Beranda blog Halaman 1200

Kabar Duka, Junaidi Matraman Pengusaha Nasi Gurih Bang Jun Meninggal Dunia

0
Almarhu, Junaidi Matraman, Pengusaha Nasi Gurih Bang Jun. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Jakarta – Innalilillahi wainna ilaihi rajiun. Sahabat Kuliner Aceh (SKA) menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Junaidi Matraman atau Bang Jun pada Minggu, (21/4/2024) petang sekitar pukul 16.35 WIB, di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta.

“Sahabat Kuliner Aceh sangat berduka atas kepulangan Bang Jun,” ucap J Kamal Farza, Ketua Sahabat Kuliner Aceh kepada Nukilan.id

Ratusan sahabatnya terutama diaspora Aceh, membezuknya di Rumah Sakit St Carolus, di Jalan Salemba, tempat Bang Jun dirawat dalam lima hari terakhir sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

“Bang Jun orang baik, semasa hidupnya beliau mudah bergaul dan tidak memiliki masalah dengan siapapun,” ujar Ade Usliadi, seorang sahabatnya yang ikut mengurus pemulangan jenazah di Rumah Sakit.

Malam ini jenazah jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Kayu Manis VIII RT 005/RW 007, Matraman, Jakarta Timur. Besok, Senin pagi jenazah akan diterbangkan ke Aceh untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kawasan Padan Tiji, Pidie.

Bang Jun adalah salah seorang pegiat kuliner Aceh di Jakarta. Hari-hari, almarhum menyediakan kuliner Aceh di Kawasan Kayu Manis, Jakarta Timur, antara lain menjual Nasi Gurih Bang Jun. Beliau tercatat sebagai anggota Sahabat Kuliner Aceh, dan Pengurus Masyarakat Adat Aceh (MAA) Perwakilan Jakarta.

“Bang Jun aktif di SKA, dan sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial, terutama kegiatan keagamaan dan perayaan hari-hari besar Islam,” imbuh Kamal Farza.

Diketahui Junaidi meninggalkan seorang istri dan 3 orang putra-putri.

“Semoga Allah menerima segala amal kebaikannya, dan keluarga yang tinggal diberi kekuatan dan kesabaran,” tutup Kamal Farza.

Editor: Akil Rahmatillah

Petugas SPBU di Banda Aceh Kenakan Pakaian Adat Peringati Hari Kartini

0
Salah satu petugas mengenakan pakaian adat saat melayani konsume. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, para petugas SPBU di Jalan Dharma, Kampung Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, memberikan pelayanan yang istimewa kepada para konsumennya. 

Pantauan Nukilan di lokasi, para petugas, baik pria maupun wanita, tampak mengenakan pakaian adat Aceh, kebaya, dan batik selama pagi hari pada satu shift.

“Kami ingin memberikan apresiasi kepada perempuan Indonesia, khususnya Kartini yang telah berjasa dalam memperjuangkan emansipasi wanita,” ujar Pengawas SPBU, Ziki saat diwawancarai Nukilan.

Selain mengenakan pakaian adat, SPBU ini juga mengadakan berbagai kegiatan menarik lainnya, seperti pembagian hadiah baju kaos dan cenderamata untuk konsumen yang mengisi pertamax dan melakukan pembayaran menggunakan aplikasi MyPertamina.

Ziki berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi perempuan di Indonesia untuk terus maju dan mandiri. “Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan mampu mencapai apa pun yang mereka impikan,” ungkapnya.

Bagi Ziki, SPBU ini bukan hanya tempat untuk mengisi bahan bakar, tetapi juga menjadi batu loncatan bagi perempuan untuk mencapai kesetaraan gender. “Kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk bekerja dan berkarya,” tambahnya.

Reporter: Rezi

Profesor Abdullah Sanny Ungkap Solusi Revolusioner untuk Pengangguran di Aceh

0
Prof. Dr. Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc., saat mengungkapkan solusi terkait persoalan pengangguran si Aceh. (Foto: SS Youtube SagoeTv)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam sebuah podcast yang diselenggarakan oleh SagoeTv, seorang akademisi terkemuka dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc., mengungkapkan solusi menarik terkait persoalan pengangguran yang masih menghantui Aceh.

Dengan latar belakang pengalamannya dalam membangun dan merancang berbagai bangunan di berbagai negara seperti Australia, Jepang, China, Vietnam, Palestina, dan Papua Nugini, Profesor Sanny menyuguhkan alternatif yang menjanjikan yakni lowongan kerja di Jepang.

Dalam dialog yang menarik, sang host menanyakan pandangan Profesor Sanny mengenai peluang yang dapat dimanfaatkan di Aceh untuk mengatasi persoalan pengangguran.

“Menurut Profesor sendiri kira-kira bagaimana (solusinya), sebagai akademisi Institut Teknologi Bandung mungkin pernah ada kaji-kajian atau melihat ada peluang nih di bagian ini yang bisa kita ambil ini seperti itu,” tanya Host Podcast SagoTv dikutip Nukilan.id pada Minggu, (21/4/2024).

Profesor tersebut menyampaikan pandangannya dengan yakin, mengutip jaringan yang telah dibangunnya dengan Jepang selama bertahun-tahun, sejak masa kuliahnya di Universitas Kyoto. Ia membagikan pengalamannya bahwa sebagian besar teman dan kenalannya di Jepang telah memeluk agama Islam, dan keinginan orang Jepang untuk memiliki hubungan yang lebih erat dengan saudara-saudara Muslim di Indonesia.

“Orang Jepang juga pengin punya saudara dari saudara muslimnya di indonesia, maka saya ajak aja ke Aceh mumpung nih saya bilang itu daerah yang paling Syariah dan paling Islami, daerah kampung saya,” cerita Profesor Sanny.

Menurut Profesor Sanny, Orang Jepang menunjukkan minat yang luar biasa untuk menjalin kerja sama persaudaraan dengan komunitas Muslim. Dia menegaskan bahwa Jepang siap memberikan bantuan apa pun yang diperlukan oleh Aceh, dan sebaliknya, mengajak Aceh untuk memberikan bantuan kepada Jepang dalam bidang yang dibutuhkan.

“Apa saja yang dibutuhkan Jepang akan kami bantu, begitu pun sebaliknya tolong bantu juga nih Aceh yang notabenenya sekarang tertinggal,” ujar Profesos Sanny.

Dalam konteks Aceh, Profesor Sanny secara khusus menyoroti isu-isu yang tengah mengemuka, terutama kemiskinan dan pengangguran. Ia menggarisbawahi urgensi untuk membantu Aceh mengatasi masalah tersebut karena potensi dampak negatifnya terhadap masyarakat.

“Mereka (anak-anak muda) bisa berubah jadi jahat karena seperti hadis Rasulullah, biasanya itu kemiskinan bisa menimbulkan problem kekufuran, sebagai muslim bantulah, ada kesempatan nih bagus sekali,” ungkap Profesor Sanny, merujuk pada potensi konsekuensi negatif dari tingkat pengangguran yang tinggi.

Menurut Profesor Sanny, Jepang saat ini menghadapi kesulitan karena banyaknya generasi muda yang enggan menikah dan beralasan hidup yang semakin berat. Fenomena ini mengakibatkan kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor industri, sehingga memicu minat Jepang untuk mencari solusi dari luar negeri.

“Jepang itu piramidanya terbalik tuh, banyak orang-orang tua di atas 100 tahun sedangkan anak-anak muda dikit,” ujarnya.

Profesor Sanny melihat ini sebagai peluang besar bagi Indonesia, terutama Aceh. Beliau mengusulkan ide agar bisa mengirimkan pekerja dari Aceh ke Jepang untuk mengisi kekosongan tenaga kerja. Permintaan ini disambut baik oleh pihak Jepang yang menyatakan kesiapan mereka untuk menerima tenaga kerja asal Indonesia.

“Saya bilang, bagaimana kalau pekerjanya dari Aceh? mereka (orang Jepang) jawab bisa Oh silakan, mereka sangat senang,” ujarnya.

Namun, dalam Podcast tersebut Profesor Sanny juga menyampaikan bahwa terdapat syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar kolaborasi ini berjalan lancar. Oleh karena itu, dia menegaskan pentingnya persiapan yang matang guna memastikan bahwa para pelamar memiliki kualifikasi yang dibutuhkan serta siap menghadapi tantangan di negara tersebut.

Profesor Sanny mengatakan syarat-syarat tersebut meliputi latar belakang pendidikan setara dengan SMA, usia antara 18 hingga 25 tahun, tinggi badan minimal 160 cm untuk pria dan 150 cm untuk wanita, dengan BMI ideal. Selain itu, para pelamar juga tidak diperbolehkan memiliki tato atau tindik (bagi pria), serta harus menunjukkan bukti kesehatan jasmani dan rohani melalui hasil Medical Check-Up (MCU). Adapun dokumen yang harus disiapkan antara lain Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

“Tidak boleh merokok dalam artian gini, ketika roncen tidak ada noda di paru-paru, kalau ada langsung dicoret. Kemudian menguasai bahasa Jepang sederhana untuk komunikasi dengan bosnya,” jelas Profesor Sanny.

Tidak hanya menetapkan persyaratan bagi calon tenaga kerja, pemerintah Jepang juga mengungkapkan rencana untuk merekrut sebanyak 1200 pekerja asing dalam berbagai bidang pada tahun 2024 ini. Bidang-bidang yang menjadi fokus rekrutmen meliputi caregiver/perawat lansia, pengolahan makanan, manufaktur, konstruksi, building cleaning, perikanan, pertanian, serta sektor perhotelan dan restoran.

“Secara umum rencana rekruitmennya itu 2024 ini pengin mereka ada 1200 pekerja,” tutup Profesor Sanny.

Reporter: Akil Rahmatillah

Peringatan Hari Kartini: Memahami Perjuangan Kartini Lawan Deskriminasi Wanita

0
R.A. Kartini. (Foto: Dok. SDIT Alharaki)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tepat pada tanggal 21 April setiap tahunnya, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini untuk memperingati jasa-jasa seorang pahlawan perempuan yang luar biasa, Raden Adjeng Kartini. Dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan emansipasi wanita di Indonesia, Kartini telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam memperjuangkan kesetaraan gender.

Dalam peringatan Hari Kartini tahun ini yang jatuh pada hari Minggu (21/4/2024), tradisi mengenakan kebaya dengan beragam warna dan motif terus berlanjut sebagai penghormatan kepada Kartini. Namun, lebih dari sekadar tradisi berpakaian, Hari Kartini menjadi momentum untuk merenungkan perjuangan Kartini dalam melawan diskriminasi gender.

Berbekal semangatnya, Kartini berhasil membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk hadir di ruang publik dengan segala hak dan kesempatan yang sama seperti lelaki. Mereka kini memiliki akses untuk mendapatkan pendidikan, bekerja, berkarya, dan berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan bangsa.

Sejarah Hari Kartini tidaklah terlepas dari kebijaksanaan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang pada tanggal 2 Mei 1964, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964, menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Penetapan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, sebagai hari peringatan resmi menjadi momen penting dalam mengenang perjuangan Kartini, meski tidak dijadikan hari libur nasional.

Berdasarkan penulusuran digital oleh Nukilan.id, diketahui bahwa Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah dan lahir pada 21 April 1879, Kartini punya nama lengkap Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat. Ia lahir di tengah-tengah keluarga bangsawan Jawa. Ayahnya merupakan seorang Bupati Jepara bernama R.M Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV. Sosroningrat dikenal sebagai bupati yang pandai berbahasa Belanda.

Kemampuan bahasa Belanda tersebut kemudian diturunkan pada Kartini. Ia belajar secara otodidak dan mulai menulis surat dengan sahabat pena yang juga berasal dari Belanda. Sedangkan ibu Kartini bernama M.A Ngasirah, merupakan anak dari seorang kyai atau guru agama di Teluk Awur, Kota Jepara. Ngasirah bukanlah keturunan bangsawan, melainkan hanya rakyat biasa.

Semasa hidupnya, Kartini melihat banyak diskriminasi yang terjadi antara pria dan wanita. Pada masa itu, banyak perempuan sama sekali tidak diperbolehkan untuk mengenyam bangku pendidikan. Namun sebagai seorang bangsawan, Kartini mendapat keistimewaan untuk bersekolah.

Ayahnya menyekolahkan Kartini di ELS (Europese Lagere School). Di sekolah tersebut, Kartini juga mempelajari bahasa Belanda. Lantaran tradisi pada masa itu, anak perempuan harus tinggal di rumah untuk ‘dipinggit’, maka Kartini hanya bersekolah hingga usia 12 tahun.

Di sinilah sejarah perjuangan Kartini bermula. Selama tinggal di rumah, Kartini belajar sendiri dan mulai menulis surat-surat kepada teman korespondensinya yang kebanyakan berasal dari Belanda. Salah satunya yaitu Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya.

Dari Abendanon, Kartini mulai sering membaca buku-buku dan koran Eropa yang menyulut api baru di dalam hatinya. Dari surat-menyurat itu, ia mendapat pencerahan soal hak-hak kaum perempuan. Lalu timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi yang saat itu memiliki status sosial yang sangat rendah.

Lewat surat, Kartini menceritakan kondisi wanita di Indonesia. Ia menuliskan mengenai penderitaan perempuan Jawa seperti harus menjalani pingit, tidak bisa bebas berpendapat, dan tidak dapat menempuh pendidikan.

Kartini juga menulis mengenai makna Ketuhanan dan juga nasionalisme. Temannya dari Belanda yang bernama Rosa Abendanon dan Estelle “Stella” Zeehandelaar juga mendukung pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh Kartini.

Perjuangan Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita tidak terlepas dari kehidupan remajanya. Sejak remaja, Kartini banyak membaca De Locomotief, sebuah surat kabar dari Semarang yang ada di bawah asuhan Pieter Brooshoof. Kartini juga mendapatkan leestrommel, sebuah paketan majalah yang dikirimkan oleh toko buku kepada langganan mereka yang di dalamnya terdapat majalah-majalah mengenai kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

Kartini kecil juga sering mengirimkan beberapa tulisan yang kemudian ia kirimkan kepada salah satu majalah wanita Belanda yang ia baca, yaitu De Hollandsche Lelie. Buku-buku bertuliskan Belanda tersebut membuat pikiran Kartini semakin terbuka dan maju.

Ketertarikannya dalam membaca membuatnya memiliki pengetahuan yang cukup luas mengenai ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Perhatiannya tidak hanya semata-mata mengenai emansipasi wanita, namun juga masalah sosial umum.

Perjuangan awal Kartini dimulai saat ia mendirikan sekolah khusus putri di Jepara. Di sekolah tersebut, mereka diajarkan mengenai cara membaca, menulis, menjahit, menyulam, dan memasak. Kartini juga bahkan bercita-cita untuk menjadi seorang guru, meskipun keinginannya tersebut tidak pernah terwujud karena ia harus menikah dengan K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, seorang Bupati Rembang, di usia yang muda.

Beruntung, suami Kartini sangat mengerti cita-cita istrinya dan mengizinkannya untuk membangun sebuah sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang Kompleks kantor Kabupaten Rembang. Di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Berkat kegigihan Kartini, akhirnya didirikanlah Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun 1912 dan kemudian di Surabaya, Jogjakarta, Malang, Madiun, Cirebon, dan sejumlah daerah lainnya. Nama-nama sekolah tersebut dinamakan “Sekolah Kartini”.

Sebelum sempat melihat hasil jerih payah perjuangannya dalam memberdayakan wanita, Kartini menghembuskan napas terakhirnya setelah melahirkan putranya bernama Soesalit Djojoadhiningrat pada 13 September 1904. Kartini meninggal empat hari setelah melahirkan sang putra, tepatnya pada 17 September 1904. Jasad Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Reporter: Akil Rahmatillah

Pegang Teguh Prinsip “Betah”, Kapolda Aceh Jamin Seleksi Calon Anggota Polri Transparan

0
Kapolda Aceh, Irjen Pol Achmad Kartiko. (Foto: acehprov.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kapolda Aceh, Irjen Pol Achmad Kartiko, memastikan proses rekrutmen dan seleksi calon anggota Polri di provinsi ujung barat Indonesia tersebut dilaksanakan secara transparan.

“Kami memastikan semua proses rekrutmen dan seleksi calon anggota Polri di jajaran Polda Aceh berlangsung transparan,” kata Achmad Kartiko, Kamis (18/4/2024).

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda Aceh, Irjen Pol Achmad Kartiko, dalam arahannya kepada panitia daerah, pengawas internal, dan para kepala bagian sumber daya manusia di polres jajaran terkait penerimaan terpadu anggota Polri pada 2024.

Jenderal polisi bintang dua itu mengatakan Polda Aceh dalam melaksanakan seleksi rekrutmen calon anggota Polri menerapkan prinsip Betah yang merupakan singkatan dari bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

“Jadi, kami ingatkan kepada semuanya yang terlibat dalam rekrutmen anggota Polri, laksanakan sesuai standar operasional prosedur atau SOP serta peraturan berlaku. Pelaksanaannya juga harus menerapkan prinsip Betah,” kata Kapolda.

Alumni Akabri 1991 itu juga mengimbau masyarakat tidak percaya atau terpengaruh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang menjanjikan atau mengimingi kelulusan sebagai anggota Polri.

Menurut Achmad kartiko, kelulusan sebagai anggota Polri ditemukan oleh kemampuan peserta, bukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab terhadap.

“Jangan percaya atau terpengaruh oleh calo yang menjanjikan kelulusan. Setiap peserta yang mengikuti rekrutmen calon anggota Polri, persiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar setiap tahapan seleksi dapat dilalui dengan maksimal,” kata Achmad Kartiko.

Editor: Akil Rahmatillah

HUT Kabupaten Gayo Lues ke-22, Pj Bupati Ingatkan Semboyan Melayani Rakyat

0
HUT Kabupaten Gayo Lues ke-22. (Foto: acehprov.go.id)

NUKILAN.id | Blangkejeren – Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, tengah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22. Mengusung tema “Terus Berkarya Untuk Gayo Lues IsIami dan Sejahtera”, Penjabat (Pj) Bupati Gayo Lues, Alhudri meminta agar tema tersebut jangan hanya retorika belaka dan slogan tanpa makna.

Dia mengharapkan tema itu menjadi ajakan dan tekad bersama untuk dapat bertindak dan bereaksi nyata agar tanggap pada tantangan dan perkembangan zaman.

“Tema ini juga harus menjadi pendorong dalam mewujudkan pemerintah yang efektif dan pemerintahan yang memenuhi semboyan ‘Ketika rakyat bertanya, mampu kita jawab dan ketika rakyat meminta, mampu kita beri’, ” ujarnya saat memimpin apel HUT ke-22 Kabupaten Gayo Lues, di halaman Kantor Bupati, Kamis (18/4/2024).

Dia menambahkan, Gayo Lues Musara yang menjadi moto kabupaten Gayo Lues juga jangan sekadar tertulis di logo.

“Kita harus mencapai tujuan yang diharapkan, output yang lebih baik di hari esok menjadi keharusan,” tandasnya.

Untuk mencapainya, kata dia, sinergi dan kolaborasi jadi kunci.

“Kita harus senantiasa bersatu, bergandengan tangan secara bersama-sama dan bekerja keras, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Insha Allah kita akan dapat menyukseskan pembangunan di Kabupaten Gayo Lues yang kita cintai ini,” tuturnya.

Apel tersebut turut dihadiri Sekda Gayo Lues dan Jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) serta seluruh ASN. Apel diwarnai pemotongan tumpeng dan dilanjutkan dengan Sidang Paripurna HUT Gayo Lues di kantor Dewan setempat.

Editor: Akil Rahmatillah

Wardiati Berikan Pembinaan Gammawar di Gampong Alue Naga

0
Wardiati Berikan Pembinaan Gammawar di Gampong Alue Naga. (Foto: Humas Kota Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Banda Aceh Wardiati, memberikan pembinaan Gampong Mawaddah Warahmah (Gammawar) kepada kader PKK di Gampong Alue Naga, Banda Aceh (Kamis, 18/4/2024).

Turut hadir Keuchik Gampong Alue Naga beserta unsur muspika Kecamatan Syiah Kuala. Wakil Ketua Bidang II Iswardani dan anggota PKK Kota, Ketua PKK Gampong Alue Naga Wirna, beserta anggotanya.

Ketua PKK Kota Banda Aceh Wardiati mengatakan pembinaan tersebut dalam rangka mempersiapkan Gampong Alue Naga untuk mengikuti program tahunan PKK Aceh sebagai Gampong Mawaddah Warrahmah (Gammawar) Tahun 2024.

“Gampong ini termasuk gampong yang akan diapresiasikan oleh provinsi. Karena tahun lalu lebih dititik beratkan kepada stunting yang tinggi jadi harus dibina oleh kabupaten kota dan provinsi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wardiati juga menjelaskan pentingnya menjalankan 10 Program Pokok PKK yaitu; terkait stunting, ibu hamil, parenting atau pola asuh anak, lingkungan, kesehatan, dan sebagainya.

“Melalui pokja 1, pokja 2, dan pokja 3, kita sama-sama dapat membangun gampong dengan memberdayakan masyarakat gampong sehingga menjadi gampong Gammawar,” harapnya.

Wardiati pun berkomitmen, akan menjadi wadah pembinaan dan monitoring bagi para kader PKK, dalam menjalankan tugas-tugas PKK gampong.

“Kita harus sama-sama bekerja keras supaya mendapat hasil yang baik,” jelasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Menag Keluarkan Surat Edaran, Dorong Peran Penyuluh Agama dan Penghulu dalam Mendukung Program Prioritas Pemerintah

0
Ilustrasi penyuluh agama. (Foto: Media Center Riau)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam upaya memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan melestarikan lingkungan hidup, Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE. 2 Tahun 2024 yang menegaskan peran penting Penyuluh Agama dan Penghulu.

Dikutip oleh Nukilan.id pada Minggu (21/4/2024), berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan pada tanggal 5 April 2024 tersebut, Menteri Agama menekankan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, dan Kepala Kantor Urusan Agama kecamatan untuk melakukan pembinaan, monitoring, dan pelaporan atas kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama dan Penghulu.

Dalam surat edaran tersebut, Menteri Agama juga menyoroti empat area fokus yang menjadi prioritas dalam sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh Penyuluh Agama dan Penghulu, yaitu:

  1. Pencegahan dan Percepatan Penurunan Angka Stunting: Langkah-langkah preventif dan intervensi diperlukan untuk mengurangi angka stunting di Indonesia.
  2. Penanggulangan Kemiskinan: Penyuluh Agama dan Penghulu diminta untuk turut berperan dalam program-program penanggulangan kemiskinan guna menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.
  3. Pemberdayaan Ekonomi: Dengan memberdayakan ekonomi masyarakat, diharapkan akan tercipta kehidupan yang lebih sejahtera dan merata.
  4. Pelestarian Lingkungan Hidup: Upaya untuk menjaga lingkungan hidup perlu ditingkatkan, dan Penyuluh Agama serta Penghulu diinstruksikan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan.

Menteri Agama menegaskan bahwa peran aktif dari Penyuluh Agama dan Penghulu sangat penting dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut. Surat Edaran ini menjadi arahan yang harus dipatuhi dengan sungguh-sungguh oleh seluruh pihak terkait.

Dengan demikian, pemerintah memperkuat komitmen dalam mendukung program prioritas yang telah ditetapkan demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Reporter: Akil Rahmatillah

8 Siswa Fatih-TNA Bilingual School Banda Aceh Melaju ke OSN 2024 Tingkat Provinsi

0
8 Siswa Fatih-TNA Bilingual School Banda Aceh Melaju ke OSN 2024 Tingkat Provinsi. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Berdasarkan rilis resmi Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbudristek (15/4/204), delapan siswa Fatih Bilingual School dan Teuku Nyak Arif (TNA) Bilingual School Banda Aceh dinyatakan berhasil melaju ke Olimpiade Sains Nasional tingkat Provinsi (OSN-P) tahun 2024.

Keberhasilan ini diraih setelah sebelumnya kedelapan siswa berhasil melewati persaingan sangat ketat di OSN tingkat Kota Banda Aceh pada 25-27 Maret 2024. Ke delapan siswa-siswiI tersebut adalah:

  • Bidang Informatika: Ahmad Mufdhdha, Alfia Salsabila, Shanisa Izzati
  • Bidang Astronomi: Almas Shatha Mulia
  • Bidang Geografi: Rahmatyn Nurul Aisy, Izzati Syafiqah Nurul Ain
  • Bidang Kebumian: Raisah Mahira, Nurul Izzati

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Sekolah SMA Fatih, Sudarman pada Sabtu (20/4/2024) mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang berhasil diraih para siswa.

“Alhamdulillah, tentunya ini patut kita syukuri. Selamat kepada para siswa yang berhasil lolos, perjuangan kalian sungguh luar biasa. Tetap semangat dan terus berjuang. Apersiasi juga kepada seluruh pembina dan pihak yang terlibat,” pesan Sudarman.

Dia menyampaikan, SMA Fatih melalui Ananda Alfa berhasil memperoleh medali Perak OSN Bidang Fisika tahun 2022 dan memperoleh medali perunggu dalam International Physics Olympiad (IPhO) ke-53 di Tokyo, Jepang tahun 2023.

Dalam tahun yang sama di ajang ISPhO (International Scientific Physics Olympiad) yang diselenggarakan Moscow Institute of technology, Alfa juga berhasil meraih prestasi Silver Award.

Persiapan matang

Sudarman menjelaskan, keberhasilan ini diraih melalui pembimbingan rutin dan pendampingan intensif agar siswa dapat mengoptimalkan kemampuan di bidang masing-masing.

“Setiap siswa Fatih memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan minat dan bakatnya, baik itu minatnya di olahraga, projek, atau bidang olimpiade bidang ini adalah bidang yang paling bergengsi,” ungkap Sudarman.

Setiap siswa diwajiban memilih klub dan disediakan pendamping klub atau coordinator club. Bagi siswa yang memiliki minat bidang olimpaide akan dilakukan tes secara menyeluruh untuk kemudian diklasifikasikan bersadarkan bidang kemampuan siswa masing-masing.

“Siswa yang terpilih akan mengikuti pelatihan olimpiade dengan beberapa tahap dan akan mengikuti camp tahap demi tahap. Tahap 1 adalah tahap pengenalan selama 3 minggu. Pada tahap ini siswa akan dipengenalkan konsep dasar materi olimpiade,” jelasnya.

Sudarman melanjutkan, “tahap 2 selama 2 minggu setiap siswa akan melakukan pendalaman materi olimpiade. Dan tahap 3 selama 1 minggu untuk pematangan dan simulasi.”

“Selain itu siswa juga wajib belajar mandiri mengerjakan soal soal setiap hari. Jika siswa mendapatkan kesulitan mengerjaan soal soal maka setiap guru akan membantu menyesaikan soal-soal,” paparnya.

Sudarman juga menjelaskan, pihak sekolah berkomitmen membangun karakter siswa untuk memiliki jiwa kompetisi dan memiliki pola pikir ingin berkembang (growth mindset).

“Di samping itu pemetaan siswa yang memiliki potensi kita lakukan (sejak) di waktu pendaftaran siswa baru. Dalam penerimaan siswa baru ada jalur penerimaan, jalur prestasi olimpiade, jalur prestasi olah raga, jalur prestasi seni dan jalur regular,” ungkap Sudarman.

“Khusus jalur prestasi tidak lagi dilakukan tes tetapi wawancara dengan orangtua dan siswa. Jalur regular untuk mengetahui minat siswa dan bakat siswa dengan dilakukan tes guna lebih mendalami minat dan bakat serta wawancara dengan siswa dan orangtua,” tambahnya.

Sudarman kembali menyampaikan, setiap prestasi tentunya diperlukan suatu pengorbanan semua pihak baik waktu, tenaga, pikiran dan paling penting adalah kerja keras.

“Karena prestasi yang tinggi hanya bisa diraih dengan kerja keras yang disertai dengan strategi yang bermutu dan pendampingan semua pihak. Harapan kami kepada siswa yang lolos OSN Propinsi bisa masuk tahap nasional dan memperoleh yang hasil yang terbaik,” tutup Sudarman.

Editor: Akil Rahmatillah

Lima Rumah dan Satu Mobil di Aceh Besar Terbakar

0
Kebakaran di Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu 20 April 2024. (Foto: Dok. BPBA)

NUKILAN.id | Aceh Besar – Kebakaran hebat melanda Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu  (20/4/2024) sekira pukul 16.55 WIB. 

Kebakaran ini mengakibatkan empat unit rumah warga mengalami kerusakan berat, satu unit rumah rusak ringan, satu unit kios kelontong rusak berat, dan satu unit mobil minibus Suzuki APV hangus terbakar. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pusdalops Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Maswani mengatakan kebakaran tersebut bermula dari salah satu rumah warga. Api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya, dipicu oleh bahan bakar minyak dan material yang mudah terbakar.

“Petugas juga sempat kewalahan dalam melakukan pemadaman di karenakan yang terbakar banyak matrial yang mudah terbakar termasuk juga ada bahan bakar minyak,” katanya dalam laporan yang diterima Nukilan.

Upaya pemadaman api dikerahkan oleh 9 unit armada pemadam kebakaran dari BPBD Aceh Besar dan 9 unit armada DPKP Kota Banda Aceh, dengan total 25 personel.

“Upaya pemadaman api berlangsung selama hampir dua jam, dan api berhasil dipadamkan pada pukul 18.31 WIB,” terangnya.

“Para korban saat ini mengungsi ke rumah saudara terdekat,” tambanya. 

Reporter: Rezi