Beranda blog Halaman 515

Gubernur Aceh Lantik Bupati dan Wakil Bupati Simeulue 2025-2030

0
Gubernur Aceh Lantik Bupati dan Wakil Bupati Simeulue 2025-2030. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Sinabang — Gubernur Aceh Muzakir Manaf melantik dan memimpin pembacaan sumpah jabatan Muhammad Nasrun Mikaris dan Nusar Amin menjabat Bupati dan Wakil Bupati Simeulue 2025-2030, dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue di Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue, Sabtu (8/3/2025)

Usai pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan Gubernur Aceh Muzakir Manaf memasangkan tanda pangkat dan disusul penandatanganan pakta integritas oleh kepala daerah dan wakil kepada daerah di kabupaten kepulauan tersebut.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam sambutannya mengajak Muhammad Nasrun Mikaris dan Nusar Amin untuk bersama-sama membangun dan memajukan Kabupaten Simeulue.

Bupati Simeulue Muhammad Nasrun Mikaris menyampaikan komitmennya menjalankan roda pemerintahan yang transparan dan memihak kepada masyarakat.

Nasrun dan Nusar terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Simeulue 2025-2030 pada Pilkada 2024 dengan perolehan 14.460 suara atau 29,57 persen.

Editor: Akil

Istri Wakil Gubernur Aceh Ajak Masyarakat Dukung UMKM Lewat Berburu Takjil

0
Istri Wakil Gubernur Aceh Ajak Masyarakat Dukung UMKM Lewat Berburu Takjil. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Sigli – Mukarramah, istri Wakil Gubernur Aceh yang juga menjabat sebagai Penasehat TP PKK Aceh, turut meramaikan tradisi berburu takjil di bulan Ramadhan. Dalam perjalanan pulang kampung ke Pidie, ia menyempatkan diri singgah di lapak masyarakat di tepi jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Caleu, Sabtu (8/3/2025) sore.

“Berburu takjil tentu menjadi salah satu momen yang paling dinanti masyarakat yang berpuasa, termasuk saya. Hari ini saya hendak pulang kampung ke Pidie, tapi sampai di sini saya tergoda untuk berhenti, jajaran takjil yang dijual sangat menggoda lidah dan mata,” ujar Mukarramah.

Ia menegaskan bahwa takjil, baik dalam proses pembuatannya maupun perburuannya, menjadi salah satu momentum Ramadhan yang memberikan peluang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berkreasi dan meraup keuntungan.

“Pemberdayaan UMKM merupakan salah satu sektor yang menjadi atensi Pemerintah Aceh. Nah, Ramadhan tentu menjadi salah satu momentum bagi UMKM, tidak semata berdagang untuk meraup keuntungan tetapi juga berkreasi,” katanya.

Mukarramah juga mendorong para pelaku UMKM untuk tetap mempertahankan jajanan dan makanan tradisional, sembari menciptakan kreasi baru agar tidak monoton.

“Jajanan dan makanan tradisional tentu tetap harus dijajakan, tapi kreasi-kreasi baru tentu juga harus diciptakan agar konsumen tidak bosan. Selain itu, jajanan kreasi baru dengan kualitas dan rasa yang menggoda tentu tetap bisa dijajakan di luar Ramadhan, efek ekonominya lebih panjang,” ucapnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan UMKM lokal, Mukarramah mengajak masyarakat untuk memilih takjil hasil produksi UMKM Aceh.

“Ayo dukung UMKM Aceh selama Ramadhan dengan selalu berbelanja takjil hasil olahan UMKM lokal, kreasi para nyak-nyak, ibu-ibu maupun kreasi para mahasiswa dan siswa, agar UMKM kita bangkit berjaya,” pungkasnya.

Editor: Akil

USK dan Pemkab Aceh Barat Perkuat Kolaborasi demi Kesejahteraan Masyarakat

0
USK dan Pemkab Aceh Barat Perkuat Kolaborasi. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) menegaskan komitmennya dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk mendorong pembangunan di berbagai sektor guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, saat menerima kunjungan Bupati Aceh Barat, Tarmizi, di Balai Senat USK, Banda Aceh, Jumat, 7 Maret 2025.

Tarmizi menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari silaturahmi Ramadan sekaligus membangun kolaborasi dengan USK. Ia menekankan bahwa Pemkab Aceh Barat memerlukan sinergi dengan perguruan tinggi guna mempercepat realisasi berbagai program pembangunan.

“Oleh sebab itu, dirinya mengusulkan beberapa hal yang diharapkan bisa mendapatkan dukungan USK. Di antaranya adalah bidang pendidikan yaitu memberikan kesempatan kuliah kepada anak-anak Aceh Barat, khususnya di prodi Pendidikan Dokter. Sebab saat ini ada 12 Kecamatan di Aceh Barat yang masih kekurangan dokter.”

Menurut Tarmizi, Pemkab Aceh Barat harus semakin inovatif dalam mencari solusi pembangunan, salah satunya dengan menggandeng universitas sebagai mitra strategis. Ia berharap, kolaborasi dengan USK dapat menghasilkan berbagai terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Jadi kami ingin menjalin kolaborasi dengan USK. Sebab untuk pembangunan Aceh Barat ini, kami dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Karena itulah, dukungan universitas sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor USK menegaskan bahwa kampus telah lama menjalin kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah di Aceh dalam upaya mendorong pembangunan di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan ekonomi.

“Begitu pula dengan Pemkab Aceh Barat, ungkap Rektor, yang selama ini sudah berjalan beberapa program baik di bidang pendidikan, ekonomi dan lainnya.”

Ia juga menyambut baik pertemuan ini sebagai peluang untuk memperkuat kerja sama dan membuka kesempatan baru dalam mendukung kemajuan daerah.

“Kami sangat senang. Ada banyak hal yang bisa kita diskusikan untuk masyarakat Aceh Barat yang lebih baik dan sejahtera. InsyaAllah dengan sumber daya yang ada, USK siap membantu,” kata Prof. Marwan.

Salah satu program yang menjadi sorotan dalam pertemuan ini adalah pengembangan hilirisasi produk unggulan daerah, yakni nilam Aceh. USK melalui Atsiri Research Center (ARC) telah lama berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan petani nilam melalui berbagai riset dan inovasi.

Tawaran kerja sama ini mendapat respons positif dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Barat. Ia mengungkapkan bahwa selama ini Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh Barat mengalami perkembangan signifikan dan menempati peringkat ketiga terbaik di Aceh.

Namun, menurutnya, sebagian besar kontribusi PDRB masih berasal dari sektor pertambangan. Oleh karena itu, hilirisasi produk unggulan seperti nilam diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi Aceh Barat dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan.

“Namun kontribusi besar PDRB ini masih dari sektor pertambangan. Oleh sebab itu, program hilirisasi produk unggulan daerah ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru Aceh Barat.”

Dengan adanya kolaborasi ini, USK dan Pemkab Aceh Barat berharap dapat menciptakan inovasi dan solusi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan dan ekonomi berbasis potensi lokal.

Editor: Akil

Masjid Tua Bueng Sidom Sediakan 100 Takjil Setiap Hari Selama Ramadan

0
Masjid Tua Bueng Sidom Aceh Besar. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jantho – Masjid Bueng Sidom, yang telah berdiri selama ratusan tahun di Kabupaten Aceh Besar, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan tradisi masyarakat setempat. Selama Ramadhan 1446 Hijriah atau 2025 Masehi, masjid ini kembali melanjutkan tradisi berbagi dengan menyediakan lebih dari 100 paket takjil setiap harinya.

“Masjid ini menyediakan takjil 100 hingga 120 paket setiap hari. Takjil berupa ie bu peudah, makanan khas Aceh. Takjil tersebut dibagikan sebagai penganan berbuka masyarakat setempat,” kata M Zein, pengurus takjil Masjid Bueng Sidom, Sabtu (8/3/2025).

Ie bu peudah, bubur khas Aceh yang kaya akan rempah dan dedaunan, menjadi sajian utama berbuka di masjid ini. Tradisi memasak dan membagikan makanan ini telah berlangsung turun-temurun, dengan bahan baku berasal dari sumbangan warga, termasuk beras hasil panen yang diwakafkan khusus untuk keperluan ini.

“Makanan ini dimasak setiap hari selama Ramadhan. Bahan-bahannya merupakan sumbangan warga, seperti beras dari hasil panen masyarakat yang diwakafkan khusus untuk ie bu peudah,” ujarnya.

Proses memasak dimulai pukul 14.00 WIB dan berlangsung selama dua jam. Setelah matang, masyarakat setempat datang membawa wadah sendiri untuk mengambil takjil gratis ini, biasanya setelah shalat Ashar.

“Hampir setiap hari kami memasak ie bu peudah dalam satu kuali besar. Makanan khas Aceh ini selalu habis dibagikan setiap hari. Biasanya, yang mengambil makanan ini dari masyarakat setempat,” tambah M Zein.

Masjid Bersejarah yang Pernah Dibakar Belanda

Terletak di Gampong Bueng Sidom, Kecamatan Blang Bintang, Masjid Bueng Sidom bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga saksi sejarah perjuangan rakyat Aceh. Berdasarkan catatan literasi, masjid ini pernah dibakar oleh Belanda pada tahun 1834 Masehi. Namun, semangat masyarakat setempat menjaga dan merawatnya tidak pernah padam.

Secara arsitektur, masjid ini memiliki keunikan tersendiri. Dengan konstruksi utama berbahan kayu, bangunan ini ditopang oleh 16 pilar kayu besar. Sebagian dinding terbuat dari semen, sementara lainnya tetap mempertahankan material kayu asli. Berbeda dengan kebanyakan masjid di Aceh yang memiliki kubah bulat, kubah Masjid Bueng Sidom berbentuk segitiga, memberikan ciri khas tersendiri.

Masjid yang berlokasi tidak jauh dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda ini kini telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Provinsi Aceh di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bagi masyarakat sekitar, Masjid Bueng Sidom bukan sekadar bangunan tua, melainkan pusat kegiatan keagamaan yang memiliki nilai historis tinggi. Nur Latifah (79), salah satu warga setempat, mengaku tidak mengetahui pasti usia masjid ini, tetapi mengingatnya sebagai bagian dari perjalanan hidup keluarganya.

“Abu panggilan ayah saya dulunya imam masjid di sini. Masjid tersebut merupakan pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Berapa usianya, saya tidak tahu. Masjid ini ada sejak Abu saya masih kecil,” kata Nur Latifah.

Dengan segala sejarah dan tradisi yang masih terjaga, Masjid Bueng Sidom tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Aceh Besar.

Editor: Akil

Menghidupkan Koperasi Desa di Tengah Gempuran Kapitalisme: Tantangan dan Solusi dari Ketum SMKP

0
Ilustrasi Koperasi. (Foto: Freepik)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/3/2025). Dalam pertemuan ini, pemerintah menetapkan kebijakan strategis untuk memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kop Des Merah Putih). Program ini rencananya akan diterapkan di 70 ribu hingga 80 ribu desa di seluruh Indonesia.

Kebijakan ini memunculkan beragam respons, termasuk dari kalangan aktivis muda. Nukilan.id mencoba menghubungi Zidan Faizi, Ketua Umum Suara Muda Kelas Pekerja, sayap pemuda Partai Buruh, untuk mendapatkan perspektif terkait tantangan dan solusi dalam menghidupkan kembali koperasi desa di tengah dominasi pasar modern dan e-commerce.

Zidan menilai bahwa sistem kapitalis yang saat ini mendominasi pasar global menjadi hambatan utama bagi keberlangsungan koperasi.

“Kapitalisme global menciptakan persaingan yang tidak seimbang, di mana koperasi desa sulit bersaing dengan korporasi besar yang memiliki modal besar, teknologi canggih, dan jaringan distribusi yang luas,” kata Zidan kepada Nukilan.id pada Jumat (7/3/2025).

Menurutnya, selain persoalan modal dan infrastruktur, koperasi juga menghadapi tantangan dari sisi budaya. Ia menyoroti bagaimana mentalitas individualistik yang ditanamkan oleh sistem kapitalis turut melemahkan semangat kolektivitas yang menjadi dasar utama koperasi.

“Untuk mengatasi ini, koperasi harus didukung dengan pendidikan politik dan ekonomi kerakyatan, serta kebijakan protektif dari negara yang membatasi dominasi korporasi besar di sektor-sektor strategis,” tambahnya.

Guna memastikan koperasi desa benar-benar berfungsi dan bukan sekadar proyek administratif belaka, Zidan menyampaikan sejumlah langkah konkret yang seharusnya dilakukan pemerintah.

“Pertama, pemerintah harus memastikan bahwa koperasi dibangun dari bawah (bottom-up), bukan sekadar proyek top-down,” ungkap Zidan.

Menurutnya, pendekatan ini penting agar koperasi dapat dikelola sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat desa. Keterlibatan aktif warga dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan koperasi menjadi faktor kunci keberhasilan.

Selain itu, Zidan menekankan pentingnya akses koperasi terhadap sumber daya yang memadai.

“Kedua, koperasi harus diberi akses terhadap sumber daya produktif, seperti lahan, modal, dan teknologi,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa tanpa akses terhadap sumber daya tersebut, koperasi desa akan sulit berkembang dan bersaing di pasar. Selain dukungan modal dan sarana, faktor peningkatan kapasitas pengelola juga dinilai krusial dalam keberlanjutan koperasi.

“Ketiga, diperlukan pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas pengelola koperasi,” katanya.

Selain persoalan internal, ia juga menyoroti tantangan eksternal yang dihadapi koperasi desa, terutama dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan besar.

“Keempat, pemerintah harus menciptakan regulasi yang melindungi koperasi dari persaingan tidak sehat dengan korporasi besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, koperasi desa diharapkan dapat menjadi bagian dari kebijakan pembangunan yang lebih luas.

“Kelima, koperasi harus diintegrasikan dengan program-program pembangunan desa yang lebih luas, seperti pengembangan industri kecil, pertanian berbasis agroekologi, pengorganisasian kebutuhan dasar masyarakat desa setempat lewat koperasi konsumsi,” pungkasnya.

Dengan berbagai catatan ini, Zidan berharap Kop Des Merah Putih benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa, bukan sekadar program seremonial tanpa dampak nyata bagi rakyat. (XRQ)

Reporter: Akil

Fakultas Kedokteran USK Peringkat 13 Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

0
Universitas Syiah Kuala. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fakultas Kedokteran masih menjadi salah satu jurusan favorit bagi calon mahasiswa baru di Indonesia. Dengan tingkat persaingan yang tinggi, pemilihan universitas yang tepat menjadi faktor krusial bagi mereka yang ingin menempuh pendidikan di bidang ini. Salah satu referensi yang bisa digunakan adalah peringkat EduRank 2025 yang baru saja dirilis.

Dalam daftar terbaru ini, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menempati posisi ke-13 sebagai fakultas kedokteran terbaik di Indonesia. Secara lebih luas, USK juga tercatat berada di peringkat 413 di tingkat Asia dan peringkat 1.256 di dunia. Prestasi ini menunjukkan peningkatan kualitas akademik dan fasilitas pendidikan yang semakin berkembang di kampus yang terletak di Banda Aceh tersebut.

Dilansir Nukilan.id berdasarkan peringkat yang dikeluarkan EduRank 2025, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) masih menempati posisi teratas di Indonesia, dengan peringkat ke-83 di Asia dan ke-421 di dunia. Disusul oleh Universitas Airlangga (Unair) di posisi kedua serta Universitas Gadjah Mada (UGM) di peringkat ketiga.

Sementara itu, USK tetap bersaing dengan beberapa universitas ternama lainnya, seperti Universitas Sumatera Utara (USU) di posisi ke-11 dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di peringkat ke-14.

Daftar 15 Fakultas Kedokteran Terbaik di Indonesia versi EduRank 2025:

  1. Universitas Indonesia (UI)
    Peringkat Asia: 83 | Peringkat Dunia: 421
  2. Universitas Airlangga (Unair)
    Peringkat Asia: 173 | Peringkat Dunia: 655
  3. Universitas Gadjah Mada (UGM)
    Peringkat Asia: 205 | Peringkat Dunia: 728
  4. Universitas Padjadjaran (Unpad)
    Peringkat Asia: 232 | Peringkat Dunia: 800
  5. Universitas Udayana (Unud)
    Peringkat Asia: 256 | Peringkat Dunia: 866
  6. Universitas Diponegoro (Undip)
    Peringkat Asia: 266 | Peringkat Dunia: 894
  7. Universitas Brawijaya (UB)
    Peringkat Asia: 338 | Peringkat Dunia: 1.086
  8. Universitas Hasanuddin (Unhas)
    Peringkat Asia: 343 | Peringkat Dunia: 1.093
  9. Universitas Andalas (Unand)
    Peringkat Asia: 345 | Peringkat Dunia: 1.095
  10. Universitas Sebelas Maret (UNS)
    Peringkat Asia: 357 | Peringkat Dunia: 1.133
  11. Universitas Sumatera Utara (USU)
    Peringkat Asia: 375 | Peringkat Dunia: 1.180
  12. IPB University
    Peringkat Asia: 395 | Peringkat Dunia: 1.218
  13. Universitas Syiah Kuala (USK)
    Peringkat Asia: 413 | Peringkat Dunia: 1.256
  14. Universitas Sam Ratulangi (Unsrat)
    Peringkat Asia: 438 | Peringkat Dunia: 1.307
  15. Universitas Negeri Padang (UNP)
    Peringkat Asia: 462 | Peringkat Dunia: 1.365

Dengan masuknya USK dalam jajaran 15 besar fakultas kedokteran terbaik di Indonesia, diharapkan prestasi ini dapat semakin memacu peningkatan kualitas pendidikan kedokteran di Aceh. Bagi calon mahasiswa yang bercita-cita menjadi dokter, USK kini menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. (XRQ)

Reporter: Akil

DLH Aceh Selatan Dorong Pemerintahan Desa Kelola Sampah Secara Mandiri

0
DLH Aceh Selatan Dorong Pemerintahan Desa Kelola Sampah Secara Mandiri. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Selatan terus menggalakkan pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat desa guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan sampah di daerah tersebut.

Kepala DLH Kabupaten Aceh Selatan, Teuku Masrizar, menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama dan harus dimulai dari lingkungan terkecil.

“Kami terus mendorong pemerintahan desa mengelola sampah secara mandiri dengan memilahnya terlebih dahulu sebelum dibuang di tempat pembuangan akhir sampah,” katanya, Sabtu (8/3/2025) di Banda Aceh.

Lebih lanjut, Teuku Masrizar mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya akan mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pendapatan desa.

“Pengelolaan ini bisa dimulai dari unit terkecil seperti rumah tangga. Pemerintahan desa bisa mengajak rumah tangga memilah sampah sebelum diserahkan kepada petugas sampah setempat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos serta daur ulang sampah nonorganik, seperti plastik dan kertas, agar dapat dimanfaatkan kembali. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan surat edaran Bupati Aceh Selatan yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.

“Pengelolaan sampah dari sumbernya ini merupakan poin penting. Ini bagaimana komitmen semua pihak untuk melaksanakan. Karena itu, kami terus mendorong pengelolaan sampah dilakukan dari sumbernya,” tegasnya.

Tak hanya itu, DLH Kabupaten Aceh Selatan juga aktif mengampanyekan pengurangan sampah plastik sebagai upaya menjadikan daerah tersebut lebih ramah lingkungan. Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta memilah sampah dengan lebih efektif.

“Pengurangan sampah plastik ini merupakan implementasi instruksi Bupati Aceh Selatan. Dalam instruksi tersebut, Bupati juga mengimbau pengurangan penggunaan plastik serta pemilahan mana yang bisa diolah dan yang menjadi sampah akhir,” jelasnya.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Aceh Selatan serta membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah desa dan warga, target pengurangan sampah di Aceh Selatan diyakini bisa tercapai.

Editor: AKil

Ratusan Santri Dayah IQ Aceh Besar Belajar Al-Qur’an dengan Ulama Qira’at dari Mesir

0
Ratusan Santri Dayah IQ Aceh Besar Belajar Al-Qur’an dengan Ulama Qira’at dari Mesir. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Ramadan tahun ini menjadi momen istimewa bagi 446 santri Dayah Insani Qur’ani (Dayah IQ) Aceh Besar. Mereka mendapatkan kesempatan langka untuk belajar langsung dari ulama Qira’at asal Mesir, Syekh Abdul Qadir Al-Ausiy, dalam program Ramadan Qur’anic Camp VIII yang berlangsung dari 5 hingga 20 Maret 2025.

Pimpinan Dayah Insan Qur’ani, Ustaz H. Muzakkir Zulkifli, menegaskan bahwa kehadiran Syekh Abdul Qadir menambah nilai istimewa bagi program ini.

“Daurah tahun ini ada yang berbeda dan istimewa, Guru kita Maulana Syekh Abdul Qadir Al-Ausiy, seorang ulama Qiraat dari Mesir memberikan Talaqqi Musyafahah kepada santri IQ,” ujar Ustaz Muzakkir, Jumat (7/3/2025).

Program ini merupakan agenda wajib bagi santri kelas 5, tetapi santri dari tingkat lainnya juga dianjurkan untuk berpartisipasi.

“Namun santri dari tingkat lainnya juga dianjurkan untuk berpartisipasi,” tambahnya.

Selama dua pekan, para santri akan mendapatkan pembinaan intensif terkait kandungan Al-Qur’an serta penerapan ibadah harian selama Ramadan. Mereka mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan hafalan dan pemahaman Al-Qur’an.

“Dalam program ini, para santri akan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan hafalan dan pemahaman Al-Qur’an. Kegiatan utama meliputi halaqah tahfizh intensif, yaitu ada tiga sesi Tahfidz. Muraja’ah, qiyamul lail berjamaah, serta kajian keislaman lainnya. Para santri juga Buka Puasa Bersama, Tarawih, dan pastinya berlaku Absen Malam dan Pembagian Snack,” jelas Ustaz Muzakkir.

Kehadiran Syekh Abdul Qadir di tengah-tengah program ini memberikan manfaat luar biasa bagi santri. Ustaz Muzakkir menyampaikan bahwa kedatangan pakar Qira’at ‘Asyarah dari Mesir ini merupakan suatu kehormatan bagi keluarga besar Dayah Insan Qur’ani.

“Banyak alumni Dayah Insan Qur’ani yang telah belajar langsung dengan beliau di Mesir, namanya sudah tidak asing bagi Dayah Insan Qurani,” ungkapnya.

Mencetak Generasi Qur’ani

Selain memperdalam hafalan Al-Qur’an, program ini juga menjadi momentum penting bagi para santri untuk membentuk karakter dan disiplin. Ustaz Muzakkir menekankan bahwa Ramadan Qur’anic Camp bukan sekadar program tahfizh, tetapi juga sarana pembelajaran nilai-nilai kepemimpinan dan akhlak mulia.

“Kami berharap program ini dapat melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Tahun lalu, 29 santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz selama program ini berlangsung. Tahun ini, Dayah IQ berharap lebih banyak santri yang mampu menyempurnakan hafalannya. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui situs resmi Dayah Insan Qur’ani atau melalui surat resmi yang telah dibagikan kepada peserta.

Syekh Perbaiki Bacaan Surah Al-Fatihah

Dalam kesempatan tersebut, Syekh Abdul Qadir mengingatkan santri bahwa proses belajar harus melalui bimbingan guru. Ia mengutip petuah Imam Syafi’i yang menegaskan bahwa ilmu hanya bisa diperoleh dengan enam hal.

“Akhi (dalam artian ukhuwah), engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam hal yaitu kecerdasan, semangat, kesungguhan, bekal, bimbingan guru, dan waktu yang lama,” ujarnya.

Selain itu, Syekh Abdul Qadir juga mengingatkan bahwa tujuan turunnya Al-Qur’an bukanlah untuk memecah gunung atau melubangi bumi, tetapi sebagai petunjuk bagi umat manusia. Setelah sesi ceramah, suasana semakin hidup ketika beliau mengadakan praktik perbaikan bacaan Surah Al-Fatihah secara langsung. Para santri tampak antusias saat bergantian membaca, sementara Syekh Abdul Qadir membimbing mereka dengan teliti dalam memperbaiki makhraj dan tajwid.

Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi santri untuk mendapatkan koreksi langsung dari seorang pakar Qira’at ‘Asyarah, sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar. Dengan adanya program ini, diharapkan para santri dapat semakin mengukuhkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Editor: Akil

Gelombang Tinggi Berpotensi Landa Perairan Aceh Hingga 11 Maret, Nelayan Diminta Waspada

0
Ilustrasi gelombang tinggi (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Aceh. Peringatan ini berlaku mulai 8 Maret 2025 pukul 07.00 WIB hingga 11 Maret 2025 pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan analisis BMKG, tinggi gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di:

  • Perairan Aceh Besar – Meulaboh
  • Perairan Sabang – Banda Aceh
  • Perairan Selatan Simeulue
  • Perairan Aceh Singkil – Pulo Banyak
  • Perairan Aceh Barat Daya – Simeulue

Ancaman Keselamatan Pelayaran

BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi:

  • Perahu nelayan, jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
  • Kapal tongkang, jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Dengan kondisi ini, nelayan dan operator kapal diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut.

Faktor Penyebab dan Kondisi Sinoptik

Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Amat Komi, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena atmosfer di wilayah Aceh.

“Terpantau adanya belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian Barat,” jelasnya kepada Nukilan.id, Jumat (7/3/2025).

Selain itu, suhu muka laut yang hangat juga menjadi faktor pendukung meningkatnya aktivitas cuaca di perairan Aceh.

“Selain itu, kondisi anomali suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat, utara, dan timur Aceh dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air),” tambahnya.

Kombinasi dari faktor-faktor tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Aceh.

“Berapa kondisi tersebut dapat berpotensi terhadap peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut di beberapa wilayah perairan Aceh,” ujarnya.

Lebih lanjut, pola angin yang terpantau di wilayah perairan Aceh cenderung bergerak dari timur-timur laut.

“Pola angin umumnya bergerak dari timur-timur laut dengan kecepatan angin berkisar 05-30 Knot,” kata dia.

Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu memperbarui informasi cuaca sebelum melaut serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. (XRQ)

Reporter: Akil

RSUD Aceh Besar Sosialisasikan Mobile JKN untuk Permudah Layanan Kesehatan

0
RSUD Aceh Besar Sosialisasikan Mobile JKN untuk Permudah Layanan Kesehatan. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Jantho – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Aceh Besar terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu upaya terbaru yang dilakukan adalah sosialisasi penggunaan aplikasi Mobile JKN kepada pasien poliklinik di RSUD Aceh Besar, Indrapuri, pada Jumat (7/3/2025).

Yulianda Siagian, SE, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pasien agar lebih mudah dalam mengakses layanan kesehatan, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun tingkat lanjut (FKTL).

“Karena, melalui aplikasi Mobile JKN, pasien dapat menikmati berbagai kemudahan layanan kesehatan, seperti pendaftaran online tanpa harus antrian lama, bisa mengetahui status kepesertaan dan tangihan iuran, perubahan data kepesertaan lebih praktis dan bisa juga konsultasi dengan dokter secara daring,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Mobile JKN memungkinkan pasien mengakses antrean secara online dari rumah.

“Sehingga, pasien bisa langsung tahu jam berapa pelayanan akan diberikan, dengan begitu pasien tidak perlu lagi mengantri terlalu lama di rumah sakit,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yulianda menyebutkan bahwa inovasi ini selaras dengan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2022 tentang optimalisasi pelaksanaan program Mobile JKN di RSUD.

“Kami sudah mensosialisasikan kebijakan ini kepada seluruh jajaran BPJS Kesehatan, dengan harapan implementasinya dapat berjalan dengan baik,” paparnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pelayanan, RSUD Aceh Besar akan terus menghadirkan inovasi demi kenyamanan pasien.

“Dengan harapan, pasien JKN tidak perlu lagi mengalami antrean panjang di rumah sakit,” tutupnya.

Editor: Akil