Beranda blog Halaman 2069

Sekda Bener Meriah Kunjungi Ombudsman Aceh, Bahas Hasil Evaluasi Pelayanan Publik

0

Nukilan.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Drs. Haili Yoga, M.Si menyempatkan diri datangi dan bertemu dengan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Dr. Taqwaddin Husin yang didampingi Kepala Bidang Pencegahan Maladministrasi, Muammar di Kantor Ombudsman Banda Aceh, Jumat (30/7/2021).

Pertemuan tersebut membahas hasil kunjungan dan evaluasi Tim Ombudsman RI Kantor Perwakilan Aceh ke Pemkab Bener Meriah terkait Pelayanan Publik.

Evaluasi untuk Pemkab Bener Meriah langsung dipimpin oleh Kepala Ombudsman Kantor Perwakilan Aceh.

Kepala Ombudsman RI Aceh, Dr. Taqwaddin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah atas peningkatan kualitas pelayanan publik yang dilakukan dalam dua tahun terakhir ini.

Ini tentu akan menggembirakan warga masyarakat. Apalagi jika memberi kemudahan dalam memberikan pelayanan yang menyentuh langsung dengan masyarakat.

“Kami menemukan di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) sudah terdapat inovasi dan kebersihan kantor serta disiplin aparatur yang sudah baik,” ujar Dr Taqwaddin.

Namun tim evaluator masih menemukan beberapa OPD atau SKPK yang belum menerapkan Standar Pelayanan Publik (SPP), termasuk standar Oprasional Prosedur (SOP) secara maksimal.

Terkait hal ini Ombudsman memberikan saran masukan secara lisan kepada Sekda agar memberi ektra atensi guna memerintahkan para Kepala OPD agar melengkapi komponen-komponen yang masih belum lengkap.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Pemkab Bener Meriah, Drs Haili Yoga, MSi, berjanji akan mengingatkan dan menegaskan kembali para Kepala OPD yang dimaksud agar segera berbenah melengkapi komponen-komponen standar pelayanan publik yang masih belum lengkap serta perlu didukung dengan inovasi yang tepat guna.

“Saya siap akan menegur para Kepala OPD, baik yang dinilai ataupun tak dinilai oleh Ombudsman. Saya mau agar semua OPD Pemkab Bener Meriah memenuhi standar pelayanan publik,” pungkas Haili Yoga, Sekda Bener Meriah.

Sensasi Wisata Puncak “Bur Pepylon” di Jalan “Oregon” Takengon

0
View dari Bur Pepylon. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Memandang Danau Lut Tawar dan Kota Takengon, Aceh Tengah dari ketinggian, bisa singgah ke Taman Wisata Bur Pepylon di jalan Mendale – Bener Meriah, kampung Jongok Muluem, Kebayakan, Aceh Tengah.

Dari situ, arah view sangat melebar, selain terlihat Danau Laut Tawar terhubung langsung dengan Kota Takengon, pemandangan juga melawati Desa Mongal, Bebesen hingga ke batas kota penghunjung jalan dua jalur Kota Takengon.

Tentu, pemandangan lain yang menjadi karakter Kota Takengon adalah lingkaran perbukitan dan pohon vinus yang tegak melambai, tanda sejuk dan angin Tanoh Gayo jadi makin terasa.

Tentu, Taman Wisata Bur Pepylon bukan satu-satu objek wisata di kawasan itu, jalan tembus Oregon yang menghubungkan Takengon dengan Kabupaten Bener Meriah ini masih memiliki sejumlah objek wisata yang dapat disinggahi sepanjang jalan tersebut, salah satunya puncak Oregon Hill, perbatasan Aceh Tengah-Bener Meriah.

Di Puncak Oregon Hill itu dapat menyaksikan dua pemandangan sekaligus, Aceh Tengah dan Bener Meriah. Jarak menuju ke puncak Oregon Hill sekitar 8 Km dari Aceh Tengah dan 10 Km dari Bener Meriah.

Sementara kawasan Taman Wisata Bur Pepylon merupakan lokasi paling dekat yang dapat disingahi, namun sudah menawarkan udara dan View yang menggoda, selain dingin juga angin yang menyentuh langsung.

Menuju ke Taman Wisata Bur Pepylon, melewati kawasan temuan sejarah manusia Purba Ceruk mendale sekitar, 2 kilometer telah sampai ke ke Bur Pepylon.

Mungkin itu menjadi salah satu pilihan bila ke Aceh Tengah, tentu setelah larangan berkerumun dicabut dan objek wisata dinyatakan aktif kembali.[]

Reporter: Irfan

Dihadiri Pakar dan Praktisi Nasional, USK Business Forum Diluncurkan

0

Nukilan.id – Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, IPU, Sabtu, 31 Juli 2021 membuka webinar nasional sekaligus meluncurkan USK Business Forum (UBF) secara daring di Banda Aceh.

UBF dibentuk sebagai wadah komunikasi antara dinia perguruan tinggi dengan dunia usaha. Wadah ini sangat dibutuhkan sebagai jembatan menghilirisasikan hasil riset dan inovasi berbasis ilmu pengetahuan kepada dunia usaha dan juga mendapatkan umpan balik dari dunia usaha untuk arah riset dan inovasi yang implementatif dan dibutuhkan oleh masyarakat.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan Webinar Nasional dengan tema Akselerasi Sosio-Technopreneurship dan Inovasi Perguruan Tinggi dengan menghadirkan pakar dan paktisi nasional yang kompeten dan berpengalaman.

Hadir sebagai pembicara Dr. Rahayu Puspasari, Kepala Biro Komunikasi Kemenkeu RI & Direktur Utama LMAN 2015-2020 dengan materi Strategi Mengembangkan Income Generating BLU, Dr. Riza Damanik, Staf Khusus Mentri Koperasi dan UKM RI dengan materi Kolaborasi UKM dan Perguruan Tinggi Sebagai Alternatif Kekuatan Ekonomi Nasional, Dr. Syaifullah Muhammad, Ketua Badan Pengembangan Bisnis Universitas Syiah Kuala dengan materi Potensi Pengembangan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Dr. Meika Syahbana Rusli, Kepala SBRC IPB & Dirut. PT. BLST IPB 2012-2019 dengan materi Inovasi dan Strategi Perguruan Tinggi Mengembangkan Bisnis, Ismail Rasyid, SE, CEO PT. Trans Continent (Royal Group) dengan materi Pengembangan Potensi Daerah Untuk Bisnis Nasional dan Internasional dan Fendi Anjasmara, Kepala PT. Pos Perwakilan Aceh dengan materi Inovasi Digital Business, Strategi dan Peluang Kolaborasi. Webinar dimoderatori oleh Dr. Ratna Mulyany, Kepala Divisi Kerjasama dan Hubungan Internasional Badan Pengembangan Bisnis USK.

Rektor USK, Samsul Rizal dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terbentuknya UBF. Forum ini memiliki posisi startegis untuk menumbuhkembangkan iklim dunia usaha yang lebih inovatif. USK dengan jumlah civitas akademika yang cukup besar, lebih 32 ribu mahasiswa, 1600 dosen dan 2000-an karyawan merupakan potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis berbasis produk hasil inovasi, jasa pelayanan dan sekaligus menjadi market yang besar bagi mitra bisnis USK.

“Dosen-dosen dan mahasiswa USK memiliki kesempatan menghasilkan inovasi dari hilirisasi riset yang bernilai komersial yang tinggi. Selain bisa menghasilkan berbagai kekayaan intelektual bagi kampus, sekaligus juga bisa dikomersialkan untuk menghasilkan pendapatan baik bagi kampus maupun masyarakat” jelas Rektor.

“Saya mengharapkan kepada mahasiswa USK untuk dari sekarang melatih diri menjadi wira usaha muda, jangan lagi mengharapkan menjadi pegawai negeri. Jadilah pengusaha yang tangguh, kompeten dalam keilmuan, berani dan kuan menghadapi tantangan, terampil dalam komunikasi dan human relation, serta berakhlak mulia. Ini akan menjadi modal besar dalam memperbaiki masa depan bangsa kita,” lanjutnya.

Sementara itu, Rahayu Puspasari yang menjadi narasumber pertama, menekankan pada kreativitas dalam mengelola aset dan sumber daya di perguruan tinggi khususnya yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU) seperti USK. Potensi Bisnis USK yang demikian besar harus dikelola dengan cermat dan fokus agar bias menghasilkan reveniew generating bagi pengembangan sekaligus kemandirian USK.

“Analisis model bisnis harus dilakukan secara cermat, agar income yang dihasilkan dari satu unit bisnis tidak habis untuk subsidi kepada unit bisnis yang tidak produktif. Namun demikian, income tidak selalu harus diartikan secara finansial berupa uang cash. Income juga bisa berarti dampak sosial budaya yang bisa diperoleh dalam suatu aktivitas bisnis” ujar Puspa yang sukses mengantarkan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menjadi BLU yang mandiri dan maju.

Narasumber kedua, Riza Damanik menguraikan posisi strategis UMKM dan perguruan tinggi dalam perekonomian nasional. Sampai saat ini UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang relatif tahan terhadap berbagai krisis. UMKM perlu didukung melalui kebijakan dan kesempatan yang lebih besar agar bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi dan siap bersaing secara global.

“Perguruan tinggi bisa membantu UMKM meningkatkan inovasi teknologi agar produk UMKM bernilai tinggi dan memperoleh justifikasi ilmiah sehingga mampu bersaing di market, baik lokal, nasional maupun internasional. Untuk itu UMKM perlu meningkatkan kualitas baik produk maupun kemasan. Memang akan memerlukan pelaratan yang tidak murah, tapi bisa dengan pendekatan factory sharing yang memungkinkan UMKM berhimpun menjadi kelompok bisnis yang relatif besar dengan memanfaatkan fasilitas secara Bersama” jelas Riza.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengembangan Bisnis USK, Syaifullah Muhammad menguraikan potensi bisnis yang ada di USK, baik bisnis akademik maupun bisnis non akademik. Saat ini banyak peluang bisnis yang bisa dikembangkan dan melibatkan pihak dunia usaha sebagai mitra bisnis. Beberapa peluang antara lain pembukaan klinik pratama dan apotek Pendidikan, Roasting Kopi, Peternakan, Rumah Sakit Hewan dan Petshop, Pembibitan, Daur ulang sampah, SPBU, Hotel, Furniture, Training, Jasa kepakaran, sport center, open space even, kantin dan mini market dan ekspor produk atsiri.

“Mari berkolaborasi dengan USK-Business atau U-Business. USK memiliki berbagai fasilitas dan sumber daya yang bisa menjadi income generating untuk kemajuan Bersama. Kedepan, setiap orang akan berkesempatan mendapatkan income dari USK-Business. Dengan aplikasi yang akan dikembangkan dan didukung oleh regulasi, maka setiap transaksi bisnis yang terjadi, akan ada potongan yang di share langsung ke rekening yang bersangkutan. Dengan demikian, maka terbuka kesempatan bagi puluhan ribu mahasiswa dan civitas akademika USK lainnya untuk mendapatkan income sebagai tenaga marketing dari produk dan fasilitas USK” urai Syaifullah yang juga merupakan Kepala ARC-PUIPT Nilam Aceh USK ini.

Narasumber selanjutnya Meika Syahbana Rusli, menjelaskan pengalam IPB dalam penembangan bisnis. IPB saat ini merupakan PTNBH yang telah memiliki berbagai kegiatan bisnis secara professional dan memberikan pendapatan yang sangat signifikan bagi IPB.

“Dulu IPB mengandalkan bisnis berbagi pelayanan dari asset asset yang ada. Namun seiring perjalanan waktu, kini kami menyadari bahwa bisnis berbasi inovasi merupakan pilihan yang tepat untuk menjadi pilihan utama. Bisnis berbasis inovasi bersifat renewable dan tidak akan pernah habis untuk terus diekplorasi dan dikembangkan” urai Meika, yang saat ini merupakan Kepala SBRC IPB.

Pemaparan selanjutnya dilakukan oleh Ismail Rasyid, pengusaha asal Aceh yang sukses melakukan bisnis ekspor impor. Ismail menguraikan kayanya komoditas lokal Aceh seperti kopi, nilam, coklat, sawit dan lain-lain yang sangat diminati oleh market internasional.

“Mendengar berbagai pemaparan pada seminar ini, membuat saya semakin yakin dan bersemangat untuk berbuat sesuatu untuk memajukan negeri kita khususnya Aceh” ujar Ismail.

Pembicara terakhir adalah Fendi Asmara yang menguraikan digital marketing sebagai salah satu tools penting untuk bisnis di masa depan.

“PT. Pos Indonesia telah memiliki aplikasi digital Pos Pay yang bisa digunakan untuk memperlancar berbagai transaksi bisnis. PT. Pos siap bekerjasama dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat”, tutup Fendi.

Webinar yang dihadiri sekitar 300 orang dari seluruh Indonesia dan juga dari negara tetangga Singapura, Malaysia dan Australia ditutup oleh Wakil Rektor 1 USK Prof. Marwan dengan memberikan sertifikat kepada narasumber, seraya meninip pesan, bahwa langkah pertama yang positif ini melalui UBF, akan dilanjutkan dengan langkah-langkah lanjutan untuk kemajuan bersama. []

161 Orang Pasien Covid-19 Sembuh, Lima Ribu dalam Perawatan di Aceh

0
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh, Saifullah Abdulgani.

Nukilan.id – Pasien yang terkonfirmasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 161 orang lagi. Kasus positif harian bertambah 228 orang, dan delapan orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, 5.198 orang lainnya yang terinfeksi virus corona dalam perawatan di Aceh.

“Pasien dalam perawatan yang lebih lima ribu orang tersebut umumnya melakukan isolasi mandiri di rumahnya,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Sabtu (31/7/2021).

Ia menjelaskan, pasien Covid-19 yang sedang dirawat di pelbagai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Aceh sebanyak 434 orang. Sebanyak 24 orang yang mengalami gejala berat dirawat di Intensive Care Unit (ICU), dan 410 penderita gejala sedang dirawat di ruang isolasi rumah sakit. Sementara penderita tanpa gejala atau bergejala ringan melakukan isolasi mandiri.

Pasien isolasi mandiri tetap berada dalam pemantaun medis dari tenaga kesehatan Puskesmas setempat. Apabila mengalami eskalasi gejala dari ringan menjadi gejala sedang dapat langsung berkoordinasi dengan petugas Posko Covid-19 Gampong atau menghubungi petugas kesehatan di Puskesmas terdekat, tutur pria yg disapa SAG itu.

“Mari kita berdoa agar semua pasien Covid-19 Aceh segera pulih sambil terus berikhtiar menjaga diri agar tidak terinveksi virus corona dengan menjalankan prokol kesehatan, seperti sudah amat sering dianjurkan,” tuturnya.

Kasus kumulatif

Selanjutnya ia melaporkan kasus akumulatif kasus Covid-19 Aceh yang telah mencapai 23.040 orang, per 31 Juli 2021.  Jumlah penderita  yang sedang dirawat sebanyak 5.198 orang. Para penyintas Covid-19, (penderita yang sembuh) sebanyak  16.855 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 987 orang.

Data kasus Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru harian yang bertambah lagi sebanyak 228 orang, pasien yang sembuh 161 orang, dan penderita meninggal dunia bertambah delapan orang di Aceh.

Penderita baru Covid-19 meliputi warga Banda Aceh 94 orang, Aceh Besar 39 orang, Aceh Singkil 21 orang, Pide 12 orang, Lhokseumawe 11 orang, warga Bireuen dan Aceh Utara sama-sama delapan orang. Kemudian warga Langsa dan Aceh Jaya masing-masing tujuh orang.

Selanjutnya warga Aceh Tamiang sebanyak lima orang, Gayo Lues empat orang, dan warga Bener Meriah sebanyak tiga orang. Lebih lanjut warga Aceh Timur, Sabang, dan Aceh Barat, sama-sama dua orang. Tiga lagi warga Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Subulussalam.

Sementara itu, penderita Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 161 orang, meliputi warga Aceh Besar sebanyak 91 orang, Aceh Barat 25 orang, Bener Meriah 20 orang, dan warga Lhokseumawe 11 orang. Kemudian warga Aceh Singkil lima orang, warga Aceh Tamiang dan Bireuen masing-masing empat orang, serta satu warga Pidie Jaya.

“Pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah lagi delapan orang,” katanya.

Kasus-kasus meninggal dunia tersebut meliputi warga Aceh Tengah sebanyak empat orang, Aceh Tamiang dua orang, warga Aceh Utara dan Bireuen sama-sama satu orang.

Lebih lanjut SAG memaparkan data akumulatif kasus probable, yakni sebanyak 872 orang, meliputi 745 orang selesai isolasi, 51 orang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia. Kasus probable yakni kasus yang gejala klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, jelasnya.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.602 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.427 orang, sedang isolasi di rumah 148 orang, dan 27 orang sedang diisolasi di rumah sakit, tutupnya.[]

Danpuspomad Pimpin Sertijab Wadanpuspomad

0

Nukilan.id – Danpuspomad Letjen TNI Chandra W. Sukotjo, M.Sc. memimpin Acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Komandan Puspomad (Wadanpuspomad) dari Mayjen TNI Rudi Yulianto kepada Brigjen TNI Hendi Hendra Bayu P, S.H., M.H. bertempat di Aula Gatot Soebroto, Puspomad, Jakarta. Jumat (30/07/2021)

Dalam keterangan tertulis Penerangan Puspomad, Sabru (31/7/2021), dalam sambutannya Danpuspomad mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Mayjen TNI Rudi Yulianto atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan untuk kemajuan Pomad.

Selanjutnya, mengucapkan selamat kepada Brigjen Hendi Hendra Bayu P, S.H., M.H. atas amanah sebagai Wadanpuspomad yang baru.

Usai dilaksanakan Sertijab, dilaksanakan acara tradisi Purna Bakti sekaligus pelepasan Mayjen TNI Rudi Yulianto beserta istri yang juga dipimpin Danpuspomad dengan Tradisi Pedang Pora.

Hadir dalam kegiatan ini Irpuspomad Brigjen TNI Ujang Martenis, S.H., Dirum Puspomad Brigjen TNI Sudirman, S,E., S.H., Dircab Puspomad Brigjen TNI Eko Yatma Parnowo, Dansatidik Puspomad Brigjen TNI Kemas A. Yani Y., S.H., M.Hum, perwakilan Pejabat Puspomad dan Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Cabang BS Puspomad.

Dalam kesempatan ini secara virtual perwakilan Dansatpomad dari beberapa wilayah di Indonesia memberikan ucapan perpisahan kepada Mayjen TNI Rudi Yulianto dan Ibu Aan Rudi Yulianto.

Walaupun diselenggarakan secara sederhana dengan personel yang dibatasi, rangkaian Sertijab dan tradisi berlangsung khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (Dispenad)

BMKG: Waspada, Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang di Aceh

0
Ilustrasi Hujan Lebat dan Angin Kencang. (Foto: BNPB)

Nukilan.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk besok, Minggu 1 Agustus 2021.

Pada Minggu (1/8/2021), beberapa daerah mendapatkan peringatan dini cuaca ekstrem.

Melalui laman resminya, BMKG memprediksi 22 wilayah berpotensi hujan lebat dan disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Besok akan terjadi beberapa daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah.

Sirkulasi siklonik terpantu di Samudra Hindia barat Sumatera Barat hingga Sumatera Utara yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang.

Daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin memanjang di wilayah Samudra Hindia barat dan Sumatera Barat.

Daerah konvergensi juga terpantau memanjang dari Samudra Hindia barat Aceh hingga Aceh, dari Riau bagian utara hingga perairan timur Riau, di pesisir barat Lampung – Bengkulu, dari perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Barat, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, dan di Papua bagian selatan.

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

– Aceh

– Sumatera Barat

– Sumatera Selatan

– Banten

– Jawa Timur

– Kalimantan Utara

– Kalimantan Timur

– Sulawesi Utara

– Sulawesi Tengah

– Sulawesi Barat

– Papua

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

– Sumatera Utara

– Riau

– Bengkulu

– Lampung

– Jawa Barat

– DKI Jakarta

– Jawa Tengah

– Gorontalo

– Sulawesi Selatan

– Sulawesi Tenggara

– Papua Barat

[tribunnews.com]

Banggar DPRA Minta Sekda dan Gubernur Aceh Hadir di Pembahasan Qanun LPJ

0
Rapat Badan Musyarawah (Banmus) DPRA (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menekankan agar Sekretaris Daerah Taqwallah dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah selaku pemegang anggaran dan pemangku kebijakan wajib menghadiri Rapat Rancangan Qanun Aceh Nomor 1 tahun 2018 dalam penggunaan Anggaran Perencanaan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2020, bila tidak hadir atau mewakili, maka Banggar akan membubarkan rapat tersebut.

Hal itu disampaikan Anggota Banggar DPRA Teuku Raja Keumangan kepada Nukilan.id di Gedung Paripurna DPRA, Jum’at (30/7/2021).

“Seperti rapat sebelumnya, DPRA merasa tidak dihargai sebagai lembaga Legislatif sehingga rapat ditiadakan.” ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sudah menggelar Rapat Badan Anggaran (Banggar) terkait Rapat Rancangan Qanun Aceh Nomor 1 tahun 2018 dalam penggunaan Anggaran Perencanaan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2020 pada kamis (29/7/2021).

“Masih ada 22 SKPA yang belum membahas masalah Qanun dengan tim Banggar, SKPA dan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA),” lanjut Teuku Raja Keumangan.

Pembahasan juga terkait penggunaan anggaran APBA tahun 2020 yang digunakan oleh setiap dinas termasuk dana reforcusing.

“Ada beberapa dinas yang sudah membahas LPJ dengan Banggar, terdapat banyak penggunaan anggaran yang bertentangan dengan Qanun Aceh nomor 1 tahun 2018,” katanya.

Menurut Politisi partai Golkar itu, Seperti beberapa penggunaan anggaran yang bertentangan dengan qanun, antara lain dana Otonomi Khusus (otsus) yang dipakai untuk kebutuhan aparatur, pengadaan pembelian mobil dinas oleh aparatur, pembelian sarana dan prasarana. Itu bertentangan dengan rancangan Qanun,” jelas TRK.

Didalam rapat tersebut, banggar juga menargetkan pembahasan bersama 22 SKPA akan di selesaikan minggu depan ini.

Reporter: Irfan

Sabang Raih Enam Penghargaan Kota Layak Anak di Aceh

0
Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional secara virtual, di Aula Bappeda Kota Sabang, Provinsi Aceh, Kamis (29/7/2021). Antara/HO-Humas Pemkot Sabang.

Nukilan.id – Pemerintah Kota Sabang, Provinsi Aceh berhasil meraih enam penghargaan sebagai Kota Layak Anak dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021 di Provinsi Aceh, dan terus berkomiten untuk terus berinovasi dalam pemenuhan hak anak di pulau ujung barat Indonesia itu.

“Alhamdulillah Kota Sabang kembali menorehkan prestasi. Pada peringatan HAN ini, kita mendapatkan enam penghargaan anugerah Kota Layak Anak (KLA) Aceh di beberapa kategori,” kata Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Jumat (30/7/2021).

Penghargaan itu diterima Pemkot Sabang dalam peringatan HAN 2021 Provinsi Aceh pada Kamis (29/7) yang dilakukan secara virtual, diikuti oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah serta seluruh kabupaten/kota di “Tanah Rencong” itu.

Beberapa penghargaan yang diraih yaitu Kota Sabang masuk dalam kategori umum, di mana Pemkot Sabang terpilih menjadi pemerintah kabupaten/kota yang memiliki komitmen terhadap perlindungan anak.

“Kemudian, dalam kategori khusus ada lima penghargaan yang kita raih, di antaranya anak daerah Dhaifan Wirasetya Irawan meraih prestasi sebagai pengurus Forum Anak 2P, dan Desa Jaboi sebagai inisiator menuju Desa Layak Anak,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, Puskesmas Sukajaya Sabang meraih prestasi sebagai inisiator puskesmas dengan pelayanan ramah anak, Masjid Agung Babussalam Sabang sebagai inisiator masjid ramah anak serta penghargaan Dayah Al-Mujadid Kota Sabang sebagai inisiator pesantren ramah anak.

Peringatan HAN diperingati setiap 23 Juli, namun Aceh secara khusus menggelar peringatan pada 29 Juli 2021 dengan tema “Anak Terlindungi Aceh Maju”. Momentum itu juga diisi dengan peluncuran dan penandatanganan piagam Gerakan Massal Perlindungan Anak (GEmPA) di seluruh Aceh.

Pemkot Sabang menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh terus memberi perhatian kepada Kota Sabang dalam menjalankan pemenuhan hak anak.

Wakil wali kota menambahkan bahwa penandatanganan piagam itu merupakan upaya bersama meningkatkan komitmen semua pihak dalam melakukan pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus kepada anak.

“Dengan penandatanganan piagam GEmPA ini kami berkomitmen untuk mempromosikan, melindungi dan memenuhi hak-hak anak, dan memastikan anak-anak di Kota Sabang menjadi generasi emas yang cerdas dan berakhlak mulia,” demikian Suradji Junus.[Antara]

PT Pertamina Rantau Aceh Tamiang Bagi Sembako untuk Fakir Miskin dan Usia Uzur

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – PT Pertamina Hulu Rokan Rantau Firld peduli masyarakat susah membagikan bantuan sembako kepada fakir miskin dan usia uzur di Dusun Al-Ikhsan Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (30/7/2021).

Bantuan sembako tersebut dibagikan kepada 52 orang fakir miskin dan usia uzur di Dusun Al-Ikhsan Desa Kota Lintang, Aceh Tamiang.

Bantuan itu diserahkan oleh Bidang Petugas Zakat PT Pertemina Hulu Rokan Rantau, Muhamad alfarazi dan didampingi Datuk Penghulu kota Lintang, Fadil Spd.

Dalam kesempatan itu, Alfarazi menjelaskan bahwa, program ini merupakan program “Jumat sejahtera” yang dilakukan oleh PT Pertamina setiap hari Jumat kepada setiap desa yang memiliki sumur bor di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ia menyebutkan, adapun jenis sembako yang dibagikan kepada masyarakat berupa, beras 5kg, telur 15 butir, 1kg minyak makan dan sayur.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu masyarakat di masa pandemi Covid-19 pada saat ini,” ungkapnya.

Selain itu, salah satu masyarakat Kota Lintang, Asniah (76) usia uzur warga dusun Al-Ikhsan yang merupakan penerima bantuan tersebut mengucap terima kasih pada pihak PT Pertamina yang telah memperhatikan masyarakat dan ini sungguh sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat apa lagi pada masa pandemi Covid seperti ini.

“Semoga Pertamina bisa lebih maju dan sukses khususnya di Aceh Tamiang serta kegiatan amal seperti ini dapat terus berlanjut,” ucap ibu Asni.[]

Pansus DPRA Sidak ke ULP, TRK:  ULP Pemerintah Aceh Juga Mengeluh

0
Anggota DPR Aceh Teuku Raja Keumangan. (foto: irfan/nukilan.id)

Nukilan.id – Panitia Kusus (pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Biro Barang dan Jasa  melakukan datang mendadak (sidak) terkait uji lapangan ke Unit Lelang Pengadaan (ULP) di Kantor Gubernur Aceh  sebagai upaya penambahan kelengkapan data dokumen Pengadaan Barang Jasa (BPJ), Selasa (27/7/2021) lalu.

“Sidak pansus PBJ DPRA ingin melihat sejauh mana sudah kinerja ULP dalam serapan anggaran,” Kata Teuku Raja  Kemangan SH. MH (TRK), sekretaris pansus PBJ kepada Nukilan. id di depan Gedung aula Paripurna DPRA Banda Aceh Jumat, (30/7/2021) kemarin.

TRK menjelaskan sidak PBJ Pemerintah Aceh untuk lebih memperkuat data-data kelengkapan penyebab lemahnya serapan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2021.

Sidak dilakukan pansus PBJ DPRA sebagai implementasi rapat bersama Biro PBJ di ruang serba guna Lantai II DPRA beberapa waktu lalu.

Pansus DPRA dibentuk untuk mempercepat realisasi anggaran yang baru terserap 15% hingga Juli 2021, sedangkan dari Pengesahan anggaran dilakukan 30 Desember 2021.

“Ini kan merugikan kita semua,” kata jelas TRK.

TRK mengatakan, rapat Rabu (malam) 28 Juli 2021 Pansus mempertanyakan tentang berkas dokumen kegiatan berapa yang sudah diserahkan dan belum diserahkan oleh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) kepada ULP.

TRK menyampaikan dari semua berkas kegiatan, ada 300 lebih dokumen yang belum diserahkan SKPA kepada ULP, dan ada catatan yang masih dalam perbaikan.

“Sedangkan dari pihak ULP juga menyampaikan keluhan-keluhan kepada pansus PBJ, seperti fasilitas yang belum memadai, dan  ULP optimis bulan Agustus akan diselesaikan semuanya,” jelas TRK. []

Reporter: Irfan