Beranda blog Halaman 332

BI Aceh Edukasi Ibu Rumah Tangga Tekan Inflasi Lewat Cooking Class

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh menyelenggarakan Cooking Class Dapur Cerdas Inflasi di Kuala Village Restaurant, Banda Aceh, Kamis (10/10/2025).

Kelas memasak ini dipandu oleh Assistant Executive Chef Hermes Palace Hotel, Chef Muhammad Idris, yang mendemonstrasikan cara memasak Ikan Kerapu Kari Khas Aceh menggunakan bumbu cabai bubuk, dengan bahan pangan lokal yang hemat, bergizi, dan tahan lama.

Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) Bank Indonesia Provinsi Aceh, Lenny Novita, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong ibu rumah tangga menjadi bagian dari solusi menghadapi fluktuasi harga pangan.

“Melalui Cooking Class Dapur Cerdas Inflasi, kami ingin menyampaikan pesan bahwa menghadapi fluktuasi harga pangan, ibu-ibu dapat menjadi bagian dari solusi—dengan berbelanja bijak, memasak kreatif, dan memanfaatkan bahan lokal secara cerdas,” ujar Lenny.

Lenny menjelaskan, komoditas bergejolak (volatile foods) seperti cabai, bawang merah, dan tomat kerap menjadi penyumbang inflasi di Aceh. Penggunaan cabai kering, bubuk, atau pasta dapat menekan permintaan cabai segar saat harga naik, sehingga membantu menstabilkan harga pasar.

Bank Indonesia mengampanyekan empat langkah Belanja Bijak: bijak membeli sesuai kebutuhan, bijak memilih pangan lokal dan bumbu awet, bijak konsumsi tanpa pemborosan pangan, dan bijak bertransaksi menggunakan QRIS.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Banda Aceh, Dessy Maulidha Azwar, mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang mengedukasi masyarakat melalui kegiatan yang interaktif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa dapur bukan sekadar tempat memasak, tetapi juga benteng pertama dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga,” ujar Dessy.

Menurutnya, gerakan Dapur Cerdas Inflasi sejalan dengan 10 Program Pokok PKK, terutama di bidang pangan, kesehatan, dan ekonomi keluarga. Ia mendorong ibu-ibu untuk berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga.

“Mari mulai dari hal kecil, seperti menanam cabai di pekarangan, membuat stok cabai kering saat harga turun, dan membeli secukupnya untuk mengurangi pemborosan,” tambah Dessy.

Kegiatan ini diikuti sekitar 75 peserta ibu rumah tangga sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Hadir juga perwakilan TP PKK Provinsi dan Kota Banda Aceh, Ikatan Wanita Perbankan (IWABA) Aceh, Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) Aceh, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Aceh, serta beberapa pelaku UMKM dari Lampuuk. []

YATTA Aceh Dorong Anak Muda Jadi Ujung Tombak Gerakan Kesehatan

0
YATTA Aceh Dorong Anak Muda Jadi Ujung Tombak Gerakan Kesehatan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sekelompok anak muda yang tergabung dalam Youth Action on Tactical Transformation (YATTA) Aceh terus menunjukkan kiprahnya dalam menggerakkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya isu kesehatan. Melalui kegiatan penguatan kapasitas aktivis kesehatan yang digelar di Aula Mini Teater Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I, Banda Aceh, Sabtu (11/10/2025), YATTA berupaya menumbuhkan generasi muda yang kritis dan komunikatif dalam memperjuangkan hak kesehatan masyarakat.

Ketua YATTA Aceh, Muhammad Hafiz Daniel, kepada Nukilan.id menjelaskan bahwa komunitas ini hadir sebagai ruang bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperjuangkan isu-isu kesehatan secara strategis dan berkelanjutan.

“Tujuan dari kegiatan peningkatan kapasitas aktivis yang kami lakukan adalah untuk meningkatkan kapabilitas teman-teman di komunitas YATTA, agar mampu menyuarakan isu-isu kesehatan dengan kemampuan komunikasi publik yang baik,” ujar Hafiz.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membekali anggota dengan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga mendorong mereka menghasilkan riset, opini, dan tulisan reflektif yang bisa menjadi bahan rujukan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa isu kesehatan adalah sesuatu yang layak diperjuangkan dan menjadi bagian penting dari pembangunan Aceh,” tambahnya.

Saat ini, YATTA Aceh berfokus pada isu pengendalian tembakau yang dinilai masih menjadi persoalan mendesak di Aceh. Hafiz menilai, tingginya konsumsi tembakau di kalangan masyarakat, bahkan remaja, menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Selain isu tembakau, YATTA juga mulai memperluas perhatian pada persoalan stunting dan kesejahteraan tenaga kesehatan, terutama yang berkaitan dengan ketimpangan hak dan kondisi kerja.

“Kami berharap bisa menjadi mitra kolaboratif dan perpanjangan tangan dari lembaga kesehatan, baik di Banda Aceh maupun di tingkat provinsi. Ke depan, kami ingin aktif mensosialisasikan dan menyuarakan isu-isu kesehatan langsung ke akar rumput,” ujarnya.

Hafiz menilai, pelibatan anak muda dalam gerakan kesehatan sangat penting. Mereka dianggap memiliki kedekatan dengan realitas sosial di lapangan serta semangat yang besar untuk bergerak.

“Kita butuh orang-orang muda yang turun langsung di tengah masyarakat, yang mampu menyuarakan hak-hak di bidang kesehatan dengan pendekatan yang lebih segar dan taktis,” katanya.

Menurut Hafiz, isu kesehatan di Aceh kerap dianggap tabu. Beberapa topik seperti bahaya rokok, kesehatan reproduksi, atau kesehatan mental masih sering dipandang bertentangan dengan nilai budaya setempat.

“Padahal, kalau kita melihatnya dari perspektif hak dasar manusia, hidup sehat adalah hak personal setiap individu. Ini bukan hal yang harus dihindari, tapi justru harus digaungkan,” tegasnya.

Ia juga berharap pemerintah dapat membuka ruang dialog dengan komunitas muda seperti YATTA.

“Kami ingin pemerintah mendengarkan aspirasi kami. Mendengarkan tulisan, riset, dan advokasi yang dilakukan anak-anak muda. Karena selama ini, perhatian terhadap isu kesehatan masih sering dikesampingkan,” katanya.

Hafiz menambahkan, sebagian besar perhatian di Aceh masih tertuju pada isu ekonomi, tanpa menyadari bahwa kesehatan justru merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi.

“Kalau kita mampu membangun sumber daya manusia yang sehat, produktivitas ekonomi juga akan meningkat. Kesehatan adalah investasi jangka panjang,” ujarnya.

Sejak berdiri pada tahun 2024, YATTA Aceh telah melakukan berbagai kegiatan advokasi, diskusi publik, hingga sosialisasi langsung ke masyarakat. Gerakan ini mengusung prinsip “perubahan taktis” — perubahan yang dilakukan melalui langkah kecil namun konsisten dan terukur.

“Kami bukan sekadar komunitas aktivis. Kami adalah sekelompok anak muda yang ingin membuktikan bahwa gerakan kecil pun bisa berdampak besar jika dilakukan dengan niat tulus dan strategi yang tepat,” tutup Hafiz. (XRQ)

Reporter: Akil

Blok Gas Raksasa di Aceh Ditargetkan Produksi Awal 2029, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

0
Ilustrasi sumur migas lepas pantai. (Foto: MNC Media)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah menargetkan ladang gas raksasa di Blok South Andaman, lepas pantai utara Sumatra, Aceh, mulai berproduksi pada awal tahun 2029. Proyek ini digadang menjadi salah satu penopang utama kemandirian energi nasional di masa depan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa proses eksplorasi migas umumnya memakan waktu panjang sebelum memasuki tahap produksi. Namun, kebijakan pemerintah yang lebih adaptif memungkinkan percepatan sejumlah proyek strategis.

“Seperti kemarin di Blok Andaman, POD-nya itu bisa dipush, bisa cepat, sehingga mungkin tahun 2028 akhir atau awal 2029 itu sudah bisa berproduksi,” kata Laode dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia Special Road to Hari Tambang dan Energi 2025, Kamis (9/10/2025).

Pemerintah, lanjut Laode, juga sedang menyiapkan infrastruktur pendukung berupa pembangunan pipa gas Dumai–Sei Mangkei. Jalur pipa ini direncanakan akan menyalurkan pasokan gas dari Blok Andaman menuju kawasan industri di Sumatra.

“Kita bangun pipanya cepat, tapi juga produksi dari hulunya juga harus cepat. Jadi biar matching,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa temuan cadangan gas baru di wilayah Andaman merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa dekade terakhir. Penemuan ini dilakukan oleh perusahaan energi asal Abu Dhabi, Mubadala Energy.

“Di Asia Tenggara mungkin ini ladang terbesar yang selama beberapa puluh tahun. Mereka laporkan 10 TCF. Luar biasa, ini saya kira 2028–2029 kita akan target kita ya swasembada energi,” ujar Prabowo dalam Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2025, Rabu (21/5/2025).

Temuan gas raksasa tersebut berasal dari sumur eksplorasi laut dalam Tangkulo-1 di Blok South Andaman, sekitar 65 kilometer lepas pantai bagian utara Pulau Sumatra. Mubadala Energy melaporkan bahwa sumur ini dibor hingga kedalaman 3.400 meter dengan kedalaman laut mencapai 1.200 meter.

Penemuan Tangkulo-1 menambah deretan eksplorasi sukses Mubadala Energy setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di sumur Layaran-1, yang juga berada di wilayah kerja South Andaman.

Dengan potensi gas mencapai 10 triliun kaki kubik (TCF), proyek ini diharapkan menjadi salah satu tonggak penting menuju cita-cita Indonesia untuk mencapai swasembada energi nasional pada akhir dekade ini.

Penipu Gunakan Foto Ketua PWI Aceh, Satu Korban Rugi Rp 35 Juta

0
penipuan catut
Ilustrasi penipuan. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin, mengeluarkan maklumat kepada masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mencatut nama dan fotonya. Hingga kini, pelaku masih beraksi dan mengincar korban baru dengan berbagai modus, termasuk menawarkan mobil Pajero Sport.

Maklumat itu disampaikan Nasir Nurdin setelah pada Jumat (10/10/2025) sejumlah warga dan wartawan dihubungi oleh akun WhatsApp yang menggunakan nama dan foto dirinya, lengkap dengan nama panggilan “Abu”.

Sedikitnya ada dua orang yang mengaku dihubungi oleh pelaku pada hari yang sama. Salah satunya adalah Saiful Isky di Banda Aceh.

“Salam Bang, barusan nomor tersebut (085830784903) menghubungi nomor hp istri saya mengaku Abu (nama panggilan Nasir Nurdin) menawarkan mobil Pajero. Saya nggak langsung percaya karena nomornya tak dikenal, makanya saya langsung hubungi abang,” tulis Saiful Isky melalui pesan WhatsApp.

Tak lama berselang, nomor yang sama juga menghubungi Abah Abhenk. Kepada Ketua PWI Aceh, Abah Abhenk mengonfirmasi kebenaran nomor tersebut.

“Assalamualaikum Bang, peu beutoi nyoe nomor droen. Peu teungoh di Jakarta karena nomor nyan telepon loen bunoe,” tulisnya.

Beberapa hari sebelumnya, nomor berbeda yakni 085762190399 juga dilaporkan menipu sejumlah wartawan dengan modus serupa: menawarkan mobil Pajero Sport hasil lelang. Meski demikian, tiga wartawan yang dihubungi tidak ada yang terperdaya karena menyadari itu modus penipuan.

Namun, seorang sahabat Nasir Nurdin asal Pidie bernama Razali Achmad menjadi korban. Ia mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp 35 juta ke rekening Bank BNI nomor 1975717873 atas nama Hari Murianto, dengan alasan pembayaran pajak dan balik nama mobil.

“Saya terlanjur transfer karena foto dan nama yang muncul di kontak telepon atas nama Abu (Nasir Nurdin),” ujar Razali Achmad.

Menanggapi hal itu, Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin kepada Nukilan.id menegaskan bahwa dirinya hanya menggunakan dua nomor telepon resmi, yaitu 0811688898 dan 081396132524.

“Tak ada nomor pribadi yang lain selain kedua nomor itu,” tegasnya.

Nasir juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung percaya meski nomor tersebut menampilkan foto dan namanya.

“Walaupun muncul nama dan foto saya, pastikan nomor yang muncul. Kalau bukan 0811688898 atau 081396132524 maka dipastikan itu penipu. Abaikan,” demikian Ketua PWI Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

HUT Kota Meulaboh dan PKAB 2025 Siap Digelar Meriah, Bupati Imbau Warga Jaga Ketertiban dan Syariat Islam

0
HUT Kota Meulaboh dan PKAB 2025 Siap Digelar Meriah, Bupati Imbau Warga Jaga Ketertiban dan Syariat Islam. (Foto: Pemkab Aceh Barat)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Meulaboh dan Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) 2025 siap digelar meriah. Acara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 11 Oktober 2025, dan akan dibuka langsung oleh pejabat Provinsi Aceh serta dihadiri perwakilan dari kementerian Republik Indonesia.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM, mengimbau masyarakat untuk hadir menyaksikan berbagai agenda kebudayaan bersama keluarga. Dalam keterangannya kepada Nukilan.id, ia berharap momentum perayaan ini menjadi ajang memperkuat rasa bangga terhadap warisan budaya daerah.

“Kami mengajak seluruh pengunjung untuk tetap tertib dan menghindari percampuran antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram,” ujar Tarmizi.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus kendaraan menuju lokasi kegiatan. Menurutnya, antisipasi kemacetan menjadi perhatian penting agar suasana perayaan tetap nyaman bagi semua pengunjung.

“Kita rayakan HUT Meulaboh dan PKAB dengan penuh suka cita, namun tetap menjaga rasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Selama perayaan berlangsung, masyarakat akan disuguhkan dengan beragam pertunjukan budaya, pameran UMKM, hingga seni tradisional khas Aceh. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus melestarikan marwah budaya lokal yang menjadi identitas Aceh Barat. (xrq)

Reporter: Akil

Panwaslih Aceh Hijaukan Fakultas Hukum Unimal Lewat Aksi Tanam Pohon

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh melaksanakan kegiatan penanaman pohon di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal), Lhokseumawe. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan kampus hijau, sejuk, dan berkelanjutan bersama civitas akademika.

Aksi penghijauan tersebut dihadiri oleh Komisioner Panwaslih Aceh, Safwani, S.H., M.H., didampingi Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unimal, Dr. Hadi Iskandar, S.H., M.H., serta Ketua Program Studi Magister Hukum, Dr. Yusrizal, S.H., M.H..

Berbagai jenis pohon ditanam dalam kegiatan itu, mulai dari pohon buah seperti mangga, jeruk, dan lengkeng, hingga pohon pelindung yang berfungsi menambah kesejukan di kawasan kampus.

Safwani mengatakan, kegiatan penanaman pohon bukan hanya sekadar aktivitas simbolik, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang.

“Penanaman pohon ini merupakan investasi untuk masa depan dan simbol kesadaran lingkungan,” ujar Safwani, Jumat (10/10/2025).

Pihak Fakultas Hukum menyambut baik kolaborasi tersebut. Mereka menilai, inisiatif penghijauan dari Panwaslih Aceh sejalan dengan visi kampus untuk membangun lingkungan akademik yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan semakin tumbuh di kalangan mahasiswa dan dosen, serta menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk melakukan aksi serupa di masa mendatang.

Edy Yandra Resmi Pimpin Dinas Kominsa Aceh, Fokus Perkuat Arus Informasi Pemerintah

0
Edy Yandra Resmi Pimpin Dinas Kominsa Aceh. (For Nukilan)

NUKILAN.IDBANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, secara resmi melantik Edy Yandra sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominsa) Aceh, menggantikan Marwan Nusuf. Pelantikan berlangsung di Pendopo Gubernur Aceh, Jumat (10/10), bersamaan dengan sejumlah pejabat eselon II lainnya.

Sebelum dipercaya memimpin Kominsa Aceh, Edy Yandra menjabat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. Ia mengaku bidang komunikasi dan informatika bukan hal baru baginya. Pengalaman menangani berbagai aplikasi pemerintahan menjadi bekal dalam menakhodai dinas tersebut.

“Ya, sebenarnya amanah ini ditempatkan itu kan dimana saja. Namun kepercayaan pimpinan saya ditempatkan di Kominsa. Mungkin dunia Kominsa ini tidak asing bagi saya, karena tugas siang lalu juga saya bergelut dengan aplikasi, terutama aplikasi SriKandi, kemudian aplikasi perpustakaan,” ujar Edy Yandra usai pelantikan.

Dengan latar belakang pendidikan doktoral di bidang komunikasi, Edy merasa memiliki fondasi yang kuat untuk menjalankan amanah barunya.

“Dan juga kebetulan di S3 saya juga jurusan komunikasi,” tambahnya.

Ia menegaskan akan segera beradaptasi dan memfokuskan kinerja dinas pada penguatan informasi pemerintahan dan kemitraan strategis.

“Jadi intinya Kominsa ini bukan dunia yang baru, tetapi dunia yang sudah familiar, tinggal kita menyesuaikan saja,” katanya.

“Fokusnya tentu memperkuat terkait dengan informasi-informasi di pemerintah Aceh, kemudian juga membangun kemitraan dengan mitra-mitra, juga mitra media, dan lain-lain semua stakeholder,” ujarnya.

Edy berharap, kepemimpinannya dapat membawa perubahan positif bagi kinerja Kominsa Aceh ke depan.

“Mudah-mudahan ada perubahan-perubahan yang lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, Marwan Nusuf, yang kini dipercaya memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, menyampaikan komitmennya untuk melaksanakan amanah baru sesuai arahan pimpinan.

“Kita siap ditempatkan dimana saja seperti yang disampaikan oleh pak gubernur tadi, kita siap menjalankan tugas dengan penuh integritas,” katanya.

Ia menuturkan, fokus kinerjanya ke depan akan disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi DPMPTSP.

“Kita kedepannya akan fokus sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi DPMPTSP,” ujarnya.

Marwan juga menitipkan harapan agar Kominsa Aceh semakin maju di bawah kepemimpinan yang baru.

“Saya berharap kominsa kedepan lebih baik, saya yakin dengan kekompakan selama ini akan jadi lebih baik,” pungkasnya.

Pemkab Aceh Barat Raih Penghargaan Atas Komitmen Bebas Pasung

0
Plt Sekda Aceh Barat, Wistha Nowar, mewakili Bupati Tarmizi, menerima penghargaan sebagai “Bupati Peduli Kesehatan Jiwa” pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ke-33 yang digelar di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat (10/10/2025). (Foto: Humas Aceh Barat)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali menorehkan prestasi di bidang kesehatan masyarakat. Bupati Aceh Barat, H Tarmizi, SP, MM, meraih penghargaan sebagai “Bupati Peduli Kesehatan Jiwa” dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ke-33 yang digelar di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat (10/10/2025).

Penghargaan bergengsi tingkat provinsi itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen nyata Pemkab Aceh Barat dalam memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), termasuk upaya mewujudkan program bebas pasung di daerah tersebut.

Berhalangan hadir dalam acara itu, Bupati Tarmizi diwakili oleh Plt Sekda Aceh Barat, Drh Wistha Nowar, SPt, MSi, yang menerima penghargaan langsung dari panitia pelaksana.

Dalam sambutannya, Wistha Nowar menyampaikan bahwa perhatian Bupati Tarmizi terhadap isu kesehatan jiwa bukan sekadar simbolis, melainkan diwujudkan dalam bentuk kebijakan konkret, koordinasi lintas sektor, serta dukungan infrastruktur pelayanan kesehatan.

“Pak Bupati selalu menegaskan bahwa Aceh Barat harus menjadi daerah yang ramah bagi semua warganya, termasuk mereka yang membutuhkan perhatian khusus di bidang kesehatan jiwa. Targetnya adalah Aceh Barat benar-benar bebas pasung dan seluruh pasien ODGJ mendapatkan penanganan layak,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Bupati Tarmizi, Aceh Barat dikenal sebagai salah satu kabupaten yang aktif menjalankan program bebas pasung, serta mendorong pelayanan kesehatan jiwa yang lebih humanis dan berkelanjutan.

Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental sebagai bagian dari pembangunan manusia di Aceh Barat.

56 WNA di Tambang Emas Aceh Barat Berstatus Resmi, Mayoritas Asal Vietnam dan Tiongkok

0
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh, Aceh Barat, Jamaluddin. (Foto: ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Kantor Imigrasi Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Meulaboh memastikan sebanyak 56 warga negara asing (WNA) yang bekerja di tambang emas PT Magellanic Garuda Kencana, Kabupaten Aceh Barat, memiliki dokumen resmi dan legal. Sebagian di antaranya masih berstatus calon tenaga kerja.

“Ke-56 warga asing ini sebagian besar berstatus pemegang visa C18 maupun C20, meski ada beberapa yang sudah memiliki kartu izin tinggal sementara atau kitas,” kata Kepala Kantor Imigrasi Non TPI Meulaboh, Jamaluddin, kepada ANTARA di Meulaboh, Jumat malam.

Dari total tersebut, 31 orang tercatat sebagai pemegang visa C18, sedangkan 25 lainnya memegang visa C20.

Menurut Jamaluddin, visa C18 merupakan jenis visa kunjungan yang diberikan kepada warga negara asing untuk masa percobaan kerja jangka pendek. “Visa C18 memungkinkan tinggal di Indonesia hingga 90 hari, namun tidak dapat diperpanjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, visa ini bertujuan memperketat kontrol terhadap masuknya tenaga kerja asing agar tidak disalahgunakan oleh perusahaan.

Sementara itu, visa C20 diperuntukkan bagi warga negara asing yang menjalankan kegiatan terkait jasa pemasangan dan perbaikan mesin di Indonesia, sebagai bagian dari pembelian mesin dari luar negeri.

“Visa C20 merupakan Visa Kunjungan untuk satu kali masuk ke Indonesia dengan izin tinggal pertama kali maksimal 60 hari, dihitung sejak tanggal kedatangan,” jelas Jamaluddin.

Izin tinggal tersebut, katanya, dapat diperpanjang beberapa kali dengan total maksimal 180 hari dan dapat dikonversikan menjadi izin tinggal terbatas dengan penjamin yang sama.

Melalui pengaturan ini, pemerintah berharap penerimaan tenaga kerja asing dapat berlangsung secara transparan dan terukur.

Jamaluddin juga menyebutkan bahwa para pekerja asing di tambang emas milik PT Magellanic Garuda Kencana di kawasan Woyla Timur, Aceh Barat, mayoritas berasal dari Vietnam, Tiongkok, dan beberapa negara lain.

“Jadi, seluruh pekerja asing yang saat ini bekerja di PT Magellanic Garuda Kencana memiliki dokumen yang sah yaitu pemegang visa C18 dan C20,” tegas Jamaluddin.

Ia menambahkan, para tenaga kerja asing tersebut sebagian besar masih berstatus magang dan bersifat sementara selama masa kerja di perusahaan tambang tersebut.

Tim Tabur Kejati Aceh dan Kejati Kepri Tangkap Buronan Kasus Perdagangan Orang di Batam

0
Tim Tabur Kejati Aceh dan Kejati Kepri Tangkap Buronan Kasus Perdagangan Orang di Batam (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Upaya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dalam menegakkan hukum kembali membuahkan hasil. Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejati Aceh bekerja sama dengan Kejati Kepulauan Riau berhasil mengamankan seorang buronan kasus tindak pidana perdagangan orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

Terpidana yang ditangkap adalah Hasril Azwar Hasibuan bin Hasyim Syah Hasibuan, warga Desa Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Pria berusia 41 tahun itu ditangkap pada Kamis, 9 Oktober 2025, sekitar pukul 10.00 WIB, di Perumahan Permata Indah, Sandai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Penangkapan dilakukan setelah tim gabungan melakukan pelacakan intensif terhadap keberadaan Hasril yang selama ini melarikan diri dari proses hukum.

Kasus Perdagangan Orang

Berdasarkan berkas perkara, Hasril dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana perdagangan orang. Ia membawa 20 pengungsi Rohingya keluar dari kamp pengungsian di eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe dengan tujuan dibawa ke Tanjung Balai, Sumatera Utara. Aksi itu dilakukan dengan imbalan Rp 4,7 juta menggunakan mobil Isuzu minibus.

Atas perbuatannya, Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 32 K/Pid.Sus/2024 tanggal 24 Januari 2024, menjatuhkan hukuman pidana penjara tiga tahun dan denda Rp 120 juta kepada Hasril, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana kurungan selama tiga bulan.

Namun, ketika hendak dieksekusi, Hasril tidak lagi diketahui keberadaannya hingga akhirnya ditetapkan sebagai buronan oleh Kejaksaan Negeri Lhokseumawe. Setelah hampir setahun menjadi DPO, tim gabungan berhasil menangkapnya di Batam.

Diserahkan untuk Dieksekusi

Usai diamankan, Hasril sementara dititipkan di Kejaksaan Negeri Batam. Pada Jumat, 10 Oktober 2025, Tim Tabur Kejati Aceh telah menyerahkan terpidana tersebut ke Kejari Lhokseumawe untuk dieksekusi sesuai dengan putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap.

Penangkapan ini dikomandoi oleh Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh, Mukhzan, S.H., M.H., bersama Tim Tabur Kejati Aceh dan Kejati Kepulauan Riau.

Kepada Nukilan.id, Mukhzan menegaskan, keberhasilan ini merupakan bentuk nyata komitmen Kejati Aceh dalam menegakkan hukum serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

“Kami menegaskan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi buronan. Kejaksaan akan terus melakukan pelacakan, pencarian, dan penangkapan terhadap seluruh DPO yang masih berkeliaran,” ujar Mukhzan.

Melalui Program Tabur (Tangkap Buronan), Kejati Aceh juga mengimbau kepada seluruh tersangka maupun terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) agar segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (XRQ)

Reporter: Akil