Beranda blog Halaman 260

Relawan Petani Muda Millenial Kembali Buka Donasi untuk Korban Bencana di Aceh

0
Relawan Petani Muda Millenial (RPMM) kembali membuka program penggelangan donasi dalam rangka aksi pemuda peduli bencana alam Aceh 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Relawan Petani Muda Millenial (RPMM) kembali membuka program open donasi dalam rangka aksi pemuda peduli bencana alam Aceh 2025. Kegiatan ini diumumkan langsung oleh Sekretaris RPMM, Oka Yulia atau yang akrab disapa Acong, melalui akun Instagram resmi @relawanpetanimillenial.

Kali ini, penyaluran bantuan akan difokuskan untuk tiga kabupaten yang terdampak bencana, yakni Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

Dalam keterangannya, Acong menjelaskan bahwa sebelumnya RPMM telah lebih dahulu menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak lainnya di Aceh.

Kali ini, penyaluran bantuan akan difokuskan untuk tiga kabupaten yang terdampak bencana, yakni Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

Dalam keterangannya, Acong menjelaskan bahwa sebelumnya RPMM telah lebih dahulu menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak lainnya di Aceh.

“Kami dari Relawan Petani Muda Millenial (RPMM) kembali melaksanakan open donasi secara online. Terhitung dari beberapa hari yang lalu kami dari RPMM sudah menyalurkan ke beberapa kabupaten yakni Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, Pidie Jaya dan Bireun yang keseluruhannya adalah daerah terdampak bencana. Untuk awal tahun 2026 ini kami akan kembali menyalurkan donasi ke daerah terdampak lainnya yang dalam hal ini adalah Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tamiang,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, bantuan dalam bentuk apapun sangat berarti bagi para korban bencana dan merupakan wujud nyata solidaritas sosial.

“Kami dari RPMM turut menghimbau dan mengajak kepada lapisan masyarakat untuk sama-sama berkontribusi pada aksi pemuda peduli bencana alam Aceh ini. Tentunya bantuan apapun yang didonasikan akan sangat membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Hal ini juga adalah wujud konkrit dari solidaritas kemanusiaan yang nyata,” jelasnya.

Selain itu, RPMM juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki tujuan serupa, yakni meringankan beban masyarakat terdampak.

“RPMM siap berkolaborasi dengan pihak manapun asalkan tujuan meringankan beban dan memberikan manfaat pada saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam Aceh itu tercapai. Karena bagi kami tentunya tak ada yang lebih penting daripada kebermanfaatan yang bisa kita berikan dan dirasakan oleh para masyarakat terdampak,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Acong turut menyampaikan informasi kontak dan rekening bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam open donasi tersebut.

“Bagi yang berminat bisa mengkomunikasikan dengan kami contact person (CP) atau Whatsapp atas nama Oka Yulia 0813-9613-7185 dan bagi yang ingin berdonasi dalam bentuk uang tunai atau debit itu bisa melalui Dana: 087846381156 (A.N Muhammad Fikran) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) 7236509278 A.N M. Khaisar. Untuk informasi lebih lanjut dan rincinya boleh langsung melalui WhatsApp ataupun Instragram kami, yakni @relawanpetanimillenial ,” tutupnya. (XRQ)

31 Korban Banjir dan Longsor di Aceh Belum Ditemukan, Korban Tewas Terus Bertambah

0
Tim Basarnas mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak saat bencana banjir bandang melanda Aceh pada akhir November 2025 lalu (Foto: Basarnas)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Hingga hampir satu bulan setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, sebanyak 31 orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan data resmi informasi bencana hidrometeorologi kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang dipantau Nukilan.id melalui laman pintu.acehprov.go.id, Selasa (23/12/2025), bencana tersebut telah berdampak pada 198 kecamatan di 18 kabupaten/kota.

Jumlah warga terdampak tercatat mencapai 2.017.542 jiwa atau sekitar 540.281 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, 374.827 jiwa atau sekitar 94.018 KK terpaksa mengungsi akibat rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka rusak atau tidak lagi layak huni.

Data korban jiwa menunjukkan 502 orang meninggal dunia, sementara 31 orang lainnya masih belum ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan, namun terkendala medan berat akibat tumpukan material lumpur yang terbawa arus banjir.

Selain korban meninggal dan hilang, ribuan warga juga mengalami luka-luka, dengan rincian 4.939 orang luka ringan dan 474 orang luka berat.

Bencana ini turut menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas umum. Tercatat 1.098 ruas jalan dan 492 jembatan mengalami kerusakan. Selain itu, 631 tempat ibadah, 468 sekolah, serta 193 unit rumah sakit dan puskesmas terdampak. Kerusakan juga terjadi pada 511 pondok pesantren dan 183 kantor pemerintahan.

Dari sisi kerugian material, sebanyak 125.842 unit rumah mengalami kerusakan. Sektor pertanian dan peternakan pun terdampak luas, meliputi 72.406 hektare sawah, 39.505 hektare tambak, 23.307 hektare kebun, serta 56.337 ekor ternak.

Pemerintah Aceh saat ini terus mengintensifkan langkah-langkah penanganan darurat, meliputi pencarian korban hilang, pemulihan infrastruktur, dan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. (xrq)

Reporter: Akil

TNI dan BNPB Percepat Pembersihan Sekolah Pascabanjir di Aceh Utara dan Aceh Tengah

0
Prajurit TNI membantu warga saat melewati Jembatan Bailey Awe Geutah yang baru selesai dibangun setelah sebelumnya putus akibat bencana banjir bandang di Bireuen, Aceh, Kamis (18/12/2025). (Foto: ANTARA FOTO)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta masyarakat terus mengintensifkan upaya pembersihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir bandang di Aceh Utara dan Aceh Tengah.

Berdasarkan rilis Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) yang disampaikan di Jakarta, Selasa (23/12/2025), tim gabungan kembali membersihkan dua sekolah, yakni SD Negeri 01 Samudera di Aceh Utara dan SD Negeri 9 Kebayakan di Aceh Tengah, sebagai bagian dari percepatan pemulihan kegiatan belajar-mengajar.

Di lokasi, prajurit TNI bersama warga terlihat bergotong royong mengangkat endapan lumpur, menyemprot ruang kelas menggunakan air bersih, serta membersihkan area sekolah yang tertutup material sisa banjir. Lumpur tebal yang menempel di lantai, meja belajar, hingga dinding kelas dibersihkan meskipun dengan peralatan terbatas.

Kehadiran aparat di lapangan tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dorongan semangat bagi para guru, siswa, dan warga yang sebelumnya kewalahan melakukan pembersihan secara mandiri karena mereka juga merupakan korban terdampak bencana.

Aksi tersebut mencerminkan kepedulian bersama terhadap keberlangsungan dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang terdampak banjir. Sekolah yang kembali bersih dan layak digunakan dinilai menjadi langkah awal penting dalam pemulihan kehidupan para pelajar agar tidak terlalu lama kehilangan kesempatan belajar.

Sejak hari pertama bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh pada November lalu, pemerintah telah mengerahkan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga instansi terkait, untuk melakukan evakuasi dan membantu masyarakat terdampak.

Upaya penanganan kemudian berlanjut pada tahap pemulihan berbagai fasilitas umum. Hingga kini, aparat masih berada di lapangan membantu warga membersihkan dan memperbaiki sejumlah sarana vital, seperti jembatan, sekolah, kantor desa dan kelurahan, puskesmas, serta rumah ibadah, termasuk masjid dan gereja.

Kehadiran aparat di tengah masyarakat tersebut menegaskan bahwa negara tidak hanya hadir pada masa darurat, tetapi juga tetap mendampingi warga dalam proses pemulihan pascabencana.

Pelayanan Kesehatan Terus Diperkuat, EMT Dinkes Aceh Layani Ratusan Korban Banjir di Langkahan

0
Pelayanan Kesehatan Terus Diperkuat, EMT Dinkes Aceh Layani Ratusan Korban Banjir di Langkahan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Tim Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Dinas Kesehatan Aceh terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Pada Selasa, 23 Desember 2025, tim EMT dikerahkan ke sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Langkahan guna memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.

Berdasarkan keterangan yang diterima oleh Nukilan.id, di Posko Desa Matang Tengoh, tim EMT melayani sebanyak 118 pasien, yang mayoritas berasal dari kelompok lanjut usia. Pelayanan tersebut melibatkan tenaga medis lintas profesi, mulai dari dokter, perawat, tenaga gizi, hingga petugas kesehatan lingkungan. Selain pemeriksaan medis, warga juga mendapatkan penyuluhan kesehatan serta dukungan psikososial.

Sementara itu, Tim 6 Gelombang 4 EMT Dinkes Aceh memberikan layanan di Posko Pengungsian Waduk Jambo Aye, Desa Langkahan. Di lokasi ini, sebanyak 96 pasien rawat jalan dilayani, termasuk balita dan kelompok rentan lainnya. Tim tidak hanya melakukan pemeriksaan dan pengobatan, tetapi juga memantau kondisi kesehatan lingkungan, keamanan pangan, serta memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Berdasarkan hasil pelayanan, penyakit yang paling banyak ditangani meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan pencernaan, penyakit kulit, serta penyakit tidak menular. Pada kelompok rentan ditemukan kondisi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), ibu menyusui, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Di Posko Waduk Jambo Aye, para pengungsi masih menghadapi keterbatasan akses air bersih serta sarana kebersihan lingkungan.

Selain layanan medis dan pemberian obat-obatan, tim EMT juga melaksanakan kegiatan promotif dan preventif, seperti pemantauan keamanan pangan di dapur pengungsian, pengendalian vektor lalat, serta pemantauan ketersediaan air bersih, jamban, dan saluran pembuangan limbah. Edukasi PHBS turut diberikan kepada pengungsi, mencakup cuci tangan pakai sabun, pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, dan personal hygiene.

Tim juga memberikan konseling ASI eksklusif dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), serta menyalurkan PMBA kepada balita. Namun, di lapangan ditemukan sejumlah Buku KIA dalam kondisi rusak, serta pelayanan Posyandu belum dapat berjalan pada bulan ini akibat situasi bencana.

Dalam pelaksanaan tugas menuju lokasi terdampak, tim EMT Terpadu Dinkes Aceh menghadapi sejumlah kendala, antara lain akses menuju lokasi yang terbatas, ketersediaan logistik obat-obatan tertentu yang belum memadai, minimnya fasilitas MCK, kualitas air bersih yang belum layak, serta pola konsumsi pengungsi yang masih didominasi makanan instan. (XRQ)

Reporter: Akil

Korban Bencana di Sumatera Tembus 1.112 Jiwa, Aceh Catat Angka Tertinggi

0
Ribuan gelondongan kayu terbawa arus banjir dan longsor di Aceh, menyulitkan kerja relawan China mengevakuasi jenazah korban bencana. (Foto: ANTARA FOTO)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Jumlah korban tewas akibat rangkaian bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera terus bertambah. Berdasarkan data terbaru, total korban meninggal dunia di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.112 orang, sementara 176 orang masih dinyatakan hilang.

Data tersebut tercatat dalam dashboard penanganan darurat banjir dan longsor BNPB untuk wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar yang diakses Nukilan.id pada Selasa (23/12/2025). Selain korban meninggal dan hilang, bencana juga menyebabkan sekitar 7.000 orang mengalami luka-luka.

Dari sisi kerusakan, BNPB mencatat sebanyak 158.096 rumah terdampak bencana. Selain itu, lebih dari 300 ribu warga masih berada di lokasi pengungsian.

Banjir dan longsor tersebut melanda 52 kabupaten/kota dan turut merusak berbagai fasilitas publik, mulai dari 1.900 fasilitas umum, 200 fasilitas kesehatan, 875 fasilitas pendidikan, 806 rumah ibadah, 291 kantor pemerintahan, hingga 734 jembatan.

Rincian Korban per Provinsi

Aceh
Tewas: 483 orang
Hilang: 32 orang
Terluka: 4.300 orang
Kabupaten/kota terdampak: 18

Sumatera Utara
Tewas: 369 orang
Hilang: 72 orang
Terluka: 2.300 orang
Kabupaten/kota terdampak: 18

Sumatera Barat
Tewas: 260 orang
Hilang: 72 orang
Terluka: 382 orang
Kabupaten/kota terdampak: 16

BNPB menegaskan bahwa jumlah korban masih dapat berubah seiring proses pendataan yang terus berlangsung di lapangan. Pemerintah saat ini memfokuskan upaya pemulihan pada perbaikan jalan serta fasilitas publik yang rusak.

Selain itu, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para penyintas mulai dilakukan, bersamaan dengan proses pembersihan material sisa banjir bandang di berbagai wilayah terdampak. (XRQ)

Reporter: Akil

DPRK Aceh Selatan Dinilai Dilecehkan, Novi Rosmita Tegaskan Lembaga Wakil Rakyat Bukan “Kacung”

0
Anggota DPRK Aceh Selatan dari Fraksi Partai NasDem, Novi Rosmita, SE, M.Kes. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Anggota DPRK Aceh Selatan dari Fraksi Partai NasDem, Novi Rosmita, SE, M.Kes, angkat bicara menanggapi pernyataan Nasrul Zaman yang menyebut DPRK Aceh Selatan sebagai “kacung”. Menurut Novi, pernyataan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga mencederai martabat lembaga perwakilan rakyat serta bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi.

Sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem DPRK Aceh Selatan, Novi Rosmita menegaskan bahwa DPRK merupakan lembaga konstitusional yang bekerja berdasarkan mandat rakyat. Oleh karena itu, setiap bentuk pernyataan yang merendahkan DPRK pada dasarnya juga merendahkan rakyat yang diwakilinya.

“DPRK adalah lembaga perwakilan rakyat. Jika ada pihak yang menyebut DPRK sebagai ‘kacung’, maka secara tidak langsung ia juga sedang merendahkan rakyat. Pernyataan seperti ini jelas tidak pantas disampaikan di ruang publik,” tegas Novi Rosmita, Selasa (23/12/2025).

Ia menilai, sebagai seorang akademisi, Nasrul Zaman semestinya mampu menyampaikan kritik atau pandangan publik dengan menjunjung tinggi etika, nalar intelektual, serta bahasa yang menyejukkan. Menurutnya, ruang publik membutuhkan gagasan yang mencerahkan, bukan narasi yang berpotensi memicu kegaduhan dan memperkeruh suasana demokrasi.

“Seorang akademisi semestinya memberi contoh komunikasi yang beradab dan mencerdaskan. Kritik boleh, bahkan perlu, tetapi harus disampaikan dengan cara yang beretika dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Novi Rosmita menegaskan bahwa DPRK Aceh Selatan tidak pernah menutup diri terhadap kritik. Namun, kritik yang disampaikan harus bersifat objektif, santun, serta berbasis pada fakta yang jelas, bukan sekadar tudingan yang merendahkan tanpa dasar yang kuat.

“Kami sebagai wakil rakyat siap menerima kritik. Kritik adalah bagian dari demokrasi. Tetapi kritik yang sehat adalah kritik yang membangun, bukan yang menyerang dengan istilah-istilah yang merendahkan,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa posisi sebagai pendidik atau dosen seharusnya menjadi teladan dalam membangun diskursus publik yang bermutu. Menurutnya, akademisi memiliki tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat, bukan membentuk opini yang menyesatkan atau memprovokasi.

Terkait isu pemerintahan daerah, Novi Rosmita merujuk pada penjelasan Ketua DPRK Aceh Selatan mengenai sanksi administratif yang dijatuhkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan. Ia menegaskan bahwa DPRK menjalankan kewajiban konstitusional untuk mengawasi pelaksanaan sanksi tersebut agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Sebagaimana telah disampaikan Ketua DPRK sebelumnya, tugas DPRK adalah memastikan bahwa sanksi administrasi berupa penonaktifan bupati selama tiga bulan benar-benar dijalankan sesuai aturan,” jelas Novi Rosmita.

Menutup pernyataannya, Novi Rosmita menekankan bahwa sanksi dari Kemendagri seharusnya dipahami sebagai pembelajaran penting bagi kepala daerah. Menurutnya, hal tersebut menjadi pengingat agar penyelenggaraan pemerintahan ke depan lebih tertib secara administratif serta semakin berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Sanksi ini harus menjadi pengingat dan pembelajaran bagi H. Mirwan agar ke depan semakin baik dalam menjalankan roda pemerintahan dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” pungkasnya.

Wali Nanggroe Aceh Bahas Krisis Air Bersih Pascabencana dengan Konsul Amerika Serikat

0
Wali Nanggroe Aceh Bahas Krisis Air Bersih Pascabencana dengan Konsul Amerika Serikat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEDAN – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, membahas persoalan krisis air bersih yang dialami masyarakat Aceh pascabencana banjir dan longsor dalam pertemuan dengan Konsul Amerika Serikat untuk Sumatra, Lisa Podolny.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam jamuan makan malam diplomatik di Medan, Senin, 22 Desember 2025. Fokus utama pembahasan diarahkan pada keterbatasan akses air minum layak di wilayah terdampak bencana, menyusul banyaknya sumber air masyarakat yang tercemar akibat banjir.

Kabag Humas dan Kerja Sama Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, kepada Nukilan.id menyampaikan bahwa kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lanjutan apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, Wali Nanggroe menekankan pentingnya dukungan terhadap penyediaan sistem pengolahan air minum portabel sebagai solusi darurat bagi warga di lokasi bencana.

“Air bersih adalah kebutuhan kemanusiaan yang mendasar sekaligus fondasi pemulihan kesehatan masyarakat pasca-bencana,” tegas Wali Nanggroe.

Pertemuan ini digelar setelah Wali Nanggroe meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah. Dalam kunjungan tersebut, Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus, Dr. Muhammad Raviq.

Sementara itu, Konsul AS untuk Sumatra, Lisa Podolny, menyampaikan simpati mendalam atas nama pemerintah dan masyarakat Amerika Serikat kepada warga Aceh serta daerah lain di Sumatra yang terdampak bencana. Ia juga menyatakan komitmen untuk menjajaki penguatan kerja sama di bidang kemanusiaan dan ketahanan iklim.

Selain isu air bersih, pertemuan tersebut turut membahas peluang kerja sama di sektor kesehatan masyarakat, pendidikan, dan perlindungan lingkungan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi bencana yang semakin meningkat akibat perubahan iklim. (XRQ)

Reporter: Akil

Mentan Janjikan Percepatan Pemulihan Sawah Pascabanjir di Aceh

0
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, melangsungkan pertemuan dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem di kediaman Menteri Pertanian di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Senin, 22 Desember. (For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, menegaskan kesiapannya untuk mempercepat pemulihan lahan persawahan di Aceh yang terdampak banjir bandang. Komitmen tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, dalam pertemuan yang membahas langkah penanganan pascabencana serta pemulihan sektor pertanian di Aceh.

Pertemuan itu berlangsung di kediaman Menteri Pertanian di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Senin, 22 Desember. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas berbagai bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat Aceh setelah bencana.

“Alhamdulillah, bantuan tersebut telah diterima masyarakat dan sangat membantu di tengah kondisi sulit,” ujar Mualem.

Mualem mengungkapkan, dampak banjir bandang terhadap sektor pertanian di Aceh cukup besar. Sekitar 89 ribu hektare sawah di sejumlah wilayah dilaporkan terdampak. Karena itu, ia berharap Kementerian Pertanian dapat segera kembali turun ke Aceh untuk melakukan penanganan dan perbaikan agar aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Selain pemulihan lahan pertanian, Gubernur Aceh juga mengajukan permintaan bantuan lanjutan, antara lain berupa bahan pangan, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban bencana. Ia menyebutkan, meskipun ketersediaan pangan relatif aman, masih ada kebutuhan mendesak lain yang perlu segera dipenuhi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan bagi Aceh. Kementerian Pertanian, kata dia, akan memastikan bantuan tetap berkelanjutan, baik dalam bentuk pangan maupun sarana pendukung pertanian.

“Kami akan memastikan bantuan terus berjalan, mulai dari beras, minyak goreng, hingga alat dan mesin pertanian. Pada Januari mendatang, kami juga akan mengirimkan 10 unit alat mesin pertanian sesuai permintaan Gubernur Aceh,” ujar Amran.

Lebih lanjut, Mentan menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemulihan dan rekonstruksi sektor pertanian, termasuk perbaikan sawah yang mengalami kerusakan serta pendampingan bagi para petani, khususnya petani kopi di wilayah terdampak.

“Kami akan turun langsung ke lapangan mulai Januari untuk membantu pemulihan. Selain itu, kami telah menyalurkan bantuan pangan sebanyak 10 ribu ton yang telah tiba di Aceh, serta mengalokasikan anggaran sebesar Rp.75 miliar untuk mendukung tiga provinsi terdampak, dengan dua pertiga dari anggaran tersebut dialokasikan untuk Aceh,” ujar Mentan.

UMY Rescue 2025 Hadirkan Layanan Kesehatan untuk Warga Desa Batee Puteh Aceh

0
UMY Rescue 2025 Hadirkan Layanan Kesehatan untuk Warga Desa Batee Puteh Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | LANGSA – Keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi persoalan serius bagi warga Desa Batee Puteh, Kecamatan Langsa Lama, Provinsi Aceh. Jarak fasilitas kesehatan yang cukup jauh membuat sebagian masyarakat kesulitan melakukan pemeriksaan rutin, sehingga berbagai keluhan medis kerap terlambat terdeteksi dan ditangani.

Merespons kondisi tersebut, tim UMY Rescue 2025 menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat Desa Batee Puteh. Kegiatan ini menjadi pemeriksaan kesehatan perdana yang dilakukan UMY Rescue 2025, sekaligus upaya mendekatkan layanan medis kepada warga yang selama hampir empat pekan pascabencana mengalami keterbatasan akses fasilitas kesehatan. Hal ini diungkapkan oleh dosen Keperawatan UMY yang tergabung dalam tim UMY Rescue 2025.

“Pemilihan Desa Batee Puteh sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan pertama dilakukan berdasarkan arahan dari Puskesmas Langsa Lama. Pihak puskesmas merekomendasikan wilayah yang membutuhkan layanan kesehatan lebih dekat karena akses masyarakat ke fasilitas kesehatan cukup terbatas,” ujar Shanti Wardaningsih kepada Nukilan.id, Senin (22/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Shanti bersama tim yang terdiri dari dr. Muhammad Kurniawan, M.Sc., Apt. Ilham Perdana, M.Pharm.Sci., Aminudin, Amd.Kep., serta Al Afik, S.Kep., Ns., M.Kep., memberikan layanan kesehatan kepada warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

“Jenis layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan fisik pada orang dewasa, pemeriksaan antropometri pada anak-anak, pengukuran tanda-tanda vital, serta asesmen dan intervensi psikososial. Pendekatan ini kami terapkan karena kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga aspek psikologis dan sosial,” jelasnya.

Sebanyak 52 warga tercatat mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan sejumlah masalah kesehatan yang cukup dominan di kalangan masyarakat.

“Kasus yang paling banyak ditemui meliputi infeksi saluran pernapasan, diare pada anak, infeksi dan keluhan kulit, serta hipertensi pada orang dewasa,” ungkap Shanti.

Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, tim UMY Rescue 2025 memberikan edukasi kesehatan serta rujukan ke fasilitas kesehatan setempat. Selain itu, warga juga menerima obat-obatan yang disesuaikan dengan kebutuhan medis masing-masing pasien. (XRQ)

Reporter: Akil

Kemendagri dan TP PKK Pusat Kirim Bantuan untuk Percepatan Pemulihan Aceh

0
Kemendagri dan TP PKK Pusat melepas bantuan logistik untuk pemulihan Aceh pasca bencana banjir bandang dan longsor melanda wilayah tersebut (Foto: Humas Kemendagri)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Tim Penggerak PKK Pusat menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung pemulihan wilayah Aceh yang terdampak banjir bandang dan longsor. Bantuan tersebut dilepas secara resmi oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan bencana.

Bantuan logistik ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama pada masa tanggap darurat hingga tahap awal pemulihan. Penyalurannya difokuskan pada kebutuhan mendesak warga di lokasi bencana.

Distribusi bantuan dilakukan secara roadshow mulai 21 Desember 2025 ke 10 titik di empat kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Pidie Jaya. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah setempat agar bantuan tepat sasaran.

Safrizal ZA menegaskan bahwa pelepasan bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah pusat dalam merespons bencana yang dialami masyarakat Aceh. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas pihak dalam penanganan bencana.

“Pelepasan bantuan logistik ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat terdampak bencana di Aceh mendapatkan dukungan yang cepat dan tepat,” ujarnya.

Pelepasan bantuan juga dihadiri Ketua Bidang IV Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat, Safriati Safrizal. Kehadiran TP PKK Pusat ini menjadi bagian dari penguatan peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung kegiatan kemanusiaan di Aceh.

Menurut Safrizal, penanganan bencana membutuhkan sinergi semua pihak. Kolaborasi antara Kemendagri, TP PKK Pusat, dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci agar distribusi bantuan berjalan cepat dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kemendagri melalui Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan akan terus memantau proses distribusi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan memberikan perlindungan serta dukungan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.