Beranda blog Halaman 1877

DPRA Minta Gubernur Aceh Laksanakan Putusan Inkrah MA Terkait Ketua MAA

0
Ketua Komisi VI DPRA dan Wakil Ketua Fraksi PKS, Tgk. H. Irawan Abdullah, S. Ag. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Irawan Abdullah S.Ag meminta Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk menyelesaikan polemik Majelis Adat Aceh (MAA) dan segera melaksanakan keputusan Inkracht Mahkamah Agung (MA) yang telah memenangkan gugatan hasil musyawarah MAA tahun 2018 kepada, H. Badruzzaman Ismail, S.H, M.Hum.

“Kami sudah beberapa kali mengingatkan saudara Gubernur Aceh terkait MAA, agar segera mengambil kepastian, apalagi pasca meninggalnya Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA selaku Ketua MAA sebelumnya. Kalau memang ada kendala teknis mari kita bicarakan bersama,” kata Tgk Irawan kepada nukilan.id, Sabtu (1/1/2022).

Ia menyampaikan, pihaknya hanya bisa mengingatkan dan menunggu kepastian dari Gubernur Aceh, karena dalam teknis ini merupakan ranah Eksekutif.

“Kami sudah mendapatkan laporan dari berbagai pihak terhadap kondisi MAA tersebut sehingga di DPRA sifatnya hanya mengingatkan dalam kontek pengawasan kepada Gubernur supaya segera diselesaikan,” ungkap Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Kata Tgk Irawan, sampai hari ini DPRA belum pernah menerima pemberitahuan apapun dari Pemerintah Aceh terkait polemik MAA ini. Selama ini, DPRA hanya mendapatkan laporan dari lembaga dan orang-orang yang pernah terlibat di MAA.

Kendati demikian, kata Tgk Irawan, Komisi VI DPRA telah mengagendakan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh untuk membahas polemik MAA ini. Namun, sampai saat ini agenda pertemuan tersebut belum juga terlaksana.

“Kita hanya tau dari beberapa lembaga dan orang-orang yang pernah terlibat dalam MAA. Mereka mengajak kami membahas masalah ini secara non formal. Dan Komisi VI sendiri sudah mengagendakan pertemuan dengan Wali Nanggroe tekait MAA, tapi agenda ini belum terlaksanakan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Tgk Irawan berharap, kepada pemerintah Aceh untuk segera menyelesaikan kisruh di MAA dengan merujuk pada Qanun MAA yang telah dibentuk.

“Dan apabila perlu dilakukan pertemuan, kami dari DPRA Komisi VI sebagai mitra MAA siap hadir bersama-sama mencari jalan keluar. Semoga tahun 2022 ini, masalah kepengurusan MAA sudah terselesaikan,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

Mahasiswa USK Sosialisasi UMKM dan Dana Bansos di Cot Rambong Nagan Raya

0
Ketua Kelompok KKN USK, Furkhan Wahid dalam kegiatan sosialisasi UMKM dan dana bansos bersama Dinas Sosial Nagan Raya, Sabtu (1/1/2021). Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya melakukan sosialisasi mengenai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan dana bantuan sosial kepada masayrakat dan pelajar di Desa Cot Rambong, Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (1/1/2021).

Ketua Kelompok KKN USK, Furkhan Wahid mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk masyarakat dan pelajar memahami pentingnya berwirausaha dan dapat mengembangkan keterampilan melalui UMKM agar terciptanya lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Dalam hal ini tidak hanya laki-laki tapi wanita juga perlu mengembangkan keterampilan dengan menciptakan UMKM, karena ini berfungsi untuk menciptakan kemandirian masyarakat dan mengelola dana bansos dengan optimal,” kata Furkhan kepada Nukilan.id.

Ia menjelaskan, dana bantuan sosial ini merupakan pemberian negara kepada masyarakat seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Bantuan dari pemerintah ini memudahkan masyarakat, sehingga diharapkan masyarakat dapat memaksimalkan dana tersebut dengan membuat seperti souvenir, peyek udang dan kerajianinan tangan lainnya,” ungkap Furkhan.

Furkhan yang didampingi anggotanya, Mauza Farah Yuriko, Rahma Adila, Tua Ragan Hrp, Chyva Rizka Nanda, Fani Permatasari berharap, dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat memiliki kesadaran yang mendalam mengenai pentingnya berwirausaha dan pengembangan UMKM.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN USK bersama Dinsos Nagan Raya menjelaskan tentang pengertian dari wirausaha, karakteristik seorang wirausaha, pengertian dari UMKM, hubungan UMKM terhadap perekonomian, cara-cara mengembangkan sayap UMKM melalui 5P (Product, Price, Place, Promotion, dan People).

“Serta contoh UMKM dari bidang fashion, pertanian dan yang paling utama di bidang kuliner, dan dibidang pra karya seperti membuat sapu lidi,” jelas Furkhan.

Kemudian, Furkhan juga berharap, dengan adanya sosialisasi ini masyarakat khususnya ibu rumah tangga mampu mengubah pola pikirnya untuk berpartisipasi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat agar kedepan Desa Cot Rambong berkembang menjadi desa yang mandiri.

Reporter: Hadiansyah

Thailand Juara Piala AFF 2020

0
Pesepakbola Timnas Indonesia, Alfeandra Dewangga, bermain dalam laga final Piala AFF 2020 leg pertama Indonesia vs Thailand.

Nukilan.id – Timnas Indonesia menghadapi Thailand pada laga final kedua Piala AFF 2020 di Stadion Nasional, Sabtu (01/01/22).

Pertandingan ini berakhir dengan skor 2-2. Thailand menjadi juara berkat keunggulan 6-2 secara agregat.

Indonesia mengawali laga dengan baik dan mampu unggul cepat. Gol tercipta pada menit 9 lewat Ricky Kambuaya. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti sempat ditahan kiper Thailand dengan tidak sempurna, sehingga terus melaju, membentur tiang, dan berbuah gol.

Di babak kedua, laga berlangsung lebih ketat. Kali ini kedua tim bermain lebih ketat, terus saling berganti menyerang. Lini belakang Indonesia kemudian kehilangan konsentrasi dan kebobolan dua gol dalam rentang dua menit.

Pada menit 54 Adisak Kraisorn mencetak gol buat Thailand. Bermula dari serangan balik cepat dari Thailand. Tembakan pertama mereka mampu diblok Nadeo Argawinata. Namun bola muntahnya mendarat di kaki Adisak yang mampu mencetak gol.

Menit 56 Thailand kembali mencetak gol lagi. Sarach Yooyen melakukan tembakan keras dari luar kotak penalti. Skor 2-1 untuk keunggulan Thailand, yang unggul agregat 6-1.

Indonesia juga meraih satu gol pada menit 80 lewat Egy Maulana Vikri. Umpan cungkilan dari Witan Sulaeman diteruskan dengan tendangan kaki kiri yang keras oleh Egy dan menjadi gol.

Skor 2-2 bertahan hingga akhir, kedudukan agregat akhir menjadi 6-2 buat keunggulan Thailand.

Hasil ini mengantar Thailand meraih gelar juara yang keenam kalinya. Indonesia kembali harus puas jadi runner-up untuk keenam kalinya. Ambisi meraih gelar pertama kandas oleh Thailand untuk keempat kalinya. [Tempo]

Bocah 8 Tahun Meninggal Terseret Arus Banjir di Aceh Timur

0
Warga melintasi banjir yang melanda kawasan Aceh Timur, Jumat (31/12/2021). Foto: Antara

Nukilan.id – Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Desa Seunebok Buya, Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur Ashadi di Aceh Timur, Sabtu, mengatakan korban bernama Fajri Saputra. Korban dilaporkan terseret banjir Sabtu (1/1/2021) sekira pukul 12.30 WIB.

“Saat itu, korban berjalan pulang dari keude Keumuneng bersama rekannya. Namun, tiba tiba korban terpeleset ke parit hingga akhirnya terjatuh dan terserat karena derasnya arus air,” kata Ashadi seperti dilansir Antara.

Melihat korban terjatuh dan terseret arus banjir, kata Ashadi, lalu rekan sebayanya meminta pertolongan warga sekitar untuk membantu korban. Tidak lama kemudian, warga mencari korban dan menemukannya sekitar 300 meter dari lokasinya terjatuh.

“Namun, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Kemudian, warga yang menemukan korban menyerahkannya kepada keluarga,” kata Ashadi menyebutkan.

Bupati Aceh Timur Hasballah begitu mendapatkan informasi langsung menuju ke rumah duka bersama unsur terkait lainnya serta menyalurkan bantuan kepada keluarga.

“Kami ingatkan masyarakat tetap siaga dan hati-hati, terutama wilayah banjir. Kepada orang tua saya harap jangan biarkan anak-anak bermain banjir, karena berbahaya,” kata Hasballah. []

Vaksinasi Capai Target, Ini Langkah Strategis dan Program Dilakukan Polda Aceh

0
(Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Vaksinasi yang dilaksanakan Polda Aceh sudah mencapai target. Berdasarkan data yang diperoleh, untuk dosis pertama sudah mencapai 64,43 % dan dosis kedua 29,24%.

Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, SH, MM dalam konferensi pers di Gedung Presisi Marpolda Aceh, Jeulinke, Banda Aceh, Jumat, (31/12/2021).

Kapolda Aceh menyebutkan langkah strategis yang dilakukan dalam menyukseskan pelaksanaan vaksinasi ini, yaitu:

  1. Melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait, membahas tentang percepatan vaksinasi dan distribusi vaksin.
  2. Memberikan hadiah paket umroh tahap i dalam rangka hari pahlawan dan sudah di undi sebanyak 10 paket umroh di bulan oktober
  3. Memberikan hadiah paket umroh tahap ii dengan hadiah 30 paket umroh dan akan di undi pada akhir november 2021
  4. Memberikan khusus paket umroh di desember (40 paket) ditambah lagi dorprize sepeda motor & alat elektronik rumah tangga kambing dan kerbau bagi desa capaian vaksinasi 100%.

“Selain itu, kita juga mengadakan vaksinasi pada malam hari, yang diperuntukkan bagi para perkerja yang tidak mempunyai waktu di siang har,” ungkap Kapolda Aceh.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Aceh juga menyampaikan sejumlah program lainnya yang sukses dilaksanakan pada tahun 2021, mulai dari Bidang Laka Lantas, Reskrimus, Reskrimsus, Reskrim Narkoba, Operasi Kepolisian Polda Aceh dan Polres Kabupaten/Kota beserta jajaran, Biddokkes, Ditsamapta, Satbrimob, SPN, dan Ditpolairud.

Pertama. Laka Lantas, pada tahun 2021 jumlah masyarakat yang mengalami Laka Lantas menurun -17%, Meninggal Dunia (MD) naik 8%, Luka Berat (LB) turun -5%, Luka Ringan (LR) turun -15%.

Sedangkan pelaku laka lantas terbanyak adalah karyawan swasta berjumlah 1.040 orang. Kemudian pelaku laka lantas terbanyak pada usia 16-30 tahun yaitu berjumlah 1.106 orang. Dan ini mengalami penurunan dari tahun 2020 jumlah Laka Lantas mencapai 53,803 orang, dan tahun 2021 mencapai 36,791 orang.

Kedua. Reserse Kriminal Umum (Reskrimum), pada tahun 2021 total kasus mengalami penurunan 362 kasus (10%) yaitu tahun 2020 sebanyak 3,801 kasus dan tahun 2021 sebanyak 3,439 kasus. Adapun kasus menonjol dan menjadi perhatian masyarakat yaitu:

  1. Pengungkapan pencurian dengan kekerasan atau curas menggunakan senjata api/senpi oleh Polres Aceh Timur.
  2. Pengungkapan pembunuhan terhadap anggota TNI Angkatan Darat oleh Polres Pidie.
  3. Pengungkapan penembakan pos polisi Pante Reu oleh Polres Aceh Barat.

Ketiga. Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus), pada tahun 2021 kasus yang sudah terselesaikan mencapai 67% dan 33% masih dalam proses penyelidikan. Adapun jumlah total laporan sebanyak 107 kasus dan jumlah total penyelesaian 72 kasus, yaitu terdiri dari:

  1. Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) 9 dalam laporan polisi, 3 selesai.
  2. Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) 18 dalam laporan polisi, 10 selesai.
  3. Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) 23 dalam laporan polisi, 17 selesai.
  4. IndagsiI adalah salah satu begian/sub dari Ditreskrimsus yang bertugas melakukan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana Indagsi yang terjadi di daerah hukum Polda, 11 dalam laporan polisi, 5 selesai.
  5. Siber, 46 dalam laporan polisi, 37 selesai.

Keempat. Reserse Kriminal (Reskrim) Narkoba, pada tahun 2021 kasus Narkoba di Aceh mencapai 1,305 kasus, dan ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020 sekitar 1,667 kasus.

Kelima. Operasi Kepolisian Polda Aceh dan Polres/Ta beserta jajaran pada tahun 2021, yaitu:

  1. Keselamatan Seulawah Meningkatkan Simpati Masyarakat Terhadap Polantas.
  2. Patuh Seulawah Kepatuhan Masyarakat Berlalulintas.
  3. Zebra Seulawah Gakkum Lantas.
  4. Ketupat Seulawah Pam Ramadhan dan Idul Fitri.
  5. Antik Seulawah Penanggulangan Lahgun Narkoba.
  6. Aman Nusa II Percepatan Penanganan Covid-19.
  7. Sikat Seulawah Gakkum kejahatan Curanmor.
  8. Lilin Seulawah Pam Natal dan Tahun Baru.

Keenam. Pada tahun 2021 Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) melaksanakan sejumlah program, yaitu:

  1. Bakti Sosial
    • Operasi Bibir Sumbing, Langit-langit dan Hidung Dalam Rangka Peringatan Hari Bhayangkara Ke-75 Tahun 2021 Sebanyak 26 Orang
    • Donor Darah
    • Aksi Kemanusian Kerja Sama Biddokkes Polda Aceh dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (USK) Sebanyak 171 Pasien

2. Percepatan Vaksinasi

    • Membentuk Tim Vaksinator dalam rangka percepatan Vaksinasi Nasional 70% dan menerima BKO Tim Vaksinator Mabes Polri yang berjumlah 28personel.

Ketujuh. Direktorat Samapta (Ditsamapta) secara umum, seluruh kegiatan yang dilakukan Ditsamapta meningkat pada tahun 2021, mulai dari Pam Unras, Patrol, Latihan Dalmas, Latihan Bortopol, Latihan Bela Diri, Latihan SAR, Penyemprotan Disinfektan dan Vaksinasi.

Kedelepan. Pada tahun 2021 Satuan Brimob (Satbrimob) melaksanakan sejumlah program yaitu:

  1. BKO Brimob Nusantara.
    • BKO Polda Papua (Ops Amole)
    • 203 pers 2. BKO Polda Sulteng (Ops Madago Raya): 15 pers

2. Patroli Skala Besar (Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Provinsi Aceh.

3. Ops Yustisi Penertiban Protkes dan Razia

4. Back Up Bareskrim Mabes Polri (Pemusnahan Ladang Ganja)

5. Back Up BNNP Aceh (Pemusnahan Ladang Ganja)

6. Pamwal Penjemputan Vaksin Covid-19.

Kesembilan. Pada tahun 2021 Sekolah Polisi Negara (SPN) melaksanakan sejumlah program yaitu:

  1. Pelaksanaan Prolat Polri Kewilayahan
    • Gelombang Satu Jumlah Siswa 322 orang
    • Gelombang Dua Jumlah Siswa 281 Orang

2. Dikbangspes Bintara

    • Gelombang Satu 150 Orang
    • Gelombang Dua 150 Orang

Kesepuluh. Pada tahun 2021 Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) di tingkat polda melaksanakan sejumlah program sebagai berikut:

1. Polmas Masyarakat Pesisir

2. Polisi Saweu Sikula

3. SAR rutin, Insidentil, Pamwal Masyarakat Pesisir

4. Sambang Nusa

Terakhir, Kapolda Aceh mengimbauan kepada masyarakat Aceh untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah kasus Covid-19 jenis Omnicron.

“Mari tunda dulu liburan tahun baru, hindari kerumunan, serta tidak berpergian ke daerah lain jika tidak ada keperluan yang mendesak. Dan ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama dalam mewujudkan Aceh sehat, dan ekonomi pulih,” pungkas Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar.

Reporter: Hadiansyah

BNPB: Selain Jatim, Jabar, dan Jateng, Setiap Tahun Aceh Paling Banyak Bencana

0
Ilustrasi. Banjir Bandang Tangse, Pidie (Foto: Dok. BPBD)

Nukilan.id – Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengatakan bencana hidrometeorologi adalah yang paling banyak terjadi sepanjang 2021. Rinciannya adalah 1.298 bencana banjir, 804 bencana cuaca ekstrem, dan 632 bencana tanah longsor. Bencana kebakaran hutan dan lahan berada pada urutan berikutnya dengan 265 kejadian, disusul gelombang pasang dan abrasi dengan 45 kejadian, gempa bumi dengan 32 kejadian, kekeringan dengan 15 kejadian dan erupsi gunung api dengan satu kejadian.

Menurut Lilik, jumlah bencana tahun ini, yakni 3.092, lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai 4.649.

“Yang paling banyak terjadi di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan yang setiap tahun di Provinsi Aceh,” jelas Lilik dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/12/2021).

Kendati jumlah bencana lebih sedikit, data BNPB menunjukkan dampak yang ditimbulkan bencana alam pada tahun ini jauh lebih besar. Korban jiwa tahun ini, contohnya, mencapai 665 jiwa, sedangkan tahun lalu 376 jiwa. Korban luka-luka meningkat dari 619 orang tahun lalu menjadi 14.116 orang tahun ini. Jumlah pengungsi pun bertambah dari 6,7 juta orang menjadi 8,4 juta orang.

“Korban meninggal paling tinggi terjadi di Januari dan April. Januari kita mengalami gempa di Mamuju, Sulawesi Barat. Bulan April terjadi Siklon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur yang mengakibatkan korban paling besar,” tambahnya.

Lilik menjelaskan BNPB telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak bencana, antara lain dengan melakukan penguatan kelembagaan penanggulangan bencana di daerah, penyempurnaan data dan informasi risiko bencana, serta penguatan budaya sadar bencana.

Lilik juga menyoroti bencana pada 2021 tidak tidak terlepas dari faktor alih fungsi peruntukan lahan. Karena itu, ia meminta masyarakat melakukan kontrol sosial di lapangan dan pemulihan daya dukung lingkungan harus dilakukan optimal.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Geoteknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Adrin Tohari mengatakan dampak bencana yang ditimbulkan tergantung dengan jenis bencana. Karena itu, jumlah korban dan dampak lainnya harus dilihat secara kasuistik.

Namun, menurutnya edukasi tentang bencana ke semua warga masih belum merata. Akibatnya, tidak semua warga memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Karena itu, ia menyarankan edukasi tentang bencana ini dapat dilakukan ke semua lapisan masyarakat di semua wilayah.

“Semuanya saling terkait antara kewaspadaan masyarakat, teknologi yang digunakan, dengan lokasi terjadinya bencana. Apakah terjadi di pemukiman padat atau tidak,” jelas Adrin kepada VOA, Jumat (31/12/2021) malam.

Adrin menjelaskan teknologi terkait bencana yang digunakan di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara maju seperti Jepang. Hanya, kata dia, jumlah yang digunakan masih sedikit dan tidak merata. Salah satu masalahnya, yaitu anggaran untuk teknologi ini yang masih minim.

“Kalau di Jepang dalam pulau seluas Jawa, itu pemasangan seismometer hampir menutupi pulau itu dan menyebar untuk mengamati kejadian gempa. Dan sistem peringatan tsunami juga sudah tersebar di perairan mereka,” tambahnya. (voaindonesi.com)

Penghujung 2021 Bupati Shabela Lantik Pejabat Fungsional Aceh Tengah

0
Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar saat melantik dan mengambil sumpah Penyetaraan Jabatan Struktural ke Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, bertempat di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Jum’at (31/12/21). Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar melantik dan mengambil sumpah Penyetaraan Jabatan Struktural ke Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, bertempat di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Jum’at (31/12/21).

Dengan dasar pelantikan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Aceh Tengah Nomor:821/487/BKPSDM/2021 tertanggal 31 Desember 2021, tentang Pengangkatan Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Usai melantik dan mengambil sumpah jabatan tersebut, Bupati Shabela Abubakar dalam sambutannya menyampaikan, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Presiden Republik Indonesia Ir. H. Jokowi Widodo menghendaki adanya perubahan konkrit dalam reformasi birokrasi pemerintahan.

“Dimana perlunya penyederhanaan birokrasi pada intansi Pemerintah cukup dengan dua level, dan diganti dengan jabatan fungsional yang menekankan pada keahlian dan kompetensi, sehingga proses kerja di birokrasi lebih cepat dan lebih dinamis dalam pengambilan keputusan,” kata Bupati Aceh Tengah.

Dikatakan bahwa, sebagai tindaklanjut dari arahan Presiden tersebut, telah ditetapkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penyetaraan Jabatan Adiministrasi ke dalam Jabatan Fungsional.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah melakukan serangkaian kegiatan, yang dimulai dengan penyederhanaan struktur organisasi, analisis jabatan fungsional yang sesuai dengan administrasi yang terdampak.

Setelah melakukan proses pemetaan, untuk menentukan mana jabatan yang akan dialihkan dan mana jabatan yang akan dipertahankan, dilanjutkan dengan penyampaian usulan yang dilengkapi dengan kajian, terutama terhadap jabatan yang akan dipertahankan maupun pada jabatan yang akan disetarakan, serta dengan tetap mempedomani aturan dan ketentuan yang harus dipatuhi dan dijalankan dalam tiap langkahnya.

Untuk Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sendiri, tidak mengusulkan penyetaraan jabatan untuk Kasubbag Protokol pada bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tengah dan untuk Jabatan Kasubbag Umum pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemerintahan Kabupaten Aceh Tengah.

Selain itu juga, tetap mempertahankan beberapa unit organisasi yang bersifat Keistimewaan, seperti Sekretariat Baitul Mal, MPU, MAG, MPD, Satpol PP dan WH, Dinas Syari’at Islam, Dinas Pendidikan Dayah dan Dinas Pertanahan.

Serta pada unit organisasi yang bersifat kewilayahan, seperti pada 14 (empat belas) Kecamatan dan pada unit pelaksana teknis dinas (UPTD) di Wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Jelas Bupati.

Diakhir sambutannya Bupati Shabela mengucapkan selamat bekerja kepada para pejabat fungsioanal yang baru dilantik, dan berharap dapat segera beradaptasi dengan jabatan fungsional di lingkungan kerja masing-masing.

“Akhirnya, kami ucapkan selamat bertugas kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik, jalankan amanah yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya dan terus berikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat”, Pungkas Bupati Shabela.

Turut hadir pada acara pelantikan tersebut Sekretaris Daerah kabupaten Aceh Tengah Subhandhy, AP, M.Si, Asisten Administrasi Umum setdakab Aceh Tengah Arslan Abd. Wahab, SE, MM serta Jajaran Pimpinan OPD dan ASN di lingkungan Pemkab Aceh Tengah. []

Bupati Mawardi Ali: Kuah Beulangong Aceh Besar Beragam Rasa

0
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali saat mencicipi kuah beulangong dalam festival di Kota Jantho, Sabtu (1/01/2022). Foto: Ist

Nukilan.id – Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali mencicipi kuah beulangong yang dimasak pada Festival Kuah Beulangong Kemah Pemuda Gampong Se-Aceh Besar di Jantho Panorama Park, Sabtu (1/01/2022).

“Aceh Besar memiliki ragam rasa Kuah Beulangong yang berbeda antar Kecamatan, sehingga Festival ini terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar Mawardi dalam keterangannya kepada Nukilan.id.

Bupati juga menerangkan bahwa ada kuah dengan daging dicampur pisang, ada yang dicampur batang pisang dan ada juga yang dicampur buah kulu.

“Sehingga memiliki ciri khas rasa dan kenikmatan yang beragam,” ungkap Mawardi.

Festival Kuah Beulangong dilaksanakan dalam Perkemahan Kreativitas Seni dan Budaya Pemuda Gampong Se-Aceh Besar yang turut dimeriahkan dengan pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan beraneka perlombaan yang diikuti para Pemuda gampong di salah satu lokasi wisata favorit di Kota Jantho. []

Akibat Banjir, 2.751 Warga Aceh Timur Mengungsi

0
Banjir Aceh Timur. (foto:BNPB Aceh Timur)

Nukilan.id – Lebih dari 2 ribu warga Aceh Timur mengungsi akibat banjr di sejumlah kecamatan. Sebelumnya, dua gampong dilaporkan masih terendam, namun banjir susulan terjadi setelah hujan lebat kembali mengguyur kawasan tersebut.

“Perkembangan banjir di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh hingga Sabtu (1/1) pukul 09.00 WIB, (bencana ini) menyebabkan 2.751 atau 769 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu.

Kendati demikian, pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur menginformasikan genangan berangsur surut di beberapa titik pada delapan kecamatan. Sebelumnya dilaporkan tiga kecamatan terdampak pada Jumat (30/12) pagi kemarin.

Banjir sempat meluas karena curah hujan tinggi di kawasan kabupaten sehingga total 46 gampong atau desa di delapan kecamatan akhirnya terdampak banjir. Delapan kecamatan itu adalah Kecamatan Birem Bayeun, Indra Makmur, Sungai Raya, Idi Tunong, Rantau Selamat, Ranto Peureulak, Julok, dan Nurussalam

Tercatat sebanyak 19.361 jiwa atau 6.274 KK terdampak kejadian tersebut. Selain itu banjir berdampak pada 6.274 unit rumah dan 1 lainnya rusak ringan.

Ia mengungkap, pantauan prakiraan cuaca bahwa pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Timur masih berpotensi pada hujan ringan-sedang-petir hingga hujan lebat pada hari ini dan esok hari, Ahad (2/1). Pada kajian inaRISK, Kabupaten Aceh Timur memiliki 24 kecamatan dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi, termasuk delapan kecamatan yang terdampak banjir hingga hari ini.

“Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi banjir susulan, maupun bahaya hidrometeorologi basah lain, seperti banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Waspadai puncak musim hujan pada Januari 2021 hingga Februari tahun depan,” kata dia.[]

Sumber: Republika.co.id

Aceh Ekspor 1,3 Ton Kopi Arabika Gayo ke Asia dan Eropa

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Sebanyak 1,3 ton kopi arabika gayo kembali diekspor ke luar negeri, Jumat 31/12/2021. Kali ini ekspor dilakukan dengan tujuan negara dari Benua Asia dan Eropa. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, mengatakan pengiriman komoditi kopi dari Gayo tersebut dilakukan dalam kegiatan Gebyar Ekspor Tutup Tahun, melalui Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar.

“Alhamdulillah hari ini ada 1,3 ton kopi arabika gayo yang diekspor ke Jepang, Taiwan, Malaysia dan Inggris. Secara keseluruhan pada Desember ini, Aceh berkontribusi senilai 9,8 miliar rupiah, sejak tanggal 1 hingga 31 Desember hari ini, ” kata Cut Huzaimah, dalam keterangannya di Banda Aceh, Jumat 31/12.

Cut Huzaimah menyebutkan proses pengiriman produk ekspor tersebut dilakukan dalam rangka Gebyar Ekspor 31 Desember. Meski seremonial acara berlangsung di tengah hujan lebat, kegiatan tersebut berlangsung sukses.

Ia menambahkan, di seluruh Indonesia, nilai total ekspor pada Desember ini adalah 14,4 triliun. Pada skala nasional, prosesi ekspor produk Indonesia dilakukan secara seremonial di Pelabuhan Laut Makassar, oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dari Pelabuhan Laut Makassar, Sigit menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta kepada gubernur, bupati, wali kota untuk menggali potensi ekspor di wilayahnya, khususnya di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan. Menurutnya, hal itu dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan ekspor komoditas pertanian unggulan Indonesia di dunia.

Sigit menyebutkan, tidak hanya ketahanan pangan tapi bagaimana meningkatkan daya saing komoditas pertanian yang berkelanjutan dengan lima strategi yaitu peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kapolda Aceh yang diwakili oleh Direskrimsus Polda dan kepala UPT Karantina Aceh. []