Beranda blog Halaman 1176

Wujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi, UTU Jadikan Desa Ujong Tanoh Darat sebagai Desa Binaan

0
Wujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi, UTU Jadikan Desa Ujong Tanoh Darat sebagai Desa Binaan. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh menggandeng Desa Ujong Tanoh Darat sebagai desa binaan prodi.

Hal tersebut dalam rangka mewujudkan Tri darma Perguruan Tinggi dalam aspek pengabdian terhadap masyarakat. Ini tertuang dalam naskah perjanjian kerja sama yang ditandatangani kedua pihak, antara prodi Ilmu Hukum dan Pemerintah gampong Ujong Tanoh Darat kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Senin (6/5/2024)

Naskah perjanjian kerja sama tersebut masing masing ditandatangani oleh Dr. Nouvan Moulia, Lc, MA selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Hukum dan Sulaiman. BS selaku keuchik Ujong Tanoh Darat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Keuchik Gampong Ujong Tanoh Darat yang ikut disaksikan oleh aparatur gampong setempat.

Keuchik Desa Ujong Tanoh Darat sangat mengapresiasi Prodi Ilmu Hukum yang telah menjadikan gampong yang dipimpinnya sebagai gampong binaan prodi Ilmu Hukum, mengingat keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam tata kelola terkait pemerintahan Desa, baik dalam konteks pelayanan maupun terkait regulasi qanun gampong yang mengatur kehidupan sosial masyarakat khususnya di gampong yang kira perlu support dr akademisi.

Dr. Nouvan Moulia, Lc, MA. Selaku kaprodi Ilmu Hukum menyatakan komitmen untuk merealisasikan perjanjian tsb dengan menjadikan Gampong Ujong Tanoh Darat sebagai desa binaan untuk jangka waktu lima tahun ke depan, berbagai macam spesialisasi SDM yang ada di prodi yg dipimpinnya siap berkontribusi untuk kepentingan masyarakat khusus yang berkaitan dengan keilmuan hukum.

“Ini wujud dari konsep Tri Darma Perguruan Tinggi yang selalu siap ikut andil membantu masyarakat, apalagi kampus UTU masih dalam wilayah Gampong Ujong Tanoh Darat,” ujarnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Unmuha Gelar Aksi Bela Palestina, Serukan Boikot Produk Israel

0
Civitas Akademika Unmuha saat aksi damai bela Palestina dan kutuk Israel di Halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh, pada Selasa 7 Mei 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar aksi damai untuk menyuarakan dukungan terhadap rakyat palestina dan mengutuk agresi israel. Aksi ini berlangsung di Halaman kampus setempat, pada Selasa (7/5/2024).

Aksi damai ini diikuti oleh seluruh civitas akademika, termasuk pimpinan universitas, kepala biro, kaprodi, staf dan pegawai serta ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh.

Pantauan Nukilan di lokasi, para mahasiswa membentangkan spanduk dan poster yang berisi kecaman terhadap tindakan brutal Israel di Palestina.

Dalam aksinya, para peserta menyampaikan berbagai kecaman terhadap agresi Israel yang menindas orang orang tidak berdosa di Palestina. Mereka juga menyerukan untuk memboikot produk-produk Israel.

“Banyak orang orang tidak berdosa di palestina dibunuh, ini sangat keji dan biadab. Kami bersumpah tidak akan memakai dan memakan produk israel, ayo kita boikot produk israel” seru salah satu orator dalam aksi tersebut.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Unmuha, Prof. Asnawi Abdullah, menyampaikan bahwa aksi damai ini dilakukan secara serentak oleh 172 Universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

“172 Universitas Muhammadiyah dari Sabang sampai Merauke hari ini menyelenggarakan aksi damai terkait dukungan terhadap Palestina secara serentak sebagai bentuk dukungan kita terhadap kemerdekaan Palestina,” ujar Prof. Asnawi.

Lebih lanjut, Prof. Asnawi berharap pemerintah Indonesia mendukung upaya-upaya perdamaian antara Palestina dan Israel agar segera terwujud.

“Kita tidak tahan lagi melihat begitu banyak korban, anak-anak yang tidak berdosa di dalam konflik ini,” tambahnya.

Prof. Asnawi juga menyampaikan bahwa Unmuha akan melakukan aksi di luar kampus dengan skala yang lebih besar dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan Unmuha tidak mendapatkan izin untuk melakukan aksi di luar kampus.

“Dalam kesempatan lain kita akan melakukan aksi di luar dengan lebih besar, karena mengingat kemarin tidak dapat izin untuk melakukan aksi di luar jadi hari ini kita selenggarakan di kampus ini,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Kolaborasi dengan HMI FKH USK, HMI FISIP USK Lakukan Kajian dan Evaluasi Terhadap PTN BH

0
HMI FISIP USK Kolaborasi dengan HMI FKH USK Lakukan Kajian dan Evaluasi Terhadap PTN BH. (Foto: HMI FISIP USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam suasana yang masih hangat memperingati hari pendidikan nasional, HMI Komisariat FISIP USK bersama dengan HMI Komisariat FKH USK merajut kembali pemikiran-pemikiran yang sejatinya menjadi ruh mahasiswa.

Kondisi pendidikan di Indonesia yang masih banyak kurang yang tentunya menjadi refleksi kita bersama untuk menggapai amanat “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Hari ini kondisi perguruan tinggi di Indonesia sedang “berlomba-lomba” dalam mencapai status tertinggi yaitu PTN-BH. PTN-BH masih menjadi pro kontra apakah untung atau buntung.

Salah satu dampak yang hari ini dirasakan adalah kelonjakan UKT di tengah-tengah mahasiswa. Ini menjadi suatu pertanyaan besar apakah ini kebetulan atau memang direncanakan. Fenomena UKT tinggi seolah-seolah perguruan tinggi mengambil keuntungan dari biaya pendidikan untuk menunjang operasional kampus.

“Banyak perguruan tinggi yang terkesan terburu-buru, menjadi suatu hal yang dianggap perguruan tinggi belum siap untuk merangkak menjadi status tertinggi tersebut”, ucap Kepala Departemen Kastrat BEM FKH USK Fanny Aryati yang merupakan kader HMI FKH USK.

Regulasi tentang penetapan status ini masih dianggap kurang ketat terhadap perguruan tinggi yang masih belum siap untuk naik status. “Tidak sepenuhnya salah dengan PTN-BH, banyak manfaat yang sebenarnya dapat kita rasakan seperti berkembangnya wadah riset.

Namun tetap masih banyak kekurangan yang harus jadi perhatian khusus bagi pemerintah, rektorat dan mahasiswa”, ujar kader HMI FISIP USK yang hari ini menjadi pimpinan MPM USK Syahrul Ramadhan.

Mahasiswa harus pro aktif dalam mengkaji isu-isu strategis sebagai bentuk fungsi mahasiswa “moral force” yang berarti memiliki moral yang baik atas ilmu yang dimiliki selama pendidikan. Selain itu mahasiswa juga menjadi “check and balance principle” untuk menjaga kestabilan negara khususnya dibidang pendidikan ini agar pemerintah tidak terus merasa di zona nyamannya.

“Harapannya kegiatan ini menjadi pemantik buat kita semua untuk menjalankan salah satu tujuan HMI yaitu terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu wata’ala dan terus mengasah intelektualitas kita atas isu-isu strategis”, Mhd Raihan Pratama Salim Wasekumbid Perguruan Tinggi dan Kepemudaan HMI FKH USK yang turut hadir dalam forum ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Aceh Besar Siap Menuju Gelar TTG Tingkat Provinsi Aceh di Nagan Raya

0
Aceh Besar Siap Menuju Gelar TTG Tingkat Provinsi Aceh di Nagan Raya. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Aceh Besar sedang melakukan persiapan untuk mengikuti gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Aceh di Nagan Raya, 7-11 Mei 2024.

Kepala DPMG Aceh Besar Carbaini mengatakan tim yang akan mengikuti gelar TTG, sedang melakukan berbagai persiapan diantaranya persiapan untuk distribusi alat dan perlengkapan lomba.

“Hari ini, kita mulai distribusi beberapa alat TTG dan berbagai perlengkapan lainnya, sedangkan untuk stan sedang dalam proses pembangunan di sana (Nagan Raya),”ujarnya di Lambaro, Sabtu (4/5/2024).

Ia juga mengatakan telah diperintahkan oleh Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto untuk mempersiapkan segala hal dengan baik, dengan harapan mampu mempertahankan beberapa prestasi sebagaimana yang telah diraih pada tahun sebelumnya.

“Ya harapannya kita tetap Juara Umum sebagaimana tahun lalu,Pj Bupati telah meminta untuk persiapkan semuanya dengan baik,” tambahnya.

Sebanyak 15 kabupaten/kota dipastikan akan mengikuti ajang Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Aceh 2024, dipusatkan di Alun-Alun Suka Makmue.

Ada pun ke-15 kabupaten/kota di Aceh yang sudah mendaftarkan diri ke DMPG Aceh guna mengikuti kegiatan tersebut, diantaranya Kabupaten Pidie, Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Nagan Raya, Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Barat.

Kemudian Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Selatan, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Utara, Kota Sabang, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Gayo Lues, serta Kabupaten Bener Meriah.

“Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Aceh merupakan ajang untuk saling menukar informasi terkait inovasi dan teknologi yang dihasilkan di setiap daerah di Aceh,”tambahnya.

Editor: Akil Rahmatillah

USK Berikan Pelayanan Maksimal kepada Peserta SNBT Difabel

0
Ilustrasi. (Foto: Siloam Hospital)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Syiah Kuala (USK) diwarnai momen hangat. Satu dari 10.160 peserta merupakan seorang difabel.

Sebagai kampus inklusif, USK memberikan pelayanan maksimal kepada peserta tersebut. Bahkan Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU langsung turun tangan memastikan pelayanan terbaik.

“Peserta ini tunadaksa, saya bersama segenap panitia UTBK SNBT USK memberikan pelayanan maksimal. Ini bentuk dedikasi USK terhadap saudara kita yang difabel,” kata Prof Agussabti, Sabtu (4/5/2024).

Difabel tersebut bernama Syarifah Najwa, mengikuti ujian tes di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), tepatnya di Blok C, Lantai 1, Matematika Terapan.

Prof Agussabti menerangkan, sejak sebelum UTBK SNBT, pihaknya sudah melakukan persiapan termasuk akses kepada peserta difabel. Hal ini menjadi komitmen USK yang sejak dulu serius menjadi kampus inklusif.

“USK membuka akses terhadap difabel, dengan sejumlah fasilitas. Semisal jalan khusus di gedung, adanya kursi roda, dan seterusnya. Kami mendoakan semoga peserta ujian difabel mampu menjawab soal dengan benar dan lulus di USK,” ujarnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Harga Gabah Tertinggi di Aceh Timur dan Terendah di Pidie

0
ilustrasi gabah. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga Gabah Kering (GKP) di tingkat petani paling tinggi terjadi di Aceh Timur sebesar Rp6.900 per kilogram (kg), sementara harga GKP petani terendah di Kabupaten Pidie, sebesar Rp5.250 per kg.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Ahmadriswan Nasution menyebut, harga GKP dilakukan pemantauan di daerah Aceh Timur, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, dan Pidie Jaya.

“Harga gabah kering petani tercatat tertinggi di tingkat petani di Aceh Timur dan terendah di Pidie,” ujar Ahmadriswan, Jumat (3/5/2024).

Ahdmadriswan mengatakan, pada April 2024 terjadi penurunan harga sebesar 6,18 persen, di mana harga rata-rata gabah kering panen di tingkat petani menjadi Rp5.967 per kg.

“Begitu juga rata-rata harga di tingkat penggilingan, terjadi penurunan sebesar 5,53 persen, menjadi Rp6.128 per kilogram,” ujar dia.

Selain itu, BPS Aceh juga mencatat hasil pemantauan survei harga dibeberapa daerah pada April 2024, diperoleh Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 144,66 atau mengalami penurunan sebesar 1,48 persen dibandingkan Maret 2024.

“Hal ini disebabkan karena ada penurunan NTP pada sub sektor tanaman pangan, holtikultura dan perikanan,” sebutnya.

Menurutnya, sebelumnya NTP nasional berada pada angka 116,79 atau mengalami penurunan sebesar 2,18 persen. Artinya, kata dia, secara nasional trend-nya juga menurun.

Dia menjelaskan, indeks harga yang diterima petani pada April 2024 sebesar 134,28. Indeks ini mengalami penurunan sebesar 1,16 persen bila dibandingkan bulan sebelumnya.

“Komoditas utama yang menjadi penyumbang penurunan indeks harga yang diterima petani adalah gabah, jagung, dan cabai rawit,” tuturnya.

Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani sebesar 117,12 atau mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen dibanding periode sebelumnya.

“Komoditas utama yang menyumbang indeks harga bayar petani adalah bawang merah, emas perhiasan dan gula pasir,” katanya.

Editor: Akil Rahmatillah

Sidang Keliling, Disdukcapil Serahkan Dokumen Kependudukan

0
Disdukcapil Kota Banda Aceh bersama Pengadilan Negeri Kelas IA Banda Aceh menggelar sidang keliling di Fakultas Hukum USK. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh bersama Pengadilan Negeri Kelas IA Banda Aceh menggelar sidang keliling di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), Jumat (3/5/2024).

Sidang keliling tersebut juga dihadiri adik-adik mahasiswa Fakultas Hukum USK.

Kepala Disdukcapil Banda Aceh, Emila Sovayana mengatakan, sidang keliling tersebut diikuti oleh tiga pemohon. “Ada tiga orang pemohon, dua orang pemohon perubahan nama dan satu orang pemohon perubahan tanggal lahir,” katanya.

Selain itu, ada juga pembuatan akta kelahiran Dekan Fakultas Hukum yang langsung diserahkan pada sidang keliling tersebut.

Emila menambahkan pada hari ini ada dua kegiatan sidang keliling yang dilakukan di Kantor Disdukcapil dan USK. “Tentunya ini kita lakukan dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh menugaskan dua orang Hakim yakni Mustabsyirah, dan Saptika Handhini, serta satu orang Panitera Pengganti yakni Maya Defiyana.

Turut hadir Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Miftahul Jannah, Kabid Inovasi Pelayanan Yaeva Emilia, Kabid Pendaftaran Penduduk Mairiza, Operator Siak Masrul, dan Mawar Oknanda.

Editor: Akil Rahmatillah

Pj Wali Kota Lhokseumawe Promosikan Bordir Khas Daerah pada Ajang Fashion Show Korwil I Apeksi

0
Pj Wali Kota Lhokseumawe Abdul Hanan, dan Pj Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Ainal Mardiah. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Pekanbaru – Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh menampilkan keunikan khas budaya Aceh, pada ajang Korwil I Apeksi melalui pameran maupun fashion show, di Kota Pekanbaru, Sabtu (4/5/2024).

Dalam agenda nasional tersebut, pihak pemerintah melakukan promosi pada hasil kreasi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan pengrajin songket.

Kegiatan fashion show yang diselenggarakan di halaman Kantor Gubernur Riau tersebut, menampilkan songket khas Lhokseumawe yang dikenakan langsung Pj Wali Kota Lhokseumawe Abdul Hanan, dan Pj Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Ainal Mardiah.

Balutan kain berwarna maron dengan motif bungong putra dan kombinasi benang emas, dipamerkan pada ajang nasional tersebut.

Selain itu, pihak pemerintah juga turut membuka stand yang berisi sejumlah produk hasil pelaku UMKM, mulai dari makanan, perlengkapan salat hingga souvenir khas Aceh dan Lhokseumawe.

Pj Wali Kota Lhokseumawe, Abdul Hanan menjelaskan, ajang Apeksi ini menjadi langkah awal pemerintah untuk membuka lebar kesempatan para pelaku UMKM untuk menembus pasar nasional hingga internasional.

“Kita berkomitmen untuk melakukan pembinaan lebih lanjut, agar produk UMKM kita bisa digunakan di luar Aceh,” ungkap A.Hanan.

Selain itu, dia juga terus mengingatkan kepada para pelaku UMKM binaan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM), untuk terus meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan sehingga penjualan semakin meningkat, dan kualitas mampu bersaing di pasaran.

Editor: Akil Rahamtillah

Cilok Kak Nel: Sensasi Kuliner Khas Bandung di Tengah Kota Banda Aceh

0
Gerobak Cilok Bandung Kak Nel. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Di tengah hiruk pikuk kota Banda Aceh menjelang sore, terdapat satu Gerobak kecil yang berhasil mencuri perhatian para pecinta kuliner dengan keunikan cita rasanya.

Cilok Bandung Kak Nel, yang berlokasi di Jalan T. Nyak Arif, Jeulingke, Kota Banda Aceh, menjadi tempat favorit bagi warga untuk menikmati sajian cilok yang lezat dan beragam.

Dengan jam operasional mulai pukul 16.30 WIB hingga 23.00 WIB, tempat ini menjadi tujuan yang sangat direkomendasikan bagi pencinta cilok yang ingin menyantap sajian lezat setelah seharian beraktivitas.

Menariknya, Cilok Bandung Kak Nel menawarkan beragam variasi cilok, mulai dari cilok kecil, cilok sedang, hingga cilok isi telur, daging, dan tahu.

“Rasanya sangat enak dan tekstur ciloknya yang kenyal bikin ketagihan dan mau beli lagi,” ujar salah satu pengunjung setia, Habsah, kepada Nukilan.id pada Senin (6/5/2024) sore.

Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat memilih saus sesuai selera, baik itu saus asam manis yang segar maupun saus kacang yang kaya akan rasa. Dengan harga mulai dari Rp. 1000, pengunjung dapat menikmati sensasi kuliner yang memanjakan lidah tanpa harus khawatir menguras kantong.

Menurut Naila, seorang ibu rumah tangga, keunikan cilok Bandung Kak Nel bukan hanya pada cita rasanya yang istimewa, tetapi juga pada pelayanan yang ramah.

“Pelayanannya cepat, jadi gak perlu lama-lama antri,” ujarnya.

Dengan keunikan dan kelezatan yang ditawarkannya, Cilok Bandung Kak Nel berhasil menarik perhatian para pecinta kuliner di Banda Aceh. Bagi Anda yang penasaran dengan sensasi kuliner cilok yang unik ini, jangan ragu untuk mengunjungi tempat ini dan rasakan nikmatnya sensasi cilok ala Bandung di tengah kota Aceh.

Reporter: Akil Rahmatillah

Sekda Kota Banda Aceh Serahkan SK 306 PPPK Guru dan Tenaga Kesehatan

0
Wahyudi Serahkan SK 306 PPPK Guru dan Tenaga Kesehatan. (Foto: Humas Kota Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh Amiruddin diwakili Sekretaris Daerah Kota Banda Wahyudi, menjadi pembina Apel Gaabungan bersama OPD di lingkungan Pemko. Apel tersebut berlangsung di Halaman Balai Kota Banda Aceh, Senin, 06/05/2024.

Pada kesempatan itu, juga turut diserahkan SK secara simbolis kepada para Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2023 (Guru dan Tenaga Kesehatan).

Sekda Kota Banda Aceh Wahyudi menyampaikan 306 orang telah lulus dan berhak menerima penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Penyerahan SK PPPK ini meliputi 105 guru dan 201 tenaga kesehatan, dengan berbagai keahlian dan kompetensi. Pengangkatan PPPK Tahun 2023 (Guru dan Tenaga Kesehatan) terhitung mulai tanggal 1 Maret 2024 hingga 28 Februari 2029,” ungkapnya.

Di samping itu, Wahyudi juga menjelaskan terkait berbagai prestasi yang telah diraih oleh Pemko Kota Banda Aceh salah satunya yaitu; menerima empat penghargaan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), yaitu : SPIP, MRI, IEPK dan Kapabilitas APIP, yang telah mencapai  level 3.

“Saya mengucapkan apresiasi kepada seluruh OPD. Prestasi ini mencerminkan bahwa Pemko Banda Aceh telah berhasil melaksanakan praktek baik pengendalian intern yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Wahyudi, pemko berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat melalui langkah-langkah inovatif.

“Data yang kami terima dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menunjukkan bahwa kunjungan harian ke MPP telah mencapai angka hingga 500 orang per hari. Ini menunjukkan bahwa keberadaan MPP sebagai pusat pelayanan publik yang terintegrasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kota Banda Aceh,” ungkapnya.

Editor: Akil Rahmatillah