 telah melampaui target yang ditetapkan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa waktu yang tersisa hanya sembilan bulan, sehingga seluruh perangkat kerja harus menjaga momentum dan menyesuaikan program agar sejalan dengan visi pimpinan.

Ia juga menegaskan pentingnya komitmen SKPA dalam pembahasan perubahan APBA nantinya. Alokasi anggaran, katanya, harus diarahkan secara tepat untuk mendukung pencapaian program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur.

Pembagian tugas antarasisten, lanjutnya, juga telah diatur secara rinci untuk memastikan bahwa pelaksanaan anggaran dapat berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Dengan rapat ini, Pemerintah Aceh ingin menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan pemerintahan yang bersih, profesional, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Editor: Akil

Hari Pertama Kerja, Bupati Aceh Timur Sidak Kantor Pelayanan Publik

0
Hari Pertama Usai Lebaran, Bupati Aceh Timur Sidak Kantor Pelayanan Publik. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Memasuki hari pertama kerja usai libur Idul Fitri 1446 Hijriah, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, langsung turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor pelayanan publik, Selasa (8/4/2025).

Sidak dilakukan guna memastikan kehadiran pegawai serta kelancaran pelayanan publik pasca libur panjang lebaran. Sejumlah instansi yang disambangi di antaranya adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMP2T), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur.

“Kami hari ini melakukan sidak guna memastikan kehadiran pegawai. Dari hasil sidak tersebut, ada sebagian pegawai berhalangan hadir setelah mendapatkan izin pimpinan,” ujar Iskandar kepada wartawan di Aceh Timur.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Iskandar tidak hanya mengecek daftar kehadiran pegawai, tetapi juga menyoroti sejumlah aspek pelayanan publik, termasuk kebersihan ruang kerja hingga etika petugas dalam melayani masyarakat.

Sidak ini juga menjadi momentum bagi Pemkab Aceh Timur untuk memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat berjalan normal, meskipun baru memasuki hari pertama kerja.

“Tidak boleh ada keterlambatan dalam program pelayanan publik dan pembangunan daerah. Kita harus bekerja lebih cepat dan lebih baik. Jangan menghambat pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Mantan Anggota DPRA itu juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera menyesuaikan ritme kerja usai cuti bersama, serta menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda.

Lebih jauh, Iskandar menekankan bahwa pemerintahan yang baik adalah fondasi utama untuk menghadirkan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat.

“Titik fokus pertama kami menata pemerintahan yang baik. Mustahil bagi pemerintahan yang tidak baik itu mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakatnya,” kata Iskandar.

Di akhir sidak, Bupati menegaskan bahwa program-program strategis yang telah dirancang pemerintah daerah harus berjalan sesuai jadwal. Sebab, program tersebut erat kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh Timur.

Editor: Akil

Pengunjung Padati Puncak Geurutee Saat Arus Balik Lebaran 2025

0
View samudra hindia dari Puncak Geurutee. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Calang – Puncak Gunung Geurutee di Kabupaten Aceh Jaya menjadi magnet wisata saat arus balik Lebaran 2025. Ribuan pengunjung memadati kawasan wisata ini untuk melepas penat perjalanan sambil menikmati panorama Samudera Hindia yang memukau.

Belasan warung jajanan yang berjajar di tepi jalan nasional Meulaboh–Banda Aceh tak pernah sepi dari pengunjung. Dari sajian mie instan hingga kopi panas, semua menjadi favorit wisatawan yang singgah sejenak di puncak Geurutee.

Novi, salah satu pengunjung yang ditemui pada Selasa (8/4/2025), mengaku selalu menyempatkan diri mampir ke Geurutee setiap kali kembali ke Banda Aceh.

“Tempat ini sering saya kunjungi bersama teman, karena (pemandangan) cantik dan cocok buat have fun,” ujarnya.

Menurut Novi, daya tarik utama Geurutee bukan sekadar keindahan alamnya, tetapi juga pengalaman menyantap mie instan di ketinggian dengan pemandangan laut lepas.

“Ini merupakan salah satu tempat makan mie instan dengan pemandangan terbaik,” tambahnya.

Namun, lonjakan pengunjung tak jarang menyebabkan kemacetan lalu lintas di ruas jalan lintas barat Sumatra tersebut. Ahmad, salah seorang pemilik warung, mengungkapkan bahwa terbatasnya lahan parkir membuat arus kendaraan tersendat, terutama pada akhir pekan.

“Untungnya, satlantas turun tangan untuk mengurai kemacetan,” kata Ahmad.

Meski padat, para pedagang tetap melayani pengunjung hingga larut malam. Keberadaan mereka turut mendukung geliat ekonomi lokal, terutama di momen libur panjang seperti Lebaran.

Dengan kombinasi alam, kuliner, dan keramahan warga, Puncak Geurutee terus menjadi persinggahan favorit bagi pelintas jalur barat Aceh yang ingin beristirahat sejenak, menikmati suasana, dan mengabadikan momen. (XRQ)

Reporter: Akil

Puncak Arus Balik Lebaran, Ruas Jalan Gunung Geurutee Padat Merayap

0
Suasana arus balik di Jalan Gunung Geurutee terpantau padat. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Calang – Arus balik Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah mengakibatkan kemacetan panjang di ruas jalan lintas barat Aceh yang melintasi kawasan wisata Puncak Gunung Geurutee, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (8/4/2025) sore.

Pantauan di lokasi menunjukkan, ribuan kendaraan pribadi, sepeda motor, dan bus antarkota memadati jalur tersebut. Selain menjadi jalur utama lintas barat Aceh, kawasan ini juga menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk menikmati pemandangan alam, terutama saat matahari terbenam.

Musa, salah seorang pengguna jalan yang terjebak kemacetan, mengaku kepadatan lalu lintas berlangsung cukup lama.

“Macetnya lumayan lama ya, kendaraan yang melintas sangat banyak sekali,” ujar Musa kepada Nukilan.id, Selasa (8/4/2025).

Ia menyebut, kemacetan disebabkan oleh tingginya volume kendaraan dari para pemudik yang hendak kembali ke Banda Aceh, serta pengunjung yang memadati kawasan wisata tersebut. Selain itu, kondisi jalan yang sempit dan tidak mampu menampung lonjakan kendaraan turut memperparah situasi.

Mayoritas pelaku perjalanan merupakan para perantau—baik mahasiswa maupun pekerja—yang telah selesai merayakan Lebaran di kampung halaman mereka dan kini bersiap kembali ke kota masing-masing.

Cut Salsa, salah seorang pengunjung yang turut menikmati suasana di Puncak Geurutee, mengaku tak menyangka akan menghadapi kemacetan parah.

“Kami memang sengaja datang ke sini untuk menikmati pemandangan indah di Puncak Geurutee. Tidak terbayangkan bahwa kemacetan lalu lintas akan sedemikian parahnya,” ungkapnya.

Kemacetan yang terjadi memicu kekhawatiran akan lamanya waktu tempuh para pemudik, terutama mereka yang dituntut kembali beraktivitas di kota dalam waktu dekat. Hingga sore hari, antrean kendaraan masih terlihat mengular di sejumlah titik sepanjang jalur tersebut.

Pihak terkait diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif guna mengatur arus lalu lintas, mengingat kondisi serupa diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. (XRQ)

Reporter: Akil

Plt. Sekretaris Dinas ESDM Aceh Pimpin Apel Perdana dan Halal Bihalal Usai Idul Fitri

0
Plt. Sekretaris Dinas ESDM Aceh Pimpin Apel Perdana dan Halal Bihalal Usai Idul Fitri. (Foto: Dinas ESDM Aceh)

NUKILAN.id | BANDA ACEH — Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti halaman Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh pada Selasa pagi, 8 April 2025. Plt. Sekretaris Dinas ESDM Aceh, Ikhlas, ST, M.Sc., memimpin apel pagi perdana usai libur Idul Fitri 1446 Hijriah yang dilanjutkan dengan kegiatan Halal Bihalal bersama seluruh jajaran pegawai.

Apel tersebut menjadi momentum awal bagi para ASN di lingkungan Dinas ESDM Aceh untuk kembali memulai aktivitas pelayanan publik dengan semangat baru. Dalam amanatnya, Ikhlas menyampaikan pentingnya menjaga etos kerja dan memperkuat kolaborasi pasca-lebaran.

Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Halal Bihalal. Suasana akrab dan penuh kehangatan tampak saat para pegawai saling bersalaman dan bermaaf-maafan, menandai semangat kebersamaan usai menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

Ikhlas juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan tim dalam menghadapi tantangan kerja ke depan, terutama dalam mengawal program strategis sektor energi dan sumber daya mineral di Aceh.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa semangat Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga pemulihan semangat kerja dan mempererat tali silaturahmi dalam bingkai pengabdian kepada masyarakat.