Beranda blog Halaman 2051

Prof Farid Wafat, Nova: Kita Kehilangan Sosok Pemikir dan Teladan

0
Gubernur Aceh, Ir.H.Nova Iriansyah, MT saat bersama Alm.Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Innalillahi wainna ilaihi rajiuun. Aceh kembali kehilangan figur agamis yang dikenal tegas, lugas dalam menyampaikan pendapatnya, Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA. Sosok yang kini menjadi Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) itu meninggal dunia pada Sabtu (14/08/2021) sekira pukul 14.30 WIB dalam perawatan medis di Rumah Sakit Meuraxa, Banda Aceh.

Mantan rektor IAIN Arraniry dua periode yang kini telah menjadi UIN Arraniry itu, dilarikan ke RS Meuraxa pada Jumat (13/08/2021) malam. Dan pada Sabtu siang sosok guru besar yang juga organisatoris itu, dikabarkan wafat.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang saat ini sedang dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah, melalui Karo Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, secara khusus menyampaikan rasa duka yang mendalam.

“Bapak sangat terkejut saat mengetahui informasi itu. Kita kembali kehilangan sosok pemikir dan teladan di masyarakat Aceh,” tutur Iswanto mengutip ucapan Gubernur Nova, beberapa saat lalu.

“Benar-benar tak terduga, Allah Maha Berkehendak atas ummatNya, dan itu hanya rahasia Allah SWT semata,” tutur Gubernur Nova melalui Muhammad Iswanto, dengan suara sedikit bergetar, sembari menitip pesan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk tabah menghadapi semua cobaan Allah ini.

Sementara itu, mantan Kadis Syariat Islam Aceh yang juga kolega Almarhum, Prof Dr Sahrizal Abbas mengatakan, Almarhum sudah dua hari yang lalu dalam kondisi seperti sedikit letih. Namun ia senantiasa terus melakoni tugas hariannya yang punya jadwal padat.

“Kemarin, beliau sudah tak hadir dalam beberapa acara yang seharusnya sudah masuk agenda. Belakangan kami mendengar beliau sudah masuk rumah sakit,” kata Prof Sahrizal yang juga Dewan Pengawas Syariah Bank Aceh Syariah itu.

Dikatakan Sahrizal, sesuai pemberitahuan dari pihak keluarga, almarhum akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Gampong Rukoh, Darussalam. Info terkini, saat ini jasad Almarhum sedang dalam proses fardhukifayah di RS Meuraxa untuk kemudian dishalatkan di sana. Setelah itu menuju Meunasah Rukoh untuk dishalatkan, dan selanjutnya ke pemakaman keluarga yang juga di Gampong Rukoh, bagi yg belum sempat menyalatkan maka dapat menyalatkan di lokasi makam.

Saat ini telah hadir perwakilan Pemerintah Aceh di Meunasah Rukoh, Darmansyah yang juga Kepala Sekretariat MAA. Sementara Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, kini masih di Bener Meriah.[]

Gubernur Aceh, Ir.H.Nova Iriansyah, MT saat bersama Alm.Prof. Dr. Farid Wajdi Ibrahim, MA. (Foto: Dok. Ist)

Harga Tes PCR di India Cuma Rp 96 Ribu, Indonesia Kok Mahal Banget?

0
Ilustrasi. Tim Satuan Tugas Covid-19 Universitas Syiah Kuala mengambil sampel swab tes antibodi pada mahasiswa, Rabu (31/3/2021)

Nukilan.id – Harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di India jauh lebih murah jika dibandingkan dengan di Indonesia. Perbandingan harga tes PCR antara Republik Indonesia (RI) dengan India ternyata tidak masuk akal.

Dikutip dari India Today, harga tes PCR di India secara mandiri dibanderol sebesar 500 rupee atau sekitar Rp96.000 di laboratorium rumah sakit aau klinik yang telah ditunjuk pemerintah. Begitu juga tes panggilan PCR dirumah 700 rupee atau sekitar Rp135.000 per orang.

“Pemerintah Delhi secara drastis mengurangi tarif tes Corona. Ini akan membantu orang biasa,” ujar Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal melalui akun Twitter.

Bukan hanya tes PCR yang murah, tes antigen juga terjangkau. Harga tes antigen cepat di India 300 rupee atau sekitar Rp58.000 per orang. Begitu pula dengan hasil tes PCR di India keluar dalam waktu 1×24 jam.

Sedangkan di Indonesia hasil tes PCR berbeda-beda, ada yang 1×24 jam ada pula yang sampai berhari-hari. Sementara, harga tes PCR bisa tembus Rp900.000 per orang di laboratorium yang telah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan berbeda jauh dengan harga tes PCR di India.

Dikutip dari DW, ada sejumlah faktor yang bisa menurunkan harga tes PCR di RI, seperti biaya pajak hingga biaya administrasi tes PCR di laboratorium klinik hingga rumah sakit. “Penentu harga tes PCR itu pajak, bea masuk, harga reagen dan lain sebagainya. Ini yang tahu pemerintah,” kata Pakar Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman.

Namun India memang murah, bahkan kata dia, di harga terakhir itu di kisaran USD5,5 atau sekitar Rp70.000 hingga Rp80.000 per orang. Murahnya harga tes PCR di India karena terkait dengan keringanan pajak, bea masuk dan sebagainya. “Ini dilakukan untuk meningkatkan testing, tracing dan isolasi,” jelas Dicky.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah tes Covid-19 di Indonesia setiap harinya masih di bawah 200.000 tes per hari. Target pemerintah adalah 400 ribu per hari.[sindonews]

Kementan Target Lahirkan 2,5 Juta Petani Millenial di Tahun 2024

0
Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan untuk melahirkan 2,5 juta petani millennial pada 2024 mendatang. Ilustrasi petani. (AFP/MOHD RASFAN).

Nukilan.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan untuk melahirkan 2,5 juta petani milenial pada tahun 2024 mendatang. Tujuannya untuk melakukan regenerasi petani.

“Kementan menargetkan petani milenial 2,5 juta hingga 2024 nanti, itu terkait dengan petani milenial, itu bagian penting regenerasi petani,” ujar Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dalam acara Dialog Menteri pada Kamis (12/8/2021).

Untuk mencapai target itu, lanjutnya, Kementan telah mempersiapkan berbagai strategi. Strategi utama adalah menghilangkan pemikiran (mindset) bahwa petani itu kotor.

“Pertama yang perlu kami lakukan adalah menghilangkan mindset bahwa pertanian itu belepotan, kotor, dan sebagainya, tidak ada investasi teknologi, itu kami hilangkan,”imbuhnya.

Selanjutnya, Kementan membangun pertanian modern atau smart farming dengan dukungan teknologi dan internet of things (IoT). Teknologi pertanian modern ini sudah dikembangkan oleh Balitbang Kementan dan sejumlah perguruan tinggi.

Misalnya, pemanfaatan alat drone untuk menabur benih, menyemprot pestisida, dan sebagainya, serta pertanian dengan pola green house.

“Kita bisa off season, jadi sepanjang tahun kita bisa tanam apa saja. Itu yang sudah dilakukan banyak negara di luar negeri, bahwa smart farming itu sangat diperlukan,” ujarnya.

Strategi selanjutnya adalah mempersiapkan pasar untuk produk petani milenial tersebut. Ia menyatakan Kementan berangkat dari hilir ekosistem pertanian, yakni pemasaran sehingga proses di hulu bisa menyesuaikan permintaan pasar.

“Jangan kita didik petani sebanyak-banyaknya, tahu-tahu tidak tahu pasarnya, tidak. Justru, kami encourage untuk identifikasi di ending pasarnya ada enggak, komoditasnya apa yang diminta pasar, jumlahnya berapa by timeline. Misalnya, setiap minggu, bulan itu berapa termasuk peluang pasar ekspor itu kami identifikasi baru tetapkan komoditasnya,” paparnya.

Terakhir, Kementan juga membantu petani muda itu dari sisi pendanaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Saat ini, lanjutnya, Kementan telah membimbing kurang lebih 200 hingga 300 petani muda.

“Kami siapkan ada beberapa sekitar 200-300 petani yang sudah kami detailkan, maksudnya sudah dalam proses memberikan rancangan dan arahan. Kami mencarikan pasar alternatif, pendanaan bagi skala usaha mereka sehingga sangat terbuka peluangnya,” ujarnya.[cnnindonesia.com]

Jelang HUT Kemerdekaan, Bintang Bahas Peran dan Fungsi TNI

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia ke 76 Tahun, Humas Setdakab Aceh Tamiang kembali menggelar Talkshow Bintang (Bincang Aceh Tamiang) di Ruang Kabag Humas pada Jum’at (13/08/2021).

Mengusung tema “Dengan Semangat Proklamasi Kita Perkokoh Persatuan dan Kebersamaan di Masa Pandemi Covid-19 Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh” Tim Kreatif mengundang Dandim 0117/Aceh Tamiang, letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita sebagai narasumber.

Mengawali perbincangan, Kabag Humas Setdakab Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, S.STP, M.Si selaku Host mempertanyakan fungsi dan tugas TNI dalam mempertahankan Keutuhan NKRI sebab melihat kondisi Aceh yang sudah merasakan bebas dari konflik. Menanggapi hal tersebut Dandim 0117/Aceh Tamiang mengakatan bahwa tugas pokok TNI sesuai dengan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI pasal 7 ayat (1).

“Tugas pokok TNI sesuai dengan UU No.34 tentang TNI adalah menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara. Perang secara fisik untuk saat ini memang hampir tidak ada, akan tetapi perang melalui dunia maya (Cyber War) menuntut kita bagaimana cara menggunakan media lebih efektif yang tidak menimbulkan kerugian personil maupun materil”, ungkap Dandim.

Selain itu, TNI memiliki tugas operasi militer selain perang. Dalam hal ini Dandim juga menyampaikan bahwa TNI berperan mengatasi separatisme, terorisme dan membantu Pemerintahan Daerah maupun turun langsung dalam penanggulangan bencana alam. Akan tetapi TNI juga memiliki kegiatan rutin dalam memelihara dan meningkatkan keterampilan perang sebagai antisipasi dalam menjaga keutuhan NKRI.

“TNI ada tidak hanya untuk perang, tetapi kegiatan kami sudah di adopsi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kami punya program ketahanan pangan, program komunikasi sosial. Apalagi pandemi saat ini, kami harus berperan aktif untuk membantu unsur terkait membina masyarakat Aceh Tamiang. Sesuai dengan slogan kami “Baik-baik dengan Rakyat” sehingga respon masyarakat juga baik”, ujarnya.

Terkait slogan “TNI Kuat Bersama Rakyat”, Dandim juga mengatakan bahwa Rakyat sebenarnya Ibu Kandung dari TNI. Semua yang dilakukan oleh para TNI merupakan untuk rakyat.

Perihal masyarakat yang tidak percaya akan adanya Virus Corona dikarenakan maraknya berita Hoax, Dandim mengakui bahwa Corona itu nyata sebab beliau merupakan seorang penyitas (pernah terpapar virus Covid-19). Meskipun beliau adalah orang yang pola hidup teratur dan menjalankan protkes secara ketat bahkan sudah divaksin.

“Saya tidak malu mengakui bahwa Saya seorang penyitas. Vaksin ini tidak menjamin untuk kita tidak terpapar, akan tetapi vaksin mengurangi resiko gejala jika kita terpapar. Disiplin kita yang akan melindungi kita” ujarnya lagi.

Dimasa Pandemi, TNI beserta unsur terkait tanpa lelah menghimbau masyarakat mematuhi protkes, mendampingi pelaksanaan vaksinasi bahkan melakukan tracing serta mendata tamu-tamu luar negeri yang masuk dan menjaga perbatasan guna menanggulangi penyebaran virus ini.

“Kita berupaya melindungi diri tetapi kita juga harus melindungi masyarakat Aceh Tamiang,” ungkapnya.

Disela-sela talkshow, dilakukan pemutaran video terkait kegiatam Kodim 0117/Aceh Tamiang dibawah kepemimpinan Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita.

Dalam video tampak Kodim 0117/Aceh Tamiang memberikan sembako dan bendera di Kecamatan Bendahara, Banda Mulia dan Manyak Payed serta gotong royong dalam menyambut HUT RI ke 76.

Merayakan Kemerdekaan Indonesia di tengah pandemi dengan serba keterbatasan, Dandim mengatakan bahwa menghirup nafas dengan nyaman juga merupakan sebuah kemerdekaan. Semua aturan pemerintah juga untuk melindungi masyarakat.

Mengakhiri perbincangan, Dandim Yusuf Adi berpesan kepada masyarakat untuk tidak melupakan dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila. Dan juga tanpa lelah mengingatkan masyarakat untuk menjaga diri agar Pandemi ini segera berlalu.

“Saat ini sudah banyak masyarakat yang lupa akan dasar Negara kita. Bagaimana kita bisa mengimplementasikan butir-butir Pancasila kalau kita saja tidak hapal bahkan lupa butirnya. Dasar Negara ini harus menjadi pegangan hidup kita sebab kelima pasal ini mengakomodir hidup kita. Dan Saya juga berpesan untuk tetap semangat, tetap terapkan protokol kesehatan sebab yang dapat menyelamatkan diri kita hanyalah kita sendiri” tutup Dandim Yusuf. (rilis/poris)

Berita Duka, Ketua MAA Prof Farid Wajdi Meninggal Dunia

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Innalillahi wainnailaihi raji’un, telah berpulang ke Rahmatullah, mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA di Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh, Sabtu (14/8/2021) pukul 14.30 Wib.

Kabar duka tersebut sudah beredar luas melalui pesan WhatsApp (WA) yang diterima Nukilan.id, Sabtu.

“Innalilahi wainna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Prof. Farid Wajdi Ibrahim, MA, barusan di Rumah Sakit Meuraxa. Mohon dibukakan pintu maaf dan didoakan agar almarhum mendapatkan tempat yang mulia. Semoga keluarga diberikan kesabaran. Aamiin,” bunyi pesan WhatsApp yang beredar.

Prof. Farid Wajdi Ibrahim, MA saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), beliau dilantik sebagai Ketua MAA masa bakti 2021-2025 pada Senin, 10 Mei 2021.

Selain itu,  Almarhum juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Provinsi Aceh.

Sampai berita duka ini ditayang, belum ada pihak keluarga Almarhum yang bisa dihubungi.[]

Pemuda Aceh Timur Minta PT. Medco Libatkan Tenaga Lokal dan Peka Lingkungan

0
Wakil ketua Ikatan Pemuda Aceh Timur (IPAT) Nur Miswari Ahmad. (Istimewa)

Nukilan.id – Wakil ketua Ikatan Pemuda Aceh Timur (IPAT) Nur Miswari Ahmad menilai perusahaan penambangan minyak dan gas PT Medco tidak berpihak pada masyarakat Aceh Timur, pasalnya sejak berdiri Medco tidak berniat memberdayakan pemuda setempat, bahkan untuk tenaga kontrak saja, didatangkan dari luar Aceh Timur.

“Pemuda daerah hanya dijadikan sebagai satpam kontrak 1 sampai 2 tahun, setelah itu tidak diperpanjang lagi. Ini hanya untuk menyenangkan hati masyarakat sebentar,” kata Nur Miswari kepada Nukilan.id, Jum’at (13/8/2021).

Menurutnya, PT Medco yang sudah berjalan hampir tiga tahun di Peurelak, Aceh Timur, dengan menyedot hasil migas Aceh Timur, seharusnya berpihak ke masyaraat sekitar, sebab minyak dan Gas di Aceh Timur dikabarkan cukup besar, bahkan mengalahkan besarnya Arun.

“Kehadiran PT Medco itu membanggakan, karena di Aceh Timur punya gas alam. Namun kita rugi, karena Medco lalai, selain tidak ikut memberdayakan pumuda daerah, juga kurang memperhatikan lingkungan sehingga sudah 2 kali gas bocor, efeknya ke masyarakat juga,” kata Miswar.

Soal lingkungan dan gas bocor, lanjutnya–perah dikritik ketua DPRK Aceh Timur saat pertama kali bocor, namun tetap terulang.

“Harapan masyarakat kepada PT Medco, kalau sampai bocor kembali, maka masyarakat akan bergerak menuntut penutupan PT Medco,” ujar Nur Miswari Ahmad.

Reporter: Hadiansyah

Sedang Bersama Gubernur di Bener Meriah, Massa “Sandera” Kadisperindag Aceh

0
Massa mengahdiahi Kadisperindag Tomat Bener Meriah. (Foto: Red)

Nukilan.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Ir. Mohd Tanwir “disandera” massa dan dihadiahi “Tomat” disela sela kegiatan pelepasan ekspor kopi Gayo di Kabupaten Bener Meriah bersama Gubernur Nova Iriansyah dan secara virtual diikuti Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Setelah massa menunggu sejak pagi akhirnya massa mendesak Kadis Perindustrian dan Perdagangan Aceh untuk keluar dari lokasi kegiatan, padahal kegiatan masih berlangsung.

Lalu massa membawa Kadis Perindustrian dan Perdagangan Aceh kepasar rakyat di Simpang Tiga Redelong untuk menemui dan mendengar para pedagang tomat.

Sampai berita ini diturunkan, media masih terus menghimpun informasi terkait dengan dibawanya Kadis Perindustrian dan Perdagangan Aceh oleh massa yang melakukan aksi protes atas pernyataan Kadis Perindustrian dan Perdagangan beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya pernyataan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Aceh Ir. Mohd Tanwir menuai polemik ketika menyampaikan persolan Tomat Bener Meriah yang kurang berkualitas, mudah busuk sehingga tidak mau dibeli oleh masyarakat sehingga dibutuhkan rekayasa genetika.[red]

BMKG: Waspada, Aceh Potensi Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang

0
Ilustrasi Hujan Lebat dan Angin Kencang. (Foto: BNPB)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Dari pantauan di laman resmi BMKG di Jakarta, Sabtu (14/8/2021), cuaca tersebut berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

Cuaca serupa juga diprakirakan terjadi Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua.

Sementara wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah Riau, DKI Jakarta, dan Papua Barat.

Wilayah yang berpotensi angin kencang yakni Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Banjir berpotensi melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah.

BMKG juga mengatakan adanya potensi kebakaran hutan di Nusa Tenggara Timur.

PPKM Diperpanjang Lagi, Menteri Nadiem Minta Mahasiswa dan Pelajar Sabar

0

Nukilan.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendibud-Ristek) Nadiem Makarim meminta para pelajar dan mahasiswa untuk terus bersabar karena sekolah tak kunjung dibuka dampak pandemi Covid-19 yang belum mereda.

Nadiem mengatakan dirinya sangat paham bagaimana sulitnya insan pendidikan Indonesia yang selama hampir 1,5 tahun lebih ini menjalani pembelajaran jarak jauh atau belajar online.

“Saya berharap teman-teman yang masih harus sekolah atau kuliah daring untuk tetap semangat dan bersabar,” kata Nadiem dalam acara Simposium Merdeka Belajar, Kamis (12/8/2021).

Nadiem juga mengapresiasi para mahasiswa yang mau bergabung dengan program Kampus Merdeka, membantu para pelajar untuk beradaptasi dengan belajar online di daerahnya masing-masing.

“Program kampus mengajar telah mengirimkan 17 ribu mahasiswa pada angkatan pertama, untuk angkatan kedua kami akan memberangkatkan 22 ribu mahasiswa untuk membantu bapak ibu guru mengajar adik-adik SD dan SMP yang membutuhkan dukungan dan untuk mengejar ketertinggalan di masa pandemi,” ungkapnya.

Dia berpesan agar pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka terbatas yang diperbolehkan di daerah dengan status PPKM Level 3 dan 2 untuk selalu menjaga protokol kesehatan.

“Yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas untuk selalu patuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

Diketahui, pemerintah memperbolehkan pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka terbatas di daerah dengan status PPKM Level 3 dan 2, meski lonjakan pandemi Covid-19 belum sepenuhnya mereda.

Hal itu diatur dalam dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 30, 31, dan 32 Tahun 2021 yang diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (9/8/2021).

PTM Terbatas harus diselenggarakan dengan hati-hati mengikuti panduan yang tertuang dalam Keputusan Bersama 4 Menteri; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

Kapasitas orang maksimal untuk buka sekolah dibatasi maksimal 50 persen.

Kecuali SDLB, MILB, SMPLB dan SMLB, MALB maksimal 62-100 persen dan PAUD maksimal 33 persen, dengan penerapan protokol jaga jarak harus diatur minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Sementara untuk daerah yang berstatus PPKM Level 4 wajib menutup sekolah dan belajar online dari rumah.[suara.com]

Sofyan Djalil Pastikan Pengadaan Tanah Tol Binjai-Langsa Berjalan Lancar

0

Nukilan.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil memastikan, tidak ada masalah dalam pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa.

“Kita yakin akan mampu menyelesaikan sesuai dengan harapan, tidak ada permasalahan. Pembangunan dimulai dari Binjai, mudah-mudahan 2023-2024 sampai ke Langsa,” ujar Sofyan dikutip dari laman Kementerian ATR/BPN, Jumat (13/08/2021).

Menurutnya, kehadiran Tol Binjai-Langsa akan mendorong pengembangan wilayah sepanjang tol tersebut seperti Aceh Timur, Tamiang, dan Langsa itu sendiri.

Sofyan mengatakan, Kementerian ATR/BPN melalui Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sumatra Utara dan Pemerintah Daerah (Pemda) berupaya mempercepat proses pengadaan tanah pada proyek tersebut.

Hal ini demi menjalankan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Tol ini akan menghubungkan Kota Langsa di Aceh dan Kota Binjai di Sumatera Utara dengan panjang kurang lebih 130,9 kilometer.

Hingga saat ini, pembangunan fisik jalan bebas hambatan tersebut telah sampai di KM 30.

Sofyan juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap layanan pertanahan.

Selain itu, dia meminta agar Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Medan menjalankan administrasi pertanahan yang tertib serta mencerminkan suasana pelayanan yang baik bagi masyarakat.

“Semua yang dikerjakan BPN Medan ini, dalam proses, tujuannya adalah bagaimana pelayanan masyarakat menjadi lebih baik. Saya ucapkan selamat, tingkatkan pelayanan, terima kasih Pak Wali Kota (Bobby Nasution) memberikan dukungan kepada Kantah Kota Medan,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Sofyan menyaksikan Bobby meresmikan loket pelayanan Kantah Medan berkonsep co-working space (ruang kerja bersama) Ramah Difabel.

Sehingga, jajaran Kantah dapat langsung berinterasi dengan masyarakat yang mengurus permohonannya sekaligus melihat perkembangan pelayanan di kantah tersebut.

Sofyan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara yang dinilai sangat suportif dalam mendukung kegiatan pertanahan di wilayah tersebut.[kompas.com]