Beranda blog Halaman 339

Trump Umumkan Tarif 19 Persen atas Ekspor Indonesia

0
Donald J. Trump, Calon Presiden Amerika Serikat 2024 (Foto: NPR)

NUKILAN.ID | Washington – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa negaranya telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Indonesia. Hal itu disampaikan Trump pada Selasa (15/7), usai berbicara langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

Dilansir dari CNN, satu-satunya detail yang diungkapkan Trump mengenai kesepakatan tersebut adalah bahwa Indonesia tidak akan mengenakan tarif apa pun atas ekspor Amerika, sementara AS akan mengenakan tarif sebesar 19 persen atas ekspor Indonesia.

Trump juga menambahkan, “Indonesia dikenal dengan tembaga berkualitas tinggi, yang akan kami gunakan.” Pernyataan ini menandakan bahwa tembaga asal Indonesia berpotensi dikenakan tarif lebih rendah, atau bahkan tanpa tarif sama sekali.

Dengan kesepakatan ini, tarif atas barang-barang asal Indonesia yang masuk ke AS ditetapkan sebesar 19 persen. Angka ini lebih rendah dari tarif 32 persen yang sebelumnya diberlakukan oleh Trump.

“Sebagai bagian dari Perjanjian tersebut, Indonesia telah berkomitmen untuk membeli Energi AS senilai $15 Miliar Dolar, Produk Pertanian Amerika senilai $4,5 Miliar Dolar, dan 50 pesawat Boeing Jet, banyak di antaranya adalah 777,” tulis Trump dikutip Nukilan.id dari unggahan di platform Truth Social miliknya.

Beberapa jam sebelum pernyataan itu, Trump juga sempat menyampaikan bahwa dirinya telah membuat kesepakatan dengan Indonesia. Ia mengaku menjalin komunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Kesepakatan hebat, untuk semua orang, baru saja dibuat dengan Indonesia. Saya berurusan langsung dengan Presiden mereka yang sangat dihormati,” tulisnya melalui akun Truth Social, @realDonaldTrump, Selasa (15/7).

Sebelumnya, Trump telah mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto pada Senin (7/7), terkait rencana penetapan tarif impor sebesar 32 persen untuk Indonesia, yang akan diberlakukan mulai 1 Agustus 2025. Dalam surat tersebut, Trump menyebutkan kuatnya kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Pemerintah Indonesia pun disebut telah berupaya untuk mencegah pemberlakuan tarif tinggi tersebut dengan berkomitmen meningkatkan impor dan investasi ke AS hingga mencapai 34 miliar dolar AS atau sekitar Rp551 triliun (asumsi kurs Rp16.206 per dolar AS).

Sementara itu, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Laos, Myanmar, Kamboja, hingga Malaysia juga dikenakan tarif impor tinggi oleh Amerika Serikat. (XRQ)

Reporter: Akil

Setelah Putusan MK, Ke Mana Arah Demokrasi Kita?

0
Ilustrasi Gedung Mahkamah Konstitusi, (Foto: Aditia Noviansyah)

NUKILAN.ID | INDEPTH – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan pemilu nasional dan daerah dinilai sebagai upaya meningkatkan kualitas demokrasi, sekaligus meringankan beban kerja penyelenggara pemilu maupun partai politik. Namun, keputusan tersebut kini menjadi bola liar yang memantul ke berbagai arah, menimbulkan tanya: ke mana arah akhir dari pantulan kebijakan ini?

Pada akhir Juni 2025, MK memutuskan bahwa pemilihan umum untuk tingkat nasional dan daerah tidak lagi digelar secara serentak. Jeda waktu antara keduanya ditetapkan minimal dua tahun dan maksimal dua tahun enam bulan.

Dikutip dari CNN Indoensia, pemilu nasional akan mencakup pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota DPR, dan anggota DPD. Sementara itu, pemilu daerah meliputi pemilihan kepala dan wakil kepala daerah, anggota DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten/kota.

“Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” ujar Ketua MK Suhartoyo saat membacakan amar Putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 dalam sidang di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Putusan ini mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Dengan putusan ini, mulai tahun 2029 pemilu serentak seperti yang selama ini dikenal dengan istilah “pemilu lima kotak” tak lagi berlaku. Sebagai gantinya, pemilu nasional dan daerah digelar secara terpisah sebagai bentuk keserentakan yang sesuai konstitusi.

Peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro, menyoroti bahwa pemisahan pemilu ini belum tentu membawa perubahan signifikan jika tidak diiringi pembenahan sistem politik dan tata kelola pemerintahan.

“Kalau sekadar hanya dilakukan secara terpisah saja tanpa membenahi sistem kepartaian (dan) sistem pemerintahan, ini tak akan memberikan dampak apa-apa,” ujarnya, mengutip Inilah.com.

Masih mengutip sumber yang sama, Siti Zahro mengatakan, pemisahan waktu pemilu harus dibarengi dengan reformasi menyeluruh terhadap mekanisme di internal partai politik maupun dalam praktik pemerintahan. Tanpa itu, lanjutnya, pola-pola penyimpangan seperti politisasi birokrasi dan dominasi oligarki berpotensi terus berulang.

“Tanpa perbaikan-perbaikan itu, maka yang akan diuntungkan adalah para oligarki dan elit saja,” jelasnya.

Masa Jabatan DPRD di Masa Transisi Pemilu

Salah satu persoalan krusial dalam masa transisi menuju Pemilu serentak nasional dan daerah pada 2027 mendatang adalah soal kekosongan aturan terkait masa jabatan anggota DPRD. Tidak seperti kepala daerah yang masa jabatannya bisa diperpanjang dengan penunjukan penjabat (Pj), tidak ada ketentuan hukum yang mengatur perpanjangan masa jabatan DPRD.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati. Dikutip dari Inilah.com, ia menegaskan bahwa posisi anggota legislatif daerah berbeda karena diatur secara tegas dalam konstitusi.

“Karena memang perpanjangan masa jabatan DPRD aturannya tidak ada, kan jelas anggota legislatif dalam Pasal 22 E itu dipilih lima tahun sekali,” ujarnya.

Merujuk Pasal 22E UUD 1945, disebutkan bahwa pelaksanaan pemilihan anggota DPRD dilakukan setiap lima tahun. Dengan demikian, memperpanjang masa jabatan tanpa melalui proses pemilu dianggap sebagai pelanggaran konstitusi, khususnya Pasal 22E ayat (1) dan (2), baik dari sisi jangka waktu maupun institusi yang diatur.

Situasi ini berbeda dengan mekanisme jabatan kepala daerah, yang memungkinkan pengisian jabatan sementara melalui pengangkatan penjabat. Dengan skema ini, kepala daerah yang masa jabatannya berakhir tetap memiliki pengganti untuk periode transisi hingga pemilu serentak berikutnya digelar.

“Kalau DPRD diperpanjang, kepala daerah juga pasti akan minta diperpanjang sebagai bentuk konsekuensi eksekutif dan legislatif berimbang dan memiliki legitimasi yang kuat,” tambah Neni.

Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto, juga menggarisbawahi bahwa status anggota DPRD sebagai representasi rakyat membuat skema penjabat tak bisa diterapkan seperti pada kepala daerah. Menurutnya, diperlukan satu kali pemilu transisi dengan masa jabatan terbatas.

“Ini semacam pemilu antara, sebelum masuk ke skema pemilu serentak nasional-lokal. Masa jabatan pendek tersebut harus diatur tergantung kebijakan politik dalam menindaklanjuti putusan MK ini. Baru setelah itu Pemilu serentak yang dilakukan untuk masa jabatan lima tahun berikutnya yaitu 2027-2032,” ungkap Aan mengutip Hukumonline.com.

Namun pandangan berbeda disampaikan oleh Jimly Asshiddiqie, mantan Hakim Konstitusi sekaligus pakar hukum tata negara. Ia menilai perpanjangan masa jabatan anggota DPRD tetap memungkinkan sepanjang diatur dalam undang-undang yang mengatur masa transisi.

“Bisa diperpanjang. Tidak perlu cari-cari alasan untuk menentang putusan pengadilan. Di negara hukum harus dibiasakan sikap hormat pada putusan pengadilan. Diatur saja di UU periode transisinya, seperti perpanjangan masa jabatan kepala daerah dengan Pj tempo hari,” jelas Jimly.

Polemik ini menempatkan pemerintah dan DPR pada posisi penting untuk segera merumuskan regulasi transisi yang konstitusional, adil, dan dapat menjamin kesinambungan fungsi legislatif di daerah.

Menuju Sistem Proporsional Tertutup?

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) ini dinilai berpotensi membuka jalan menuju sistem pemilu legislatif proporsional tertutup. Pasalnya, putusan tersebut dianggap mendorong terjadinya revisi Undang-Undang Pemilu melalui pendekatan omnibus law.

Jika arah kebijakan tersebut benar-benar bermuara pada sistem proporsional tertutup dalam Pemilu 2029, maka partai politik (parpol) menjadi pihak yang paling diuntungkan. Sebab, keputusan penting terkait pencalonan akan berada di tangan elit partai, khususnya para pimpinan partai.

Sistem proporsional tertutup memang memiliki sisi positif dan negatif. Dari sisi positif, sistem ini dinilai dapat menghasilkan wakil rakyat yang lebih berkualitas, karena seleksi calon tidak hanya mengandalkan popularitas semata.

Seperti yang ditegaskan oleh Peneliti Utama BRIN, Siti Zuhro, pada Inilah.com “Sistem proporsional tertutup yang menghormati hak otonom kader dan mensyaratkan agar promosi kader dilakukan secara merit system,” ujarnya.

Merit system atau sistem merit mengedepankan asas keadilan dan profesionalisme. Promosi atau penempatan kader dilakukan berdasarkan kapabilitas, integritas, serta rekam jejak kinerja, tanpa memandang latar belakang politik, ras, agama, gender, usia, status pernikahan, atau kondisi fisik.

Dengan kata lain, merit system menempatkan prestasi dan kompetensi sebagai tolok ukur utama dalam proses kaderisasi, bukan atas dasar kedekatan personal maupun kepentingan politik sesaat.

Namun demikian, sistem ini juga menyimpan potensi persoalan. Dominasi pimpinan partai dalam menentukan calon legislatif bisa menimbulkan konflik kepentingan, bahkan membuka celah bagi praktik transaksional atau politik uang dalam proses penetapan calon.

“Kalau (sistem proporsional tertutup) menjadi pilihan dalam pemilu 2029, seharusnya ada perbaikan peraturan yang signifikan untuk menghindari kemungkinan munculnya dominasi pengurus partai dalam menentukan promosi kader,” tambah Siti Zuhro.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Eksekutif DEEP Indonesia, Neni Nur Hayati. Ia menilai bahwa sistem proporsional tertutup tidak serta merta menjamin terciptanya iklim demokrasi yang sehat. Justru, kompetisi politik akan bergeser dari ruang publik ke lingkup internal partai.

Menurutnya, perlu ada alternatif lain yang mampu menjembatani kelebihan dan kekurangan dari sistem pemilu yang berlaku saat ini.

“Sebenarnya dari putusan MK ini juga bisa membuka peluang dengan menghadirkan pemilu campuran. Sebab pemilu terbuka seperti sekarang ini juga membawa konsekuensi demokrasi ini semakin liberal, pertarungan uang dan transaksional makin kentara, di sisi lain penegakan hukum juga lemah,” ujarnya.

Demokrasi di Persimpangan Jalan

Pemisahan pemilu nasional dan daerah memang tak serta-merta buruk. Ia membuka peluang evaluasi dan pembenahan sistem. Namun, jika tidak dibarengi dengan reformasi partai politik dan perbaikan sistem pemilu secara menyeluruh, keputusan ini hanya akan menjadi kosmetik konstitusional yang rapuh di dalam.

Yang dituntut saat ini bukan hanya kesiapan teknis atau revisi undang-undang, melainkan kejujuran politik untuk membangun sistem yang adil dan berpihak pada rakyat.

Karena jika tidak, putusan MK ini bukan menjadi jalan menuju demokrasi yang lebih sehat, melainkan lorong gelap yang membawa kita kembali ke siklus elite yang saling melanggengkan kekuasaan.

Putusan MK sudah dibacakan, tapi demokrasi belum menemukan jawabannya. Rakyat hanya bisa menunggu: apakah suara mereka akan tetap menjadi penentu, atau justru teredam di balik bilik-bilik partai yang makin tertutup. (XRQ)

Reporter: Akil

Polda Aceh Gelar Operasi Patuh Seulawah 2025, Fokus Edukasi dan Penegakan Hukum Elektronik

0
Mapolda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menggelar Operasi Patuh Seulawah 2025 selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli. Operasi ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dengan mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis, serta didukung penegakan hukum berbasis elektronik, baik statis maupun mobile.

Operasi ini difokuskan pada penindakan terhadap tujuh jenis pelanggaran lalu lintas prioritas, yaitu melawan arus, tidak menggunakan helm SNI bagi pengendara roda dua, tidak memakai sabuk pengaman bagi pengemudi roda empat, penggunaan telepon genggam saat berkendara, pengemudi di bawah umur, berkendara dalam pengaruh alkohol, serta pelanggaran batas kecepatan.

Kegiatan ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung Kapolda Aceh Irjen Pol. Dr. Achmad Kartiko di Aula Meuligoe Polda Aceh, Senin (14/7/2025). Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya kesiapan personel dan sarana pendukung untuk kelancaran operasi.

“Dengan kesiapan dan sinergisitas yang terbangun hari ini, kita harapkan Operasi Patuh Seulawah 2025 dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif terhadap keselamatan berlalu lintas di wilayah Aceh,” ujar Achmad Kartiko.

Operasi tahunan yang menjadi bagian dari kalender kamtibmas nasional ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Aceh. Sebanyak 705 personel dikerahkan, terdiri dari 130 anggota Polda Aceh dan 575 personel dari jajaran polres. Selain itu, operasi juga melibatkan instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan Satpol PP.

Kapolda menjelaskan, berdasarkan data analisis dan evaluasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), sepanjang tahun 2024 tercatat 152.100 pelanggaran lalu lintas. Sementara itu, pada semester pertama 2025, tercatat 22.879 pelanggaran.

Data kecelakaan lalu lintas yang terekam melalui aplikasi IRSMS juga menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Pada 2024, terjadi 3.445 kasus kecelakaan lalu lintas dengan 648 korban jiwa. Sementara dalam enam bulan pertama tahun ini, tercatat 1.622 kasus dengan 348 korban meninggal dunia.

“Angka-angka ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita semua. Permasalahan lalu lintas bukan sekadar pelanggaran, tetapi menyangkut keselamatan nyawa manusia. Ini persoalan kompleks yang tidak bisa diselesaikan oleh Polri sendiri, melainkan harus melibatkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mencari akar masalah secara komprehensif dan merumuskan solusi efektif dalam menekan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas lalu lintas di Aceh,” tegas Kapolda.

Selain penindakan hukum, operasi juga akan diiringi dengan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Edukasi akan disampaikan melalui berbagai media seperti sosialisasi langsung, pemasangan spanduk, banner, baliho, penyebaran leaflet dan stiker, hingga publikasi melalui media cetak, elektronik, dan media sosial.

Kapolda juga menekankan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dalam penegakan hukum selama operasi berlangsung, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Aceh.

Editor: AKil

Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Baru dengan Indonesia

0
Unggahan Trump melalui akun resmi di platform Truth Social, Selasa (15/7/2025). (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dagang dengan Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun resmi di platform Truth Social, Selasa (15/7/2025).

“Kesepakatan besar, untuk semua orang, baru saja dibuat dengan Indonesia. Saya berurusan langsung dengan Presiden mereka yang sangat dihormati. DETAIL SEGERA MENYUSUL!!!,” tulis Trump dalam unggahannya, seperti dikutip Nukilan.id, Selasa (15/7/2025).

Unggahan tersebut muncul di tengah proses negosiasi tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditargetkan rampung pada 1 Agustus 2025.

Sejauh ini, belum ada rincian resmi terkait isi kesepakatan yang dimaksud. Namun, pemerintah Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan sejumlah kontribusi guna mengurangi defisit neraca dagang dengan AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan bahwa Indonesia telah menawarkan investasi besar, khususnya di sektor energi dan pertanian, sebagai bagian dari strategi memperkuat hubungan dagang kedua negara.

Salah satu proyek strategis yang ditawarkan Indonesia adalah pengembangan kilang minyak oleh BPI Danantara senilai 8 miliar dolar AS, serta pembangunan fasilitas produksi pupuk amonia oleh PT Indorama.

Airlangga menegaskan bahwa meskipun Indonesia sempat dihadapkan pada ancaman tarif tambahan sebesar 32 persen dari Pemerintahan Trump, posisi Indonesia dalam kelompok BRICS tidak akan memengaruhi jalannya negosiasi.

“Kita non-blok, kita buka kerja sama dengan siapa pun,” ujar Airlangga mengutip Kumparan.com.

Hingga kini, publik masih menantikan detail lebih lanjut terkait isi kesepakatan yang diklaim Trump sebagai “great deal” tersebut. Pemerintah Indonesia sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi pengumuman itu. (XRQ)

Reporter: Akil

Lima Jemaah Haji Aceh Masih Dirawat di Arab Saudi

0
Sejumlah jemaah haji Aceh Besar saat kembali tiba di tanah air, di Banda Aceh, Rabu (2/7/2025). (Foto: Dok Kemenag Aceh Besar)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan sebanyak lima Jemaah haji Aceh belum bisa dipulangkan dari tanah suci karena masih harus menjalani perawatan di Arab Saudi.

“Ada 5 Jemaah yang masih dirawat di RS Arab Saudi,” kata Ketua Tim Humas Kemenag Aceh, Ahsan Khairuna kepada Nukilan, Selasa (15/7/2025).

Lima jemaah haji Aceh tersebut yaitu satu orang di RS King Abdullah Makkah, yaitu Nadian Risyat Mahmud (78) asal Aceh Utara dari Kelompok Terbang (Kloter) 10.

Selanjutnya, Muhammad Sali (73), asal Bener Meriah dari Kloter 10, di RS King Fahd, Madinah. Lalu, Ishak Muhammad Ali (82) asal Aceh Utara dari Kloter 10, di RS RS King Salman, Madinah. Kemudian Nawawi bin Muhammad Amin (62) asal Langsa, dan Basyariah Muhammad Yunan (76) asal Aceh Tamiang di RS RS Mouwasat, Madinah. Keduanya dari Kloter 7.

Ahsan menyatakan kelima jemaah tersebut akan kembali ke Tanah Air jika sudah sehat dan dinyatakan layak terbang untuk kembali ke Indonesia.

“Saat ini jemaah di bawah pantauan KUH (Kantor Urusan Haji),” kata Ahsan. []

Reporter: Sammy

46 Sampel Pangan di Pasar Tidak Memenuhi Syarat, BPOM Aceh Temukan Boraks dan E. Coli

0
Ilustrasi boraks. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 46 sampel pangan dari total 725 sampel yang diuji oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banda Aceh sepanjang tahun 2024 dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Temuan ini mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan secara daring yang digelar BPOM Aceh pada Selasa (15/72025), sebagai bagian dari monitoring Program Prioritas Nasional Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK).

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM dari empat kabupaten/kota di Aceh, yakni Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, dan Simeulue, beserta para pengelola pasar dan komunitas lokal.

Secara rinci, dari 46 sampel TMS tersebut, sebanyak 14 sampel terdeteksi mengandung boraks—zat kimia berbahaya yang biasa digunakan sebagai pengawet tekstil dan bukan untuk konsumsi manusia. Sampel ini ditemukan di pasar-pasar di Aceh Selatan dan Subulussalam. Sementara itu, 32 sampel lainnya tercemar bakteri E. Coli, yang umumnya berasal dari kontaminasi air atau penanganan pangan yang tidak higienis. Cemaran ini ditemukan di wilayah Aceh Selatan, Subulussalam, dan Singkil.

Ketua Tim Program Nasional BPOM Aceh, Endang Yuliawati, menegaskan pentingnya kesinambungan program pengawasan pangan. Ia mengingatkan bahwa pasar rakyat merupakan garda terdepan dalam rantai distribusi pangan, sehingga harus bersih dari bahan berbahaya.

“Dari hasil pengawasan pasar intervensi 2024, ditemukan 46 sampel pangan TMS, dengan kandungan boraks dan cemaran mikrobiologi seperti Escherichia coli (E. Coli),” ujar Endang dalam pertemuan daring di Zoom, dikutip Nukilan, Selasa (15/7/2025).

Temuan ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah dan pengelola pasar untuk memperkuat pengawasan serta meningkatkan edukasi kepada pedagang dan masyarakat mengenai bahaya pangan tercemar.

Kepala Tim Publikasi dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) BPOM Aceh, Desi Ariyanti Ningsih, dalam sesi pemaparan menyebutkan bahwa replikasi program pasar aman harus menjadi komitmen lintas sektor, termasuk Dinas Perindagkop dan Loka POM setempat.

“Skema kegiatan yang telah dilakukan BPOM bisa dijadikan acuan untuk replikasi oleh pemerintah daerah. Sinergi dengan Loka POM Aceh Selatan penting agar ke depan tidak ada lagi bahan berbahaya ditemukan di pasar,” kata Desi. []

Reporter: Sammy

Anies Kritik Jokowi Absen di Sidang PBB, Puan Maharani Yakin Prabowo Bisa Lebih Aktif

0
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: Dok. DPR RI)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi kritik Anies Baswedan yang menyoroti ketidakhadiran Presiden Joko Widodo dalam sejumlah forum global, termasuk Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), selama masa kepemimpinannya.

Puan menilai kritik tersebut ditujukan kepada pemimpin periode sebelumnya, dan menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto yang kini memimpin Indonesia akan tampil lebih aktif di panggung internasional.

“Itu kan di periode yang lalu. Saya tentu saja berharap pada Pak Presiden Prabowo, Insyaallah nantinya tentu saja beliau akan hadir pada forum-forum internasional yang seperti PBB,” ujar Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Optimisme Puan bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada beberapa agenda luar negeri yang telah dijalani Presiden Prabowo, termasuk pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal PBB, partisipasinya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brasil, serta kehadirannya dalam KTT BRICS.

“Karena kita juga melihat bahwa Presiden Prabowo kan sekarang sangat aktif di forum-forum internasional,” tambah Puan.

Sebelumnya, dalam pidatonya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Gerakan Rakyat pada Minggu (13/7), Anies Baswedan melontarkan kritik tajam terkait absennya kepala negara Indonesia dalam berbagai forum global dalam beberapa tahun terakhir.

“Bapak ibu sekalian, bertahun-tahun Indonesia absen di pertemuan PBB. Kepala negara tidak muncul. Selalu Menteri Luar Negeri,” ujar Anies dalam pidatonya.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, posisi strategis Indonesia sebagai negara besar di Asia Tenggara akan melemah jika tidak diimbangi dengan kehadiran aktif di level internasional.

“Kalau kita tidak aktif di dunia internasional. Itu seperti begini. Kita warga kampung. Ukuran kampungnya nomor 4 terbesar. Ukuran rumahnya nomor 4 terbesar di RT itu. Tapi kalau rapat kampung kita tidak pernah datang. Cuman kita bayar iuran jalan terus,” ujarnya memberi analogi.

Pernyataan Anies tersebut menuai berbagai tanggapan, termasuk dari kalangan parlemen. Namun, Puan memilih melihat ke depan dan berharap di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, diplomasi Indonesia akan semakin kuat dan konsisten hadir dalam forum-forum strategis dunia.

Editor: Akil

Polresta Banda Aceh Tangkap ART dan Remaja Pelaku Curanmor

0
Dua tersangka curanmor yang ditangkap Polresta Banda Aceh. (Foto: Dok Polresta Banda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banda Aceh menangkap seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial NM (36) atas dugaan pencurian sepeda motor dan barang berharga milik majikannya di kawasan Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Sabtu (12/7/2025).

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, menyampaikan bahwa pencurian terjadi saat korban meninggalkan rumah untuk salat subuh pada Sabtu (5/7/2025). Rumah dalam keadaan tidak terkunci.

“Korban mendapati satu unit motor, tiga handphone, dan uang tunai Rp500 ribu hilang. Total kerugian diperkirakan Rp17 juta,” ujar Kompol Fadillah dalam keterangannya kepada Nukilan, Senin (14/7/2025).

Hasil penyelidikan mengarah pada NM yang diketahui bekerja di rumah korban. Polisi mengamankan NM beserta satu unit handphone milik korban. Dalam interogasi, NM mengaku memberikan motor dan handphone lain kepada anaknya di Aceh Barat.

Sementara itu, dalam kasus terpisah, seorang remaja berinisial JM (17) juga ditangkap atas dugaan pencurian sepeda motor di Kampung Blang, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (7/7/2025).

Korban menemukan kendaraannya hilang setelah bangun tidur. Penyelidikan mengarah pada JM yang kemudian diamankan di jalan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) bersama barang bukti sepeda motor curian.

“Kerugian korban mencapai Rp19 juta. Kedua pelaku kini diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” demikian disampaikan Kompol Fadillah. []

Reporter: Sammy

Bupati Aceh Besar: Sekolah Rakyat Beri Dampak Positif bagi Masyarakat

0
Bupati Aceh Besar Muharram Idris memberikan sambutan pada Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 di Sentra Darussa’adah, Kecamatan Darul Imarah. (Foto: MC Aceh Besar)

NUKILAN.ID | JANTHO – Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menyebut kehadiran Sekolah Rakyat jenjang menengah atas di wilayahnya memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Program tersebut, menurutnya, merupakan bentuk kepedulian negara dalam menjangkau kelompok masyarakat miskin ekstrem melalui sektor pendidikan.

“Kita bersyukur karena Aceh Besar menjadi salah satu kabupaten yang mendapat kesempatan pertama menjalankan program Sekolah Rakyat,” ujar Muharram Idris saat menghadiri pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Sentra Darussa’adah, Kecamatan Darul Imarah, Senin (14/7/2025).

Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Aceh Besar digelar di dua lokasi, yakni di Sentra Darussa’adah sebagai Sekolah Rakyat Menengah Atas 1 Kabupaten Aceh Besar, serta di Kecamatan Indrapuri dengan nama Sekolah Rakyat Menengah Atas 2 Aceh Besar. Masing-masing sekolah menampung 100 siswa, sehingga total terdapat 200 siswa yang terlibat dalam program ini.

Muharram menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, yang telah menunjuk Aceh Besar sebagai salah satu daerah pelaksana awal program Sekolah Rakyat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepercayaan ini. Kami pastikan program ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional di bidang pendidikan yang bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem di berbagai daerah. Melalui pendidikan berbasis inklusif dan terjangkau, program ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata perhatian negara kepada rakyat kecil. Negara telah memberikan kemudahan bagi kita untuk mendirikan Sekolah Rakyat, sebagai upaya nyata menjangkau masyarakat miskin ekstrem. Kami di Aceh Besar menyambut baik dan siap menjalankannya,” tegas Muharram.

Ia juga berharap agar program tersebut terus dikembangkan ke depannya, sehingga menjadi solusi jangka panjang dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengentasan kemiskinan, tidak hanya di Aceh Besar, tetapi juga di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, sebanyak 100 siswa dari Sekolah Rakyat Aceh Besar telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari proses awal pembelajaran. Selain pendekatan akademik, Sekolah Rakyat juga dirancang mengintegrasikan pendidikan melalui tiga aspek utama, yaitu karakter, keterampilan hidup, dan wawasan kebangsaan.

Editor: Akil

HMP2T dan IMTR Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Gampong Sigleng

0
HMP2T dan IMTR Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Gampong Sigleng. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Tragedi kebakaran yang melanda Gampong Sigleng, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, pada Rabu (10/7/2025), menyisakan luka mendalam bagi warga. Sejumlah rumah dilaporkan hangus terbakar, menyebabkan puluhan jiwa kehilangan tempat tinggal serta harta benda.

Merespons musibah tersebut, sejumlah elemen masyarakat dan pemuda di wilayah Trumon Raya bergerak cepat. Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T) bersama Ikatan Mahasiswa Trumon Raya (IMTR) memelopori aksi penggalangan dana untuk membantu para korban.

Kegiatan kemanusiaan ini dimulai sejak Jumat (12/7/2025) dan masih berlangsung hingga Senin (15/7/2025). Titik-titik penggalangan dana tersebar di berbagai pusat keramaian seperti pasar, masjid, warung kopi, hingga memanfaatkan media sosial.

Ketua Umum HMP2T, T. Ridwansyah, kepada Nukilan.id menyampaikan rasa bangga dan haru melihat semangat solidaritas yang ditunjukkan oleh pemuda dan masyarakat Trumon Raya.

“Saya sangat bangga dengan kekompakan dan semangat kemanusiaan seluruh elemen muda dan masyarakat Trumon Raya. Di tengah kesibukan masing-masing, mereka tetap menyempatkan diri untuk turun ke jalan, mengetuk hati masyarakat, dan menggalang bantuan. Ini bukti nyata bahwa nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup dan tumbuh kuat di tanah Trumon,” ujar T. Ridwansyah.

Ridwansyah juga mengajak mahasiswa asal Trumon yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah untuk ikut berpartisipasi. Menurutnya, posko penggalangan dana terbuka bagi siapa saja yang ingin menyalurkan bantuan, baik berupa uang tunai, pakaian layak pakai, makanan, hingga perlengkapan tidur.

“Ini bukan sekadar bantuan materi. Ini adalah bentuk kehadiran dan dukungan moril kita kepada saudara-saudara kita yang sedang diuji. Mari sama-sama kita jadikan tragedi ini sebagai momen mempererat rasa persaudaraan,” tambahnya.

Koordinator lapangan aksi, Risdan, mengatakan bahwa hasil penggalangan dana akan segera didistribusikan ke lokasi bencana dalam bentuk bantuan logistik darurat. Ia menekankan pentingnya kerja kolektif dalam merespons situasi krisis.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan semua pihak sangat penting. Alhamdulillah, banyak masyarakat yang antusias ikut serta, mulai dari anak-anak muda hingga para tokoh gampong,” ujarnya.

Aksi penggalangan dana ini menjadi cermin nyata bahwa semangat gotong royong masih mengakar kuat di tengah masyarakat Aceh Selatan. Tak hanya meringankan beban korban, kegiatan ini juga menghidupkan kembali harapan di tengah musibah.

HMP2T dan IMTR berharap inisiatif serupa bisa menginspirasi komunitas lain untuk terus menumbuhkan empati serta semangat aksi nyata dalam membantu sesama. (xrq)

Reporter: AKil