Beranda blog Halaman 2082

Sekda Aceh Ikuti Penganugrahan KPAI 2021

0
(Foto: Humas Pemerintah Aceh)

Nukilan.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, mengikuti secara virtual penganugerahan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Tahun 2021 dari ruang rapat kerjanya di Kantor Gubernur Aceh, Kamis, (22/7/2021).

Ikut juga dalam kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Nevi Ariyani, dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif.

Ketua KPAI Pusat, Dr. Susanto, menjelaskan, penganugerahan yang rutin digelar setiap tahun itu diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh stakeholder baik lembaga pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan yang terlibat dalam memperkuat perlindungan anak Indonesia.

Susanto menyebutkan, ada sepuluh kategori yang menerima penganugerahan KPAI 2021, diantaranya adalah kategori Kementerian/Lembaga, kategori pemerintah daerah, kategori pemerintah kabupaten/kota, institusi penegak hukum dan kategori profesi perlindungan anak.

Susanto mengatakan, KPAI terus memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan anak di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan melahirkan inovasi dengan meluncurkan aplikasi sistem Informasi monitoring dan evaluasi pelaporan (SIMEP). Melalui aplikasi tersebut masyarakat dapat melaporkan masalahnya terkait perlindungan anak secara daring.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga, mengatakan, penguatan terhadap perlindungan anak Indonesia tidak bisa dilakukan oleh satu pihak.
Dibutuhkan kolaborasi dan metode yang inovatif untuk mewujudkan penguatan tersebut.

“Sumber daya Indonesia yang berdaya saing ada pada 31,6 persen atau 34,8 juta anak Indonesia. Dari angka tersebut dapat kita bayangkan betapa pentingnya berinvestasi terhadap kualitas anak-anak Indonesia dengan memenuhi hak-hak dan melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan dengan semaksimal mungkin,” kata Bintang.

Bintang mengatakan, angka kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih tinggi. Padahal pada dasarnya anak butuh bimbingan dari orang dewasa. Oleh sebab itu, ia berharap kerja sama yang baik dari semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak anak Indonesia.[]

Arsenal Siapkan 600 Miliar Rupiah untuk Kiper Baru

0
Bernd Leno © Arsenal FC

Nukilan.id – Arsenal diyakini bakal berusaha mendatangkan kiper baru di bursa transfer musim panas ini. Bernd Leno masih jadi kiper inti, tapi The Gunners butuh back-up.

Sebelumnya, Arsenal punya Emiliano Martinez sebagai pelapis Leno. Martinez ternyata berkualitas sebagai kiper inti, dia membuktikannya selama Leno cedera.

Martinez kemudian menuntut diberikan kesempatan jadi kiper inti, tapi Arsenal tidak bisa memberikan kesempatan tersebut. Akibatnya, Martinez memilih pergi jadi kiper utama Aston Villa sejak tahun 2020 lalu.

Nah sejak saat itu Arsenal belum punya kiper pelapis yang ideal untuk menggantikan posisi Leno jika perlu.

Baru-baru ini Arsenal dihubungkan dengan dua kiper, Sam Johnstone dari West Brom dan Aaron Ramsdale dari Sheffield United. Johnstone dilirik lebih awal, tapi Arsenal memilih Ramsdale.

Menurut talkSPORT, The Gunners menyiapkan tawaran 30 juta pounds atau sekitar 600 miliar rupiah untuk mendapatkan Ramsdale dari Sheffield. Potensi Ramsdale sudah cukup membuat yakin Mikel Arteta.

Tawaran Arsenal ini diyakini akan membuat Sheffield tertarik. Angkanya cukup besar untuk ukuran penjaga gawang.

Lagi pula, Sheffield akan bermain di kasta kedua musim depan. Mereka harus menjual pemain yang bisa dijual dengan harga sebaik mungkin, termasuk Ramsdale.

Musim panas ini memang sangat penting untuk Arsenal. Mereka gagal total musim lalu dan harus berbenah untuk mencapai level yang lebih baik musim depan.

The Gunners sudah merekrut Nuno Tavares dan Albert Sambi Lokonga. Nama kedua pemain ini mungkin jarang terdengar, tapi potensial.

Arsenal juga dikabarkan sudah menyepakati transfer bek tengah Brighton, Ben White. Seharusnya transfer White segera tuntas begitu dia kembali dari liburan.

Nah jika benar jadi merekrut Ramsdale, artinya Arsenal bakal mengeluarkan lebih dari 100 juta pounds musim panas ini. [bolanet]

Pemerintah Aceh Lantik 16 Pejabat Eselon 3 dan 4

0
Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. Iskandar AP, S.Sos, M.Si melantik Sejumlah Pejabat Eselon III dan IV dilingkup Pemerintah Aceh, di Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Kamis, (22/7/2021). (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

Nukilan.id – Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, melantik sebanyak 16 orang pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Pemerintah Aceh. Pelantikan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Museum Tsunami Aceh, Kamis, (22/7/2021) sore.

Sebanyak enam orang dari yang dilantik tersebut merupakan pejabat eselon 3 atau jabatan administrator. Sementara selebihnya adalah pejabat eselon 4 atau pengawas.

Pelantikan tersebut sesuai Keputusan Gubernur Nomor Peg. 821.22/074/2021 tanggal 19 Juli 2021. Para pejabat yang dilantik itu mengisi sejumlah jabatan yang kosong dan jabatan yang ditinggalkan oleh mereka yang sudah memasuki masa pensiun.

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Abdul Qohar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Jamaluddin, Kepala Dinas ESDM, Mahdi Nur, Kepala Biro Humas dan Protokol, Muhammad Iswanto, Kepala Dinas Peternakan Aceh, Rahmandi dan Kepala Dinas Pangan Aceh, Cut Yusminar.

Dalam arahannya, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, mengatakan, jabatan yang diberikan kepada aparatur Pemerintah Aceh tersebut merupakan amanah. Karena itu ia mengingatkan mereka untuk menyadari bahwa jabatan tidak bersifat kekal.

“Oleh sebab itu, jalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan kerjakan tugas dengan tepat waktu,” kata Iskandar.

Iskandar juga mengingatkan, agar setiap tugas yang dijalankan dilaporkan secara berkala kepada atasan langsung. Setiap tugas yang diberikan harus dievaluasi secara berkala, sebab tidak boleh langsung difinalkan.

Iskandar menyebutkan, setiap jabatan memiliki tiga sumber daya, yaitu anggaran, personil dan peralatan penunjang. Ia meminta ketiga sumber daya tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin agar pekerjaan dapat berjalan semaksimal mungkin.

Berikut nama-nama keenam belas pejabat eselon 3 dan 4 yang dilantik tersebut :

1. Chaidir Kepala UPTD Badan Pengelola Keuangan Aceh wilayah V Lhokseumawe

2. Intan Mataul Hayati Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Aceh

3. Khairil Basyar Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas Esdm Aceh

4. Said Faisal Kepala UPTD Laboratorium Energi dan Sumberdaya Mineral Dinas Esdm Aceh

5. T.M. Ridwan Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP dan WH Aceh

6. Gunawan, Kepala UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Dinas Pangan Aceh

7. Azhadi Akbar Kepala Taman Seni dan Budaya Disbudpar Aceh

8. Fitria Fatwa Kepala Subbag TU UPTD BTNR Dinas Peternakan Aceh

9. Febri Santi Kepala Subbid Pengelolaan Arsip Kepegawaian BKA

10. Anwar Ramli Kasubbag Layanan dan Pengumpulan Sekretariat Baitul Mal

11. Sahridha Kasubbag Keuangan Sekretariat Baitul Mal Aceh

12. Azizar Mansyar Kasi Bahasa Disbudpar Aceh

13. Nurhasanah Kasubbag TU UPTD Museum Aceh Disbudpar Aceh

14. Abdul Salam Kasi Pengembangan Kawasan Wisata Disbudpar Aceh

15. Purnama Hadi Kasi Koleksi dan Konservasi UPTD Museum Tsunami Aceh Disbudpar Aceh

16. Irsal Kasi Kemitraan dan Investasi Industri Pariwisata Disbudpar Aceh. []

Terima Anugerah KPAI 2021, Gubernur Kalsel Konsisten Lindungi Anak dari Kekerasan

0
Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menerima Anugerah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2021.

Penghargaan tersebut diterima langsung Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA secara virtual di Command Center, Kantor Setda Prov Kalsel, Banjarbaru, Kamis (22/7/2021).

Ini merupakan penghargaan untuk yang kedua kalinya diberikan kepada Pemprov Kalsel. Sebelumnya pada tahun 2020, Pemprov Kalsel juga telah menerima anugerah yang sama.

Anugerah KPAI tersebut dalam kategori Pemerintah Provinsi yang memiliki komitmen terhadap perlindungan melalui pelaporan berbasis Sistem Informasi Monitoring Evaluasi Pelaporan (SIMEP).

“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kalimantan Selatan mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya atas penghargaan ini,” kata Safrizal.

Ia berharap, kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dapat terpacu dengan adanya perhargaan tersebut.

Selain itu, Safrizal memastikan Pemprov Kalsel konsisten memperkuat perlindungan anak melalui program serta selalu bersinergi dalam menghentikan kekerasan pada anak.

“Secara angka statistik kekerasan terhadap anak di Kalsel terus menurun, namun untuk membuat angkanya nol ini sedang kita lakukan, membuat seminimal mungkin,” lanjut Pria kelahiran Aceh ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalsel, Husnul Hatimah mengatakan bahwa, pemerintah provinsi telah berkomitmen melakukan usaha-usaha perlindungan terhadap anak dalam bentuk kebijakan-kebijakan, sosialisasi dan upaya pencegahan yang lain.

Pemprov Kalsel, kata Husnul, juga memberikan penguatan kepada lembaga dan masyarakat dalam upaya perlindungan anak, serta memberikan perlindungan khusus kepada anak.

Diketahui, Anugerah KPAI tahun 2021 ini diberikan dalam rangkaian Hari Anak Nasional. Selain pemerintah provinsi, Anugerah KPAI 2021 juga diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota, dan kementerian/lembaga.(Syh/Adpim/jejakbenua)

Hari Ini, Kakanwil Ajak Jajaran dan Masyarakat Aceh Ikut Tahlilan Nasional

0
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg

Nukilan.id – Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr H Iqbal SAg MAg mengajak jajaran bersama masyarakat Aceh untuk berpartisipasi dalam agenda Tahlil Nasional.

Tahlil Nasional digelar hari ini, Kamis (22/7/2021) pukul 19.00 WIB sore, dan disiarkan melalui Medsos Kementerian Agama.

“Mari sahabat sekalian, bisa bergabung bersama dalam Tahlil Nasional, melangitkan doa agar pandemi segera berakhir,” ajak Iqbal.

Kakanwil jelaskan, bahwa Tahlil Nasional juga digelar untuk mendoakan para syuhada yang wafat selama pandemi Covid-19, mulai dari ulama, tenaga kesehatan, guru, dan lapisan masyarakat lainnya.

Selanjutnya, untuk mengawali zikir bersama virtual itu, mari semarakkan momen ini dengan melinkkan bersama twibbon: https//twb.nz/tahlilnasional.

Untuk virtual background zoom Tahlil Nasional bisa didownload pada link berikut:  https//bit.ly/VirtualBackgroundTahlilNasional.

Acara sore 12 Dzulhijjah ini, diikuti kementerian/lembaga, para pengasuh dan santri pondok pesantren, pimpinan ormas, penyuluh agama di seluruh Indonesia dan ASN, serta masyarakat umum.

Kementerian Agama akan menyiapkan link webinar dengan kapasitas ribuan agar masyarakat dapat bergabung. Sebagaimana #PrayFromHome, masyarakat diminta untuk mengikutinya dari rumah masing-masing. Acara ini juga akan disiarkan langsung melalui media sosial Kementerian Agama.

“Kami mengundang masyarakat Indonesia, untuk bergabung, bersama-sama melafalkan zikir, tahlil, dan doa pada Kamis malam ini. Mari langitkan doa agar pandemi segera berakhir dan doakan para syuhada yang telah mendahului kita,” ajak Menag.[]

Disdik Aceh Bersama KPK Evaluasi Implementasi Pendidikan Antikorupsi

0
(Foto: Ist)

Nukilan.id – Dinas Pendidikan Aceh bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tindaklanjut implementasi pendidikan antikorupsi pada seluruh satuan pendidikan yang ada di Aceh.

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut diisi pemateri tunggal dari KPK Bidang Pendidikan dan Peran Masyarakat, Ramah Handoko serta diikuti hampir 200 peserta yang merupakan para Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten/Kota dan para Ketua MKKS SMA, SMK, SLB, SMP dan SD se-Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Plt. Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Muksalmina, S.Pd, M.Si menyampaikan kegiatan ini merupakan tindaklanjut pelaksanaan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 50 Tahun 2020 tentang implementasi pendidikan antikorupsi dan surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditujukan kepada Gubernur Aceh tentang evaluasi tindaklanjut pelaksanaan implementasi pendidikan antikorupsi di tingkat provinsi nomor B/3877/DKM.00.04/80-82/07/2021 Tanggal 2 Juli 2021.

“Pendidikan antikorupsi diimplementasikan dalam bentuk insersi pada mata pelajaran yang sudah ada atau sebagai muatan lokal di pendidikan dasar atau menengah dan dimasukkan dalam kurikulum diklat ASN,” ujarnya, Kamis (22/7/2021).

Selain sosialiasi kegiatan antikorupsi pada sekolah, lanjutnya, para kepala dinas kabupaten/kota juga mendapatkan akun untuk menyampaikan laporan implementasi kegiatan anti korupsi disekolah melalui website https://jaga.id.

“Dalam kegiatan tersebut disampaikan juga bahwa dari 23 kabupaten baru hanya 12 kabupaten yang sudah mengeluarkan peraturan daerah tentang penyelenggaraan antikorupsi pada satuan pendidikan,” ungkapnya.

Sedangkan 11 kabupaten lainnya belum memiliki peraturan antikorupsi, yaitu Kabupaten Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Pidie, Simeulu, Subulussalam, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Aceh Tengah dan Bireuen.

“Kita mengharapkan agar pemerintah kabupaten/kota tersebut dapat segera mengeluarkan peraturan daerah tentang implementasi pendidikan antikorupsi di satuan pendidikan sebagai salah satu upaya dini pencegahan korupsi,” pintanya.

Muksalmina mengungkapkan pihaknya menaruh perhatian serius dalam pelaksanaan program pemberantasan korupsi dan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sosialisasi implementasi pendidikan antikorupsi pada satuan pendidikan terutama untuk jenjang SMA, SMK dan SLB.

“Ada 9 nilai antikorupsi yang penting diajarkan kepada peserta didik untuk membantu membentengi dari sikap korupsi. Sikap-sikap tersebut diantaranya kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, kepedulian, kemandirian, disiplin, keadilan, kerja keras, dan keberanian,” pungkas Plt.Kabid Pembinaan GTK, Muksalmina, S.Pd, M.Si.

2020 Penduduk Aceh Jadi 5,27 Juta Jiwa

0
Peta Aceh. (Foto:web)

Nukilan.id – Jumlah Penduduk Aceh Menurut Kabupaten/Kota (2020) hasil Sensus Penduduk (SP) 2020 mencatat, jumlah penduduk Aceh sebanyak 5,27 juta jiwa. Rinciannya, sebanyak 2,65 juta laki-laki dan 2,63 juta perempuan.

Jika dibandingkan dengan hasil SP 2010, populasi Aceh bertambah sebanyak 751,73 ribu jiwa dalam satu dekade terakhir. Dengan demikian, pertumbuhan penduduk Aceh sebesar 1,56% per tahunnya.

Berdasarkan kelompok umur, mayoritas penduduk di Serambi Mekah berusia produktif. Rinciannya, ada 3,55 juta jiwa atau 56,24% dari total penduduk Aceh yang berusia 15-64 tahun.

Penduduk yang usianya sudah tidak produktif sebesar 266,64 ribu jiwa atau 5,1% dari total populasi. Sedangkan, penduduk usia belum produktif (0-14 tahun) sebanyak 1,64 juta jiwa atau 31,12% Aceh Utara tercatat sebagai kabupaten/kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Serambi Mekah, yakni mencapai 602,7 ribu jiwa.

Sementara Kabupaten Sabang memiliki penduduk paling sedikit, yakni 41,2 ribu jiwa.

Sumber BPS

Sumber: BPS/databoks

Keren, Bersantap di Warung Sangkar Ditemani Panorama Perbukitan Blang Bintang

0
Waroeng Sangkar di Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Rabu (21/7/2021)(KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

Nukilan.id – Semilir angin berembus pelan di atas perbukitan Blang Bintang, sejauh mata memandang, hamparan kebun durian dan kurma terlihat jelas di atas perbukitan itu.

Di gerbang utamanya, tertulis nama Waroeng Sangkar. Itulah warung yang dibuka sejak Agustus 2020 lalu yang kini populer di kalangan wisatawan di Aceh.

Untuk menuju ke lokasi, gunakan jalan utama menuju Bandara Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar. Setelah itu, belok kanan, dan ikuti jalan lurus nan mulus itu.

Butuh waktu sekitar 30 menit dari pusat Kota Banda Aceh menuju Waroeng Sangkar.

Selama perjalanan, wisatawan akan melewati Markas TNI AU Blang Bintang, Aceh Besar. Setelahnya, hamparan kebun kurma akan ditemukan di kanan dan kiri jalan.

Jalanan kemudian mendaki dan menurun, namun mulus. Sehingga wisatawan harus menjaga kecepatan kendaraan, agar tidak tergelincir ke bibir jurang.

Kemudian di sisi kanan jalan akan terlihat pintu gerbang menuju Waroeng Sangkar. Letaknya sekitar 200 meter dari bibir jalan utama yang menghubungkan Aceh Besar dan Kabupaten Pidie itu.

“Silakan masuk, naiklah ke atas,” kata seorang pekerja di pos jaga pintu utama.

Bukit itu disulap menjadi lokasi Instagramable. Area parkirnya juga cukup luas.

Di waktu yang sama, tampak beberapa pekerja sedang berbenah membangun tambahan pondok.

Terdapat pondok kecil-kecil yang dipasang kain warna putih mirip kelambu, menambah kesan eksotis layaknya wisatawan sedang di pondok kebun.

Sang pemilik warung, Tomi, terlihat mempertimbangkan unsur estetis seluruh ornamen tempat ini.

Misalnya, bangunan utama warung memiliki konsep rumah panggung. Lantai satu dijadikan sebagai tempat minum, sementara lantai dua dijadikan sebagai kantor. Pintu utama dibuat Instagramable, sehingga menjadi lokasi foto favorit para pengunjung.

Sekitar 90 persen bangunan menggunakan bahan kayu yang dipernis mengilap.

Soal keindahan latar untuk foto, jangan ditanya. Suasana perbukitan, dengan cahaya matahari nan terang dan awan menambah daya tarik warung ini.

Warung ini juga menyajikan aneka minuman, seperti cokelat dan kopi, serta penganan ringan berupa kentang goreng dan mi goreng. Harganya bersahabat dengan dompet.

“Kami buka sejak pukul 09.00 – 21.00 WIB,” kata seorang pekerja yang bernama Nila.

Dia menambahkan, semakin sore, semakin ramai wisatawan berkunjung.

“Mayoritas tahu dari media sosial. Lalu penasaran dan berkunjung. Kalau masyarakat lintas timur, mereka gunakan jalur ini untuk pulang ke rumah. Sekalian singgah untuk menikmati suasana,” ujarnya.

Salah seorang pengunjung, Hamdani, datang bersama keluarga besarnya. Warga Aceh Utara itu menyebut, memilih jalur tersebut agar bisa singgah di Waroeng Sangkar.

“Anak-anak saya penasaran. Maka saya pilih jalur ini untuk pulang dari Banda Aceh ke Aceh Utara. Biar bisa singgah di warung ini,” pungkas Hamdani. [kompas]

Kemenag Aceh Salurkan Daging Qurban untuk Fakir Miskin dan Panti Asuhan

0
(Foto: Kemenag Aceh

Nukilan.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menyalurkan daging qurban untuk sejumlah fakir miskin di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar serta anak yatim di Panti Asuhan Yayasan Kesejahteraan Masyarakat (Yakesma) Kajhu, Aceh Besar, Kamis (22/7/2021).

Daging qurban tersebut merupakan milik ASN Kemenag Aceh yang disembelih di lapangan voli kantor setempat. Selain daging qurban, Kemenag Aceh juga menyalurkan beras untuk panti asuhan dan juga fakir miskin..

Turut serta dalam penyaluran daging qurban, para Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Aceh.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr H Iqbal SAg MAg mengatakan, pada momen qurban kali ini, ada 6 lembu milik ASN yang disembelih di Kanwil Kemenag Aceh. Penyembelihan hewan qurban dimulai usai subuh dan didistribusikan sebelum zuhur.

“Daging qurban ini akan kita salurkan yang pertama untuk sahib kurban, fakir miskin sebagai wujud kepedulian kita seluruh ASN Kemenag Aceh untuk saudara kita terutama yang terimbas Covid-19. Kemudian kita salurkan kepada anak yatim di panti asuhan yang tersebar di sekitar Kanwil Kemenag Aceh,” ujar Iqbal.

Iqbal mengatakan, antusias ASN Kemenag Aceh untuk berqurban sudah tinggi, hal ini terlihat dari jumlah kurban di Kemenag Kabupaten/Kota yang juga banyak.

“Secara keseluruhan di wilayah Provinsi Aceh di bawah Kanwil Kemenag Aceh semua kabupaten/kota melaksanakan qurban dengan jumlah yang lumayan, bahkan ada kabupaten/kota yang sampai 202 ekor sapi, kerbau atau kambing. Alhamdulillah semangat untuk berqurban di kalangan ASN Kemenag Aceh sudah tinggi kita  terus mendorong  ke depan bisa ditingkatkan,” katanya.[]

GERAK Akan Awasi Proses Tender Paket RSUD Aceh Singkil

0
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani, SHI

Nukilan.id – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh berharap tender ulang paket pembangunan RUSD Singkil yang sedang berlangsung tidak lagi masuk pengaruh aparat penegak hukum (APH) di Aceh Singkil dengan menakutkan-nakuti penyelenggara negara untuk mendapatkan proyek yang sedang di tender.

“Kami serius memperhatikan dan mengawal prosesnya kali ini, dan kita juga sudah menyiapkan materi dan bahan kajian awal untuk dilaporkan ke Satgas 53 dan Propam Polda Aceh sebagai bahan petunjuk awal bahwa ditemukan adanya potensi dugaan adanya intervensi tertentu yang mengarahkan untuk kepentingan memenangkan proses tender yang sedang berlangsung,” kata Koordinator GeRAK Aceh Askhalani, SHI, Kamis (22/7/2021).

Askhalani mengatakan, berdasarkan hasil temuan awal dan fakta informasi dari relawan dan laporan Masyarakat ditemukan dugaan selain adanya intervensi dari instansi tertentu juga ada dugaan keterlibatan Panitia dari RSUD dan konsultannya yang menutup akses pihak lain untuk satu provider kelengkapan ruang operasi yang dilelang.

Lanjutnya, GeRAK Aceh berkepentingan mengawal proses ini agar pembangunan rumah sakit di era pandemi bisa berlangsung fairness sehingga menjadi legacy bagi bupati Singkil nantinya, sehingga masyarakat Singkil tidak perlu lagi ke RSU Yuliadin Away Aceh Selatan untuk melakukan operasi kesehatannya.

“Proses tender yang terbuka dan terbebas dari intervensi tentu akan menjadi sangat penting dilakukan, apalagi pembangunan RSUD sebagai sebuah fasilitas publik harus dibangun dengan kualitas yang baik dan dikerjakan oleh perusahaan yang benar-benar terbebas dari kepentingan pihak-pihak tertentu,” ujar Askhlani.[]