Beranda blog Halaman 326

Damkar Aceh Besar Evakuasi Ular Piton Sepanjang 6 Meter di Lhoong

0
Ular piton sepanjang sekitar enam meter yang dievakuasi dari selokan di Gampong Baroh Blangme, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (24/7/2025). (Foto: Dok BPBD Aceh Besar)

Nukilan | Aceh Besar – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar Pos Lhoong berhasil mengevakuasi seekor ular piton sepanjang sekitar enam meter dari selokan di Gampong Baroh Blangme, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (24/7/2025).

Kepala Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Iqbal, mengatakan informasi mengenai keberadaan ular tersebut pertama kali diterima petugas pada pukul 11.06 WIB dari warga setempat. Ular ditemukan berada di selokan dekat lingkungan PAUD Al Zahra. Menanggapi laporan itu, tim piket Damkar Pos Lhoong yang dipimpin oleh Efendi segera menuju lokasi bersama tiga personel lainnya.

Setibanya di lokasi, petugas dibantu personel dari Koramil dan Polsek setempat langsung melakukan pengamatan terhadap posisi ular agar proses penanganan dapat dilakukan dengan aman. Setelah dipastikan situasi di sekitar aman, tim gabungan melakukan proses evakuasi terhadap ular tersebut.

“Evakuasi berlangsung cukup menantang karena ukuran ular yang besar dan lokasi yang sempit. Namun berkat kerja sama semua pihak, proses evakuasi dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Iqbal dalam keterangannya kepada Nukilan, Kamis (24/7/2025).

Ular berhasil diamankan sekitar pukul 12.50 WIB dan menurut informasi yang diterima oleh Pusdalops BPBD Aceh Besar, ular tersebut telah dilepaskan kembali ke habitat alaminya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Setelah evakuasi selesai, petugas kembali ke pos untuk melanjutkan tugas rutin mereka. []

Reporter: Sammy

Biro PBJ Aceh Gelar Rakor, Dorong UKPBJ Kabupaten/Kota Capai Level 3 Proaktif

0
Biro PBJ Aceh Gelar Rakor, Dorong UKPBJ Kabupaten/Kota. (Foto: Humas BPBJ Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Aceh menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mendorong peningkatan tingkat kematangan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) kabupaten/kota se-Aceh ke Level 3 Proaktif. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (24/7/2025) di Ruang Training Biro PBJ, Kantor Gubernur Aceh.

Rakor dihadiri perwakilan UKPBJ dari seluruh kabupaten/kota di Aceh serta tim fasilitator dari Biro PBJ Setda Aceh. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman teknis serta menyusun langkah konkret menuju penguatan organisasi pengadaan barang/jasa daerah.

Plh. Kepala Biro PBJ Setda Aceh, Said Mardhatillah, S.STP., MM, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran UKPBJ dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.

“Dengan naiknya UKPBJ ke Level 3 Proaktif, kita tidak hanya bicara soal kepatuhan administratif, tapi juga inisiatif, kolaborasi lintas sektor, dan integrasi pengadaan dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” ujar Said.

Sebagaimana standar penilaian dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), tingkat kematangan UKPBJ dinilai melalui metode self-assessment berbasis lima pilar: kelembagaan, sumber daya manusia, proses bisnis, teknologi informasi, dan manajemen kinerja.

Level 3 menunjukkan bahwa UKPBJ telah memiliki struktur organisasi yang fungsional, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berjalan, serta pola kerja yang mendukung perencanaan strategis daerah.

Dalam forum diskusi, sejumlah tantangan juga mengemuka, di antaranya keterbatasan tenaga pengadaan bersertifikat dan belum meratanya infrastruktur digital di sejumlah daerah. Menanggapi hal tersebut, Biro PBJ Setda Aceh menyatakan komitmennya untuk memperkuat pendampingan teknis melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan asistensi berkelanjutan.

Melalui Rakor ini, diharapkan seluruh UKPBJ se-Aceh dapat segera memenuhi indikator menuju Level 3 Proaktif sebagai langkah awal dalam proses transformasi menuju Level 4 Terintegrasi dan Level 5 Strategis.

Mahasiswa Trumon Raya Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sigleng

0
Mahasiswa Trumon Raya Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sigleng. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Aksi solidaritas kembali ditunjukkan oleh mahasiswa asal Trumon Raya. Pada Rabu, 24 Juli 2025, Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T) dan Ikatan Mahasiswa Trumon Raya (IMTR) menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Gampong Sigleng, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung di lokasi pengungsian warga terdampak. Bantuan yang disalurkan berupa sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan rumah tangga, serta sejumlah dana tunai.

Kebakaran yang melanda Gampong Sigleng beberapa waktu lalu menyebabkan sejumlah rumah warga hangus terbakar. Peristiwa ini menggugah kepedulian mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Trumon Raya, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, untuk menggalang dana dan mengumpulkan bantuan.

Ketua Umum HMP2T, T. Ridwansyah, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas semangat kolektif yang terbangun dalam gerakan sosial tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para mahasiswa, pemuda, dan masyarakat merupakan bentuk nyata kekompakan dan rasa kemanusiaan yang masih sangat kuat di tengah-tengah masyarakat.

“Saya sangat terharu melihat kekompakan seluruh mahasiswa, pemuda, dan masyarakat dalam gerakan ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan mahasiswa Trumon Raya, juga masyarakat yang sudah ikut berkontribusi dan bahu membahu mengulurkan tangan,” katanya kepada Nukilan.id, Kamis (24/7/2025).

Ridwansyah menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan bukan semata-mata soal materi, melainkan lebih dari itu, merupakan simbol kebersamaan dan harapan yang ingin dihidupkan kembali dari musibah yang menimpa warga Sigleng.

“Ini bukan hanya soal bantuan, tapi tentang bagaimana kita membangun kekuatan dan harapan bersama dari duka yang sedang dirasakan saudara-saudara kita di Sigleng,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum IMTR, Erna Rahmi, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh elemen yang terlibat dalam kegiatan ini. Ia menilai, keberhasilan aksi kemanusiaan ini adalah hasil dari kolaborasi banyak pihak yang memiliki empati dan kepedulian tinggi terhadap sesama.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh anggota IMTR dan HMP2T, serta para donatur, relawan, dan masyarakat yang sudah menunjukkan kepedulian luar biasa. Kegiatan ini adalah bukti bahwa rasa kemanusiaan dan empati di antara kita masih sangat kuat,” tutur Erna.

Lebih lanjut, ia berharap bahwa bantuan yang diberikan dapat menjadi pemantik semangat baru bagi para korban untuk bangkit dari keterpurukan, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya agar terus bergerak dalam gerakan-gerakan sosial yang bermanfaat.

“Saya berharap bantuan ini bisa memberi semangat baru bagi para korban dan menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus bergerak dalam kebaikan,” ucap Erna penuh haru.

Penyaluran bantuan tersebut tidak hanya menjadi bentuk keprihatinan, tetapi juga menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang hadir langsung di tengah masyarakat. Banyak warga mengaku terharu atas kehadiran para relawan muda yang turut mendengarkan langsung cerita dan harapan mereka.

Di penghujung kegiatan, para relawan menyempatkan diri berdialog dengan para korban. Tak sedikit dari mereka yang menitikkan air mata melihat ketegaran warga yang kehilangan tempat tinggal.

Aksi ini menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan dan solidaritas masih hidup kuat di kalangan generasi muda Trumon Raya—sebuah energi sosial yang terus tumbuh dan berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan. (XRQ)

Reporter: Akil

Persiraja Rekrut Gelandang Muda Dewa United, Ilham Jaya Kusuma

0
Gelandang baru Persiraja, Ilham Jaya Kusuma. (Foto: Persiraja)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Persiraja Banda Aceh kembali menambah kekuatan jelang kompetisi mendatang dengan merekrut pemain muda berbakat. Kali ini, klub berjuluk Laskar Rencong tersebut resmi memboyong Ilham Jaya Kusuma dari Dewa United.

Kabar bergabungnya Ilham diumumkan secara resmi melalui akun Instagram @persiraja_official pada Kamis (25/7/2025). Dikutip Nukilan.id dari postingan tersebut, akun resmi klub menuliskan:

“Welcome, Ilham Jaya. Selamat bergabung di keluarga besar Persiraja, Ilham Jaya Kusuma.”

Ilham Jaya Kusuma merupakan gelandang muda berusia 20 tahun yang sebelumnya memperkuat tim Dewa United. Ia dikenal sebagai pemain enerjik yang memiliki visi bermain yang baik serta kemampuan distribusi bola yang solid.

Kehadiran Ilham diharapkan dapat memperkuat lini tengah Persiraja, sekaligus menambah opsi taktik bagi pelatih kepala dalam menghadapi ketatnya persaingan di musim ini.

Rekrutmen ini juga menunjukkan keseriusan Persiraja dalam membangun skuad yang kompetitif dengan memadukan pemain muda potensial dan pemain berpengalaman.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen terkait durasi kontrak maupun target yang dibebankan kepada Ilham. Namun, banyak pendukung Lantak Laju menyambut positif kehadiran mantan pemain Dewa United tersebut.

“Semoga Ilham bisa menjadi andalan di lini tengah dan membawa Persiraja kembali berjaya,” tulis salah satu pendukung di kolom komentar Instagram resmi klub.

Reporter: Akil

Harga Beras Melonjak, Polsek Krueng Sabee Lakukan Patroli dan Monitoring

0
Bhabinkamtibmas Polsek Krueng Sabee, Polres Aceh Jaya melaksanakan patroli dan peninjauan langsung terhadap stok serta harga beras, di sejumlah titik dalam wilayah hukum Polsek setempat pada Kamis (24/7/2025). (Foto: Polres Aceh Jaya)

NUKILAN.ID | CALANG – Kelangkaan beras yang terjadi dalam sepekan terakhir di Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, mulai memicu kekhawatiran masyarakat. Hal ini terungkap saat Bhabinkamtibmas Polsek Krueng Sabee melakukan patroli dan peninjauan langsung ke sejumlah titik penjualan dan produsen beras, Kamis (24/7/2025).

Kapolsek Krueng Sabee, AKP Rudy Yudha Prawira, menyebutkan bahwa kelangkaan beras berdampak langsung pada lonjakan harga. Beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang sebelumnya dijual Rp13.000 per kilogram kini menembus angka Rp17.600 per kilogram.

“Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang semula seharga Rp. 13.000 melonjak menjadi Rp 17.600 per kilogram. Selain itu beberapa penggilingan padi juga menunjukkan bahwa stok beras di tingkat produsen lokal telah habis, sementara distribusi beras pengganti dari Bulog belum terealisasi,” jelas Kapolsek.

Situasi ini tidak hanya terjadi di tingkat pengecer. Beberapa penggilingan padi di wilayah tersebut dilaporkan telah kehabisan stok. Sementara itu, distribusi beras dari Perum Bulog yang diharapkan bisa menjadi penyangga belum juga tiba di daerah.

Menanggapi kondisi tersebut, Kapolres Aceh Jaya, AKBP Zulfa Renaldo menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat.

“Polri hadir untuk menjawab keresahan masyarakat. Kami akan terus berupaya memantau distribusi beras agar stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok,” tegas Kapolres Aceh Jaya.

Langkah patroli dan monitoring yang dilakukan aparat kepolisian ini menjadi bentuk kehadiran negara di tengah keresahan masyarakat. Diharapkan, dengan kerja sama lintas sektor, distribusi beras kembali normal dan harga bisa terkendali dalam waktu dekat.

Editor: Akil

34 Anak Binaan di Aceh Dapat Remisi pada Hari Anak Nasional, Satu Langsung Bebas

0
Kepala Kanwil Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto, memberikan SK Remisi Anak Nasional (RAN) secara simbolis pada Upacara khusus di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Banda Aceh, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41, Rabu (23/7/2025). (Foto: SerambiNews)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 34 anak binaan di Aceh memperoleh pengurangan masa hukuman atau remisi dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025. Dari jumlah tersebut, satu anak langsung dinyatakan bebas.

Dikutip dari SerambiNews, Surat Keputusan Remisi Anak Nasional (RAN) diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Yan Rusmanto, dalam upacara khusus yang digelar di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Banda Aceh, Rabu (23/7/2025).

“Anak memiliki peran strategis serta mempunyai ciri dan sifat khusus sehingga memerlukan perlindungan dalam rangka menjamin tumbuh kembangnya secara fisik, mental, dan sosial yang baik,” ujar Yan dalam sambutannya.

Tema peringatan HAN tahun ini, “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”, menurut Yan sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak, termasuk mereka yang berhadapan dengan hukum, tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dalam kesempatan itu, Yan menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan juga mencerminkan kondisi sosial dan politik negara terhadap anak-anak.

“Pemberian remisi ini adalah wujud nyata dari negara yang hadir untuk memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak binaan kita. Ini adalah bagian dari hak mereka untuk mendapatkan pembinaan yang humanis dan kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik,” tegasnya.

Adapun rincian remisi yang diberikan tahun ini adalah sebagai berikut:

  • Remisi 1 bulan untuk 21 anak (20 orang dari LPKA Banda Aceh dan 1 orang dari Lapas Bireuen),

  • Remisi 2 bulan untuk 5 anak,

  • Remisi 3 bulan untuk 8 anak.

“Pemberian remisi ini diharapkan menjadi motivasi bagi anak-anak binaan untuk terus menunjukkan perubahan perilaku yang positif, dan memanfaatkan sisa masa pidananya dengan mengikuti program pembinaan secara maksimal,” pungkas Yan.

BNNP Aceh: Lebih dari 80 Ribu Warga Aceh Terpapar Narkoba, Didominasi Ganja

0
Daun Ganja (Foto: Erin Stone/Pixabay)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh mengungkapkan bahwa lebih dari 80 ribu warga di provinsi ujung barat Indonesia terpapar narkoba. Mayoritas dari mereka diketahui merupakan pengguna ganja.

“Pemakai narkoba atau yang terpapar narkoba di Aceh itu kurang lebih 80 ribu orang atau sekitar 1,7 persen (dari jumlah penduduk Aceh 5,5 juta jiwa lebih),” ujar Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah, dalam kegiatan di Aceh Besar, Rabu (23/7), seperti dikutip dari Antara.

Pernyataan tersebut disampaikan Marzuki saat membuka program Berdikari Tani—program yang mengusung konsep Bersih dari narkoba, mandiri dalam ketahanan pangan dan inflasi—di Gampong Leungah, Kecamatan Seulimuem, Kabupaten Aceh Besar.

Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen di antaranya merupakan pengguna narkotika jenis ganja. Marzuki pun mengingatkan masyarakat untuk tidak merasa bangga dengan reputasi ganja asal Aceh.

“Jangan pernah bangga ketika dibilang ganja Aceh paling hebat di dunia,” tegas Marzuki. Menurutnya, pandangan seperti itu justru dapat membuka jalan bagi masyarakat untuk mencoba jenis narkoba lain yang lebih berbahaya dan mahal.

“Naik sedikit ke ekstasi, naik sedikit sabu-sabu. Nanti kalau ada duit lagi naik sedikit lagi jadi kokain, heroin. Dan, semua pemakai narkoba jenisnya sabu-sabu dan sebagainya 70 persennya gila, dan miskin,” lanjutnya.

Selain menyoroti tingginya angka pengguna narkoba di Aceh, Marzuki juga mengungkap data mengejutkan terkait jalur distribusi narkotika di Indonesia. Menurutnya, sebagian besar pasokan narkoba di Tanah Air masuk melalui wilayah laut Aceh.

“Ganja, sabu-sabu, ekstasi, kokain, heroin, dan macam-macam. 80 persen suplai di Indonesia dari perairan laut Aceh. Itu data yang bicara. Untuk itu, perkuatan lah laut-lautnya, dari Panglima Laot dan semuanya,” katanya.

Marzuki berharap agar seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemangku kepentingan adat seperti Panglima Laot, dapat turut memperkuat pengawasan di wilayah perairan. Ia juga mengajak warga Aceh untuk menjauhi narkoba dan menyadari bahaya ketergantungan sejak awal.

“Jangan pernah coba, karena ketika sekali memakainya berisiko bakal ketagihan,” tutup Marzuki.

38 Rumah di Aceh Utara Hilang Diterjang Abrasi, 214 Lainnya Terancam

0
Bibir pantai Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Rabu (23/7/2025),(Foto: DOC WARGA)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Abrasi pantai kembali melanda kawasan pesisir utara Aceh. Kali ini, sebanyak 38 rumah warga di Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, hilang akibat tergerus ombak.

Kepala Desa Lhok Puuk, T. Bakhtiar, mengatakan bahwa abrasi sudah menjadi ancaman yang kerap terjadi di wilayah mereka.

“Tadi pagi baru saja terjadi pasang purnama, air juga memasuki permukiman warga, tetapi sekarang sudah surut,” ujar Bakhtiar saat dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/7/2025).

Tak hanya merobohkan puluhan rumah, abrasi juga mengancam 214 rumah lainnya yang berada dekat bibir pantai.

“Kami sudah laporkan ke pemerintah soal rumah ini,” lanjut Bakhtiar.

Terpisah, Kepala Dinas Pemukiman dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Aceh Utara, Faisal, mengungkapkan bahwa Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, telah melaporkan bencana tersebut ke Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Kami usul bantuan bangunan rumah untuk kawasan pesisir di Kementerian Sosial RI,” tutur Faisal saat dikonfirmasi.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Temui MUI Pusat Bahas Tanah Wakaf Blang Padang

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah saat berbincang dengan Sekjen MUI, Buya Amirsyah saat bersilaturahmi dengan Sekjen MUI di kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2025). (Foto: Humas BPPA)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah Provinsi Aceh terus mengupayakan penyelesaian status tanah wakaf Blang Padang di Banda Aceh. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menemui Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (23/7/2025), untuk membahas persoalan tersebut.

“Maksud kedatangan kami untuk menyampaikan kondisi tanah wakaf Blang Padang yang saat ini statusnya menjadi perhatian kami di Aceh,” ujar Fadhlullah dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh.

Pertemuan itu turut dihadiri Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Aceh A Gani Isa, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Zahrol Fajri, Kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman Saifan Nur, dan Nazir Wakaf Masjid Raya Baiturrahman.

Dalam kesempatan tersebut, Fadhlullah juga menyerahkan dokumen-dokumen terkait fakta status tanah wakaf Masjid Raya Baiturrahman kepada Sekjen MUI.

“Kami sangat berterima kasih kepada MUI Pusat, khususnya kepada Pak Sekjen yang telah menerima kami dengan sangat terbuka,” ujarnya.

Fadhlullah menjelaskan, tanah wakaf seluas 8,9 hektare itu merupakan bagian dari kompleks Masjid Raya Baiturrahman yang memiliki nilai sejarah dan religius yang tinggi. Namun, penggunaan lahan tersebut dinilai tidak lagi sesuai dengan peruntukan awalnya.

“Kita berharap adanya dukungan dari MUI sebagai lembaga pusat dalam upaya pengembalian fungsi wakaf sesuai syariat Islam,” kata Fadhlullah.

Menanggapi hal itu, Sekjen MUI Buya Amirsyah menyatakan kesiapan MUI untuk memberikan dukungan penuh. Ia mengapresiasi inisiatif Pemprov Aceh dan menegaskan pentingnya pengelolaan wakaf secara tepat.

“Kami mendukung langkah Pemerintah Aceh dan para tokoh yang hadir untuk mengembalikan fungsi tanah wakaf tersebut kepada nazir agar dapat digunakan sesuai dengan tujuan awalnya,” katanya.

Buya Amirsyah menambahkan, tanah wakaf tidak boleh digunakan untuk kepentingan selain umat dan harus dikelola secara berkelanjutan oleh nazir demi kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

MUI, lanjutnya, akan menyiapkan rekomendasi tertulis yang akan disampaikan kepada instansi terkait, termasuk Kementerian Agama dan pihak TNI, untuk mendukung upaya Pemerintah Aceh.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem juga telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam surat bernomor 400.8/7180 tertanggal 17 Juni 2025 itu, Gubernur menyampaikan sejumlah dokumen sejarah yang memperkuat status wakaf tanah Blang Padang.

Disebutkan bahwa tanah wakaf tersebut, bersama tanah di Blang Punge, diwakafkan oleh Sultan Iskandar Muda untuk kemaslahatan dan pemeliharaan Masjid Raya Baiturrahman. Namun, sejak 20 tahun terakhir—pasca-tsunami Aceh—tanah tersebut telah dikelola oleh TNI AD melalui Kodam Iskandar Muda.

Editor: Akil

Wali Nanggroe Aceh Sambut Delegasi Program Student Mobility Unmuha dan Universiti Malaya

0
Paduka Yang Mulia (PYM) Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haythar, menyambut hangat kunjungan rombongan Short-Term Student Mobility Program dari Universiti Malaya (UM), Malaysia, dan Universitas Muhammadiyah Aceh. (Foto: Humas Unmuha)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Paduka Yang Mulia (PYM) Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haythar, menyambut hangat kunjungan rombongan Short-Term Student Mobility Program dari Universiti Malaya (UM), Malaysia, dan Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Rabu (23/7/2025).

Pertemuan silaturahmi yang berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Unmuha, Dr. Aslam Nur, MA, bersama para Wakil Rektor, Kepala Biro Umum, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI), Ketua Panitia Student Mobility, Dekan Fakultas Teknik, serta dosen pendamping. Sebanyak 25 mahasiswa dari Universiti Malaya turut serta dalam kunjungan tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor Unmuha menyampaikan apresiasi kepada Wali Nanggroe atas waktu dan perhatian yang diberikan di tengah kesibukan yang padat.

“Saya sangat berbahagia ketika mendapatkan jawaban bahwa bapak sudah mengagendakan pertemuan silaturahmi pada hari ini, untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Teungku Malik Mahmud Al Haythar, mudah-mudahan pertemuan antara Unmuha dengan Wali Nanggroe dapat terus terjalin di masa-masa yang akan datang,” kata Aslam Nur.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program Short-Term Student Mobility antara Unmuha dan Universiti Malaya yang bertujuan mempererat kerja sama antarnegara, khususnya dalam bidang pendidikan dan akademik. Program ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari hubungan kolaboratif yang telah terjalin erat antara kedua perguruan tinggi tersebut.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara Aceh, Malaysia, dan Indonesia dalam konteks pertukaran pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia.

Editor: Akil