Beranda blog Halaman 1124

Iskandar Usman Al-Farlaky Resmi Ditetapkan Sebagai Calon Bupati Aceh Timur oleh Partai Aceh

0
Iskandar Usman Al-Farlaky Resmi Ditetapkan Sebagai Calon Bupati Aceh Timur oleh Partai Aceh. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Pada Rabu (5/6/2024), kabar mengenai kepastian Iskandar Usman Al-Farlaky sebagai calon bupati Aceh Timur untuk Pilkada 2024 telah menjadi sorotan utama. Hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Peureulak, Muntasir Age, setelah pertemuan khusus dengan Ketua DPP PA, H Muzakir Manaf (Mualem).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Ketua DPW PA Aceh Timur, Zulfadli Aiyub alias Kupiyah Seuke, diputuskan bahwa DPW PA Aceh Timur akan mengusung Iskandar Al-Farlaky dan Zainal Abidin sebagai calon bupati dan wakil bupati. Age menegaskan bahwa Mualem telah memberikan petunjuk kepada Ketua DPW untuk melangkah ke depan dalam meraih kemenangan dan bekerja secara maksimal di lapangan.

“Mengusung Mualem sebagai Gubernur dan pasangan Al-Farlaky-Zainal sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati,” ujar Age.

Ketua KPA Wilayah Peureulak, Hamdani Hasan alias Wakdan, membenarkan hasil pertemuan tersebut. Wakdan juga menambahkan bahwa Mualem sejak awal telah menegaskan pilihan untuk calon yang akan diusung PA sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur.

Diketahui, Iskandar Al-Farlaky, anggota DPRA yang telah terpilih kembali untuk ketiga kalinya, mendapat dukungan besar dari masyarakat Aceh Timur. Iskandar telah mendaftar di DPP PA dengan didukung oleh berbagai tokoh masyarakat, Panglima Wilayah, Panglima Daerah, Panglima Sagoe, dan DPS.

Kini, langkah strategis menuju Pilkada 2024 di Aceh Timur semakin terbuka lebar dengan penetapan Iskandar Usman Al-Farlaky sebagai calon bupati yang didukung penuh oleh Partai Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemilik Warung Mie Aceh di Deliserdang Ditemukan Tewas Mengenaskan, Diduga Korban Pembunuhan

0
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Deliserdang – Abdullah, seorang pemilik warung Mie Aceh di Jalan Makmur, Pasar VII Tembung, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, ditemukan tewas mengenaskan di tempat usahanya pada Minggu (2/6/2024) malam.

Jasad Abdullah pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga yang berkunjung ke warungnya. Menurut keterangan Kepala Dusun VI Desa Bandar Klippa, Dasrizal, korban sudah lebih dari dua minggu tidak terlihat keluar dari warungnya.

“Kondisi jenazah sudah dalam keadaan membusuk dan terlungkup di dalam kamar saat ditemukan,” ujar Dasrizal.

Ia juga menambahkan bahwa Abdullah merupakan warga pendatang dengan KTP dan KK bukan dari daerah setempat.

Beberapa barang milik korban, seperti sepeda motor dan televisi, dilaporkan hilang dari dalam warung. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa Abdullah merupakan korban pembunuhan.

“Kuat dugaan pemilik warung mie Aceh itu merupakan korban pembunuhan. Sebab, ada sejumlah barang korban di dalam warungnya hilang, termasuk televisi dan sepeda motor,” ungkap Dasrizal.

Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung, AKP Japri Binsar Simamora, menyatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Petugas juga tengah mendalami informasi mengenai hilangnya barang-barang milik korban.

“Terkait informasi sepeda motornya hilang, itu belum diketahui secara pasti. Keluarganya juga belum tahu, apakah motornya hilang karena dijual atau alasan lainnya,” kata Japri saat dikutip Tribun-medan pada Kamis (6/6/2024).

Japri menambahkan bahwa polisi menemukan sejumlah barang bukti milik korban di dalam warung, seperti handphone dan uang tunai. Namun, ia belum memberikan detail jumlah uang yang ditemukan.

“Kami menemukan handphone korban dan uang tunai di dalam warung. Namun, jumlah uang tersebut belum bisa kami sebutkan secara detail,” ujarnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban dan terus mengumpulkan informasi terkait barang-barang berharga milik korban yang hilang.

“Sementara masih lidik dan pendalaman,” tegas Japri.

Editor: Akil Rahmatillah

SMAN Modal Bangsa Raih Prestasi Gemilang di FLS2N Tingkat Provinsi Aceh

0
SMAN Modal Bangsa Raih Prestasi Gemilang di FLS2N Tingkat Provinsi Aceh. (Foto: Dok. SMAN Modal Bangsa)

NUKILAN.id | Banda Aceh – SMA Negeri Modal Bangsa (Mosa) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Provinsi Aceh yang digelar pada 1-3 Juni 2024.

Sebelumnya, SMAN Mosa telah mengukir prestasi sebagai juara umum di FLS2N tingkat Kabupaten Aceh Besar. Kini, enam siswa Mosa berhasil meraih juara di FLS2N tingkat Provinsi Aceh.

“Alhamdulillah, ada enam siswa Mosa yang meraih juara di FLS2N tingkat Provinsi Aceh,” ujar Kepala SMAN Mosa, Misra MPd, Kamis (6/6/2024).

Ajang yang digelar secara daring ini diikuti oleh para juara dari 23 kabupaten/kota se-Aceh. Berdasarkan pengumuman dari Dinas Pendidikan Aceh pada 4 Juni 2024, SMAN Mosa berhasil meraih enam juara di enam cabang lomba.

Pembina Seni SMAN Mosa, Yassi Hernawati, menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih para siswa.

“Alhamdulillah siswa kita merebut enam juara,” ujar Yassi, didampingi oleh Kepala Sekolah, Misra SPd MPd.

Berikut adalah daftar siswa SMAN Mosa yang berhasil meraih juara:
1. Juara 1 Baca Puisi: Muhammad Syafiq Al-Barra
2. Juara 1 Cipta Lagu: Misya Fathia
3. Juara 1 Desain Poster: Muhammad Umar Fakhtan
4. Juara 3 Tari Kreasi: Putei Salsabila dan Aufa Geubrina
5. Juara 3 Instrumental Solo: Ahmad Tanwil Syahrani
6. Juara 3 Cipta Puisi: Fathiya Alifia Bustamam

“InsyaAllah, anak-anak yang meraih juara 1 dan 2 FLS2N Provinsi akan melanjutkan ke semi final tingkat Nasional. Mari kita doakan siswa-siswi Mosa khususnya dan Aceh umumnya dapat tembus sebagai finalis atau 10 terbaik Nasional,” tambah Misra.

Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMAN Modal Bangsa dan juga masyarakat Aceh. Semoga para siswa yang melaju ke tingkat nasional dapat membawa nama baik sekolah dan daerah dengan meraih hasil yang terbaik.

Editor: Akil Rahmatillah

Prakiraan Cuaca Tiga Hari ke Depan: Hujan dan Cerah Berawan di Sebagian Aceh

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara memprediksi cuaca di enam kabupaten/kota di Aceh akan bervariasi antara hujan, berawan, dan cerah berawan selama tiga hari ke depan. Prakiraan cuaca ini berlaku mulai Kamis (6/6/2024) hingga Sabtu (8/6/2024).

Menurut informasi yang dibagikan melalui grup WhatsApp Info BMKG Malikussaleh, keenam wilayah yang akan mengalami perubahan cuaca tersebut adalah Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa.

Pada hari Kamis (6/6/2024), BMKG memprediksi bahwa Bener Meriah, Aceh Utara, dan Langsa akan dilanda hujan sedang. Sementara itu, Bireuen diperkirakan akan mengalami cuaca berawan, dan Lhokseumawe serta Aceh Timur akan diguyur hujan ringan.

Memasuki hari Jumat (7/6/2024), cuaca di Bener Meriah diprediksi beralih menjadi hujan ringan. Sementara itu, wilayah Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa akan menikmati cuaca cerah berawan.

Di akhir pekan, pada Sabtu (8/6/2024), Bener Meriah masih akan tetap mengalami hujan ringan. Di sisi lain, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa diperkirakan akan kembali berawan.

BMKG juga memberikan informasi terkait suhu udara di wilayah-wilayah tersebut. Untuk Bener Meriah, suhu diprediksi berkisar antara 16 hingga 29 derajat Celsius. Sedangkan suhu di Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bireuen diperkirakan berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius.

Dengan adanya prakiraan cuaca ini, diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca yang akan datang. Terus pantau informasi cuaca dari BMKG untuk mendapatkan update terkini.

Editor: Akil Rahmatillah

DMD Panggung Rezeki Siap Mewujudkan Mimpi jadi Bintang dalam Satu Malam

0
DMD Panggung Rezeki Siap Mewujudkan Mimpi jadi Bintang dalam Satu Malam. (Foto: MNCTV)

NUKILAN.id | Jakarta – Kontes dangdut Dangdut Mania Dadakan (DMD) Panggung Rezeki kini menjadi panggung Impian Sejuta Cerita. Sudah banyak peserta yang berhasil tampil di panggung DMD mewujudkan mimpi dan jadi bintang dalam satu malam hanya di DMD Panggung Rezeki. MNCTV menayangkan Dangdut Mania Dadakan (DMD) Panggung Rezeki setiap Kamis pukul 21.30 WIB.

Berbagai profesi dapat ikut ber TATATA di Dangdut Mania Dadakan. Banyak cerita dan kisah penuh kejutan yang tak terduga di Dangdut Mania Dadakan. Mulai mendapatkan berlimpah rezeki dari Tuan Takur dan Juri Jutawan.

Di episode DMD Panggung Rezeki tanggal 6 Juni, Mulai pertama kalinya spesial audisi dari Iis Dahlia, tiga pria terpilih untuk ditantang ke challenge selanjutnya. Seorang peserta yang selalu insecure dengan dirinya sendiri, tiba-tiba di makeover Caren Delano. Alhasil, saat tampil jadi lebih percaya diri.

Tidak sampai disitu, keseruan di episode DMD Panggung Rezeki tanggal 6 Juni, ada juga, bagaimana seorang kakak bernama Arlis yang sedang berjuang untuk biaya pengobatan operasi adiknya, akan tetapi ia gagal dalam menaklukkan tantangan.

Saksikan terus keseruan DMD Panggung Rezeki setiap Kamis 6 Juni, pukul 21.30 WIB hanya di MNCTV Selalu di Hati.

Editor: Akil Rahmatillah

Ketua Umum SPBI Desak GM PLN Aceh Mundur Akibat Krisis Listrik

0
Ilustrasi kelistrikan (Foto: SINDOnews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), Dr. Iswadi, M.Pd., mendesak General Manager (GM) PLN Wilayah Aceh untuk mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas krisis listrik yang melanda Aceh.

Provinsi paling barat Indonesia ini telah lama berjuang dengan berbagai isu infrastruktur, termasuk masalah kelistrikan yang sering kali hidup-mati. Kondisi ini telah menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan yang signifikan terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat Aceh.

“Ketidakstabilan pasokan listrik yang sering hidup mati telah menjadi keluhan utama masyarakat Aceh, menciptakan ketidaknyamanan dan gangguan yang signifikan terhadap aktivitas sehari-hari. Atas kondisi ini kita minta secara tegas General Manager (GM) PLN Wilayah Aceh mengundurkan diri,” ujar Dr. Iswadi, M.Pd, Rabu (5/6/2024).

Menurut Dr. Iswadi, ketidakstabilan pasokan listrik di Aceh menunjukkan ketidakmampuan GM PLN Wilayah Aceh dalam mengatasi masalah yang terus terjadi. Hal ini berdampak pada berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, bisnis, pendidikan, hingga layanan publik.

“Dalam beberapa bulan terakhir, Aceh telah mengalami pemadaman listrik yang tidak terduga dan sering terjadi. Warga melaporkan bahwa pemadaman bisa terjadi beberapa kali dalam sehari, dengan durasi yang bervariasi dari beberapa menit hingga berjam-jam,” jelasnya.

Pemadaman listrik ini tidak hanya terjadi di satu wilayah tetapi tersebar di seluruh provinsi, dari Banda Aceh hingga daerah-daerah pedalaman. Kondisi ini memperparah kesulitan yang dialami oleh masyarakat, terutama di daerah terpencil yang sudah memiliki akses terbatas ke infrastruktur dasar.

Di sektor pendidikan, pemadaman listrik mengganggu proses belajar-mengajar. Sekolah dan universitas yang bergantung pada perangkat elektronik dan internet untuk kegiatan pembelajaran mengalami kesulitan besar. Mahasiswa dan siswa tidak dapat mengikuti pelajaran secara efektif, terutama di era digital saat ini di mana banyak kegiatan pendidikan dilakukan secara online.

Selain itu, di sektor kesehatan, pemadaman listrik menimbulkan ancaman serius. Rumah sakit dan klinik yang memerlukan listrik untuk operasi perangkat medis vital harus bergantung pada generator cadangan yang tidak selalu tersedia atau andal. Ini meningkatkan risiko kegagalan dalam pelayanan medis yang bisa berakibat fatal.

Sektor bisnis juga terkena dampak besar. Usaha kecil dan menengah yang tidak memiliki sumber daya untuk generator cadangan harus menanggung kerugian karena operasional terganggu. Ini juga berdampak pada produktivitas karyawan yang harus bekerja di lingkungan yang tidak stabil dan tidak nyaman.

Dr. Iswadi, M.Pd., yang merupakan tokoh pendidikan dan masyarakat yang dihormati di Aceh, secara vokal menyuarakan keprihatinannya terhadap situasi ini. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap manajemen PLN Wilayah Aceh yang dianggapnya gagal mengatasi masalah ini dengan efektif.

Menurut dia, ketidakmampuan manajemen untuk menyediakan pasokan listrik yang stabil menunjukkan kurangnya kompetensi dan tanggung jawab.

Masyarakat dan pejabat terkait menyambut baik desakan ini. Beberapa anggota masyarakat menganggapnya sebagai langkah yang diperlukan untuk mendesak perubahan yang signifikan. Mereka berharap bahwa dengan adanya pemimpin baru, PLN Wilayah Aceh dapat menemukan solusi yang lebih efektif untuk mengatasi masalah kelistrikan.

Di sisi lain, pihak manajemen PLN memberikan tanggapan berbeda. Mereka mengklaim bahwa upaya untuk memperbaiki kondisi kelistrikan di Aceh sedang dilakukan. Menurut mereka, pemadaman listrik disebabkan oleh beberapa faktor teknis yang kompleks, termasuk kondisi jaringan yang sudah tua dan kurangnya sumber daya. Mereka juga menyatakan bahwa investasi besar sedang dilakukan untuk meningkatkan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut.

Namun, klaim ini tidak cukup memuaskan masyarakat yang telah lama merasakan dampak negatif dari pemadaman listrik. Mereka merasa bahwa tindakan nyata dan hasil yang konkret lebih penting daripada sekedar janji dan rencana.

Masalah kelistrikan di Aceh mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam pengelolaan infrastruktur di Indonesia. Infrastruktur yang kuno dan tidak memadai, kurangnya sumber daya, dan manajemen yang kurang efektif menjadi faktor penyebab utama.

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa langkah dapat diambil, seperti investasi dalam infrastruktur, peningkatan manajemen dan tata kelola, penggunaan energi terbarukan, serta pelibatan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.

Desakan Dr. Iswadi, M.Pd., untuk mundurnya General Manager PLN Wilayah Aceh merupakan refleksi dari frustrasi masyarakat terhadap kondisi yang tidak kunjung membaik. Perubahan dalam kepemimpinan mungkin menjadi langkah awal yang diperlukan, tetapi yang lebih penting adalah komitmen untuk investasi dan perbaikan jangka panjang.

Kerjasama antara pemerintah, PLN, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Hanya dengan upaya bersama, masyarakat Aceh dapat menikmati kehidupan yang lebih nyaman dan produktif.

Editor: Akil Rahmatillah

Fachrul Razi Soroti Tantangan Demokrasi Indonesia di Konferensi Internasional UIN Arraniry

0
Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi dalam dalam Internasional Conference Social and Governmental Science ke 3 yang diselenggarakan UIN Ar-Raniry. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Komite I DPD RI, Fachrul Razi, menegaskan bahwa demokrasi tetap menjadi pilihan terbaik untuk Indonesia meski memiliki berbagai kelemahan yang perlu diperbaiki. Hal ini disampaikannya dalam Internasional Conference Social and Governmental Science ke-3 di UIN Arraniry, Banda Aceh, yang digelar secara hybrid pada 5 Juni 2024. Saat itu, Fachrul Razi berada di Madrid, Spanyol, memimpin delegasi DPD RI.

Dalam paparannya, Fachrul Razi menjelaskan bahwa demokrasi, sebagai penerapan prinsip kebebasan mayoritas, adalah sistem yang disepakati dan dijalankan oleh mayoritas.

“Demokrasi adalah kesepakatan mayoritas dan kebijakan yang diambil oleh mayoritas,” ujarnya.

Tema utama yang diangkat dalam konferensi tersebut adalah “Preventing Democratic Backsliding and The Rule of Law Crisis: The Future of Indonesia’s Democracy.” Fachrul Razi menggarisbawahi sejumlah masalah yang muncul pasca transisi demokrasi di Indonesia, seperti pemberontakan massa, konflik etnis komunal, tingkat kemiskinan ekstrem, ketimpangan sosial ekonomi yang mencolok, inflasi kronis, utang luar negeri yang besar, terorisme, dan keterlibatan negara secara ekstensif dalam perekonomian.

Menurutnya, transisi demokrasi di Indonesia juga menghadapi tantangan dari kecenderungan kembali ke otoritarianisme.

“Tidak ada fakta atau kompromi antara kelompok status quo dan kelompok pro-demokrasi untuk memberantas semua bentuk penghadangan terhadap demokrasi. Ini menjadi hambatan besar bagi agenda perubahan signifikan ke arah demokrasi,” tegas Fachrul Razi.

Ia juga menyoroti problem pelembagaan demokrasi di Indonesia dari perspektif sistem dan aktor. Demokrasi prosedural yang cenderung artifisial menjadi penyebab tidak terbentuknya konsensus mengenai demokrasi di kalangan masyarakat.

“Pengabaian demokrasi prosedural terhadap kondisi struktur sosial-ekonomi mengakibatkan terbentuknya struktur ekonomi berbasis etnis dan kembalinya negara patrimonial serta politik identitas dalam tata politik Indonesia modern,” jelasnya.

Selain itu, Fachrul Razi menyoroti fenomena ‘pembajakan’ demokrasi, di mana birokrasi masih didominasi oleh orang-orang yang dididik di bawah rezim otoriter dan terlibat korupsi. Hal ini menyebabkan mereka tidak mampu melayani kepentingan publik.

“Muncul aktor-aktor baru dalam politik yang memanfaatkan peluang demokratisasi untuk kepentingan pribadi (free riders),” tambahnya.

Konsekuensinya, terbangun model demokrasi semu (pseudo democracy) di mana prosedur dan institusi demokrasi modern secara formal diadopsi, namun substansi demokrasi murni tidak terwujud. Demokrasi gagal mewujudkan kesejahteraan dan tidak ada pelembagaan nilai-nilai demokrasi.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, Fachrul Razi menyarankan sejumlah solusi, seperti menumbuhkan kultur demokrasi melalui pendidikan politik kewargaan (civic education) yang kritis agar masyarakat sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Selain itu, penegakan hukum yang tegas dan tidak diskriminatif sangat penting untuk memulihkan kepercayaan publik dan memperkuat legitimasi pemerintah.

“Menumbuhkan semangat moral dalam praktik politik, pemerintahan, dan pembangunan sangat penting agar perilaku elit politik dan ekonomi semakin dekat dengan tujuan mewujudkan kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial. Perlu ada keberpihakan politik dan kedewasaan berpolitik, khususnya dari para elit sebagai pendorong demokratisasi,” tutup Fachrul Razi.

Editor: Akil Rahmatillah

Warga Kluet Tengah Resah, Lahan Pertanian Hancur Akibat Amukan Gajah Liar

0
Kondisi salah satu lahan pertanian warga Kluet Tengah yang rusak akibat amukan Gajah liar. (Foto: Dok warga)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Sejumlah lahan pertanian dan perkebunan milik warga di Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan, mengalami kerusakan parah akibat serangan gajah liar. Insiden yang berlangsung selama sebulan terakhir ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat.

Ridwan Fahdi, seorang mahasiswa Kluet Tengah mengatakan, gajah liar diketahui masih berkeliaran di kawasan Arum Babah, Desa Lawe Melang hingga ke gampong sekitarnya.

“Kadang-kadang gajah turun ke Malaka hingga ke Jambo Papan,” ungkap Ridwan Fahdi, saat dihubungi oleh Nukilan.id, Rabu (5/6/2024) melalui sambungan telepon.

Menurut Ridwan, kondisi ini seharusnya mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Ia mengatakan kawanan gajah liar tersebut merusak berbagai tanaman produktif di area pertanian, termasuk kebun sawit, kebun pisang, dan kebun jagung.

“Hal ini sangat merugikan masyarakat,” tambah Ridwan.

Ridwan berharap agar penanganan terhadap gajah liar ini segera dilakukan dengan serius untuk menghindari konflik satwa dan manusia di masa mendatang.

“Kami berharap agar masalah ini tidak berdampak lebih lanjut pada kondisi ekonomi warga di wilayah setempat,” harapnya.

Hingga saat ini, kondisinya tidak hanya membuat warga resah, tetapi juga melumpuhkan ekonomi karena rata-rata kehidupan warga setempat ditopang dari hasil berkebun. Warga berharap segera ada solusi agar mereka bisa kembali hidup tenang dan ekonomi mereka pulih.

Reporter: Akil Rahmatillah

Kapolda Aceh Instruksikan Telusuri Harta Kekayaan Pelaku Narkoba

0
Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko, didampingi Wakapolda Aceh, Birgjen Armia Fahmi saat memberikan keterangan pers di Polda Aceh, pada Rabu 5 Juni 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko, menginstruksikan kepada Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh untuk menelusuri harta kekayaan para pelaku narkoba di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko, dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkotika jaringan internasional Thailand-Indonesia, di Polda Aceh, pada Rabu (5/6/2024).

“Saya minta nanti Dirresnarkoba agar menelusuri harta kekayaan para pelaku narkoba. Operasional mereka itu tergantung uangnya. Jadi, perlu diterapkan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang), sebagaimana juga perintah dari Mabes Polri,” tegas Achmad Kartiko.

Menurut Kapolda Aceh, kekuatan operasional jaringan narkoba sangat bergantung pada kekuatan finansial para pelakunya. Oleh karena itu, penelusuran harta kekayaan menjadi langkah penting dalam upaya pemberantasan narkoba.

Selain menelusuri harta kekayaan para pelaku narkoba, Kapolda Aceh juga menyampaikan beberapa upaya preventif dan preemtif yang telah dilakukan untuk memberantas narkoba di Aceh.

“Upaya tersebut adalah dengan pembentukan kampung bebas narkoba (KBN) di Kota Banda Aceh yang melibatkan tokoh masyarakat dan agama. Pembentukan KBN ini nantinya akan jadi contoh, sehingga akan ikut dibentuk di kabupaten/kota lain yang ada di Aceh,” katanya,

Selain itu, sambung Abituren Akabri 1991 itu, pihaknya juga aktif melakukan razia dengan melibatkan TNI di jalur utama yang menjadi lintasan narkoba. Hal ini membuktikan keseriusan Polda Aceh dan Polres jajaran dalam memberantas narkoba.

Sebelumnya diberitakan,  Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dan ganja dari jaringan internasional Thailand-Indonesia di wilayah Aceh. 

Dalam operasi yang dilakukan pada tanggal 24 April hingga 28 Mei 2024 dengan tiga kasus, petugas berhasil mengamankan 31 kilogram sabu dan 370 kilogram ganja, serta menangkap tiga orang tersangka.

Dengan adanya pengungkapan tersebut, bila sabu seberat 31 kg dikalikan pengguna delapan orang per gramnya, maka 248.000 jiwa generasi bangsa terselamatkan.

Begitu juga dengan ganja. Bila 370 kg dikalikan lima orang pengguna per gramnya, maka 1.850.000 jiwa generasi bangsa terselamatkan. Secara keseluruhan, dengan adanya pengungkapan tersebut, maka 2.098.000 jiwa generasi bangsa berhasil diselamatkan.

Reporter: Rezi

Nahkoda Kapal Rohingya Divonis 8 Tahun Penjara

0
Sidang putusan terdakwa Penyelundupan Manusia di Pengadilan Negeri Jantho, Aceh Besar, pada Rabu 6 Juni 2024.

NUKILAN.id | Aceh Besar – Mohammed Amin, warga Myanmar yang merupakan nakhoda kapal Rohingya yang mendarat di Aceh Besar beberapa waktu lalu, divonis dengan hukuman delapan tahun penjara. 

Vonis tersebut dijatuhkan dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Jantho, Aceh Besar, pada hari Rabu (5/6/2024) yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Fadhil.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Mohammad Amin, terdakwa Anisul Hoque dan terdakwa Habibul Basyar terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyelundupan manusia,” kata Hakim Fadhil saat membacakan putusan.

Majelis Hakim menjatuhkan hukuman penjara delapan tahun kepada terdakwa Mohammad Amin. Sementara itu, dua terdakwa lain, Anisul Hoque dan Habibul Basyar, divonis dengan hukuman enam tahun penjara masing-masing. Para terdakwa juga dibebani denda sebesar Rp500 juta.

Majelis hakim juga memvonis dua terdakwa lain yakni Anisul Hoque dan Habibul Basyar dengan masing-masing enam tahun penjara. Para terdakwa juga dijatuhkan pidana denda sebesar Rp500 juta. 

“Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan masing-masing selama tiga bulan,” ujarnya.

Dalam sidang itu hakim juga menyatakan bahwa ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 120 ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Muhammed Amin diketahui membawa 136 pengungsi Rohingya dari kamp penampungan di Cox’s Bazar Bangladesh ke Aceh Besar dengan ongkos Rp14 juta hingga Rp16 juta per orang.

Sementara itu, Wakil Kapten Kapal Anisul Hoque dan Teknisi Kapal Habibul Basyar juga ditetapkan sebagai tersangka atas perannya dalam membantu Muhammed Amin dalam penyelundupan tersebut.

Reporter: Rezi