Beranda blog Halaman 392

Prajurit TNI AL Selamatkan Warga Tenggelam di Perairan Aceh Selatan

0
Prajurit TNI AL Selamatkan Warga Tenggelam di Perairan Aceh Selatan. (Foto: Kompas)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Seorang warga bernama Wahyu berhasil diselamatkan oleh prajurit TNI Angkatan Laut (AL) setelah tenggelam dan terseret arus di perairan pantai Desa Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (3/6/2025) dini hari.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.45 WIB saat Wahyu bersama rekannya, Ahmad, sedang mencari ikan di kawasan tersebut. Tak lama berselang, Ahmad terdengar berteriak meminta pertolongan kepada warga setelah melihat Wahyu terseret arus dan menghilang di laut.

Mendengar teriakan tersebut, warga segera menghubungi Pos Jaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Simeulue.

“Selanjutnya, personel Lanal Simeulue atas nama Kld Bah Ilham Firmansyah yang sedang melaksanakan jaga menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya korban tenggelam,” tulis keterangan Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Kamis (5/6/2025).

Merespons laporan tersebut, Kld Bah Ilham Firmansyah bersama unsur gabungan dari BPBD Aceh Selatan dan masyarakat setempat langsung bergerak ke lokasi dan melakukan pencarian dengan menyusuri perairan di sekitar titik hilangnya korban.

Beberapa waktu kemudian, Wahyu berhasil ditemukan dalam kondisi setengah sadar.

Korban kemudian dievakuasi ke daratan dan dilarikan ke Puskesmas terdekat guna mendapatkan penanganan medis. Saat ini, kondisi Wahyu telah sadar dan mulai membaik.

Komandan Lanal Simeulue, Letkol Laut (P) Oyu Mulia Sukmana, menegaskan bahwa keselamatan warga di wilayah kerja Lanal Simeulue menjadi prioritas utama. Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan alat keselamatan, seperti pelampung, saat melakukan aktivitas di laut.

Aksi cepat tanggap prajurit TNI AL dinilai sebagai wujud nyata komitmen TNI AL dalam menjaga keselamatan masyarakat di wilayah pesisir dan perairan.

“Hal ini sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menegaskan bahwa prajurit TNI AL harus senantiasa hadir dan responsif terhadap situasi darurat, terutama yang terjadi di wilayah perairan, menjalin sinergi dengan instansi lain sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Editor: Akil

Turki Salurkan 150 Hewan Kurban untuk Warga Aceh

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Turkiye Diyanet Vakfi (TDV), lembaga keagamaan yang bernaung di bawah Direktorat Kementerian Agama Turki, kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat Aceh dengan menyalurkan 150 ekor hewan kurban. Bantuan ini disalurkan kepada warga di empat kabupaten/kota, yakni Aceh Besar, Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Aceh Jaya.

Penyembelihan hewan kurban tersebut dipusatkan di Gampong Lagang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, pada Jumat, 6 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program solidaritas kemanusiaan tahunan yang dijalankan TDV bekerja sama dengan Aksen Foundation.

Prosesi penyerahan bantuan turut dihadiri perwakilan TDV Turki, Harun; perwakilan Aksen Foundation, Faisal; tokoh masyarakat Aceh, Husaini Ismail; serta Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Mukti, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Dalam sambutannya, Harun menegaskan bahwa ikatan antara Turki dan Aceh sudah terjalin sejak lama dan bukan sekadar hubungan antarnegara.

“Hubungan antara Turki dan Aceh tidak bisa dipisahkan. Walau dipisahkan jarak, hati kami selalu dekat dengan Aceh. Kami mengikuti kabar dari sini, dan setiap kebahagiaan masyarakat Aceh juga menjadi kebahagiaan rakyat Turki,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program kurban ini bukan hanya bentuk pelaksanaan ibadah, tetapi sekaligus menjadi simbol nyata solidaritas umat Islam lintas negara.

Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Mukti, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepedulian pemerintah serta rakyat Turki kepada masyarakat Aceh.

“Kami sangat bersyukur atas kepedulian yang terus-menerus ditunjukkan oleh rakyat Turki. Semoga hubungan ini tidak berhenti di sini, tapi terus berlanjut dan semakin erat ke depan,” ujarnya.

Abdul Mukti memastikan bahwa pendistribusian daging kurban akan dilakukan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Semoga semangat persaudaraan antara Aceh dan Turki terus tumbuh dan memberi manfaat lintas generasi,” katanya.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan pembagian simbolis daging kurban kepada perwakilan masyarakat. Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai acara, yang tak hanya meringankan beban masyarakat menjelang Iduladha, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antara dua wilayah yang terpisah jarak namun dekat di hati.

Editor: Akil

Warga Pilih Salat Ied di Masjid Oman, BKM Sampaikan Terima Kasih

0
Ribuan jemaah memadati Masjid Oman Al-Makmur, Kampung Bandar Baru, Banda Aceh, untuk melaksanakan Salat Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada Jumat (6/6/2025). (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ribuan jemaah memadati Masjid Oman Al-Makmur, Kampung Bandar Baru, Banda Aceh, untuk melaksanakan Salat Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada Jumat (6/6/2025). Sebelum pelaksanaan salat, Badan Kemakmuran Masjid (BKM) menyampaikan informasi penting terkait kurban tahun ini.

Amatan Nukilan.id, salah satu pengurus BKM Masjid Oman menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah memilih Masjid Oman sebagai tempat pelaksanaan ibadah Idul Adha. Dalam pengumumannya, disebutkan bahwa sebanyak 21 ekor sapi dan 5 ekor kambing telah terkumpul dari warga Kampung Bandar Baru untuk kurban tahun ini.

“Alhamdulillah, tahun ini Kampung Bandar Baru berhasil mengumpulkan 21 hewan kurban, terdiri dari 17 ekor sapi di Masjid Oman dan 4 ekor sapi di Masjid Al-Fitra PHB Gampong Bandar Baru. Selain itu, 5 ekor kambing juga telah didaftarkan untuk disembelih,” ujar pengurus BKM dari mimbar pengumuman.

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dijadwalkan pada Sabtu, 7 Juni 2025, dan akan dipusatkan di lapangan basket Kampung Bandar Baru, tepatnya di depan kantor kecil Gampong Bandar Baru. Proses penyembelihan dimulai pukul 06.30 WIB hingga selesai.

BKM juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan hewan kurban berupa kambing atau domba. Biaya pemotongan untuk hewan jenis ini ditetapkan sebesar Rp250.000.

“Jemaah yang hendak berkurban kambing atau domba bisa langsung mengantarkan hewannya ke lokasi pemotongan,” ujar pengumum tersebut.

Suasana Idul Adha di Masjid Oman Al-Makmur tampak khidmat dan penuh kekeluargaan. Sejak pagi, jemaah dari berbagai penjuru mulai berdatangan, memenuhi halaman masjid dan jalan-jalan sekitarnya. Tak hanya sebagai momen ibadah, Idul Adha juga menjadi ajang silaturahmi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil

Ustaz Muhajir Ajak Jemaah Masjid Oman Al-Makmur Teladani Ketaatan Nabi Ibrahim

0
Ilustrasi. (Foto: lamanriau)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ribuan umat Islam memadati halaman Masjid Oman Al-Makmur, Banda Aceh, Jumat (6/6/2025) pagi, untuk menunaikan Salat Idul Adha 1446 Hijriah. Di bawah langit Banda Aceh yang cerah, gema takbir dan lantunan tahmid berkumandang mengiringi pelaksanaan ibadah yang berlangsung khidmat.

Ustaz Muhammad Muhajir Syarifuddin, Lc., MA. bertindak sebagai khatib dalam salat ied kali ini. Amatan Nukilan.id, dalam khutbahnya, ia mengingatkan makna terdalam dari pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan pentingnya menumbuhkan kembali ketaatan tanpa syarat dalam kehidupan umat Islam hari ini.

“Inilah yang hilang dari kita hari ini, jemaah. Meja kerja kita, rumah tangga kita, bahkan fasilitas pendidikan dan olahraga kita—semuanya berjalan tanpa kehadiran Allah,” seru Ustaz Muhajir di hadapan ribuan jamaah yang memadati seluruh area masjid, termasuk hingga ke halaman dan badan jalan.

Nikmat Pilihan dan Kemuliaan Zulhijah

Di awal khutbahnya, Ustaz Muhajir menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat pilihan, yakni ketika seseorang dipilih oleh Allah untuk berada di waktu, tempat, dan keadaan yang mulia. Ia menyebutkan keistimewaan 10 hari pertama Zulhijah, sebagaimana Rasulullah menyatakan bahwa tidak ada amal saleh yang lebih dicintai Allah selain yang dilakukan di hari-hari tersebut.

“Kalau kalian tahu bagaimana cinta Rabb kalian kepada kalian, sungguh kalian akan meleleh dengan cinta,” ujar sang khatib, mengutip pandangan Imam Ibnul Qayyim.

Ia juga menyinggung Hari Arafah, yang disebut Rasulullah sebagai hari paling banyak Allah memerdekakan hamba-Nya dari api neraka. Hari itu, kata dia, merupakan momentum doa dan ampunan luar biasa bagi umat Islam yang memahami nilainya.

Ibrahim: Simbol Ketaatan dan Pengorbanan

Pesan utama dalam khutbah Idul Adha ini berpusat pada keteladanan Nabi Ibrahim AS. Ustaz Muhajir menekankan bahwa ketaatan Ibrahim merupakan simbol pengabdian tanpa syarat kepada perintah Allah, bahkan ketika perintah itu melampaui logika manusia.

Ia mengingatkan, perintah Allah kepada Ibrahim untuk meninggalkan Hajar dan Ismail di tanah tandus, atau menyembelih anaknya sendiri, menjadi teladan tak terbantahkan tentang bagaimana seorang hamba sepenuhnya tunduk kepada kehendak Tuhannya.

“Ini yang hilang dari kita. Kita main hitung-hitungan sama Allah. Kita jadikan panggilan sederhana seperti azan menjadi berat,” kata Ustaz Muhajir dengan nada mengkritik diri.

Khutbah itu pun membawa jamaah menengok kembali sejarah Perang Uhud, saat para sahabat Nabi Muhammad SAW bangkit kembali meski tubuh mereka terluka parah, demi menjawab panggilan jihad. Ia mengaitkan kisah tersebut dengan realitas umat Islam masa kini yang mudah beralasan untuk menjauhi salat dan ibadah lain.

Ketergantungan kepada Allah

Khutbah kemudian ditutup dengan seruan untuk menumbuhkan kembali sifat tawakal dan ketergantungan mutlak kepada Allah, seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim dalam berbagai ujian berat yang ia hadapi.

Ia menyinggung dialog antara Siti Hajar dan Nabi Ibrahim ketika ditinggalkan di lembah tandus tanpa bekal.

“Kalau Allah yang memerintahkan, tidak mungkin Allah membiarkan kami sia-sia,” ujar sang khatib mengutip kalimat penuh keyakinan dari Siti Hajar, yang menjadi simbol kepercayaan mutlak terhadap janji Allah.

Khutbah yang disampaikan selama lebih dari 30 menit itu ditutup dengan takbir dan doa, yang diikuti penuh haru oleh para jamaah. Usai salat, banyak warga melanjutkan hari raya dengan menyembelih hewan kurban dan bersilaturahmi ke rumah-rumah keluarga. (xrq)

Reporter: Akil

Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Jamaah Sembelih Ego dan Tebar Kepedulian

0
Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Jamaah Sembelih Ego dan Tebar Kepedulian. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha 1446 H yang digelar di Lapangan Tugu, kawasan Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jumat (6/6/2025).

Dalam khutbah yang bertajuk “Qurban dan Kesalehan Sosial: Menyembelih Ego, Menebar Kepedulian”, Azhari mengajak seluruh jamaah untuk memaknai qurban bukan hanya sebagai ritual penyembelihan hewan, tetapi sebagai upaya spiritual untuk membentuk keikhlasan, ketundukan, serta kepedulian terhadap sesama.

Disampaikan dengan penuh keteduhan dan semangat keagamaan, khutbah Azhari menekankan bahwa qurban sejatinya adalah latihan ruhani yang mengajarkan umat untuk menundukkan ego dan membangkitkan empati.

“Qurban adalah simbol ketakwaan dan ketaatan, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Tetapi lebih dari itu, qurban adalah momentum untuk membebaskan diri dari keakuan, keserakahan, dan cinta dunia yang berlebihan,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah.

Azhari juga mengingatkan bahwa inti dari ibadah qurban bukanlah daging dan darah hewan yang disembelih, melainkan ketaatan dan ketakwaan yang tercermin dalam tindakan nyata membantu sesama. Ia pun mengutip Surah Al-Hajj ayat 37 sebagai landasan pesan spiritual tersebut.

“Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian,” katanya.

Menanggapi kondisi sosial saat ini yang cenderung individualistik dan materialistik, Azhari menyebut ibadah qurban sebagai bentuk kritik spiritual atas sikap tidak peduli terhadap sesama. Ia mengajak umat menjadikan momentum ini untuk menumbuhkan solidaritas sosial dan mengikis sifat egoistik.

“Qurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi soal menyembelih kesombongan, keangkuhan sosial, dan kemalasan untuk berbagi. Inilah qurban batiniah yang harus kita latih setiap saat,” lanjutnya.

Pada malam sebelumnya, Azhari turut hadir melepas pawai takbiran di halaman Masjid Raya Baiturrahman, menunjukkan semangat kebersamaan yang terus dijaga.

Kepada umat Islam yang belum mampu berqurban, Azhari turut menyampaikan pesan penyejuk. Ia menegaskan bahwa bentuk ibadah sosial tidak melulu berupa hewan qurban. Banyak jalan lain untuk menebar kebaikan.

“Berbuat kebaikan sesuai dengan kemampuan dan kemudahan yang kita miliki, yang penting kita terus menanam dan menebar kebaikan,” katanya.

Di akhir khutbahnya, Azhari mengajak para jamaah untuk tidak membatasi ibadah dalam ruang masjid semata, tetapi membawanya ke ruang-ruang sosial kehidupan.

“Jangan biarkan ibadah kita hanya berputar di masjid. Pancarkan keberkahan ibadah itu ke dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan shalat yang berlangsung khidmat itu, Kakanwil turut bersilaturahmi ke kediaman dinas Rektor USK, Prof Dr Marwan IPU.

Editor: Akil

Polres Aceh Barat Ikut Panen Raya Jagung Nasional

0
Polres Aceh Barat Ikut Panen Raya Jagung Nasional. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | Meulaboh – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat turut ambil bagian dalam panen raya jagung serentak kuartal II yang merupakan bagian dari program Astacita Presiden RI Prabowo Subianto. Kegiatan ini berlangsung di lahan perkebunan PT Karya Tanah Subur, Kecamatan Kaway XVI, Kamis (5/6/2025).

Panen raya ini diawali dengan pengarahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melalui sambungan zoom meeting dari Kalimantan. Acara juga dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Aceh Barat, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Dandim 0105/Aceh Barat, Ketua DPRK, Kepala Bulog Meulaboh, Kadis Pertanian, hingga para camat.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa panen serentak kuartal II ini dilakukan di lahan seluas 11 hektare. Dari jumlah tersebut, dua hektare berada di lokasi panen saat ini, sementara sembilan hektare lainnya tersebar di titik lain.

“Kita di Aceh Barat hari ini melaksanakan panen raya serentak kuartal II dengan luas 11 hektare. Di titik ini 2 hektare dan 9 hektare berada di lokasi lain,” ujar AKBP Yhogi di sela kegiatan panen.

Menurut Kapolres, hingga saat ini total luas lahan jagung yang telah ditanam di wilayah Aceh Barat mencapai 55,2 hektare, dan sebagian di antaranya sudah mulai dipanen. Sambil menanti panen dari lahan lainnya, pihaknya aktif berkoordinasi dengan Bulog Meulaboh untuk memastikan ketersediaan pasar bagi hasil panen para petani.

Meski begitu, ia mengakui bahwa akses pasar masih menjadi tantangan tersendiri bagi para petani, terutama karena belum tersedianya industri hilir yang mampu menyerap hasil produksi jagung dalam jumlah besar.

“Kita berharap program ini tentunya seperti diharapkan bapak Presiden, namun tantangan akses industry hilir ini yang sudah kita bicarakan dengan pak Bupati tadi, strateginya seperti apa,” ujarnya.

Dalam diskusi bersama Bulog, Dandim, dan Bupati Aceh Barat, sejumlah opsi mulai dibahas. Salah satunya adalah menjalin kemitraan dengan industri pakan ternak agar jagung petani dapat terserap maksimal. Selain itu, disiapkan pula skema pengadaan alat drayer (pengering jagung) untuk memudahkan petani menjual hasil panen mereka.

AKBP Yhogi optimistis para petani di Aceh Barat akan segera terbebas dari kendala pemasaran, seiring upaya sinergis lintas sektor yang kini tengah dilakukan.

Editor: Akil

Polda Aceh Bangun Gudang Ketahanan Pangan Kapasitas Seribu Ton di SPN Aceh Besar

0
Polda Aceh. (Foto: Kiriman untuk Nukilan)

NUKILAN.ID | Jantho – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memulai pembangunan gedung ketahanan pangan tipe 654 di lahan seluas 5.000 meter persegi yang terletak di Kompleks Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.

Pembangunan gedung berkapasitas penyimpanan seribu ton bahan pangan strategis ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko, usai menghadiri secara virtual acara ground breaking Gudang Ketahanan Pangan Polri, Kamis (5/6/2025).

Dalam sambutannya, Irjen Achmad Kartiko menegaskan pentingnya program ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional.

“Program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden ini bukanlah sekadar persoalan ekonomi atau pertanian semata, tetapi pilar strategis dalam menjaga stabilitas bangsa, baik dalam aspek sosial, keamanan, maupun pertahanan negara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Polri turut mengambil peran aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menghadirkan fasilitas penyimpanan strategis di wilayah yang memiliki potensi pertanian besar, seperti Provinsi Aceh.

“Pembangunan gudang ini merupakan bentuk keseriusan dan kontribusi Polda Aceh terhadap ketahanan pangan. Lokasi pembangunan berada di lahan milik Polri, yang berada di kompleks SPN Polda Aceh, dengan luas lahan 5.000 meter persegi. Di atas lahan tersebut akan dibangun gudang tipe 654, yang dirancang dengan kapasitas penyimpanan mencapai 1.000 ton bahan pangan strategis, seperti jagung dan kebutuhan pokok lainnya,” lanjutnya.

Jenderal bintang dua lulusan Akabri 1991 itu juga menekankan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari ekosistem ketahanan pangan berbasis sinergi.

“Pembangunan gudang ini bukanlah proyek yang berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari ekosistem besar yang ingin kita bangun bersama Pemerintah Daerah, TNI-Polri, dan petani, serta ekosistem pangan yang berbasis sinergi, pemberdayaan, dan kemandirian,” jelasnya.

Menurutnya, Polda Aceh ke depan akan berperan sebagai fasilitator distribusi pangan, penggerak produksi berbasis kemitraan, hingga pengawas potensi penyimpangan dalam sistem logistik.

“Melalui fasilitas ini, Polda Aceh bertekad untuk memaksimalkan peran sebagai fasilitator distribusi pangan, penggerak produksi pangan berbasis kemitraan, serta pengawas terhadap potensi pelanggaran dalam sistem logistik pangan. Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pemecahan masalah nyata di tengah masyarakat melalui pendekatan humanis dan solutif,” ujarnya lagi.

Kapolda juga memastikan bahwa fasilitas gudang tersebut akan mendukung banyak pihak lintas sektor, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat sekitar dalam situasi darurat.

“Fungsi gudang tersebut tidak semata-mata untuk kepentingan institusi Polri, tetapi juga dibuka untuk mendukung kegiatan lintas sektor, seperti pengelolaan cadangan pangan oleh Pemerintah Daerah, distribusi logistik oleh instansi terkait, dan pemanfaatan dalam kondisi darurat oleh masyarakat sekitar,” jelasnya.

“Ini sejalan dengan semangat kolaboratif Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, serta sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan nasional dari sektor paling dasar, yaitu ketersediaan pangan,” tambah Kapolda Aceh.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan gudang tersebut.

“Mari kita bekerja sama, sama-sama bekerja dalam mendukung pembangunan ini agar berjalan dengan lancar, tepat waktu, tepat mutu, serta mampu memberikan manfaat yang besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh,” pungkasnya.

Editor: Akil

Gubernur Aceh Segera Balas Kunjungan Bobby Nasution ke Medan

0
Gubernur Mualem mengikuti kegiatan orientasi kepemimpinan atau retret Kepala Daerah di Akmil Magelang. (Foto : MC Aceh)

NUKILAN.ID | MEDAN Gubernur Aceh H Muzakir Manaf dijadwalkan akan mengunjungi Kota Medan, Sumatera Utara, dalam waktu dekat. Kunjungan ini menjadi bentuk balasan atas kedatangan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang telah lebih dulu menemui Muzakir Manaf di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (4/6/2025).

“Ya. Nanti Pak Muzakir segera ke Medan,” ungkap Bobby Nasution kepada wartawan usai pertemuan dengan Gubernur Aceh.

Pertemuan yang berlangsung singkat itu turut didampingi oleh Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. Meski sempat beredar kabar yang menyebutkan bahwa Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, bersikap dingin terhadap kunjungan Bobby, pertemuan tersebut justru membantah isu tersebut.

Kunjungan balasan ke Medan nantinya akan menjadi momen penting untuk membahas lanjutan kerja sama antarprovinsi, terutama terkait pengelolaan empat pulau di Kabupaten Tapanuli Tengah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Singkil.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 tentang pemutakhiran data wilayah administratif dan pulau. Dalam keputusan yang diteken pada 25 April 2025 itu, disebutkan bahwa Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Ketek, dan Pulau Mangkir Gadang masuk dalam wilayah administrasi Provinsi Sumatera Utara.

Meski Keputusan Mendagri telah resmi ditetapkan, Bobby menegaskan bahwa dirinya bersama Muzakir Manaf sepakat mencari jalan tengah demi kepentingan masyarakat kedua provinsi.

“Aceh dan Sumatera Utara ini kan bagian yang tidak terpisahkan. Banyak orang Aceh di Sumut. Begitu juga sebaliknya,” kata Bobby.

Dalam suasana yang penuh keakraban itu, kedua pemimpin daerah sepakat untuk mengedepankan kolaborasi, bukan kompetisi, dalam mengelola potensi wilayah perbatasan. Bobby menekankan bahwa tidak ada intervensi apa pun terkait keputusan empat pulau masuk wilayah Sumut, melainkan hasil dari mekanisme resmi pemerintah pusat.

“Namun di luar itu, tadi kami (bersama Gubernur Aceh, red) bersepakat untuk kita kelola sama-sama. Kalaupun ada potensi sumber daya alam, ya itu bisa kita kelola sama-sama. Termasuk ada Migas (minyak dan gas bumi), juga bisa kita saling berbagi,” jelas Bobby.

Ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap sosok Gubernur Aceh. “Terlebih lagi, Muzakir Manaf merupakan sosok orang tua yang punya kebijaksanaan dan diyakini membawa solusi baik bagi kedua pihak, khususnya masyarakat di wilayah tersebut.”

“Tadi beliau bilang mau datang ke Medan (Sumatera Utara). Jadi yang kita sampaikan adalah jalan tengah. Kita ingin ini lebih kolaboratif, untuk potensi yang ada disana,” tuturnya.

Bobby menegaskan bahwa pembicaraan mereka bukan semata soal batas kepemilikan, melainkan soal bagaimana kedua pihak bisa berbagi dan membangun bersama. “Makanya pembicaraan dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf bukan ‘ini punya siapa’. Tetapi bagaimana kita bisa berbagi,” sebut Bobby.

Editor: Akil

Ribuan Warga Padati Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh untuk Salat Idul Adha

0
Ribuan Warga Padati Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh untuk Salat Idul Adha. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ribuan warga memadati Masjid Oman Al-Makmur di Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, untuk menunaikan Salat Idul Adha 1446 Hijriah pada Jumat (6/6/2025) pagi.

Pantauan Nukilan.id, sejak pukul 07.00 WIB warga sudah mulai berdatangan. Salat dimulai tepat pukul 07.30 WIB dan berlangsung khusyuk di bawah langit cerah yang menyinari kawasan masjid dengan suasana sejuk dan bersahabat.

Ustaz Muhammad Fayzil bertindak sebagai imam, sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh Ustaz Muhajir Syarifuddin. Dalam khutbahnya, sang khatib mengajak para jamaah untuk meneladani keteladanan Nabi Ibrahim A.S dalam hal ketaatan mutlak terhadap perintah Allah S.W.T.

“Ibadah kurban yang kita laksanakan hari ini merupakan bentuk pengabdian dan kepasrahan kepada Allah, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail,” ungkap Ustaz Muhajir dalam khutbahnya.

Masjid Oman Al-Makmur dikenal sebagai salah satu lokasi favorit warga Banda Aceh untuk menunaikan Salat Idul Adha. Selain karena lokasinya yang strategis di pusat kota, masjid ini juga dikenal memiliki lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman.

Suasana kekhidmatan dan kebersamaan begitu terasa sejak pagi. Usai salat, sejumlah warga tampak bersalaman dan saling mengucapkan selamat Idul Adha sebelum meninggalkan kompleks masjid. (XRQ)

Reporter: AKil

Hanya 10 Grup Meriahkan Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh, Turun Drastis dari Tahun Sebelumnya

0
10 Grup Meriahkan Pawai Takbir Idul Adha di Banda Aceh, Turun Drastis dari Tahun Sebelumnya. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pawai takbir Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi yang digelar di halaman Masjid Raya Baiturrahman pada Kamis malam (5/6/2025) tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan Nukilan.id, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tahunan ini mengalami penurunan signifikan. Tahun ini, hanya 10 grup dari berbagai gampong di Banda Aceh dan sekitarnya yang berpartisipasi dalam pawai takbir.

Jumlah tersebut jauh menurun dibanding tahun lalu, di mana lebih dari 50 grup meramaikan barisan pawai. Penurunan ini memunculkan tanda tanya tentang apa yang menyebabkan antusiasme masyarakat melemah terhadap tradisi yang biasanya penuh semarak ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak panitia penyelenggara. Namun sejumlah spekulasi berkembang di tengah masyarakat, mulai dari kurangnya promosi hingga kemungkinan faktor lain yang membuat minat masyarakat menurun.

Fenomena ini dinilai bukan sekadar soal jumlah, tetapi menjadi peringatan penting bagi semua pihak. Pawai takbir bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan juga wujud syiar Islam dan semangat kebersamaan yang telah lama hidup dalam tradisi masyarakat Aceh.

Ke depan, diharapkan pihak penyelenggara dapat lebih aktif menggandeng masyarakat, menelusuri penyebab menurunnya partisipasi, serta menghidupkan kembali semangat pawai takbir yang menjadi bagian dari identitas Idul Adha di Serambi Mekkah. (XRQ)

Reporter: Akil