Beranda blog Halaman 2178

Dirlantas: Banyak Penumpang Masuk ke Aceh Bawa Surat Antigen Kadaluwarsa

0
Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani mengecek surat antigen penumpang di pos perbatasan Aceh-Sumatera Utara, di Aceh Tamiang, Sabtu (22/5/2021). Antara Aceh/Dede Harison.

Nukilan.id – Direktur Lalu Lintas Polisi Daerah Aceh Kombes Pol Dicky Sondani menyebutkan banyak penumpang kendaraan yang masuk ke Aceh membawa surat antigen kadaluwarsa, sehingga terpaksa harus putar balik di pos perbatasan di Aceh Tamiang.

“Mungkin masih banyak masyarakat yang tidak mengerti aturan pengetatan mudik, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh hingga berhari-hari. Saat mereka masuk ke Aceh itu surat antigennya sudah tidak berlaku lagi,” kata Kombes Dicky Sondani di Aceh Tamiang, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga: Masuk Aceh, Wajib Bawa Surat Tes Antigen Mulai 18 Mei

Pernyataan tersebut disampaikan Dirlantas Polda Aceh itu ke pos perbatasan Aceh Tamiang dalam rangka mengecek pelaksanaan penyekatan kendaraan yang masuk dari wilayah Sumatera Utara ke Aceh.

Kombes Dicky Sondani mengatakan surat antigen tersebut wajib dibawa setiap penumpang yang masuk Aceh. Hal itu sesuai surat edaran Gubernur Aceh. Surat antigen tersebut hanya berlaku 1×24 jam.

Ini semua dilakukan semata-mata demi keselamatan masyarakat Aceh jangan sampai terjadi peningkatan kasus COVID-19 di Aceh, kata mantan Kapolres Aceh Tamiang tersebut.

Menurut Dicky Sondani pelaksanaan penyekatan arus mudik di pos perbatasan Aceh-Sumut akan berakhir sampai 24 Mei 2021. Nanti setelah itu tunggu kebijakan pemerintah selanjutnya.

“Kami mengharapkan bagi warga yang akan ke Aceh dalam jangka waktu perjalanan yang cukup lama harus mengurus surat antigen di daerah tertentu, sehingga pada saat masuk ke Aceh surat antigennya itu masih berlaku,” ujar Kombes Pol Dicky.[Antara]

Walikota Banda Aceh Terima API Award 2020

0
(Foto: bandaacehkota.go.id)

Nukilan.id – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman baru saja menerima Anugerah Pesona Indonesia (API) Award Tahun 2020 yang berlangsung di Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/5/2021) malam.

Penghargaan ini diberikan setelah Museum Tsunami yang terletak di Kota Banda Aceh berhasil meraih juara pertama dalam kategori Destinasi Wisata Unik Terpopuler API Award tahun 2020.

Museum Tsunami Kota Banda Aceh berhasil unggul dari sejumlah destinasi unik lainnya.

Pesaingnya di kategeori unik terdapat Aek Natonang Samosir, Batu Tompak Tiga Anambas, Danau Dua Rasa Berau, Danau Gedang Bengkulu, Dusun Sri Pengantin Musi Rawas, Jajang Saribu Bukit Tinggi, Pasir Putih Aikima Jayawijaya, Sungai Tambosari Kolaka, dan Waterblow Penin Sula Bali.

Dalam kesempatan itu, Aminullah Usman mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam mendukung Museum Tsunami dengan melakukan voting yang sebelumnya diadakan di pengujung tahun lalu.

Ia juga mengapresiasi Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh yang dinilai aktif mempromosikan dan mengajak warga Kota Banda Aceh untuk ikut memilih Museum Tsunami sebagai destinasi wisata unik terpopuler dengan melibatkan Duta Wisata Kota Banda Aceh, yakni Agam Inong.

Menurutnya, ini menjadi kesempatan besar dalam menghadirkan wisatawan ke Kota Banda Aceh, tidak hanya wisatawan nusantara tetapi juga wisatawan mancanegara jika pandemi Covid-19 telah berakhir.

“Kita harapkan dengan kemenangan ini dapat menunjang sektor wisata dan perekonomian khususnya di Banda Aceh sehingga dapat terciptanya kekesejahteraan masyarakat dimasa pandemi covid 19,” sebutnya.

Ia menjelaskan, Museum Tsunami yang didesain oleh Ridwan Kamil dibangun pada tahun 2008 menghabiskan biaya Rp.140 milyar terletak di tengah kota Banda Aceh merupakan monumen simbolis untuk mengenang bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh pada tahun 2004.

Bangunan ini menyimpan berbagai bukti kedahsyatan tsunami 2004, serta sebagai pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat ketika terjadi tsunami.

“Diharapkan dengan adanya Museum ini menjadi edukasi bagi kita semua. Pada tahun 2018 Silam Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh juga sudah pernah meraih Anugrah Pesona Indonesia,” timpalnya.

Untuk Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2021 akan digelar di Kabupaten Banyu Asin Palembang Sumatera Selatan pada bulan November nanti. Banda Aceh akan ikutkan PLTD Apung sebagai icon unik selanjutnya.[bandaacehkota.go.id]

Kemenag: 80 Persen CJH Aceh Sudah Divaksin

0
Ilustrasi - Jamaah haji debarkasi Aceh saat mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar. (ANTARA/Khalis)

Nukilan.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh menyatakan 80 persen Calon Jamaah Haji (CJH) Aceh telah menjalani vaksinasi Covid-19, meskipun Pemerintah Indonesia masih menunggu kepastian dari Pemerintah Arab Saudi terkait pemberangkatan haji tahun 2021.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh Arijal mengatakan Pemerintah Arab Saudi telah memberi sinyal terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi, namun belum secara resmi.

“Pemerintah Arab Saudi secara berita, bukan surat, menyatakan akan membuka pelaksanaan haji untuk tahun 2021 tapi belum menentukan negara mana yang mendapat kuota,” kata Arijal di Banda Aceh, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Buka Ibadah Haji Tahun Ini

Oleh sebab itu, kata Arijal, saat ini seluruh negara di penjuru dunia sedang menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi terkait kuota pelaksanaan haji tahun ini.

“Kita masih tahap menunggu kuota yang diberikan Arab Saudi untuk kuota Indonesia. Kalau biasanya 210 ribu, kemudian ditambah hadiah Arab Saudi 10 ribu menjadi 220 ribu untuk tahun 2019. Kalau tahun 2020 tidak berangkat,” ujarnya.

Arijal menjelaskan seyogyanya jika kondisi normal, maka pada Mei, biasanya Kemenag Aceh telah menyelesaikan tahap penyelesaian pelatihan bagi calon jamaah haji, pembentukan kelompok terbang, persiapan panitia serta berbagai tahapan lainnya.

“Sesuai jadwal juga, kloter pertama dari Indonesia diberangkatkan pada 10 Juni mendatang,” katanya.

Baca juga: Kemenag: 3.829 Jamaah Calon Haji Aceh Jalani Vaksinasi

Namun, kata Arijal, mengingat belum ada kepastian pemberangkatan dari Pemerintah Arab Saudi hingga kini maka seluruh persiapan tersebut belum dilaksanakan.

“Tapi kita sudah siapkan kloter kemungkinan. Secara kesiapan, Pemerintah Indonesia sudah siap untuk memberangkatkan jamaah,” katanya.

Saat ini, kata Arijal, Kemenag Aceh baru melakukan vaksinasi bagi CJH Embarkasi Aceh. Hingga ini penyuntikan vaksin dosis kedua bagi jamaah calon haji asal daerah Serambi Mekkah itu sudah mencapai 80 persen.

“Kami mendapat laporan bahwa seluruh jamaah haji Aceh 80 persen sudah divaksin, yang belum itu mereka yang ada pelimpahan nomor porsi, batal berangkat dan lain sebagainya, selebihnya sudah selesai divaksin dua kali,” katanya.[Antara]

Setelah 23 Tahun, Reformasi Belum Selesai

0
Kerusuhan Mei 1998. ©2018 Merdeka.com/liputan6.com

Nukilan.id – Sudah dua dekade lebih Presiden Soeharto lengser menandai dimulainya era reformasi. Banyak perubahan yang terjadi. Sebagian membaik, sebagian tidak lebih baik. Demokrasi di Indonesia dianggap belum menggembirakan.

Meski kini masyarakat memiliki kebebasan berpendapat dan berkumpul, rezim kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai masih menggunakan pola Orde Baru untuk membungkam kritikan. Pola itu diselipkan rezim Jokowi melalui sejumlah pasal dalam Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) .

Aktivis 1998, Savic Ali melihat rezim Jokowi paranoid terhadap kritik. Padahal, kritik merupakan kontrol penting dari masyarakat untuk mengawasi jalannya pemerintahan dan memperbaiki kualitas demokrasi.

“Ada abuse (penyalahgunaan) dari negara untuk membatasi (kritikan) dengan penggunaan pasal-pasal dalam UU ITE yang menurut saya sama dengan pasal pada zaman Orde Baru,” katanya saat dihubungi, Jumat (21/5/2021).

Baca juga: Sejarah Singkat Hari Kebangkitan Nasional, Berikut Tema Harkitnas 2021

Di tengah kritikan dibungkam, Savic melanjutkan, oligarki kekuasan semakin menguat. Kecenderungan oligarki terlihat dari cara rezim Jokowi menarik banyak partai politik untuk berkoalisi. Sementara jumlah partai politik yang berdiri di barisan oposisi menipis.

Saat ini, ada 10 partai politik yang bergandengan tangan dengan pemerintahan Jokowi yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P), Golongan Karya (Golkar), Nasional Demokrasi (NasDem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hati Nurari (Hanura), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Sedangkan partai politik yang berada di luar kekuasaan hanya tiga yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat.

“Saya kira itu membuat tidak ada perimbangan kekuasaan yang mendukung ke arah check and balance sehingga ini rentan menjadi kecenderungan oligarki,” tukas Savic.

Hal lain yang menjadi sorotan Savic adalah, cara pemerintahan Jokowi menangani konflik di Tanah Air juga mengalami kemunduran dan malah mengadopsi gaya Orde Baru. Misalnya menangani konflik Papua. Pemerintah memilih mengedepankan pendekatan militer untuk menghadapi kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua ketimbang dialog.

Pendekatan militer kerap digunakan Soeharto saat menyelesaikan konflik yang dianggap berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Indonesia. Sementara pendekatan dialog selalu dipakai Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur, salah satunya saat mengatasi konflik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh.

“Ini sekarang kalau kita lihat sedikit-sedikit Papua pendekatannya militer,” kata Savic.

Baca juga: Harkitnas 2021, Jokowi: Gotong Royong untuk Bangkit Lawan Pandemi

Sementara aktivis 1998 lain, Haris Rusly Moti juga mencatat banyak kemunduran yang terjadi setelah 23 tahun reformasi. Tiga di antaranya korupsi, nepotisme dan membungkam kritik. Haris menyoroti Jokowi membiarkan kewenangan penyidik dibantai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri sehingga koruptor semakin tumbuh subur.

Terpilihnya putra dan menantu Jokowi sebagai kepala daerah, di mata Haris sebagai bentuk nepotisme yang terus berkembang. Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka terpilih menjadi Wali Kota Solo dan sang menantu Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan.

“Jadi kalau dikatakan di era Jokowi yang paling gagal dari agenda reformasi adalah pemberantasan korupsi, nepotisme,” tegasnya.

Yang meresahkan Haris saat ini adalah, ruang bagi pengkritik yang semakin sempit. UU ITE dinilanya telah menjadi ‘senjata’ aparat untuk menangkap dan memenjarakan pengkritik. Jokowi juga disebut bukan anak kandung reformasi karena tidak pernah turun ke jalan untuk memperjuangkan agenda reformasi.

“Presiden Jokowi ini enggak pernah terlibat dalam perjuangan publik, tidak pernah ditangkapin, tidak pernah dipentungin, tidak pernah dipenjara, tidak pernah ikut demo seperti aktivis buruh atau mahasiswa. Jadi dia tidak merasakan betapa pahitnya dikejar tentara, polisi, sehingga saat dia berkuasa seenak-enaknya saja menangkapi orang, menjarai orang, nuduh orang, karena backgroundnya dia orang yang tiba-tiba beruntung saja jadi presiden, bukan orang yang memang memperjuangkan politik sehingga mendapatkan itu,” ujar Haris.

Meski banyak catatan kemunduran dari sisi politik dan sosial, Algooth Putranto yang merupakan aktivis 1998 menilai kondisi ekonomi di 23 tahun reformasi telah mengalami kemajuan pesat. Jokowi telah membawa ekonomi Indonesia jauh lebih baik.

Data awal tahun 2021, di tengah pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sekitar -2,2 persen sampai -1,7 persen. Kondisi ekonomi ini cukup baik jika dibandingkan dengan negara yang tergabung dalam G20 dan Asean. Hanya saja, posisi Indonesia berada di bawah China dan Vietnam.

“Jokowi, meskipun banyak orang, sebagian orang tidak suka tapi pada kenyataannya upaya yang dilakukan itu jadi batu tumpuan untuk 50 tahun Indonesia ke depan,” ujarnya.

Selain ekonomi, Algooth melihat, pemerintahan Jokowi telah melakukan perbaikan cukup signifikan dari segi infrastruktur. Sebelum reformasi, pembangunan infrastruktur berpusat di Pulau Jawa dan Sumatera, kini Jokowi berupaya membangun infrastruktur di Indonesia timur dan daerah terbelakang lainnya.

“Perbaikan infrastruktur, meskipun berat itu sudah sangat bagus,” katanya.

Situasi Politik 23 Tahun Reformasi Lebih Baik

Tapi benarkah situasi politik dan sosial setelah 23 tahun reformasi tidak lebih baik seperti penilaian Aktivis 98 tersebut? Pengamat Komunikasi Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dodi Ambardi menilai, situasi politik saat ini jauh lebih baik dibanding pada Orde Baru.

Buktinya, masyarakat memiliki kebebasan untuk memilih partai, memilih calon pemimpin dan membuat partai tanpa intimidasi dari penguasa. Sangat jauh berbeda dengan kondisi Orde Baru. Masyarakat kala itu hanya diperbolehkan memilih salah satu dari tiga partai dalam Pemilu, yakni PPP, Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Baca juga: Peringati 56 Tahun Lemhannas, Sekjen: Satu Nafas dengan Kebangkitan Nasional

“Kemudian kebebasan persnya relatif jauh lebih ada ruangnya untuk megkritik. Dari indikator itu, saya mengatakan bahwa demokrasi yang di Indonesia ini real, jauh lebih bagus, masuk kategori demokrasi. Dibanding klaim demokrasi pada masa Orba,” kata Dodi dalam perbincangan dengan merdeka.com.

Jika dibandingkan dengan periode kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dodi menyebut, masa reformasi di zaman Jokowi cenderung naik turun. Misalnya dari sisi sosial menurun karena rezim Jokowi antikritik sehingga mengakibatkan sejumlah pengkritik dijerat dengan UU ITE.

Sementara dilihat dari polarisasi politik mengalami stagnan sejak masa kepemimpinan SBY hingga Jokowi. Menurut Dodi, saat ini, Jokowi tengah mengupayakan menangani polarisasi di masyarakat yang bisa menyebabkan terjadi penurunan kualitas demokrasi.

“Saya kira pemerintah sekarang sedang menangani polarisasi yang ada di dalam masyarakat,” tutupnya.[merdeka]

Sampah Medis RSUD Pidie Jaya Bertumpuk, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

0
Tempat pembuangan sampah medis RSUD Pidie Jaya tidak memadai. Foto: iNews.id/Jamal Pangwa

Nukilan.id – Warga mengeluhkan tumpukan sampah medis RSUD Pidie Jaya, Aceh, karena kerap mengeluarkan aroma tak sedap. Hal ini disebabkan RSUD tidak memiliki tempat pembuangan sampah yang memadai.

Kepala Bidang Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS), RSUD Pidie Jaya, Sukri, menyadari keluhan warga terkait bau tak sedap dari pembuangan sampah yang menumpuk. Dirinya bahkan sudah mengusulkan adanya tempat pembuangan sementara (TPS).

“Kita sudah sering mengusulkan itu ke pimpinan, baru kemarin ada informasi bahwa tahun depan akan ada TPS. Jadi sampah-sampah itu saya tumpukkan dulu di lokasi yang saya bangun seadanya di belakang rumah sakit,” kata Sukri, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga: Kementerian LHK Siap Gunakan Teknologi Nuklir untuk Atasi Sampah Plastik

Selain TPS, ujar Sukri, RSUD Pidie Jaya juga butuh septic tank di ruang rawat pasien perempuan. Namun sejauh ini fasilitas tersebut belum bisa direalisasikan.

Warga yang melintas RSUD Pidie Jaya harus menutup hidung karena bau busuk dari tumpukan sampah medis. Khususnya ketika melintas di belakang ruangan pinere, tempat penanganan pasien Covid-19 yang baru dibangun.

Tumpukan sampah dibungkus plastik kuning dan hitam. Terlihat limbah medis seperti jarum suntik dan infus.

Baca juga: Walhi: Banjir di Aceh Bukti Parahnya Kerusakan Hutan

“Ya seperti itu lah tempat sampah medis yang saya buat seadanya. Saya pakukan seng seng bekas agar menutupi sedikit, sampah-sampah itu,” tutur Sukri.

Kabid Kebersihan Pidie Jaya, Reza Munaldi, menyatakan pihaknya sudah menegur manajemen RSUD Pidie Jaya untuk mengelola sampah-sampah medis. Namun hingga kini rumah sakit nampaknya masih mengalami kendala untuk mengelola sampah-sampah itu.

“Sampah medis itu harus ditangani oleh pihak khusus, tetapi setahu saya ada kontrak khusus dengan pihak lain, namun apa kendalanya belum saya ketahui,” ujar Reza.[iNews.id]

Survei Terbaru: Elektabilitas PD Meningkat, AHY Masuk Sosok Layak Jadi Capres

0
[Foto. Ist]

Nukilan.id – Perkumpulan Kader Bangsa bekerjasama dengan Akar Rumput Strategic Consulting merilis survei nasional yang dilakukan akhir April- awal Mei 2021 (22/5). Dalam survei ini, Partai Demokrat masuk dalam tiga besar partai politik dengan elektabilitas tertinggi, dengan proyeksi elektabilitas 14,8%, sedikit dibawah, masih dalam margin error, dengan Partai Gerindra (15,03%) dan PDI-P (19,6%).

Elektabilitas Ketum PD AHY masuk dalam enam besar, tapi jika dibandingkan dengan Ketua-ketua Umum partai politik lain, AHY berada pada urutan ketiga dengan elektabilitas 8,89%.

Baca juga: AHY dan Anies Saling Apresiasi, Selanjutnya Ingin Terus Berkolaborasi

Survei ini dilakukan terhadap 1.200 responden di 34 provinsi dengan metode stratified random sampling, menggunakan teknik wawancara telepon. 54,8% responden berada pada rentang usia 21-30 tahun, dan sebagian besar pelajar/mahasiswa (33%), karyawan swasta (28%) serta pengusaha/wirausaha (17%).

“Naiknya pamor Partai Demokrat di survei tidak lepas dari ramainya pemberitaan terkait dinamika internal Partai Demokrat, khususnya isu Kongres Luar Biasa yang meramaikan perbincangan di publik,” kata Bagus Balghi, peneliti Akar Rumput Strategic Consulting dalam paparan yang dilakukan secara on-line.

Selain itu, Kabalitbang DPP Partai Demokrat, Tomi Satryatomo menegaskan bahwa, Hasil ini konsisten dengan tiga survei sebelumnya oleh Indikator Politik, Balitbang Kompas dan LP3ES.

“Secara obyektif, ini menunjukkan PD dibawah kepemimpinan Ketum AHY yang baru setahun, berhasil melakukan konsolidasi internal sekaligus mulai mengambil hati dan pikiran publik,” tambahnya.

Baca juga: AHY Mengecam Keras Tindakan Anarkis Pasukan Bersenjata Israel di Masjid Al-Aqsa

Selanjutnya, Tomi juga mengatakan bahwa, prahara gerakan pengambilalihan kepemimpinan PD (GPK-PD) yang dilakukan KSP Moeldoko dan gerombolannya, berhasil diatasi dengan clear victory baik secara politik dan hukum, sekaligus mendulang keuntungan elektoral.

Sementara itu, Pengamat politik dari UNJ, Ubedilah Badrun mengamini kesimpulan survei PKB-ARSC bahwa, publik mengharapkan regenerasi kepemimpinan partai politik.

“Naiknya elektabilitas AHY dan PD juga bisa dipahami dari perspektif ini. Dari delapan partai yang ada di Senayan, AHY adalah Ketum termuda. Suksesi yang mulus dalam Kongres PD 2020 serta kekompakan Ketum dan pengurus PD dalam mengatasi upaya kudeta oleh pihak eksternal, menunjukkan regenerasi kepemimpinan berjalan baik di Partai Demokrat,” tegas Ubedilah, yang juga salah satu pemimpin gerakan mahasiswa dalam reformasi 1998 lalu.

Baca juga: Tim Hukum AHY: Pelaku KLB Deli Serdang Kalah Telak, Skor 0-4

Ubedilah juga mengatakan, ada semacam penerimaan kuat di internal Partai Demokrat bahwa, AHY adalah harapan sekaligus takdir yang tidak bisa dihindari menjadi bagian terpenting dalam sejarah partai demokrat.

Rilis survei ini dihadiri antara lain oleh Ketua Perkumpulan Kader Bangsa Dimas Oky Nugroho, Ph.D, Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP PD Andi Arief, Ketua Bappilu Partai Golkar Maman Abdurahman, Ketua DPP Partai Nasdem Saan Mustopa dan anggota F-PDIP DPR RI Rieke Dyah Pitaloka.[*]

1.951 Siswa Aceh Barat Terima Bantuan Program Indonesia Pintar

0
Belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Nukilan.id – Sebanyak 1.951 siswa madrasah mulai dari jenjang Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah di Kabupaten Aceh Barat menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahap satu tahun 2021.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Khairul Azhar mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada siswa kurang mampu.

“Penerima dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 1.087 siswa, jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 646 siswa, dan jenjang Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 218 siswa,” katanya, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga: Perusahaan Asal Aceh Teken Kerjasama Industri Perikanan dan Pertanian dengan Perusahaan Jepang

Dia menjelaskan, bantuan kepada siswa ini digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah semisal atribut seragam, buku, dan keperluan terhadap pendidikan lainnya.

Pihaknya berharap, bantuan tersebut dapat dipergunakan dengan baik sesuai dengan peruntukannya.

Dia mengimbau orang tua siswa untuk mengontrol anaknya dalam mempergunakan uang bantuan PIP 2021.

“Wali siswa kami mohon untuk mengontrol. Di luar keperluan sekolah, dana ini tidak boleh digunakan,” ujarnya.[merdeka]

Kejari Sabang Berhasil Selamatkan Uang Negara Dari Kasus Korupsi

0
[Foto: Waspada.id]

Nukilan.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang, telah berhasil menyelamatkan uang Negara dari kasus korupsi penyalahgunaan anggaran belanja BBM dan pelumas serta belanja suku cadang pada Dinas Perhubungan Kota Sabang, tahun anggaran 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri Sabang Choirun Parapat, SH.MH, melalui Kasi Intel Jen Tanamal, SH mengatakan, jumlah uang tersebut mencapai Rp 255 juta dan kini uang itu telah dititip pada rekening RPL 001 PDT Kejari SBG UTK TITIP SIT sebagai barang bukti.

“Uang itu sebanyak Rp 255 juta dan diperoleh dari tersangka yang berinisia IS. Ia merupakan sebagai mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Sabang, penitipan uang pengganti kerugian Negara tersebut dilakukan di ruang Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Lt.2 Kantor Kejari Sabang pada tanggal 20 Mei 2021 pukul 11.30 WIB,” ujar Jen Tanamal, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga: Bareskrim Polri Akan Periksa Dirut BPJS Kesehatan

Jen Tanamal menambahkan, uang tersebut diterima langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Sabang Muhammad Rhazi, SH dan nantinya akan menjadi sebagai bukti dalam persidangan tidak pidana korupsi tersebut di pengadilan.

Sebelumnya tim penyidik Kejaksaan Negeri Sabang juga berhasil melakukan penyitaan uang terhadap kasus tindak pidana Korupsi, pada belanja bahan bakar minyak (BBM)/Gas dan pelumas serta kegiatan belanja pergantian suku cadang pada Dinas perhubungan Kota Sabang senilai Rp.158.162.500.[dls]

Bareskrim Polri Akan Periksa Dirut BPJS Kesehatan

0
Ilustrasi kantor BPJS Kesehatan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

Nukilan.id – Tim di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berencana memanggil Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti untuk dimintai keterangan ihwal dugaan kebocoran data 279 juta warga yang dijual di forum peretas Raid Forums.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan Ali Ghufron akan dipanggil pada Senin 24 Mei 2021, pekan depan.

“Dirut BPJS Kesehatan akan dipanggil untuk klarifikasi,” kata Agus dalam pernyataan tertulis, Jumat (21/5/2021).

Agus meyakinkan, Bareskrim Polri serius menangani kasus yang menjadi perhatian publik tersebut. Hal ini menurut dia ditunjukkan melalui pembentukan tim khusus di bawah Direktorat Tindak Pidana Siber untuk mengusut perkara hingga tuntas.

“Sedang dipersiapkan mindik [administrasi penyidikan] untuk legalitas pelaksanaan anggota di lapangan. Saat ini dari Kominfo, Kependudukan dan BPJS sedang mendalami hal kebocoran tersebut,” ucap Agus.

Sementara Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi mengatakan pemanggilan tersebut merupakan langkah awal. Salah satu yang akan diklarifikasi pada pemeriksaan pekan depan adalah soal pihak yang mengoperasikan data di BPJS Kesehatan.

“Digital Forensik juga akan dilakukan,” tambah Slamet.

Sebelumnya data 279 juta penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum peretas Raid Forums pada 12 Mei 2021.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, data itu diunggah oleh akun bernama kotz. Dalam deskripsinya, data yang dimilikinya itu terdiri dari nama lengkap, KTP, nomor telepon, email, NID, dan alamat.

Akun itu juga memberikan 1 juta data sampel secara gratis untuk diuji dari 279 juta data yang tersedia. Bahkan, akun itu menyebut ada 20 juta data foto pribadi di dalam data yang dimilikinya itu.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengklaim telah mengajukan pemblokiran terhadap dua dari tiga situs untuk mengunduh satu juta dari 279 juta data penduduk Indonesia yang bocor dan dijual Raid Forums.

Jumlah 279 juta data yang ramai diperbincangan, Kominfo menemukan kurang dari 1 juta data dari BPJS Kesehatan yang bocor.

Bukan hanya proses hukum, kasus ini juga mengundang perhatian anggota parlemen.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengusulkan agar komisinya segera memanggil jajaran direksi BPJS Kesehatan untuk menjelaskan duduk perkara dugaan kebocoran data 279 juta penduduk Indonesia.

Ia mengaku terkejut mendengar kabar dugaan kebocoran data tersebut. Menurutnya, BPJS Kesehatan semestinya mampu menjaga kerahasiaan data itu agar tidak sampai bocor.

“Kami akan mengusulkan agar BPJS Kesehatan memberikan keterangan secara khusus pada Komisi IX DPR terkait dugaan kebocoran data tersebut,” kata Saleh kepada wartawan di Kantor Sekretariat DPP PAN, Jakarta Selatan pada Jumat (21/5/2021).

Saleh pun menerangkan, penjelasan BPJS Kesehatan soal dugaan kebocoran data tersebut penting guna merinci beberapa poin mulai dari penyebab kebocoran data tersebut terjadi, dampak dari kebocoran terhadap pelayanan, serta ancaman bahaya dari kebocoran dara itu.

“Kenapa ini penting ditanya karena data peserta BPJS sudah hampir 210 juta warga negara kita yang terdaftar. Kalau semua data bocor ke orang maka berbahaya,” jelas dia.

Terkait dugaan kebocoran ratusan juta data tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan data Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terdapat di dalam 279 daya yang diduga bocor dan diperjualbelikan itu.

Juru bicara Kominfo Dedy Permadi mengatakan temuan itu berasal dari analisa yang dilakukan terhadap satu juta sampel data yang dibagikan secara gratis oleh akun bernama Kotz.

Dedy menyampaikan ada 100.002 data penduduk Indonesia yang telah terkonfirmasi dari satu juta data itu.

“Bahwa 100.002 data pribadi ini diduga kuat berasal dari data BPJS Kesehatan,” ujar Dedy di Gedung Kominfo, Jakarta, Jumat (21/5).

Dedy menyampaikan dugaan kuat bahwa data itu milik BPJS berasal dari sejumlah data yang dibocorkan, yakni nomor kartu peserta BPJS, kode kantor BPJS, data keluarga, tanggungan jaminan kesehatan, hingga status pembayaran jaminan.

Namun begitu dari total kebocoran 279 juta data yang ramai belakangan tersebut, merupakan gabungan dari peretas lain, bukan sepenuhnya data milik BPJS Kesehatan.[CNN Indonesia]

Waled Ibrahim Ulee Titi Meninggal Dunia dalam Kecelakaan

0
Pimpinan Dayah Putri Ulee Titi, Waled Ibrahim.

Nukilan.id – Innalillahi wainailahi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah seorang ulama Aceh, Waled Ibrahim Usman, Pimpinan Dayah Raudhatul Talibah (Dayah Putri Ulee Titi), hari ini, Sabtu (22/5/2021).

Beliau meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar pada pukul 09.55 WIB.

Kabar duka tersebut sudah banyak tersebar melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan itu disampaikan informasi terkait kecelakaan ulama Aceh tersebut. Dan juga disertai dengan beberapa video yang memperlihatkan Waled Ibrahim dan Pengendara sepeda motor sport Honda terjatuh di jalan dan mengalami pendarahan.

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK, melalui Kapolsek Ingin Jaya, Iptu Ibrahim SH MH membenarkan Waled Ibrahim meninggal dalam kecelakaan itu.

“Iya benar, sejam yang lalu. Waled meninggal dunia setelah ditabrak saat berjalan kaki oleh pengendara sepeda motor. Data lengkapnya sedang dikumpulkan oleh anggota kami yang berada di lokasi saat ini,” kata Iptu Ibrahim kepada media.

Selain itu, Ibtu Ibrahim juga menyampaikan bahwa, pengendara sepeda motor yang terlibat kecelakaan tersebut dalam kondisi kritis dan dievakuasi ke rumah sakit.

“Pengendara sepeda motor dilarikan ke Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh dalam kondisi kritis,” pungkasnya.[]