Beranda blog Halaman 1122

Abu Razak Minta Pengurus KONI Aceh Maksimalkan Persiapan PON

0
Abu Razak Minta Pengurus KONI Aceh Maksimalkan Persiapan PON. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Umum KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar meminta kepada pengurus, untuk lebih memaksimalkan lagi persiapan para atlet dan pelatih jelang 93 hari pelaksanaan pembukaan PON XXI Tahun 2024 Aceh-Sumut.

Hal itu disampaikan oleh Abu Razak—sapaan akrab H. Kamaruddin Abu Bakar— di hadapan seluruh jajaran pengurus pada forum Rapat Pleno II KONI Aceh, Kamis 6 Juni 2024, di Sekretariat KONI Aceh, Banda Aceh.

“KONI Aceh menjadi leading sector berhasil atau tidak Kontingen Aceh meraih prestasi pada PON 2024. Jadi saya minta, dalam sisa waktu 93 hari lagi ini, bersama-sama kita maksimalkan persiapan, untuk mencapai prestasi maksimal, dan target 10 besar,” tegas Abu Razak.

Mengulang penegasan yang sama, Abu Razak menekankan target meraih prestasi yang lebih maksimal di ajang PON bukan hanya menjadi tanggungjawab Ketua Umum semata, melainkan tanggungjawab seluruh pengurus harian KONI Aceh, bersama Pengprov Cabang Olahraga.

Pada kesempatan itu Abu Razak juga menekankan agar para pengurus dapat terus menjaga kekompakan dan solidaritas, seperti yang telah terbangun selama ini, khususnya dalam masa hampir satu dekade terakhir ini.

“Keberhasilan kita memecahkan dua kali rekor raihan medali emas, yaitu pada PON 2016 Jawa Barat dan PON 2021 Papua, tidak terlepas dari kekompakan dan solidaritas, baik antara sesama pengurus harian, dan dengan Pengprov Cabang Olahraga,” kata Abu Razak.

Ia juga meminta kepada para pengurus, untuk memfinalkan segala kebutuhan atlet serta pelatih, baik yang bertanding di Aceh dan Sumut.

“Ingat, waktu kita tidak lama lagi. Tugas utama KONI Aceh adalah mempersiapkan atlet dan pelatih. Ini tanggungjawab kita bersama, jadi sama-sama kita perjuangkan,” kata Abu Razak.

Editor: Akil Rahmatillah

Pelaku UMKM Banda Aceh Tuntut Ganti Rugi dari PLN Akibat Pemadaman Listrik

0
Ilustrasi listrik padam. (Foto: VOI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemadaman listrik yang terjadi beberapa hari terakhir di Banda Aceh telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Isra Wandi, salah satu pemilik usaha laundry di Banda Aceh, menuntut agar Perusahaan Listrik Negara (PLN) membayar kerugian yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik yang kerap terjadi.

Isra Wandi menegaskan, sebagai konsumen, masyarakat harus membayar denda jika terlambat membayar tagihan listrik bulanan, bahkan bisa berujung pada pemutusan sambungan listrik. Oleh karena itu, Isra menuntut adanya kompensasi bagi masyarakat setiap kali terjadi pemadaman listrik.

“Jika listrik mati, maka harus ada ganti rugi bagi masyarakat,” kata Isra kepada Nukilan.id, Kamis, (6/6/2024).

Menurut Isra, negara memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menjamin ketersediaan pasokan energi listrik. Hal ini termasuk memberikan harga yang wajar guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Pelaku UMKM lainnya, Amal Izza, juga menyuarakan hal serupa. Izza menyatakan bahwa konsumen berhak mendapatkan pasokan listrik secara terus-menerus dengan mutu dan keandalan yang baik. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi PLN untuk tidak melayani masyarakat dengan baik.

“Pemadaman listrik membuat pelaku UMKM yang memanfaatkan perangkat elektronik mengalami kerugian karena mereka tidak bisa menjalankan bisnis mereka tanpa adanya listrik,” keluh Izza yang juga pemilik salah satu bimbel di Banda Aceh.

Selain berdampak pada UMKM, pemadaman listrik juga mengganggu jaringan telekomunikasi. Biarpet listrik membuat masyarakat sulit untuk memanfaatkan jaringan telepon maupun internet.

“Melihat kondisi ini, pemerintah Aceh harus lebih tegas dan memberikan peringatan kepada PLN untuk membenahi pelayanan,” ujar Izza.

Ia juga menambahkan bahwa PLN seharusnya melakukan pemadaman listrik sesuai dengan jadwal yang disebarluaskan kepada masyarakat terlebih dahulu.

Tuntutan para pelaku UMKM ini mencerminkan keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan listrik yang lebih baik dan konsisten, demi kelancaran aktivitas sehari-hari dan keberlangsungan usaha mereka. Pemerintah Aceh diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk memastikan PLN meningkatkan pelayanannya demi kepentingan masyarakat luas.

Reporter: Akil Rahmatillah

Soal Temuan Migas Raksasa, Antropolog: Aceh Jangan Terhipnotis Lagi Oleh Pusat

0
Antropolog dan praktisi pembangunan Aceh, Bulman Satar. (Foto: SS SagoeTV)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penemuan cadangan gas besar-besaran baru-baru ini di laut lepas Andaman, tepatnya di Blok Andaman II dan South Andaman, membawa harapan besar bagi perekonomian Aceh. Sumur Timpan-1 di Blok Andaman II yang dioperasikan oleh Premier Oil mengungkapkan potensi gas bumi hingga 5,5 triliun kaki kubik (TCF). Temuan ini disebut-sebut sebagai “giant discovery” atau penemuan raksasa.

Dalam sesi podcast terbaru Sagoe TV, seorang antropolog dan praktisi pembangunan Aceh, Bulman Satar, memberikan pandangannya mengenai penemuan ini dan tantangan yang dihadapi Aceh dalam mengelola sumber daya alamnya. Saat ditanya oleh host tentang kemungkinan mengulang sejarah kelam seperti yang terjadi pada PT Arun, Bulman memberikan analisis mendalam.

“Ada dinamika yang harus kita perhatikan. PT Arun adalah bagian dari sejarah Aceh yang kelam, dan kita harus belajar dari pengalaman tersebut,” ujar Bulman dikutip Nukilan.id, Kamis, (6/6/2024).

Menurutnya, penting bagi Aceh untuk melakukan konsolidasi dan mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni. Ia mengatakan Aceh harus memiliki bargaining position yang kuat terhadap pemerintah pusat.

“Dulu, kita terhipnotis dengan trilogi pembangunan, salah satunya adalah pemerataan hasil pembangunan. Namun, yang terjadi saat itu justru hasil dari Aceh banyak tersedot keluar,” tambahnya.

Bulman menekankan perlunya aturan yang ketat dalam distribusi hasil sumber daya alam, sehingga aloksai bagi hasil sumber daya alam untuk Aceh agar bisa diawasi oleh seluruh masyarakat.

“Kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Aturan seperti alokasi 30% hasil sumber daya untuk Aceh harus dikawal bersama,” tegasnya.

Temuan gas bumi ini membawa harapan baru, namun juga tantangan besar bagi Aceh. Dengan belajar dari masa lalu dan mengedepankan transparansi serta distribusi yang adil, Aceh diharapkan mampu memanfaatkan kekayaan alamnya untuk kemakmuran masyarakatnya tanpa mengulangi kesalahan sejarah.

Reporter: Akil Rahmatillah

Pj Gubernur Aceh Resmikan Tim Terpadu Pengawasan Produk Halal LPPOM MPU Aceh

0
Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah melakukan foto bersama dengan Pimpinan MPU Aceh dan Tim Terpadu. (Foto: MPU Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Gubernur Aceh, Bustami, meresmikan Tim Terpadu Penataan dan Pengawasan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) LPPOM MPU Aceh pada Kamis (6/6/2024). Acara pengukuhan ini berlangsung di Gedung Tgk. H. Abdullah Ujong Riba MPU Aceh dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting.

Tim Terpadu ini dipimpin oleh Wakil Ketua MPU Aceh, Prof. Dr. Tgk. H. Muhibbuththabary, M.Ag., yang bertugas memastikan penataan dan pengawasan produk halal di Aceh. Dalam sambutannya, Pj Gubernur Aceh menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam menerapkan syariat Islam secara kaffah, sebagaimana tercermin dalam Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2016 tentang SJPH.

“Salah satu pilar penting dalam pelaksanaan SJPH adalah Tim Terpadu ini. Mereka akan melakukan penataan dan pengawasan terhadap pelaku usaha dan produk halal, serta membantu LPPOM MPU Aceh dalam melaksanakan sertifikasi halal,” ujar Bustami.

Selain penataan dan pengawasan, Tim Terpadu juga bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya produk halal dalam kehidupan sehari-hari. Pj Gubernur menggarisbawahi pentingnya sinergi antarinstansi terkait untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan SJPH.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali, menyoroti pentingnya penyediaan produk halal menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut.

“MPU Aceh berupaya memastikan makanan yang disuguhkan kepada atlet dan tamu PON benar-benar tersertifikasi halal,” tegas Faisal Ali.

Kepala Sekretariat MPU Aceh, Usamah, S.Ag., MM, mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Aceh agar Tim Terpadu dapat menjalankan tugasnya secara maksimal. Hingga kini, LPPOM MPU Aceh telah mengeluarkan 962 sertifikat halal di seluruh Aceh. Tim Terpadu akan terus mengawasi pelaku usaha yang telah mendapatkan sertifikasi halal dan akan mencabut sertifikat bagi yang tidak mematuhi aturan.

Dengan langkah ini, Aceh berkomitmen untuk menjaga kehalalan dan higienitas produk yang dikonsumsi masyarakat, terutama menjelang event besar seperti PON XXI Aceh-Sumut.

Editor: Akil Rahmatillah

Ekspor Batubara Aceh ke India Capai USD31,05 Juta

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Provinsi Aceh melakukan ekspor batubara ke India sebesar USD31,05 juta pada April 2024. Disusul negara Thailand sebesar USD11,22 juta dengan komoditas utama kondensat.

Kemudian, peringkat ketiga adalah Amerika Serikat USD6,66 juta dengan komoditas utama berupa kopi.

Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution menjelaskan, nilai ekspor barang asal Aceh pada April 2024 sebesar 58,31 juta USD. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 12,70 persen dibandingkan ekspor pada Maret 2024.

“Angka ini juga mengalami kenaikan sebesar 5,24 persen jika dibandingkan dengan kondisi April 2023,” tuturnya, Selasa (4/6/2024).

Adapun komoditas asal Aceh yang sebagian besar diekspor melalui pelabuhan di Aceh dan lainnya melalui pelabuhan di luar Aceh.

Komoditas Aceh yang diekspor melalui pelabuhan Aceh pada April 2024 sebesar USD41,57 juta atau 71,29 persen, sedangkan sisanya diekspor melalui provinsi lain.

“Di mana sebagian besar diekspor melalui provinsi tetangga yaitu Provinsi Sumatra Utara sebesar USD16,54 juta,” katanya.

Lanjut dia, engan demikian, secara keseluruhan komoditas terbesar yang di ekspor pada April 2024 adalah batubara senilai USD30,66 juta. “Disusul kopi dan rempah senilai USD12,95 juta, dan kondensat USD9,51 juta,” ujar dia. 

Editor: Akil Rahmatillah

Pedagang Ikan Hias di Banda Aceh Terancam Rugi Besar Akibat Pemadaman Listrik

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemadaman listrik yang melanda Kota Banda Aceh dalam beberapa hari terakhir berdampak besar pada para pedagang ikan hias. 

Pasalnya, ikan hias sangat bergantung pada pasokan oksigen yang dihasilkan oleh alat-alat yang membutuhkan listrik, seperti aerator dan pompa air.

Matinya aliran listrik selama berjam-jam membuat alat-alat tersebut tidak dapat berfungsi, sehingga ikan hias kekurangan oksigen dan berakibat fatal.

Hal ini menyebabkan banyak ikan hias mati dan membuat para pedagang terancam mengalami kerugian yang signifikan.

Salah seorang penjual ikan hias di Toko Thara Aquarium, Banda Aceh, Saed mengungkapkan kekhawatirannya karena pemadaman listrik dalam beberapa hari terakhir ini.

“Ikan hias sangat bergantung pada oksigen, kalau mati lampu sebentar saja ikan sudah mulai lemah,” kata Saed saat ditemui Nukilan di Toko Thara Aquarium, Banda Aceh, pada Kamis (6/6/2024). 

Menurutnya, ikan mas koki merupakan salah satu jenis ikan hias yang populer dan paling rentan terhadap kekurangan oksigen.

Saed menuturkan bahwa harga ikan mas koki di tokonya berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 150.000 per ekor. “Jika banyak ikan yang mati, tentu saja akan menjadi kerugian besar bagi kami,” keluhnya.

Meskipun Thara Aquarium memiliki genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik, Saed menjelaskan bahwa solusi tersebut tidak ideal. 

“Genset membutuhkan banyak bahan bakar. Jika pemadaman listrik berlangsung lama, biaya bahan bakarnya bisa sangat tinggi,” tambah Saed.

Reporter: Rezi

KIP Banda Aceh Perkenalkan Pilkada 2024 di Kalangan Mahasiswa

0
KIP Banda Aceh Perkenalkan Pilkada 2024 di Kalangan Mahasiswa. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh memperkenalkan tahapan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala (Pilkada) 2024 Kota Banda Aceh kepada kalangan mahasiswa.

Salah satu upayanya adalah dengan turut ambil bagian dalam Pameran (Eksibisi) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Expo 2024 Nasional Eksibi dan Kompetisi di Kampus FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (4/6/2024).

“Peran Generasi Z kalangan mahasiswa berpartisipasi pada Pilkada 2024 Kota Banda Aceh Tahun 2024 sangat besar dalam meningkatkan Partisipasi Masyarakat” ujar Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM, dan Partisipasi Masyarakat KIP Kota Banda Aceh, Muhammad Zar.

KIP Kota Banda Aceh, nantinya juga melakukan Sosialisasi Pilkada dan bermitra dengan pihak terkait agar pelaksanaan Pilkada 2024 pada 24 November 2024 mendatang lebih baik dari sebelumnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Politik FISIP UIN Ar-Raniry, Rizkika Lhena Darwin mengatakan, kegiatan FISIP UIN EXPO Nasional 2024 berlangsung selama tiga hari dari Selasa, 4 sampai 6 Juni 2024 pukul 09:00 – 15:00 WIB.

“Kegiatan turut diikuti oleh mitra FISIP UIN Ar-Raniry dan mahasiswa dengan perlombaan yang bersifat pendidikan,” ujar Rizkika.

Editor: Akil Rahmatillah

PAN Beri Rekomendasi, Teuku Muhammad Nurlif Ditetapkan Sebagai Cagub Aceh 2024

0
Ketua DPW PAN Aceh Mawardi Ali menyerahkan rekomendasi dukungan dari DPP PAN untuk Ketua DPD I Golkar Aceh T Nurlif sebagai calon gubernur Aceh. (Foto: Serambinews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan rekomendasi bergengsi kepada Teuku Muhammad Nurlif untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024.

Dalam sebuah acara yang berlangsung di kantor PAN Aceh, Rabu (5/6/2024), Dokumen rekomendasi itu secara resmi diserahkan oleh Ketua DPW PAN Aceh, Mawardi Ali, kepada Nurlif, yang juga merupakan Ketua DPD I Partai Golkar Aceh.

Kedatangan Nurlif ke markas PAN didampingi oleh sejumlah pengurus teras Golkar. Rombongan tersebut disambut hangat oleh Ketua PAN Aceh, Mawardi Ali, beserta jajaran pengurus partai berlambang matahari putih tersebut.

Keputusan politik yang diambil PAN ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat wacana pembentukan poros baru dalam pengusungan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh pada Pilkada mendatang.

Meskipun sebelumnya telah mendaftar ke Partai Gerindra sebagai calon gubernur Aceh, Nurlif juga tetap mempertahankan hubungan dengan Partai Aceh, di mana ia sebelumnya mendaftar sebagai calon pendamping Muzakir Manaf alias Mualem.

Sebelum dokumen rekomendasi keluar, PAN secara konsisten menyatakan dukungannya terhadap Mualem. Namun, dengan langkah ini, terlihat bahwa PAN dan Golkar telah sepakat untuk melanjutkan koalisi mereka setelah suksesnya Pilpres sebelumnya.

Mawardi Ali, mantan bupati Aceh Besar, menjelaskan kepada wartawan bahwa koalisi ini tidak hanya sebatas persahabatan, melainkan sebuah kolaborasi yang bertujuan mencapai kemenangan dalam Pilkada mendatang, baik untuk pemilihan gubernur, bupati, maupun wali kota di seluruh Aceh.

Ketua Partai Golkar Aceh, TM Nurlif, juga menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara kedua partai telah terjalin.

“Kami telah membangun komunikasi yang solid, walaupun sebagian belum dipublikasikan. Yang terpenting adalah substansi dari pertemuan-pertemuan tersebut, demi masa depan Aceh yang lebih baik,” ungkap Nurlif.

Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh PAN dan berharap bahwa koalisi ini akan memperkuat hubungan antar partai politik serta berbagai elemen masyarakat di Aceh.

“Kami bukanlah partai yang eksklusif, melainkan inklusif, kami terbuka bagi siapa pun selama visi dan misi yang diusung sejalan,” tegasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Iskandar Usman Al-Farlaky Resmi Ditetapkan Sebagai Calon Bupati Aceh Timur oleh Partai Aceh

0
Iskandar Usman Al-Farlaky Resmi Ditetapkan Sebagai Calon Bupati Aceh Timur oleh Partai Aceh. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Pada Rabu (5/6/2024), kabar mengenai kepastian Iskandar Usman Al-Farlaky sebagai calon bupati Aceh Timur untuk Pilkada 2024 telah menjadi sorotan utama. Hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Peureulak, Muntasir Age, setelah pertemuan khusus dengan Ketua DPP PA, H Muzakir Manaf (Mualem).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Ketua DPW PA Aceh Timur, Zulfadli Aiyub alias Kupiyah Seuke, diputuskan bahwa DPW PA Aceh Timur akan mengusung Iskandar Al-Farlaky dan Zainal Abidin sebagai calon bupati dan wakil bupati. Age menegaskan bahwa Mualem telah memberikan petunjuk kepada Ketua DPW untuk melangkah ke depan dalam meraih kemenangan dan bekerja secara maksimal di lapangan.

“Mengusung Mualem sebagai Gubernur dan pasangan Al-Farlaky-Zainal sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati,” ujar Age.

Ketua KPA Wilayah Peureulak, Hamdani Hasan alias Wakdan, membenarkan hasil pertemuan tersebut. Wakdan juga menambahkan bahwa Mualem sejak awal telah menegaskan pilihan untuk calon yang akan diusung PA sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur.

Diketahui, Iskandar Al-Farlaky, anggota DPRA yang telah terpilih kembali untuk ketiga kalinya, mendapat dukungan besar dari masyarakat Aceh Timur. Iskandar telah mendaftar di DPP PA dengan didukung oleh berbagai tokoh masyarakat, Panglima Wilayah, Panglima Daerah, Panglima Sagoe, dan DPS.

Kini, langkah strategis menuju Pilkada 2024 di Aceh Timur semakin terbuka lebar dengan penetapan Iskandar Usman Al-Farlaky sebagai calon bupati yang didukung penuh oleh Partai Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemilik Warung Mie Aceh di Deliserdang Ditemukan Tewas Mengenaskan, Diduga Korban Pembunuhan

0
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Deliserdang – Abdullah, seorang pemilik warung Mie Aceh di Jalan Makmur, Pasar VII Tembung, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, ditemukan tewas mengenaskan di tempat usahanya pada Minggu (2/6/2024) malam.

Jasad Abdullah pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga yang berkunjung ke warungnya. Menurut keterangan Kepala Dusun VI Desa Bandar Klippa, Dasrizal, korban sudah lebih dari dua minggu tidak terlihat keluar dari warungnya.

“Kondisi jenazah sudah dalam keadaan membusuk dan terlungkup di dalam kamar saat ditemukan,” ujar Dasrizal.

Ia juga menambahkan bahwa Abdullah merupakan warga pendatang dengan KTP dan KK bukan dari daerah setempat.

Beberapa barang milik korban, seperti sepeda motor dan televisi, dilaporkan hilang dari dalam warung. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa Abdullah merupakan korban pembunuhan.

“Kuat dugaan pemilik warung mie Aceh itu merupakan korban pembunuhan. Sebab, ada sejumlah barang korban di dalam warungnya hilang, termasuk televisi dan sepeda motor,” ungkap Dasrizal.

Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung, AKP Japri Binsar Simamora, menyatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Petugas juga tengah mendalami informasi mengenai hilangnya barang-barang milik korban.

“Terkait informasi sepeda motornya hilang, itu belum diketahui secara pasti. Keluarganya juga belum tahu, apakah motornya hilang karena dijual atau alasan lainnya,” kata Japri saat dikutip Tribun-medan pada Kamis (6/6/2024).

Japri menambahkan bahwa polisi menemukan sejumlah barang bukti milik korban di dalam warung, seperti handphone dan uang tunai. Namun, ia belum memberikan detail jumlah uang yang ditemukan.

“Kami menemukan handphone korban dan uang tunai di dalam warung. Namun, jumlah uang tersebut belum bisa kami sebutkan secara detail,” ujarnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban dan terus mengumpulkan informasi terkait barang-barang berharga milik korban yang hilang.

“Sementara masih lidik dan pendalaman,” tegas Japri.

Editor: Akil Rahmatillah