Beranda blog Halaman 384

TPID Diingatkan Antisipasi Inflasi Menjelang Bulan Maulid

0
Gubernur Aceh Muzakir Manaf, didampingi Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir S.IP, MPA, memimpin High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Aceh yang diikuti pihak terkait, di Ruang Rapat Pendopo Gubernur, Selasa (02/9/2025). (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengingatkan seluruh jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mewaspadai potensi kenaikan harga menjelang Bulan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Penegasan itu disampaikan Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, saat memimpin High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (2/9/2025) malam.

“Saat ini kita akan memasuki Bulan Maulid. Dan, bulan Maulid cenderung panjang di Aceh, hingga 4 bulan ke depan. Karena itu, pastikan ketersediaan daging untuk menghindari lonjakan harga daging, karena kita ketahui bersama, harga daging di Aceh sangat tinggi,” ujar Mualem.

Ia meminta dinas terkait memastikan pasokan daging, baik sapi lokal maupun daging beku impor, agar masyarakat bisa merayakan Maulid dengan harga yang terjangkau.

“Ketersediaan daging dengan harga terjangkau akan turut menekan inflasi, khususnya di 4 bulan ini,” lanjutnya.

Selain itu, Mualem menyoroti ketersediaan bahan bakar minyak bersubsidi bagi nelayan. Menurutnya, stok solar subsidi menjadi kunci agar nelayan tetap tenang melaut.

“Karena itu, kita akan segera berkoordinasi dengan Pertamina. Ini harus menjadi perhatian serius kita, agar nelayan tenang saat melaut karena BBM Subsidi yang selalu tersedia saat mereka hendak melaut,” tegasnya.

Gubernur juga menyinggung ketersediaan beras di Aceh yang disebutnya dalam kondisi surplus.

“Tidak perlu ragu, karena kita surplus, bahkan kita turut memasok ke luar hingga 4 ribu ton,” ujarnya. Namun, ia tetap meminta agar waduk dan embung diperbaiki untuk mendukung produktivitas petani.

Fokus Pasokan dan Operasi Pasar

Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, selaku Ketua Harian TPID, menyampaikan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti arahan Gubernur dengan membenahi rantai pasokan yang kerap memicu inflasi.

“Selain itu, Pemerintah Aceh juga akan mempersiapkan Pasar Murah dan ini juga membutuhkan tambahan anggaran. Kita juga akan menggelar Pasar Tani, selain di Banda Aceh, Pasar Tani juga akan kita gelar di kabupaten/kota dengan inflasi tertinggi,” kata M Nasir.

Ia menambahkan, pemerintah akan menyiapkan intervensi khusus pada komoditas penyumbang inflasi. Subsidi biaya angkut bagi petani juga dipersiapkan dengan dukungan Bank Indonesia dan Bank Aceh melalui dana CSR.

“Tadi Gubernur juga mengingatkan TPID dan dinas terkait agar selalu menjaga ketersediaan bahan pokok untuk mencegah inflasi, seperti beras, cabe merah, bawang merah, khusus untuk empat bulan ke depan itu menjaga ketersediaan daging,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, TPID juga akan menambah anggaran operasi pasar dengan dukungan Bank Aceh Syariah, Bank Indonesia, serta berkoordinasi dengan BSI.

Inflasi Aceh di Atas Nasional

Berdasarkan catatan BPS, inflasi Aceh pada Juli 2025 berada di angka 3,70 persen (year on year), lebih tinggi dari inflasi nasional yang tercatat 2,31 persen.

Rapat pengendalian inflasi tersebut dihadiri jajaran TPID Aceh serta kepala SKPA terkait.

Editor: Akil

KNPI Aceh Utara Resmi Buka Pendaftaran Balon Ketua

0
Ketua Panitia Musyawarah Daerah (Musda) XIII KNPI Aceh Utara, Zulfikar Mulieng. (Foto: RRI).

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Utara resmi membuka pendaftaran bakal calon (balon) ketua untuk Musyawarah Daerah (Musda) XIII.

Pendaftaran berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 September 2025. Formulir dapat diambil langsung di Sekretariat Panitia Musda KNPI yang berlokasi di lantai empat Kantor Bupati Aceh Utara.

Ketua Panitia Musda XIII KNPI Aceh Utara, Zulfikar Mulieng, menyebut pembukaan tahapan pendaftaran ini menjadi bagian dari persiapan memilih pemimpin baru KNPI Aceh Utara untuk masa khidmat tiga tahun mendatang.

“Bagi pemuda Aceh Utara yang memenuhi syarat sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI, kami persilakan untuk mendaftarkan diri,” kata Zulfikar, Rabu (3/9/2025).

Setelah masa pendaftaran berakhir, panitia akan melakukan verifikasi berkas pada 7 September. Peserta diberi kesempatan memperbaiki berkas pada 8 September, sebelum mengikuti uji kelayakan, kepatutan, serta uji baca Al-Qur’an pada 9 September. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 10 September.

Zulfikar menambahkan, “Bakal calon ketua yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait persyaratan dan teknis pendaftaran dapat menghubungi panitia melalui kontak resmi di sekretariat atau menghubungi Safrizal di nomor 0812-1836-6141.”

Sementara itu, Plt Ketua DPD KNPI Aceh Utara, Rasyidin Raden, menjelaskan bahwa Musda XIII KNPI akan digelar pada 13 September 2025 dengan mengusung tagline “Pemuda Bersatu, Aceh Utara Bangkit.”

Musda tersebut akan melibatkan 68 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan 27 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) sebagai pemilik suara.

“Jumlah ini telah ditetapkan dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) pada 20 Agustus 2025 lalu, kami mengajak para pemuda yang berminat untuk berpartisipasi dan berkompetisi secara terbuka, karena Musda ini juga sebagai kesempatan untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah,” pungkas Rasyidin.

Editor: Akil

Dinas Perkim Aceh Hadiri Rapat Persiapan Penyerahan Rumah Sakit Regional Aceh Tengah

0

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, Dr. T. Aznal Zahri, S.STP., M.Si., menghadiri Rapat Persiapan Pelaksanaan Penyerahan Rumah Sakit Regional Aceh Tengah.

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh tersebut berlangsung pada Kamis (4/9/2025) di Ruang Rapat Sekda Aceh.

Pertemuan ini membahas berbagai langkah strategis dan teknis yang perlu dipersiapkan dalam rangka penyerahan Rumah Sakit Regional Aceh Tengah, sehingga prosesnya berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan.

Kehadiran Dinas Perkim Aceh dalam rapat ini menjadi bentuk dukungan serta komitmen untuk memastikan kesiapan infrastruktur sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi demi kelancaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Mualem Copot Kadisperindag Aceh, Tanwier: Itu Hak Prerogatif Gubernur

0
Kembali dari Singapura
Gubernur Aceh, Mualem. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem mencopot jabatan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Aceh, Mohd Tanwier. Pencopotan itu berlaku mulai hari ini.

“Benar (dicopot), dan itu hak prerogratif pak gubernur,” kata Tanwier dikutip dari detikSumut, Rabu (3/9/2025).

Tanwier diketahui menjabat Kadisperindag Aceh sejak Juni 2020. Hingga kini, belum diperoleh informasi mengenai siapa pejabat yang ditunjuk menggantikannya.

Selain Tanwier, beredar kabar Mualem juga mencopot sejumlah pejabat eselon II lainnya. detikSumut telah mencoba menghubungi Kepala Badan Kepegawaian Aceh (BKA) Abdul Qahar untuk konfirmasi, namun belum mendapat jawaban.

Sebelumnya, dinamika di jajaran pemerintahan Aceh juga terjadi saat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr. Munawar, dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), dr. Isra Firmansyah, memilih mundur dari jabatannya.

Munawar mengundurkan diri untuk beralih menjadi fungsional dokter ahli madya. Sementara Isra Firmansyah melanjutkan kariernya sebagai pejabat fungsional dokter pendidik klinis ahli madya di RSUDZA.

“Gubernur Aceh (Muzakir Manaf alias Mualem) akan segera menetapkan Pelaksana Harian (Plh) di kedua jabatan tersebut,” ujar Kepala BKA Abdul Qahar kepada wartawan, Senin (25/8).

Kurir Paket Ditemukan Tewas Dibunuh di Aceh Timur, Polisi Lakukan Penyelidikan

0
Polisi mengevakuasi mayat ditemukan di semak-semak Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (3/9/2025) (Foto: Polres Aceh Timur)

NUKILAN.ID | IDI – Seorang kurir paket ditemukan tewas mengenaskan di semak-semak Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Korban diketahui bernama Bustamam (26), warga Desa Bantayan Barat, Kecamatan Idi Tunong.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur, Iptu Adi Wahyu Nurhidayat, mengatakan korban pertama kali ditemukan pada Rabu (3/9/2025) malam.

“Korban pembunuhan tersebut ditemukan Rabu (3/9) malam,” ujarnya di Aceh Timur, Kamis (4/9/2025).

Penemuan mayat tersebut berawal dari laporan masyarakat. Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan serangkaian tindakan, mulai dari mengamankan area, memasang garis polisi, hingga melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hasil pemeriksaan tim Inafis Satreskrim Polres Aceh Timur menemukan adanya sejumlah luka pada tubuh korban yang diduga akibat benda tajam. Di sekitar lokasi, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor bernomor polisi BL 6062 UW milik korban.

“Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Zubir Mahmud. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Kota Langsa guna dilakukan autopsi,” kata Adi Wahyu.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa pembunuhan tersebut.

Rektor USK: Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan Kunci Pembangunan Aceh

0
Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala. (Foto: USK)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pendidikan inklusif dan berkeadilan menjadi kunci penting dalam membangun Aceh yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan. Hal itu ditegaskan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Profesor Marwan, dalam sambutannya pada peringatan 66 tahun Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh yang digelar Selasa (2/9). Peringatan tersebut juga bertepatan dengan milad ke-64 USK.

Marwan menegaskan, setiap 2 September selalu menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Aceh untuk mengingat kembali peran pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, pendidikan berperan sebagai katalisator perubahan, mendorong kesadaran lingkungan, keadilan sosial, dan pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada rakyat,” ujarnya dikutip dari Media Indonesia, Rabu (3/9/2025).

Ia menjelaskan, sejarah panjang Aceh telah menunjukkan bahwa kemajuan daerah tidak pernah lepas dari tradisi ilmiah dunia pendidikan. Bukan hanya melalui institusi dayah, tetapi juga sekolah dan perguruan tinggi. Karena itu, pendidikan menurutnya tidak hanya sekadar mencetak lulusan, melainkan juga membentuk masyarakat yang mampu bertransformasi secara sosial.

“Pendidikan itu harus melahirkan generasi yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan mampu menjaga perdamaian serta merawat lingkungan tempat kita dan generasi mendatang tinggal,” tegasnya.

Meski perkembangan dunia pendidikan di Aceh dinilai sudah cukup baik setiap tahunnya, Marwan mengakui masih ada persoalan mendasar yang perlu dituntaskan. Salah satunya kesenjangan pendidikan yang masih terjadi di wilayah pedalaman dan kawasan terluar.

“Ini menjadi tantangan bersama bagi dunia pendidikan Aceh untuk memastikan pemerataan akses pendidikan bagi setiap anak, tanpa terkecuali,” kata lulusan Doktor Birmingham University, Inggris, tersebut.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi juga membawa peluang sekaligus tantangan baru. Menurut Marwan, pemanfaatan teknologi digital harus terus diarahkan agar benar-benar mendukung proses pembelajaran.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berinovasi, sehingga teknologi digital tidak hanya menjadi konsumsi pasif, melainkan alat yang memperkuat literasi digital generasi muda.

Peringatan Hardikda, kata Marwan, juga menjadi pengingat akan lahirnya USK yang dikenal sebagai Jantong Hatee Rakyat Aceh. Kampus tersebut berdiri berkat kesadaran kolektif masyarakat Aceh akan pentingnya perguruan tinggi untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.

“Sejak awal berdiri, USK berkomitmen untuk menjadi pusat ilmu pengetahuan sekaligus penjaga nilai-nilai kearifan lokal, penguat daya saing daerah, dan pencetak generasi penerus yang berakhlak mulia,” tambah Marwan.

Wali Kota Illiza Buka Aceh Film Festival 2025

0
Wali Kota Illiza Buka Aceh Film Festival 2025. (Foto: Diskominfotik BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyebut Aceh Film Festival (AFF) 2025 menjadi ruang penting bagi sineas muda Aceh untuk terus melahirkan karya berkualitas.

Hal itu disampaikan Illiza saat menghadiri pembukaan AFF 2025 yang berlangsung di Theater Library & Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Selasa (2/9/2025).

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, dan turut dihadiri Direktur Festival, Jamaluddin Phonna, sineas, insan perfilman, hingga peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Festival yang akan berlangsung hingga 6 September 2025 ini mengusung tema “Stratagem” (siasat/strategi). Sejumlah program unggulan digelar, mulai dari kompetisi film pendek internasional, pemutaran film dokumenter pemenang Oscar “No Other Land”, hingga program Gampong Film (layar tancap).

Illiza mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan AFF 2025, yang menurutnya menjadi bagian dari pertumbuhan sektor kreatif di Banda Aceh.

“Aceh Film Festival menjadi salah satu wadah bagi generasi kreatif untuk terus mengembangkan dirinya. Saya yakin banyak sekali komunitas dan perkumpulan lainnya yang juga bergerak pada sektor kreatif dan terus berkolaborasi untuk membangun pertumbuhan ekonomi di Banda Aceh,” ujar Illiza.

Ia berharap perhelatan ini tak hanya melahirkan karya baru, tetapi juga menjadi pemantik kolaborasi serta ruang edukasi bagi masyarakat.

“Saya berharap Aceh Film Festival 2025 ini dapat menjadi momentum memperkuat semangat kolaborasi, merawat tradisi menonton kolektif, serta menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat melalui sinema,” tambahnya.

Editor: Akil

Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp5,95 Juta per Mayam

0
Ilustrasi untung rugi jual emas di toko perhiasan (Photo by Pixabay)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga emas di Banda Aceh kembali mengalami pergerakan. Berdasarkan pantauan Nukilan.id dari akun media sosial Toko Emas Bina Nusa, pada Kamis (4/9/2025), harga emas di pasaran lokal menyentuh Rp5.950.000 per mayam. Angka tersebut belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan.

Kenaikan harga emas ini menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi pembeli maupun investor emas di daerah. Meski tergolong tinggi, emas masih dianggap sebagai instrumen investasi yang relatif aman di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Tren harga emas di Banda Aceh ini sejalan dengan pergerakan harga emas global yang cenderung dipengaruhi kondisi ekonomi dunia, nilai tukar rupiah, hingga permintaan pasar. (XRQ)

Reporter: Akil

Inflasi Aceh Agustus 2025 Capai 0,78 Persen, Makanan Jadi Penyumbang Terbesar

0
Ilustrasi inflasi. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat terjadinya inflasi sebesar 0,78 persen pada Agustus 2025. Angka tersebut diperoleh berdasarkan pemantauan di lima daerah, yakni Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh, dan Lhokseumawe.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan bahwa inflasi menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum di masyarakat.

 Data menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Aceh mengalami peningkatan dari 109,95 pada Juli menjadi 110,81 pada Agustus 2025.

“Inflasi berarti adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum,” kata Tasdik dalam keterangannya kepada Nukilan.

Secara year-on-year atau tahunan, inflasi Aceh tercatat mencapai 3,70 persen. Sementara itu, inflasi year-to-date atau secara tahun kalender mencatat angka 3,36 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama inflasi pada Agustus lalu. Kelompok ini mengalami kenaikan harga hingga 2,12 persen dan memberikan andil sebesar 0,80 persen terhadap total inflasi.

Beberapa komoditas yang paling mempengaruhi inflasi bulanan antara lain bawang merah, cabai merah, cabai rawit, beras, dan daging ayam ras. Adapun untuk inflasi tahunan, komoditas yang paling berpengaruh adalah beras, bawang merah, emas perhiasan, rokok SKM, dan ikan dencis.

Inflasi terjadi di seluruh daerah pemantauan BPS dengan tingkatan yang berbeda-beda. Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,40 persen sekaligus inflasi tahunan tertinggi mencapai 5,20 persen.

Di sisi lain, Kota Banda Aceh menjadi daerah dengan inflasi paling terkendali. Ibu kota provinsi ini mencatat inflasi bulanan terendah sebesar 0,40 persen dan inflasi tahunan terendah 2,34 persen.

Reporter: Rezi

Dua Siswa MAN IC Aceh Timur Lolos ke Semifinal OSN 2025 Bidang Fisika

0
Dua Sosok Siswa MAN IC Aceh Timur Lolos OSN. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | IDI – Kabar membanggakan kembali datang dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Aceh Timur. Dua siswa terbaiknya, Nejaddi Ahmad Iqbal (kelas XII) dan Nabila Raushan Ara (kelas XI), berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan lolos ke babak semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 bidang Fisika.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, H Salamina, SAg MA, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas capaian yang diraih oleh Nejaddi Ahmad Iqbal dan Nabila Raushan Ara. Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa madrasah mampu mencetak generasi emas yang berdaya saing, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional,” ungkap Kakankemenag Aceh Timur.

Prestasi itu diumumkan secara resmi usai pelaksanaan OSN tingkat provinsi yang berlangsung secara daring pada 19–21 Agustus 2025. Untuk peserta asal Aceh Timur, pelaksanaan terpusat di SMA Negeri 1 Idi, dengan hasil seleksi diumumkan pada Senin (1/9/2025).

“Pengumuman resmi lolos semifinal dirilis setelah pelaksanaan OSN Tingkat Provinsi yang berlangsung 19–21 Agustus 2025 secara daring. Untuk peserta asal Aceh Timur, kegiatan dipusatkan di SMA Negeri 1 Idi. Hasil seleksi diumumkan pada Senin, 01 September 2025,” ungkap Zulkarnain.

OSN sendiri merupakan ajang tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen. Kompetisi ini mempertemukan pelajar terbaik dari seluruh Indonesia dalam berbagai bidang sains, mulai dari Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Informatika, Ekonomi, hingga Geografi.

“OSN yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan pelajar terbaik dari seluruh Indonesia. Pada jenjang SMA/MA/SMK/MAK sederajat, OSN 2025 mempertandingkan berbagai bidang sains, mulai dari Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Informatika, Ekonomi, hingga Geografi,” jelas Kepala MAN IC.

Zulkarnain, Kepala MAN IC Aceh Timur, turut memberikan apresiasi khusus kepada dua siswanya yang berhasil menembus persaingan ketat hingga ke tingkat nasional.

“Alhamdulillah, capaian ini adalah kebanggaan bagi keluarga besar MAN IC Aceh Timur. Semoga Nejaddi dan Nabila mampu memberikan yang terbaik di tingkat nasional dan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar madrasah, tetapi juga diharapkan mampu memacu semangat seluruh siswa MAN IC Aceh Timur serta madrasah lain di Kabupaten Aceh Timur untuk terus berkembang, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Lebih dari itu, momentum ini menegaskan komitmen madrasah dalam mencetak generasi cendekia yang berdaya saing tinggi serta siap berkontribusi untuk bangsa.

Editor: AKil