Beranda blog Halaman 279

ASN Mengajar Aceh Rayakan HUT ke-80 RI Bersama Anak Binaan di Banda Aceh

0
ASN Mengajar Aceh Rayakan HUT ke-80 RI Bersama Anak Binaan di Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Suasana meriah mewarnai Gampong Jawa, Kota Banda Aceh, saat ASN Mengajar Aceh menggelar kegiatan bertajuk “Perayaan HUT ke-80 RI bersama ASN Mengajar Aceh”, Minggu (24/8/2025).

Sekitar 75 anak binaan, 25 warga gampong, dan 40 relawan gabungan dari ASN Mengajar Aceh serta DPP IKAPTK Aceh turut serta memeriahkan acara ini. Rangkaian kegiatan dimulai dengan upacara bendera, dilanjutkan penampilan tarian Kuthiding dengan busana adat Aceh, musikalisasi puisi, hingga perlombaan tradisional seperti tarik tambang yang berlangsung penuh sorak dan tawa.

Ketua ASN Mengajar Aceh, Muh Rizky Al Ayyubi, menyebut kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan kolaborasi ASN dalam menghidupkan semangat kemerdekaan di tengah masyarakat.

“Bagi kami, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir sepenuhnya di tengah masyarakat hari ini. Dalam setiap tarian, setiap tawa anak-anak, kita belajar bahwa persatuan tumbuh dari hal-hal sederhana: saling hadir, saling mendukung, dan saling menguatkan. Harapan kami, semangat ini tidak berhenti di perayaan, melainkan terus hidup dalam langkah-langkah kecil yang kita lakukan bersama masyarakat Aceh,” ujarnya.

Rizky juga menuturkan bahwa salah satu momen paling berkesan adalah saat anak-anak binaan tampil membawakan musikalisasi puisi.

“Saat anak-anak tampil dengan percaya diri, kita disadarkan bahwa keberanian mereka lahir bukan dari sesuatu yang besar, tetapi dari ruang sederhana yang memberi kesempatan untuk tumbuh. Dari ekspresi mereka, kita belajar bahwa setiap anak hanya butuh didengar, dihargai, dan diberi ruang, dan dari sanalah semangat generasi muda bertumbuh,” katanya.

Senada, Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua ASN Mengajar Aceh, A. Rommy Djufar Aflach, menekankan pentingnya menjadikan perayaan kemerdekaan sebagai energi untuk aksi nyata.

“Kemerdekaan adalah tentang merawat persatuan hari ini dan menyalakan harapan untuk esok. Melalui perayaan sederhana ini ASN, mahasiswa, dan masyarakat hadir sebagai satu keluarga besar Indonesia. Semoga semangat merah putih ini terus hidup, tidak berhenti hari ini, tetapi menjadi energi untuk kita saling peduli dan mengabdi bagi bangsa dengan aksi nyata kedepan,” ujarnya.

ASN Mengajar Aceh sendiri merupakan cabang dari gerakan nasional ASN Mengajar, sebuah inisiatif sosial yang berfokus pada pendidikan inklusif bagi anak-anak dari keluarga marginal. Meski digagas oleh ASN, gerakan ini terbuka untuk berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan masyarakat umum.

Usai perayaan kemerdekaan, komunitas ini akan melanjutkan program-program rutin seperti Fun Learning, Bintang Calistung, Talent Interest, Creative Business, dan Out of Taman. Program tersebut diharapkan mampu menjaga semangat kebersamaan yang tercipta dari momentum HUT RI.

Acara ini terselenggara berkat dukungan DPP IKAPTK Aceh, Urban Tea House, Gramedia, serta Wave to Youth. Kolaborasi tersebut tidak hanya membantu dari sisi pendanaan, tetapi juga menambah semangat peserta melalui berbagai hadiah lomba.

Dengan semarak peringatan ini, ASN Mengajar Aceh berharap semangat HUT ke-80 Republik Indonesia terus menyala, menghadirkan kebersamaan, dan menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi bagi bangsa.

Penipuan Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Illiza, Warga Diminta Waspada

0
Akun Facebook Palsu yang mengatasnamakan Wali Kota Banda Aceh. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Nama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, kembali disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Modus yang digunakan masih serupa, yaitu membuat akun Facebook palsu dengan memakai nama dan foto profil Illiza, lalu menghubungi calon korban untuk melakukan penipuan.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdako Banda Aceh, Aulia R. Putra, menegaskan bahwa akun tersebut palsu dan tidak ada kaitannya dengan Wali Kota.

“Iya benar, akun fake. Akun asli beliau hanya ada di Instagram dan TikTok,” ujar Aulia saat dikonfirmasi Nukilan, Minggu (24/8/2025).

Dia menambahkan, akun Facebook asli atas nama Illiza sudah lama tidak aktif, yaitu sejak 2018. Aulia mengatakan, sejauh ini sudah ada yang melaporkan adanya chat menggunakan akun Facebook atas nama Illiza.

Aulia menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada masyarakat yang menjadi korban penipuan dari akun palsu yang mengatasnamakan Wali Kota Illiza. Namun, ia menjelaskan pihaknya sudah menerima tiga laporan terkait, masing-masing dari pihak Facebook, seorang kepala sekolah di Abdya, serta seorang pimpinan dayah di daerah yang sama.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap kejahatan siber dengan modus serupa. Menurutnya, masyarakat perlu memastikan keaslian akun media sosial ketika dihubungi, dimasukkan ke dalam grup, ataupun ditawari bantuan dengan syarat melakukan transfer uang. []

Reporter: Sammy

Pulo Aceh Jadi Penutup, Distribusi Beras Murah Rampung di Seluruh Kecamatan Aceh Besar

0
Distribusi Beras Murah Rampung di Seluruh Kecamatan Aceh Besar. (Foto: MC Abes)

NUKILAN.ID | JANTHO — Program Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) resmi tuntas di seluruh kecamatan Kabupaten Aceh Besar. Penyaluran terakhir berlangsung pada Jumat (23/8/2025) di Kecamatan Pulo Aceh, tepatnya di Kemukiman Pulo Nasi dan Kemukiman Pulo Breuh.

Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Alyadi, S.Pi., M.M., menyampaikan bahwa dengan rampungnya distribusi tersebut, masyarakat di seluruh Aceh Besar kini telah mendapatkan akses untuk membeli beras berkualitas dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Perum Bulog Kanwil Aceh dan Dinas Pangan Aceh Besar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Dalam program GPM SPHP, beras dijual seharga Rp65.000 per karung berisi 5 kilogram. Penyaluran di Pulo Aceh dilakukan dengan dukungan mitra resmi Bulog, yakni Kios Pangan FAZILLA di Gampong Paloh. Keberadaan kios ini memudahkan warga Pulo Nasi maupun Pulo Breuh memperoleh beras murah tanpa perlu menyeberang ke daratan.

“Alhamdulillah, GPM Beras SPHP sudah kita laksanakan di seluruh 23 kecamatan. Hari ini kita tutup pelaksanaannya di Kecamatan Pulo Aceh. Ini membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada wilayah daratan, tetapi juga memperhatikan masyarakat di kepulauan,” ujar Alyadi.

Ia menambahkan, kios pangan mitra yang tersebar di setiap kecamatan akan menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga stabilitas harga beras.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa membeli beras dengan harga yang wajar. Kios-kios mitra ini menjadi ujung tombak agar distribusi lebih merata, termasuk di wilayah yang jauh dari pusat kota,” katanya.

Menurut Alyadi, respon masyarakat terhadap program ini sangat positif. Selain harga yang lebih rendah dari pasaran, ketersediaan beras juga lebih terjamin.

“Program GPM SPHP ini bukan hanya soal murah, tetapi juga tentang kepastian ketersediaan beras. Dengan demikian, warga bisa lebih tenang menghadapi kondisi ekonomi yang kadang tidak menentu,” jelasnya.

Dengan tuntasnya distribusi di Pulo Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan serta melindungi daya beli masyarakat. Program ini diharapkan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga, terutama di wilayah kepulauan yang kerap menghadapi keterbatasan akses logistik.

BPJPH Kanwil Kemenag Aceh Gelar Sosialisasi Halal di Car Free Day Banda Aceh

0
BPJPH Kanwil Kemenag Aceh Gelar Sosialisasi Halal di Car Free Day Banda Aceh. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Tim Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh tetap melanjutkan kegiatan sosialisasi, edukasi, konsultasi, dan pengawasan meski di hari libur, Ahad (24/8/2025).

Dengan mengenakan rompi dan topi berwarna kopi susu, tim BPJPH membaur bersama masyarakat, penjaja, dan peserta Car Free Day (CFD) di Jalan Tgk Muhammad Daud Beureueh, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Sejak subuh, tim hadir di area CFD yang dipadati bazar, stan kuliner, dan pelaku UMKM. Mereka melakukan sosialisasi dan pengawasan, sekaligus memberikan edukasi serta layanan konsultasi seputar kewajiban sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

“Melakukan pembinaan dan edukasi kepada pelaku usaha dan stakeholder di Aceh terkait pentingnya sertifikasi halal dan prosedur yang harus diikuti,” ujar Ketua Satgas Halal Aceh yang juga Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh, Ahmad Yani SPdI.

Selain itu, tim juga melakukan pengawasan dan, pada kesempatan tertentu, verifikasi produk halal di wilayah Aceh guna memastikan kesesuaian dengan standar dan regulasi yang berlaku.

Amatan Nukilan.id di lokasi, kegiatan tim BPJPH ini disambut antusias pengunjung CFD yang ramai sejak pagi. Suasana semakin meriah dengan hadirnya bazar UMKM, olahraga, senam, hingga pementasan seni di sepanjang Jalan Daud Beureueh, dari Simpang Lima hingga Simpang Jambo Tape. (XRQ)

Reporter: Akil

PKS Aceh Tetapkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Mualem

0
PKS Aceh Tetapkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Dukungan untuk Pemerintahan Mualem. (Foto: PKS Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh resmi menetapkan kepengurusan baru Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) periode 2025–2030 melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) VI yang digelar serentak secara nasional, Jumat (22/8/2025).

Ismunandar terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Aceh dan akan memimpin partai lima tahun ke depan bersama jajaran pengurus baru hasil Pemilihan Raya (Pemira) kader PKS yang berlangsung pada 31 Mei 2025. Pemira tersebut dilakukan secara terbuka melalui mekanisme e-voting dengan melibatkan partisipasi kader dari seluruh Aceh.

Adapun susunan pengurus baru DPTW PKS Aceh antara lain: Bustanul Arifin sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW), T. Syahrizal sebagai Sekretaris MPW, Kasibun Daulay sebagai Sekretaris DPW, Saifunsyah sebagai Bendahara, Wahyudi sebagai Ketua Bidang Kaderisasi, serta Surianto Sudiman dan Afrial Hidayat masing-masing sebagai Ketua dan Sekretaris Dewan Syariah Wilayah (DSW).

Selain menetapkan kepengurusan baru, Muswil VI juga menjadi ajang konsolidasi politik. PKS Aceh menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). Sejumlah program prioritas Mualem yang mendapat dukungan PKS Aceh antara lain perjuangan dana otonomi khusus (otsus) abadi untuk rakyat Aceh, percepatan penyerahan lahan Blang Padang ke Pemerintah Aceh, dukungan penuh terhadap UMKM dan penciptaan lapangan kerja, penguatan ketahanan keluarga serta perlindungan perempuan-anak dari kemiskinan dan stunting, serta dorongan agar Pemerintah Aceh konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar, menegaskan bahwa Muswil kali ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan.

“Muswil VI menjadi bukti regenerasi partai yang sehat, dengan melibatkan kader muda dan energi baru. PKS Aceh ingin semakin dekat dengan rakyat dan konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh,” ujarnya.

Pelantikan pengurus baru PKS Aceh hasil Muswil dijadwalkan berlangsung Minggu (24/8/2025) secara serentak di seluruh Indonesia dan akan dipimpin langsung oleh Presiden PKS.

Haji Uma Dampingi Santri Aceh Korban Penganiayaan ke LPSK

0
Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma saat mendampingi korban dugaan penganiayaan ke LPSK, di Jakarta, Sabtu (23/8/2025). (Foto: Tim Sudirman Haji Uma)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma, mendampingi seorang santri asal Aceh Tengah berinisial S yang diduga menjadi korban penganiayaan seniornya di sebuah pesantren di Kabupaten Bogor, ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Sabtu (23/8).

“Alhamdulillah, kita bersama korban dan keluarga telah bertemu LPSK melaporkan kasus ini dan meminta agar mendapat perlindungan terhadap saksi dan korban yang saat ini masih dalam proses hukum,” kata Sudirman Haji Uma dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh.

Santri S diduga mengalami tindak kekerasan berupa pukulan, tendangan, hingga siksaan oleh seniornya pada 12 November 2024. Peristiwa tersebut menimbulkan trauma dan ketakutan mendalam bagi korban.

Meski kasus ini telah ditangani Polres Kabupaten Bogor, hampir sepuluh bulan berlalu belum ada kejelasan hukum. Kondisi tersebut mendorong keluarga korban mengadu kepada Sudirman Haji Uma untuk mendapatkan advokasi.

Haji Uma menyebut dirinya juga telah menyurati Kapolres Bogor agar proses hukum berjalan sesuai aturan dan memberi keadilan bagi korban.

Dalam kesempatan itu, ia menyesalkan lemahnya pengawasan serta mekanisme pendisiplinan di lingkungan pesantren yang bersangkutan.

“Ini tidak baik dan keluar jauh dari prinsip edukasi. Kita akan merekomendasikan kepada kementerian terkait untuk mengevaluasi lembaga pendidikan semacam ini, termasuk perizinannya,” ujarnya.

Menurut Haji Uma, lembaga pendidikan Islam seharusnya menjadi tempat membentuk generasi berkarakter, berakhlak, dan bermartabat, bukan justru melahirkan trauma serta ketidakadilan bagi santrinya.

Sementara itu, ayah korban, M Salim, menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak pesantren yang dinilai abai menyikapi persoalan tersebut. Ia berharap penegak hukum segera menuntaskan kasus anaknya.

“Kita hanya ingin kasus ini diproses dan pihak pesantren bertanggung jawab serta melakukan evaluasi, karena ini menyangkut pendidikan anak bangsa. Terima kasih kepada Haji Uma dan LPSK, kami memohon kasus ini segera diproses dan segera tuntas,” ujar M Salim.

Editor: AKil

Gubernur Aceh Siap Dukung Program Kerja MUNA

0
Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf saat menerima Kunjungan Silaturahmi Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Tgk. H. Muhammad Ali (Abu Paya Pasi) beserta rombongan di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu (23/8/2025). (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program kerja Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA). Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran ulama MUNA di Meuligoe Gubernur, Sabtu (23/8/2025).

Pertemuan tersebut berlangsung setelah MUNA menggelar rapat pimpinan (Rapim) di restoran Pendopo Gubernur Aceh. Dalam kesempatan itu, Mualem menilai rekomendasi ulama sangat penting bagi arah pembangunan Aceh.

“Ia yakin, masukan dan rekomendasi ulama akan sangat membantu Pemerintah Aceh dalam menjalankan tugas pembangunan daerah,” tulis keterangan resmi.

Selain mendukung program kerja MUNA, Mualem juga menggagas pertemuan besar ulama se-Aceh dalam waktu dekat. Menurutnya, forum itu akan menjadi wadah penting untuk memperkokoh pelaksanaan syariat Islam di Bumi Serambi Mekkah.

“InsyaAllah dengan doa ulama akan memberkahi kita semua,” kata Mualem.

Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) saat ini dipimpin oleh Tgk. H. Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi. Sejumlah ulama kharismatik Aceh lainnya juga terlibat dalam kepengurusan, di antaranya Abon Arongan dan Abon Nisam.

Editor: Akil

Adian Napitupulu Sindir Immanuel Ebenezer Batal Bicara Soal Korupsi Setelah Ditangkap KPK

0
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, menyindir Noel lewat akun Instagram miliknya pada Kamis (21/8/2025) lalu. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Ironi politik kembali mencuat ke permukaan. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan atau yang akrab disapa Noel, batal tampil sebagai pembicara dalam sebuah diskusi daring bertema pemberantasan korupsi. Pasalnya, sebelum sempat berbicara, Noel telah lebih dulu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (20/8/2025) malam.

Padahal, ia dijadwalkan hadir dalam acara yang digelar Emerson Institute pada Senin (25/8/2025) bertajuk “Perang Melawan Korupsi” dengan tema “Hukuman Mati dan Efek Jera untuk Koruptor.” Kehadirannya kala itu dinilai penting mengingat Noel dikenal vokal menyuarakan isu pemberantasan korupsi. Namun, nasib berkata lain—Noel justru tersandung kasus hukum sebelum sempat menyampaikan pandangannya.

Penangkapan Noel tidak luput dari perhatian publik, termasuk sesama politisi. Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, menyindir Noel lewat akun Instagram miliknya pada Kamis (21/8/2025) lalu.

“Bagaimana kelanjutan Talk Show nya,” tulis Adian, dikutip Nukilan.id pada Minggu (24/82025).

Unggahan singkat itu langsung viral dan ramai diperbincangkan warganet. Banyak yang menyoroti kontrasnya keadaan: seorang pejabat yang seharusnya membahas hukuman berat bagi koruptor, justru lebih dulu dijerat kasus korupsi.

Peristiwa ini menjadi catatan tersendiri mengenai pentingnya integritas pejabat publik. Sindiran Adian pun seakan menegaskan bahwa perang melawan korupsi tak bisa berhenti pada wacana, melainkan harus dibuktikan dengan keteladanan nyata. (XRQ)

Reporter: AKil

Ahmad Dhani Bagikan Link Lagu Dewa 19 Gratis untuk Kafe, Restoran, hingga Hotel

0
Ahmad Dhani (Foto: Selvianus/MPI)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Musisi legendaris Ahmad Dhani kembali menjadi sorotan publik dengan langkah beraninya terkait pengelolaan royalti musik di Indonesia. Pentolan grup band Dewa 19 itu mengumumkan bahwa sejumlah lagu Dewa 19 yang dibawakan bersama vokalis Ello dan Virzha kini bisa diputar secara gratis di berbagai kafe, restoran, hingga hotel.

Kabar tersebut ia sampaikan melalui akun Instagram resminya pada Rabu, 13 Agustus 2025. Dhani tak hanya memberi pernyataan, melainkan juga menyediakan tautan khusus agar para pelaku usaha bisa mendaftarkan tempatnya dan memperoleh izin resmi tanpa biaya.

“Untuk Cafe, Resto, dan Hotel yang ingin menggunakan lagu Dewa19 Ft Virzha Ello secara GRATIS, Submit sekarang juga di bit.ly/Dewa19VirzhaEllo,” tulis Ahmad Dhani dalam unggahannya, dikutip Nukilan.id pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Langkah ini disambut positif oleh banyak pengusaha di sektor kuliner dan perhotelan. Pasalnya, kebijakan tersebut memberi kesempatan untuk menghadirkan lagu-lagu hits Dewa 19 tanpa perlu mengkhawatirkan beban biaya royalti.

Dhani menyebut, inisiatif ini merupakan jawaban dari banyaknya permintaan yang ia terima melalui pesan langsung di media sosial. “Postingan ini sekaligus jawaban bagi ribuan DM yang sudah masuk dan bertanya mengenai penggunaan lagu Dewa19,” tegasnya.

Keputusan Ahmad Dhani ini juga menjadi kelanjutan dari kritik pedas yang sebelumnya ia sampaikan terhadap Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), khususnya Wahana Musik Indonesia (WAMI). Menurutnya, sistem penagihan royalti yang diterapkan cenderung tidak adil. Ia menilai WAMI lebih keras menagih royalti dari usaha kecil seperti kafe dan restoran, namun kurang tegas terhadap penyanyi atau band besar yang juga enggan membayar kewajibannya.

Isu pengelolaan royalti musik sendiri memang sedang ramai dibicarakan di kalangan musisi Tanah Air. Beberapa nama besar, seperti Ari Lasso dan Tompi, juga menyoroti ketidaktransparanan dalam distribusi dana royalti, termasuk dugaan kesalahan transfer.

Dengan menyediakan akses gratis melalui jalur resmi, Ahmad Dhani tidak hanya memberi solusi praktis bagi pelaku usaha, tetapi juga menyampaikan kritik nyata terhadap sistem yang ia anggap bermasalah. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban usaha kecil sekaligus menjaga karya-karya Dewa 19 tetap terdengar di berbagai tempat di Indonesia. (xrq)

Reporter: Akil

Kakanwil Kemenag Aceh Apresiasi Seluruh Peserta OSMA 2025,

0
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, menyerahkan penghargaan kepada Juara Olimpiade Sains Madrasah Aceh (OSMA) 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, menyebut semua peserta Olimpiade Sains Madrasah Aceh (OSMA) 2025 adalah juara. Amatan Nukilan.id, hal itu ia sampaikan saat malam pengumuman pemenang yang berlangsung di Aula Jeddah Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu (23/8/2025).

“Selamat bagi yang meraih juara. Bagi yang belum menang jangan sedih. Semua yang telah berkompetisi, ini semua juara. Semua juara bagi yang telah tampil di sini,” ujar Azhari dalam sambutannya.

Ia menambahkan, tampil di tingkat provinsi sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi para siswa. “Berbahagialah telah tampil di provinsi,” lanjutnya sebelum menyerahkan hadiah kepada para pemenang.

Dukungan Madrasah dan Guru

Azhari berharap ajang OSMA bisa terus berlanjut dengan dukungan para Kakankemenag, madrasah, dan jajaran Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Aceh. Menurutnya, ajang ini juga sejalan dengan salah satu Asta Protas Menteri Agama, yaitu digitalisasi tata kelola.

Di hadapan para guru dan kepala madrasah, Azhari juga mengingatkan pentingnya peran tenaga pendidik di tengah kemajuan teknologi. “Jangan semua diandalkan dari AI. Akhirnya guru tak tahu apa-apa,” tegasnya.

Ia menekankan, penjelasan guru tetap dibutuhkan, termasuk dalam praktik pembelajaran yang tidak bisa sepenuhnya digantikan teknologi.

Ajang Menuju Kompetisi Lebih Besar

Sementara itu, Kabid Penmad Kemenag Aceh menjelaskan OSMA menjadi ajang yang menyahuti berbagai kompetisi sebelumnya seperti KSM, OMI, atau Myres, sekaligus menyambut event mendatang yaitu KOMI.

Total peserta yang mengikuti babak final OSMA 2025 sebanyak 385 siswa dari jenjang MI, MTs, dan MA, sementara 34 siswa berhalangan hadir. Rinciannya, MI diikuti 67 peserta, MTs 103 peserta, dan MA 215 peserta. Sebelumnya, di tingkat kabupaten/kota jumlah peserta mencapai 7.021 siswa.

Semua peserta mendapat sertifikat yang diakui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Khusus juara 1, mereka berhak atas sertifikat, piala, medali, serta uang pembinaan.

Yang menarik, terdapat siswa inklusi yang berhasil masuk nominasi juara. Ajang ini juga menjadi momentum bagi Kelompok Kerja Madrasah (K2M) yang siap diberi amanah kembali dalam penyelenggaraan Porseni Aceh.

Juara Umum dan Peserta Favorit

Juara umum OSMA 2025 diraih Kota Banda Aceh (Juara Umum 1), Aceh Besar (Juara Umum 2), dan Bener Meriah (Juara Umum 3).
Peserta Favorit diberikan kepada Fahriyandi Armiaga, siswa MAS Ulumul Quran Aceh Tengah untuk mata pelajaran Geografi.

Daftar Lengkap Pemenang OSMA 2025

Matematika (MI):

  • Juara 1: Qisya Khairan Thahiran (MIN 3 Kota Lhokseumawe)

  • Juara 2: Alifa Ilhamna (MIN 1 Bireuen)

  • Juara 3: Muhammad Rijal (MIN 8 Aceh Tenggara)

  • Harapan 1: Muhammad Ikhlas (MIN 11 Aceh Besar)

  • Harapan 2: Mikhayla Putri (MIN 1 Bireuen)

  • Harapan 3: Sultan Habil Al Habsyi (MIN 4 Kota Lhokseumawe)

IPA (MI):

  • Juara 1: Rafif Adha (MIN 8 Kota Banda Aceh)

  • Juara 2: TM Fachri Azzamy (MIN 2 Kota Langsa)

  • Juara 3: Syaza Qmna Farizqia (MIN 45 Aceh Besar)

  • Harapan 1: Lathifa Anara (MIN 1 Kota Banda Aceh)

  • Harapan 2: M. Afif Rafiuddin (MIN 20 Aceh Besar)

  • Harapan 3: Rzra Abdul Razaq Hasibuan (MIN 1 Simeulue)

Matematika (MTs):

  • Juara 1: Ulfatul Jazila (MTsS Jeumala Amal, Pidie Jaya)

  • Juara 2: M. Khaidir Alfansuri (MTsN 1 Kota Subulussalam)

  • Juara 3: Padhil S. Khairi (MTsN 1 Bener Meriah)

  • Harapan 1: Izzah Hunaifa (MTsN 5 Pidie)

  • Harapan 2: Kesya Qilla Balqis (MTsN 5 Bireuen)

  • Harapan 3: Rahil Fadhla (MTs Cahaya Quran Aceh Selatan)

IPA (MTs):

  • Juara 1: Muhammad Alif Al Azzam (MTs Darul Ulum Banda Aceh)

  • Juara 2: Muhammad Hanif Aldebaran (MTsS Ruhul Qur’ani Meulaboh, Aceh Barat)

  • Juara 3: Aqyuni (MTsN 2 Bener Meriah)

  • Harapan 1: Muhammad Azhar Syafiq (MTsN 1 Banda Aceh)

  • Harapan 2: Arkanmuhadzdzib (MTsS Tgk Chiek Umar Diyan, Aceh Besar)

  • Harapan 3: Muhammad Danial Althaf (MTsN 3 Aceh Barat)

IPS (MTs):

  • Juara 1: Septian Fajarino Susilo (MTsN 1 Gayo Lues)

  • Juara 2: Rakhaul Fata (MTsS Darul Ihsan Aceh Besar)

  • Juara 3: Muhammad Fayyadh Arkaan (MTsS Ruhul Qur’ani Meulaboh, Aceh Barat)

  • Harapan 1: Fathurrahman (MTsS Tgk Chiek Omar Diyan, Aceh Besar)

  • Harapan 2: Muhammad Afdhal Arangga (MTsS Samudera Pasai Madani, Aceh Besar)

  • Harapan 3: Laitsa Qarira Farda (MTsS Ulumul Qur’an Langsa)

Biologi (MA):

  • Juara 1: Shawmy Asri Thahira (MAS Al Manar Aceh Besar)

  • Juara 2: Muhammad Rifqi (MAN 1 Banda Aceh)

  • Juara 3: Adinda Putri Khalishah (MAN 1 Banda Aceh)

  • Harapan 1: Yazid Zwagery Asiqin (MAN Insan Cendekia Aceh Timur)

  • Harapan 2: Muhammad Riziq Al Fajri (MAN Insan Cendekia Aceh Timur)

  • Harapan 3: Nabila Agustin (MAS Bunga Al-Quran Aceh Singkil)

Ekonomi (MA):

  • Juara 1: Maulana Syahputra (MAN 1 Subulussalam)

  • Juara 2: Annisa Rayyan (MAS Ruhul Islam Anak Bangsa, Aceh Besar)

  • Juara 3: Rimam (MAS Ashabil Qur’an, Simeulue)

  • Harapan 1: Alifah Rahayu Putri (MAN 1 Banda Aceh)

  • Harapan 2: Nadja Asad Putra Hayuman Hibatullah (MAN Inovasi Nagan Raya)

  • Harapan 3: Fazrul Headiansyah Manurung (MAN Insan Cendekia Aceh Timur)

Fisika (MA):

  • Juara 1: Tomi Anggara (MAN 1 Kota Subulussalam)

  • Juara 2: Faral Ghasya Alvara (MAN 1 Banda Aceh)

  • Juara 3: M. Reza Fahlevi (MAN 1 Banda Aceh)

  • Harapan 1: Nabila Salsa Kumairah (MAN Inovasi Nagan Raya)

  • Harapan 2: Fahri Fernanda (MAS Ruhul Qur’ani Meulaboh, Aceh Barat)

  • Harapan 3: Sa’adah Azizah (MAN 3 Bener Meriah)

Geografi (MA):

  • Juara 1: Sultan Al Farisi (MAN 1 Banda Aceh)

  • Juara 2: Nazriel Reyhannas (MAN 1 Aceh Barat)

  • Juara 3: Sina Auliya (MAN Insan Cendekia Aceh Timur)

  • Harapan 1: Aprillia Selfina (MAN 3 Bener Meriah)

  • Harapan 2: Wilda Alfi Ramadhani (MAN 4 Aceh Selatan)

  • Harapan 3: M. Fathin Naufal (MAS Darul Ulum Banda Aceh)

Kimia (MA):

  • Juara 1: Arsyad Putra Azizi (MAN 1 Banda Aceh)

  • Juara 2: Violindra Azzuhra (MAN Insan Cendekia Aceh Timur)

  • Juara 3: Azmi Farid (MAS Ashabil Qur’an, Simeulue)

  • Harapan 1: M. Yudha Pratama (MAN 2 Bener Meriah)

  • Harapan 2: Askia Khumaira (MAS Lamno, Aceh Jaya)

  • Harapan 3: Naylulmuna (MAN 6 Pidie)

Matematika (MA):

  • Juara 1: Haura Hafizhah Muza (MAS Ulumuddin, Kota Lhokseumawe)

  • Juara 2: Zirahayana (MAN 1 Bener Meriah)

  • Juara 3: Sitirahmadiah (MAS Ibdaul Islam, Aceh Tamiang)

  • Harapan 1: Rafdalul Ilham (MAN 3 Aceh Selatan)

  • Harapan 2: Raudhatul Aula (MAN 1 Bener Meriah)

  • Harapan 3: Thifal Ijlal (MAN 1 Bener Meriah)

Reporter: Akil (XRQ)