Beranda blog Halaman 2085

Soal Selebgram Herlin Kenza Picu Kerumunan di Lhokseumawe akan Ada Sanksi

0
Selebgram Herlin Kenza. (Foto: IG Herlin Kenza)

Nukilan.id – Satgas Covid-19 Kota Lhokseumawe bakal memberi sanksi kepada pelaku usaha yang mengundang selebgram, Herlin Kenza.

Sebagai informasi, kehadiran Herlin atas undangan pelaku usaha itu disebutkan telah menimbulkan kerumunan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Lhokseumawe, Marzuki mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyelidiki terkait kasus kerumunan tersebut. Sebab, dari video yang beredar tampak warga ramai-ramai dan berimpitan menyambut selebgram itu, bahkan sebagian warga tak pakai masker.

Marzuki bilang kasus tersebut saat ini tengah ditangani Polres Lhokseumawe. Pemilik toko dan sejumlah saksi juga sudah dipanggil.

“Jika sudah ada hasil penyelidikan polisi, apakah itu pelanggaran berat, tidak menutup kemungkinan dicabut izinnya,” kata Marzuki saat dikonfirmasi, Senin (19/7).

Kasus tersebut kata dia tentu sudah melanggar aturan PPKM yang sedang diterapkan di Aceh. Namun, pihaknya tetap menunggu hasil penyelidikan dari Polres Lhokseumawe.

“Masih ditangani Polres. Nanti kita lihat hasilnya, apakah pelanggaran berat atau hanya sekedar memberi peringatan,” ucapnya.

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial menampilkan antusiasme warga di Lhokseumawe, Aceh, menyambut Herlin Kenza. Video itu sempat diunggah di Instagram dan Tiktok sang selebgram. Namun, video tersebut telah dihapus.

Video itu juga menunjukkan sejumlah warga menunggu selebgram itu di depan sebuah toko di Pasar Inpres, Lhokseumawe. Selebgram itu turun didampingi beberapa orang. Sejumlah aparat juga terlihat menghalau warga.

Kejadian itu kemudian menjadi viral dan menuai kritik masyarakat. Kasubbag Humas Polres Lhokseumawe Salman Alfarisi mengatakan kerumunan itu diduga terjadi pada Jumat (16/7). Selebgram disebut datang ke sana untuk mempromosikan salah satu toko.

Selebgram Herlin Kenza merespons dugaan kerumunan yang terjadi di Pasar Inpres, Lhokseumawe, beberapa waktu lalu dan viral di media sosial. Ia me-repost unggahan akun @ramaa1604 yang menjelaskan tujuan kedatangannya ke salah satu toko di sana.

Dalam unggahan itu, Rama menyatakan Herlin Kenza datang untuk endorsement. Sementara itu, Wulan selaku pemilik toko sudah menyatakan supaya tim datang dengan tetap menaati protokol kesehatan.[] CNN

Harga Daging Meugang di Aceh Utara Tembus Rp 170.000

0
Foto: Nukilan/FPB

Nukilan.id – Harga daging meugang hari raya Idul Adha 1442 H / 2021 M di Kecamatan Paya Bakong , Kabupaten Aceh Utara, tembus 170.000 perkilo gramnya.

Pantauan Nukilan.id pada senin (19/7/2021) pedagang menjual daging di pasar keude Paya Bakong, Gampong Keude Paya Bakong.

Salah satu penjual daging di paya bakong mengatakan tersebut telah disepakati oleh semua penjual di pasar tersebut.

“Harga ini tergantung stok daging yang ada,jka penjual daging banyak maka harga daging bisa turun begitupun sebaliknya. Apalagi ini meugang Idul Adha Penjual daging lebih sedikit dibandingkan Meugang Idul Fitri, ditambah lagi karena pandemi Covid 19,” kata salah satu pedagang di Paya Bakong.

Sementara itu, Saini, salah satu pembeli mengatakan meskipun harga daging tinggi tetap akan dibeli, karena ini momentum meugang Idul Adha.

“Meskipun Harga agak sedikit mahal tetap harus dibeli karena ini momen meugang,dan sya beli untuk bisa dimakan keluarga dirumah” tutup Saini, warga Gampong Blang Sialet, Kecamatan Paya Bakong.

Meskipun harga daging meugang yang terbilang cukup tinggi, masyarakat tetap membeli daging tersebut, dan habis terjual.[FPB]

Sambut Idul Adha, PIKABAS Serahkan Lima Ekor Hewan Qurban

0
Ketua PIKABAS, Cut Nurul Hayati didampingi Koordinator Sosial Budaya, Nurhalis, beserta pengurus pusat PIKABAS menyerahkan secara simbolis sapi kurban kepada warga Desa Pasie Timon Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. Bantuan diterima oleh Camat Teunom, T Nazaruddin, Jumat (15/07/2021).

Nukilan.id – Menyambut hari raya Idul Adha 1442 H, Persatuan Istri Karyawan Bank Aceh Syariah (PIKABAS) salurkan lima ekor sapi sebagai hewan kurban kepada masyarakat di sejumlah desa. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin keagamaan dan sosial PIKABAS dalam rangka membantu masyarakat yang membutuhkan di wilayah Aceh.

“Alhamdulillah, pelaksanaan penyerahan hewan qurban untuk 5 gampong telah selesai di laksanakan dan berjalan dengan lancar,” ujar Ketua PIKABAS Aceh, Cut Nurul Hayati, Jumat (16/7/2021).

Hal tersebut dikatakannya setelah menyerahkan bantuan dua ekor sapi kepada masing-masing Kepala Desa Pulo Deudap dan Rabo, Kecamatan Pulo Aceh di pelabuhan Ulee Lheu.

Dikatakan Cut, bantuan hewan kurban tahun ini dilakukan di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya. Untuk wilayah Aceh Besar, penyaluran dilakukan pada Jumat, (16/7/2021). Hewan kurban masing-masing diserahkan di Desa Gampong Tunong Krueng Kala, Kecamatan Lhong dengan jumlah penduduk sebanyak 100 kepala keluarga (KK), Desa Gampong Deudap Kecamatan Pulo Aceh, dengan jumlah penduduk sebesar 82 KK, dan Desa Gampong Rabo, Kecamatan Pulo Aceh dengan jumlah penduduk sebanyak 121 KK.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Jaya penyaluran dilakukan pada Kamis (15/7/2021). Hewan kurban diserahkan di Desa Datar Luas, Kecamatan Krueng Sabe dengan jumlah penduduk sebanyak 469 KK, Desa Pasie Timon, Kecamatan Teunom dengan jumlah penduduk sebanyak 168 KK.

“Pemilihan lokasi kami sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Meski jumlahnya tidak banyak. Kami mengharapkan sumbangan hewan kurban ini dapat mengikat persaudaraan di antara PIKABAS dan masyarakat Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tunong Krueng Kala, T Aiyub yang menerima salah satu hewan kurban mengatakan, bantuan yang diberikan PIKABAS sangat bermanfaat bagi masyarakat karena minimnya masyarakat yang berkurban di desanya.

“Hewan kurban yang diberikan PIKABAS merupakan hewan kurban pertama yang kami terima menjelang idul adha tahun ini,” ujarnya.

Ia berharap bantuan kurban seperti ini dapat digalakkan agar desa-desa di Aceh yang selama ini jarang tersentuh bantuan dapat merayakan idul adha dengan lebih khusyuk.

”Bantuan hewan kurban yang diberikan akan kami manfaatkan sebaik-baiknya bagi masyarakat,” ujarnya seraya mengucapkan rasa terima kasihnya kepada PIKABAS.[]

Kronologi Dua Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Petik Sawit di Subulussalam

0
Foto: Nukilan/raz

Nukilan.id – Nasib naas menimpa Supri (33) dan Setiawan (22) warga Desa Cipare-pare, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Keduanya meregang nyawa akibat tersengat aliran listrik bertegangan tinggi, Minggu (18/7/2021).

Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono mengatakan kedua pemuda malang itu meninggal dunia saat sedang memanen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik korban Setiawan di desa setempat.

“Kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB. Saat kejadian korban Setiawan sedang memanen buah sawit di dekat rumahnya di Dusun Cendana,” kata AKBP Qori Wicaksono kepada Nukilan.id, Senin (19/7/2021).

Saat memotong tandan buah sawit, kata AKBP Qori Wicaksono, korban diketahui lengket di ujung gagang alat pisau egrek yang digunakan. Pisau egrek yang digunakan korban saat kejadian terbuat dari pipa alumanium.

Diduga tanpa sengaja mata pisau alat pemanen tersebut rebah ke arah jalan dan mengenai kabel SR bertegangan tinggi milik PT PLN. Seketika korban yang masih memegang alat pemanen kelapa sawit sepanjang 8 meter itu tersengat arus listrik.

“Korban Setiawan yang masih memegang gagang pipa alumanium sepanjang 8 meter seketika tersengat arus,” ujar kapolres.

Melihat korban tersengat listrik, sepupu korban bernama Supri mencoba membantu untuk melepas gagang pisau egrek yang dipegang korban Setiawan. Tak dinyana, berusaha membantu sepupunya, Supri turut tersengat arus listrik.

Kedua pemuda berstatus lajang itu, mengalami sengatan arus listrik bertegangan tinggi lebih kurang selama lima menit, hingga akhirnya arus listrik berhasil dipadamkan dari gardu induk PT PLN. Akibat kejadian tersebut tubuh kedua korban mengalami luka bakar cukup serius.

“Kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian dalam kondisi hangus terbakar,” tutur kapolres.

AKBP Qori Wicaksono juga mengimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati saat memanen kelapa sawit. Saat bekerja harus dilengkapi dengan peralatan keamanan, terutama saat memanen pohon kelapa sawit yang sudah tinggi dan berdekatan dengan tiang listrik.

“Saat memanen sawit usahakan tidak sendirian, sehingga apabila terjadi sesuatu ada orag yang bisa menolong. Karena kejadian ini sudah dua kali terjadi dalam 2021 ini,” pungkas AKBP Qori Wicaksono.[raz]

Akademisi: Masa Pandemi, BAS Ditangan Haizir Mampu Bertahan dan Maju

0

Nukilan.id – Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh, Dr H Mohd Heikal menilai kinerja keuangan Bank Aceh Syariah masih dalam indikator positif.

Ia mengatakan, sejumlah indikator keuangan masih baik-baik saja, apalagi indikator pokok yaitu laba.

Memang sebelumnya, lanjut dia, sempat ada penurunan sedikit pada pendapatan laba. Akan tetapi, jumlah penurunan tersebut tidak berisiko mendatangkan kebangkrutan pada Bank Aceh Syariah.

“Kita maklum lah situasi ekonomi kita. Kalau tidak salah ada 7 bank khusus yang masuk akibat banyak yang macet. Tapi Bank Aceh Syariah itu tidak masuk, bahkan termasuk bagus performanya. Cuma labanya turun sedikit. Biasa lah, ya, situasi ekonomi. Nasional juga berimbas, global juga, ditambah pandemi pula. Kan menambah himpitan itu,” ujar Mohd Haikal kepada media, Senin (19/7/2021).

Ia melanjutkan, penurunan angka laba ini yang kadang-kadang salah dipahami publik atau dianggap loss (merugi), padahal jumlah yang didapat masih mampu memback-up yang lain.

Di saat yang bersamaan, Mohd Heikal juga memaparkan bahwa indikator NPF (Non Performing Financing) yang macet angkanya masih cukup bagus di bawah 5 persen.

Sementara untuk BOPO Bank (Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional), kata dia, rasionya masih dalam kategori belum melebar jauh.

“Angka BOPO Bank itu sedikit di atas 70. Idealnya kan berada pada angka 60 atau 65. Tetapi angka 70-an masih bisa mengcover. Maksudnya masih bisa profit (laba),” jelasnya.

Kemudian untuk ROA (Return on Asset), sebut Mohd Heikal, masih cukup bahkan lumayan meningkat. Aset terakhir, kata dia, berada di angka Rp 26 triliun.

“Tabungan itu (Bank Aceh Syariah), sudah lumayan oke. Meskipun masih bergantung pada titipan dana pemerintah. Nah, saya pikir yang lain-lain masih positif semua,” ungkapnya.

Sebagai cendekiawan, Mohd Heikal menitipkan sebuah catatan kepada seluruh Dewan Komisaris dan Dewan Direksi agar membangun hubungan sinergis dan harmonis kepada para pemilik saham.

Menurutnya, penting membangun hubungan para pemilik saham untuk bersama sama membesarkan BAS di masa mendatang.

“Saya berharap masukan itu di dengar oleh mereka yang berada di internal BAS selaku para pimpinan. Intinya yang ingin saya katakan kunci keberhasilan BAS pada komunikasi dua arah di antara mereka berdua yaitu dewan komisaris dan direksi dengan pemilik saham BAS, “pungkasnya.

Raffi Ahmad Siapkan 10 Ekor Sapi Qurban untuk Idul Adha 1442 H

0
Iluatrasi Sapi. (Foto:Instagram @raffinagita1717)

Nukilan.id – Tinggal menghitung hari, umat Muslim akan merayakan Hari Raya Iduladha 1442 hijriah. Di Indonesia perayaan tersebut jatuh pada 20 Juli 2021 mendatang. Identik dengan ibadah kurban bagi yang mampu menunaikan, perayaan ini dimaknai sebagai bentuk semangat berbagi untuk sesama dan ajang mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa.

Perayaan di tengah pandemi Covid-19, nyatanya tak menyurutkan seseorang untuk peduli ke sesama. Sederet figur publik di Indonesia pun telah mempersiapkan hewan baik sapi ataupun kambing untuk dikurbankan. Termasuk presenter kondang Raffi Ahmad. Suami Nagita Slavina itu sudah menyiapkan 10 ekor sapi dan kambing pada perayaan Hari Lebaran Haji tahun ini. Bahkan salah satu sapi beratnya mencapai 1,3 ton.

Melalui kanal YouTube RANS Entertainment, terlhat Raffi menyambangi peternakan sapi yang menjadi pemasoknya untuk kurban. Ayah dari Rafathar ini akan berkurban sebanyak 10 ekor sapi yang beratnya mencapai 1 ton lebih. Tak hanya sapi, Raffi juga sudah menyiapkan 10 ekor kambing dalam perayaan Hari Raya Iduladha tahun ini.

Dalam kesempatan yang berbeda, penjual menceritakan bagaimana Raffi langsung menyepakati harga dan memborong sapi-sapi tersebut tanpa menawarnya. Sontak saja nama Raffi menjadi perbincangan di beberapa akun hiburan di Instagram, tak sedikit warganet yang menyebut host tersebut sebagai “The Real Sultan”.

“Dia (Raffi) langsung kaget, dan dia langsung bilang ‘Oke aku mau’. Nggak pakai mikir, nggak pakai nanya harga. Dia langsung bilang ‘gue ambil’,” papar Elsa Dewana dikutip Hipwee dari kanal YouTube CumiCumi, Sabtu (17/7/2021). [hipwee]

Selebgram Herlin Kenza Munculkan Keramaian di Lhokseumawe, Satgas Covid: Itu Pelanggaran

0
Selegram Herlin Kenza. (Foto: IG Herlin)

Nukilan.id – Kedatangan selebgram berinisial Herlin Kenza ke salah satu toko pakaian di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe, Jumat (16/7/2021) lalu, menyebabkan kerumunan warga.

Dalam video yang beredar di media sosial, HK yang menumpang mobil Toyota Alphard putih tampak dikawal sejumlah orang berseragam. Saat turun ke pasar, dia disambut sejumlah orang yang kebanyakan perempuan. Mereka berimpitan dan beberapa di antaranya tidak mengenakan masker.

Video kerumunan di tengah wabah virus corona itu kemudian menuai protes warganet. Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Kota Lhokseumawe, Marzuki, sudah meminta petugas di lapangan untuk memeriksa kebenaran dari video tersebut.

“Kalau dilihat dari videonya jelas itu pelanggaran. Kita minta warga masyarakat patuh protokol kesehatan. Apalagi kita masih berlaku PPKM Mikro hingga 20 Juli 2021,” kata Marzuki saat dihubungi, Minggu (18/7/2021).

Temuan dari petugas di lapangan, kata Marzuki, akan jadi dasar untuk pemberian sanksi kepada orang yang terlibat dalam dugaan pelanggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Apakah tim lapangan sudah menggelar rapat buat sanksinya saya belum tahu. Nanti akan kita lihat hasil analisa tim lapangan, karena peristiwanya kemarin terjadinya,” sebut Marzuki.

Marzuki pun meminta pelaku usaha agar patuh dengan protokol kesehatan untuk menekan laju penularan Covid-19 yang sedang melonjak. Berdasarkan data yang dimuat laman covid19.acehprov.go.id, hingga Minggu (18/7/2021), ada 20.944 kasus orang terjangkit Covid-19 di Aceh. Sebanyak 922 di antaranya meninggal dunia.

Sejauh ini peristiwa tersebut sudah ditangani polisi dan memanggil pemilik toko yang membuat kegiatan tersebut.

Sumber: Kompas.com/red

Alasan Barcelona Harus Rekrut Saul Niguez

0
Selebrasi Saul Niguez. © AFP

Nukilan.id – Isu pertukaran pemain yang melibatkan Antoine Griezmann dan Saul Niquez tengah berhembus kencang. Barcelona diyakini akan dapat banyak manfaat dari kedatangan gelandang Atletico Madrid tersebut.

Barcelona ingin melepas Griezmann pada musim panas ini. Pemain Prancis itu bakal dilego karena Blaugrana terdampak krisis finansial.

Awalnya Griezmann dihubungkan dengan Chelsea. Namun kabar terkini menyebut bahwa Griezmann lebih dekat ke klub lamanya, Atletico Madrid.

Kedua klub Spanyol itu telah setuju untuk melakukan pertukaran pemain. Namun, negosiasi mengenai masalah harga masih terus berlangsung.

Ini keuntungan yang akan didapat Barcelona jika berhasil mendapatkan Saul.

Saul Niguez sekarang berusia 26 tahun. Dia memiliki banyak pengalaman bermain di level tertinggi untuk klub dan negaranya.

Saul sudah bermain dalam ajang La Liga selama sembilan musim bersama Atletico Madrid. Produk akademi Real Madrid itu juga punya 19 caps bersama timnas Spanyol.

Pengalaman yang dimiliki Saul akan sangat berguna bagi para pemain muda Barcelona. Dia bisa jadi mentor bagi Pedri, Ilaix Moriba dan Riqui Puig.

Saul Niguez merupakan pemain dengan kemampuan yang lengkap. Pemain asal Spanyol tersebut bisa bermain di berbagai posisi yang berbeda.

Saul sudah dijajal di seluruh posisi di lini tengah oleh Diego Simeone. Bintang Ateltico Madrid itu pernah bermain sebagai gelandang kiri, kanan, tengah, gelandang bertahan dan juga serang.

Bahkan, jika dibutuhkan, Saul bisa menempati posisi sebagai bek kiri. Dia juga pernah berperan sebagai bek tengah kala dipinjamkan ke Rayo Vallecano pada musim 2013-14.

Barcelona kekurangan gelandang yang bisa mencetak gol. Di skuad Blaugrana, hanya Frenkie De Jong yang bisa melakukannya.

Saul memiliki kemampuan untuk mencetak gol dari lini tengah. Pemain berusia 26 tahun itu sudah mencetak 43 gol untuk Atletico Madrid.

Selain mencetak gol, Saul juga bisa membuat assist. Dia sudah menyumbang 19 assist selama bermain di Atletico Madrid.

Saul Niguez punya karier yang cukup sukses bersama Atletico Madrid. Dia berhasil membantu Los Rojiblancos meraih sejumlah gelar.

Saul tercatat punya koleksi enam gelar. Itu termasuk dua trofi Liga Europa dan gelar La Liga pada musim kemarin.

Bahkan Saul nyaris memenangkan trofi Liga Champions pada musim 2015-2016, namun mereka kalah dari Real Madrid.

Saul Niguez juga termasuk pemain yang jarang cedera. Hal itu akan jadi keuntungan yang sangat besar buat Barcelona.

Barcelona bisa dibilang sangat tidak beruntung dengan cedera. Pemain-pemain seperti Ousmane Dembele, Samuel Umtiti dan Philippe Coutinho sering keluar masuk ruang perawatan.

Pada musim 2020/2021, Saul hanya sekali mengalami cedera. Dia mendapat cedera otot yang membuatnya melewatkan lima pertandingan Atletico Madrid. [bolanet]

 

BEM Nusantara Wilayah Aceh Dorong Pansus DPRA Tegas dan Tanpa Kompromi 

0

Nukilan.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Wilayah Aceh sangat berharap Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tegas terhadap Pemerintah Aceh. Harapan ini mengingat Tugas Pokok dan Fungsi yang melekat pada lembaga DPRA.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Chaidir Furrazinur selaku Koordinator BEM Nusantara Wilayah Aceh pada media, Senin (19/7/2021).

“Isu korupsi, lemahnya realisasi APBA 2021 serta realisasi yang tidak bersubtansi pada peningkatan kesejahteraan rakyat serta temuan-temuan BPK RI Perwakilan Aceh pada tahun anggaran 2020 adalah faktor Aceh sebagai Provinsi termiskin di Sumatera. Padahal sangat kontras dengan anggaran pembangunan yang kita miliki”, ucap Chaidir

Oleh sebab itu, Kami mahasiswa Aceh sangat berharap kepada DPRA yang saat ini telah membentuk dua Panitia Khusus (Pansus) agar tegas kepada Pemerintah Aceh dan jangan ada ruang kompromi terkait apapun dugaan penyelewengan anggaran selama ini, tambah chaidir yang juga Presiden Mahasiswa Al-Wasliyah ini.

Seperti kita ketahui bersama sejak awal bulan Juli 2021 lalu DPR Aceh telah membentuk dua Pansus. Yakni, pansus Biro Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2021 guna mendalami dugaan mafia anggaran serta mendalami penyebab lemahnya realisasi APBA 2021 dan Pansus Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Wilayah Aceh. []

Pemerintah Dinilai Pakai Istilah PSBB hingga PPKM untuk Hindari Kewajiban Penuhi Kebutuhan Warga

0

Nukilan.id – Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati mengaku heran karena pemerintah tidak menggunakan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan untuk menjalankan kewajiban dalam penanganan pandemi Covid-19.

Namun, UU Kekarantinaan Kesehatan dipakai untuk memberikan sanksi kepada warga negara yang melanggar aturan pembatasan.

“Kalau sanksi kenapa menggunakan UU Kekarantinaan Kesehatan, tapi ketika penerapan kekarantinaan kenapa pakai yang bukan UU (yang sama),” kata Asfin dalam konferensi pers daring “Koalisi Warga Akses Kesehatan”, Minggu (18/7/2021).

Menurut dia, pemerintah terkesan menghindari kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Hal ini terlihat dari berbagai istilah kebijakan pembatasan yang diterapkan pemerintah, seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan kini pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Padahal, dalam UU 6 Tahun 2018 diatur soal karantina wilayah ketika terjadi kedaruratan kesehatan.

Dalam UU itu pula disebutkan bahwa selama karantina wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang ada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

“Jadi ketika pembatasan pemerintah gunakan yang lain dan jelas itu maksudnya untuk mengakali hukum agar kewajiban yang ada di UU 6/2018 tidak dipenuhi pemerintah dan tidak diberikan kepada masyarakat,” ucap Asfin.

Selain itu, Asfin berpendapat, pendekatan pemerintah dan aparat terhadap warga selama pandemi ini cenderung represif.

Ia menilai, pemerintah menggunakan paradigma kuno, yaitu menganggap situasi darurat kesehatan ini sama dengan darurat sipil atau militer.

“Kami menyesalkan ketika UU 6/2018 itu sudah demikian maju, itu UU yang sangat progresif, kok tiba-tiba pejabat publik mengembalikan kedaruratan dalam kacamata kuno, dalam kacamata keamanan atau bahkan pertahanan negara,” kata Asfin.

“Kedaruratan kesehatan masyarakat ini harus didekati dengan persoalan kesehatan dan tidak akan berhasil dengan pendekatan pertahanan dan keamanan, selain argumen HAM terkait kebebasan pastinya,” imbuhnya.[kompas.com]