Beranda blog Halaman 1001

Aceh Punya 55 BUMDes Kategori Maju, DPMG Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

0
Jual beli pupuk kohe produksi BUMDes Gampong Lamjabat. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Provinsi Aceh mengumumkan bahwa saat ini Aceh telah memiliki 55 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berhasil masuk dalam kategori “Maju”. Pencapaian ini diharapkan akan memperkuat kemandirian ekonomi desa di Tanah Rencong.

Kepala DPMG Aceh, T Aznal Zahri, mengungkapkan harapannya agar desa-desa yang memiliki potensi memanfaatkan Dana Desa untuk mencapai status maju.

“Kami harapkan desa-desa yang mempunyai potensi di daerahnya memanfaatkan Dana Desa supaya bergerak untuk menjadi Maju,” ujarnya di Banda Aceh, Jumat (2/8/2024).

Ke-55 BUMDes yang masuk kategori Maju ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2024. BUMDes ini tersebar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Aceh Tengah, Pidie, Aceh Utara, Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Barat, serta Kota Banda Aceh dan Langsa.

BUMDes yang mencapai kategori Maju diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. BUMDes Maju diharapkan akan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes), yang pada gilirannya akan meningkatkan daya beli masyarakat desa dan mengurangi angka pengangguran serta kemiskinan.

“Saat ini, kami memiliki 6.302 BUMDes dari total 6.497 gampong di Aceh. Dari jumlah itu, ada sekitar 2.478 BUMDes berstatus Perintis, 3.308 BUMDes Tumbuh, 461 BUMDes Berkembang, dan 55 BUMDes kategori Maju,” jelas Aznal.

DPMG juga tengah fokus pada pengembangan BUMDes berbasis kluster, mencakup 11 kluster seperti pangan, jasa keuangan, air minum dalam kemasan, industri kecil, wisata desa, pengelolaan sampah, perikanan, peternakan, perdagangan, perkebunan, dan BUMDes bersama.

“Desa-desa juga dapat membentuk BUMDes bersama. Misalnya, beberapa desa dapat bergabung untuk membuat sentral jagung atau peternakan,” tambah Aznal.

Dalam hal penyaluran Dana Desa 2024, DPMG mencatat telah tersalurkan Rp3,61 triliun melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan di tingkat gampong. Penyaluran Dana Desa tersebut mencakup program Bantuan Langsung Tunai (BLT), ketahanan pangan dan hewani, serta pencegahan dan penurunan stunting. Realisasi tahap satu mencapai Rp1,35 triliun dan tahap dua Rp439,3 miliar, sedangkan Dana Desa non-earmark untuk sektor prioritas dan penyertaan modal BUMDes mencapai Rp1,05 triliun pada tahap satu dan Rp773,3 miliar pada tahap dua.

“Total Dana Desa 2024 yang sudah tersalur per hari ini, baik earmark maupun non-earmark, mencapai Rp3,61 triliun atau 75,42 persen dari total alokasi,” tutup Aznal Zahri.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Resmi Buka Aceh Entrepreneur Expo 2024 di Subulussalam

0
Pj Gubernur Aceh Resmi Buka Aceh Entrepreneur Expo 2024 di Subulussalam. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Subulussalam – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, secara resmi membuka Aceh Entrepreneur Expo 2024 di Lapangan Sada Kata, Kota Subulussalam, Jumat (2/8/2024) malam. Event ini bertujuan untuk mempromosikan produk-produk UMKM terpilih dari Aceh kepada masyarakat luas.

Seremonial pembukaan berlangsung meriah dengan ribuan masyarakat dan pelaku UMKM memadati Lapangan Sada Kata. Dalam sambutannya, Bustami menyatakan bahwa expo UMKM ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Aceh.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memperluas pemasaran produk UMKM Aceh, tetapi juga mendorong agar produksi UMKM Aceh mampu bersaing di tingkat global. Selain itu, ajang ini diharapkan bisa menginspirasi anak-anak muda Aceh untuk aktif dalam kegiatan kewirausahaan,” ujarnya.

Bustami menegaskan bahwa pemerintah Aceh akan terus memberi perhatian pada sektor UMKM mengingat kontribusinya yang signifikan bagi perekonomian Aceh. Sektor UMKM terbukti mampu bertahan di berbagai tekanan ekonomi, termasuk saat pandemi COVID-19 melanda.

Lebih lanjut, Bustami mendorong masyarakat, terutama generasi muda Aceh, untuk memanfaatkan berbagai potensi yang ada di daerah mereka. Ia menggarisbawahi pentingnya kreativitas dan inovasi dalam melahirkan ide-ide bisnis UMKM yang dapat berkembang dan bersaing di pasar lokal maupun global.

“Kegiatan seperti Aceh Entrepreneur Expo ini adalah platform yang tepat bagi para calon pengusaha muda untuk belajar, bertukar pengalaman, dan menemukan inspirasi. Semangat kewirausahaan harus terus tumbuh dan berkembang di kalangan generasi muda Aceh, menjadikan mereka motor penggerak perekonomian daerah,” tambah Bustami.

Aceh Entrepreneur Expo 2024 juga menghadirkan kegiatan talkshow bagi para wirausahawan dan pegiat UMKM Aceh. Berbagai tantangan dan peluang dibahas dalam diskusi tersebut guna mendorong UMKM Aceh agar dapat bersaing di level nasional dan global. Festival ini berlangsung selama dua hari hingga Minggu malam, 4 Agustus 2024.

Sementara itu, Pj Walikota Subulussalam, Azhari, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pj Gubernur Aceh, Bustami, yang membuka Aceh Entrepreneur Expo 2024. Azhari menyampaikan harapannya agar event tingkat provinsi ini dapat membangkitkan semangat para pelaku UMKM di Kota Subulussalam.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur untuk membuka expo ini. Semoga para pelaku UMKM di sini semakin terdorong untuk menjadi lebih maju,” ujar Azhari.

Azhari juga berharap Aceh Entrepreneur Expo 2024 dapat menjadi momentum penting bagi UMKM di Subulussalam untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing mereka, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Acara ini turut dihadiri oleh Pj Ketua TP PKK Aceh, Mellani Subarni yang juga istri Pj Gubernur Aceh, unsur Forkopimda Subulussalam, Pj Bupati Aceh Selatan, Pj Bupati Aceh Singkil, Pj Bupati Aceh Jaya, serta sejumlah Kepala SKPA terkait.

Editor: Akil

Pelaku Pembunuh Mahasiswi UMMAH Berhasil Ditangkap, Ini Motifnya

0
Pelaku Pembunuh Mahasiswi UMMAH Bireuen. (Foto: Humas Reskrim Polres Bireuen)

NUKILAN.id | Bireuen – Dalam waktu kurang dari 24 jam, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bireuen berhasil mengungkap motif dan menangkap pelaku pembunuhan terhadap Siti Alia Humaira (21), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) Bireuen. Korban, yang merupakan warga Desa Geudong Alue, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, ditemukan tewas di kamar rumahnya.

Kapolres Bireuen, AKBP Jatmiko SH MH melalui Kasat Reskrim Polres Bireuen, AKP Adimas Firmansyah STrK, menjelaskan bahwa pelaku utama yang berhasil ditangkap berinisial RJ (35), warga Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. RJ ditangkap pada Jumat, 2 Agustus 2024, sekitar pukul 08.30 WIB di Gampong Meusee Kutablang.

“Pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara membekapnya dengan bantal. Saat ditangkap, pelaku sempat melawan dan mencoba melarikan diri, sehingga petugas terpaksa melumpuhkan pelaku dengan tembakan di kaki,” ujar AKP Adimas Firmansyah kepada Dialeksis.com.

Motif di balik pembunuhan ini diduga karena faktor ekonomi dan nafsu terhadap korban. “Pelaku kita jerat dengan Pasal 340 dan atau 338 dan atau 339 KUHPidana,” tambah AKP Adimas Firmansyah.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah dompet, uang sejumlah Rp 1.200.000, dan satu unit HP OPPO warna hitam tipe CPH 2387 dari tangan pelaku.

Siti Alia Humaira ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya oleh ibunya, Nurlela Wati (53), yang hendak membangunkannya untuk shalat Zuhur. Nurlela kaget mendapati putrinya sudah dalam keadaan tidak bernyawa, dengan leher terdapat luka goresan dan memar, serta mulut dan hidung yang mengeluarkan darah.

Mendapatkan laporan kejadian tersebut, Satreskrim bersama Unit Identifikasi yang didampingi Polsek Kota Juang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, bukti-bukti, dan keterangan saksi-saksi, akhirnya ditemukan petunjuk yang mengarah kepada RJ sebagai pelaku yang menyebabkan meninggalnya mahasiswi tersebut.

Editor: Akil

Prodi Teknik Mesin Universitas Teuku Umar Raih Akreditasi Baik Sekali

0
Prodi Teknik Mesin Universitas Teuku Umar Raih Akreditasi Baik Sekali. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Meulaboh — Program Studi Teknik Mesin Universitas Teuku Umar (UTU) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih akreditasi “Baik Sekali” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAM Teknik).

Akreditasi ini ditetapkan pada 1 Agustus 2024 berdasarkan surat pemberitahuan yang ditandatangani oleh Ketua Majelis Akreditasi LAM Teknik PII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, MT., IPU., ASEAN.Eng. Akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun, mulai 21 Agustus 2024 hingga 20 April 2029.

Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian ini.

“Tentu ini merupakan suatu prestasi yang sangat membanggakan. Prodi Teknik Mesin UTU berhasil meraih akreditasi Baik Sekali, dan kami sangat mensyukuri hal tersebut,” ujarnya.

Prof. Ishak juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, terutama pengelola Fakultas Teknik dan Prodi Teknik Mesin yang telah bekerja keras.

Ketua Prodi Teknik Mesin, Dr. Pribadyo, ST., MT, menjelaskan bahwa sebelum meraih akreditasi “Baik Sekali”, prodi tersebut berakreditasi B dari BAN-PT.

“Alhamdulillah pengajuan kita diterima dan berhasil mendapatkan akreditasi Baik Sekali,” ungkapnya.

Dr. Pribadyo menambahkan bahwa banyak persiapan yang dilakukan untuk mendapatkan akreditasi tersebut, termasuk administrasi, evaluasi capaian akademik, visi dan misi program studi, workshop peningkatan kompetensi SDM dosen, serta perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana (laboratorium).

“Untuk mempersiapkan semua kebutuhan akreditasi, kami sudah lakukan sejak satu tahun sebelumnya. Kemudian setelah penilaian berlangsung, kami menunggu hasil akreditasi keluar selama kurang lebih tujuh bulan,” jelasnya.

Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Irwansyah, S.T., M.Eng, IPM, menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh dosen, tenaga pendidikan, dan mahasiswa Teknik Mesin.

“Kolaborasi dan sinergi semua pihak menjadi kunci keberhasilan tersebut. Semoga Teknik Mesin UTU bisa terus berkembang dan senantiasa mengembangkan diri sehingga mampu menjadi prodi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Kebahagiaan atas pencapaian ini juga dirasakan oleh seluruh civitas akademik UTU. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerjasama UTU, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc, turut mengungkapkan rasa bangganya.

“Alhamdulillah capaian Prodi Teknik Mesin meraih akreditasi Baik Sekali merupakan prodi ketiga di UTU yang mampu melampaui SNDIKTI,” kata M. Aman Yaman.

Ia menambahkan bahwa pencapaian ini membuktikan keseriusan UTU dalam memberikan pendidikan berkualitas yang setara dengan perguruan tinggi negeri lainnya.

Dengan raihan akreditasi ini, Prodi Teknik Mesin UTU diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusinya dalam dunia akademik, serta membangun reputasi yang lebih baik di masa mendatang.

Reporter: Aduwina Pakeh

Sambangi Penyandang Talasemia, Ketua PMI Kota Banda Aceh Beri Santunan dan Bantuan Sembako

0
Ketua PMI Kota Banda Aceh Beri Santunan dan Bantuan Sembako Kepada Pasien Talasemia. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri beserta pengurus PMI Kota Banda Aceh dan Ketua PMI Kabupaten Nagan Raya mengunjungi penyandang talasemia yang sedang menjalani transfusi darah di Gedung Onkologi RSUDZA, Banda Aceh, pada Jumat, 2 Agustus 2024. Kunjungan kemanusiaan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi penyandang talasemia yang selama ini rutin berkomunikasi dengan PMI Kota Banda Aceh terkait kebutuhan darah.

Haeqal dan jajaran pengurus PMI Kota Banda Aceh tiba sekitar pukul 10.15 WIB. Saat itu, belasan penyandang talasemia dari berbagai usia sedang berbaring di atas hospital bed dan menerima transfusi darah. Dalam kesempatan itu, Haeqal turut berbincang dengan para penyandang talasemia yang sedang berjuang dengan kondisi kesehatannya.

Muhammad Nurayaqi, penyandang talasemia dari Lampakuk, Aceh Besar, mengatakan kepada Haeqal jika dirinya bulan ini membutuhkan tiga kantong darah untuk transfusi. Biasanya, ia butuh dua kantong darah.

“Saya bulan ini (transfusinya) agak telat dari jadwal, makanya butuh tiga kantong darah,” kata Muhammad Nurayaqi dalam bahasa Aceh.

Merespon itu, Haeqal menyemangati Nurayaqi agar tetap menjaga kesehatan dan tabah dalam menghadapi kondisi yang dialaminya. Ia mengatakan, kesabaran dalam menghadapi penyakit memiliki nilai ibadah yang besar di sisi Allah. Di samping itu, Haeqal juga bertanya mengenai pengalamannya selama transfusi darah.

“Sekarang untuk transfusi lancar karena darahnya ada, mudah. Dulu pernah waktu mau transfusi nggak ada darah, jadi keluarga telepon PMI. Alhamdulillah responnya cepat,” cerita Nurayaqi.

Ia mengaku terbantu dengan layanan Call Center Unit Donor Darah PMI Kota Banda Aceh yang aktif 24 jam dan cepat respon.

Usai berbincang-bincang dengan penyandang talasemia, Haeqal turut memberikan santunan dan sembako kepada para penyandang talasemia. Ia menuturkan, keberadaan para penyandang talasemia selama ini bukan hanya sebagai penerima manfaat dari darah yang disumbangkan para pendonor, tapi secara tidak langsung, para penyandang talasemia juga mengajarkan tentang perjuangan dan kesabaran.

“Sejatinya kunjungan kami hari ini selain untuk program Jumat Berkah, juga untuk silaturrahmi. Tapi alhamdulillah, hari ini kami melihat bahwa ada banyak saudara yang sedang berjuang untuk tetap sehat. Ini menjadi vitamin semangat bagi kami di PMI agar terus giat mengajak masyarakat untuk donor darah, karena manfaat donor darah untuk saudara kita yang membutuhkan itu sangat besar,” ujar Haeqal.

Haeqal menyebutkan, saat ini ada sekitar 700an penyandang talasemia di Aceh. Karena itu, kata Haeqal, kesadaran masyarakat untuk mau donor darah sukarela secara rutin sangat dibutuhkan agar pasien yang membutuhkan darah di rumah sakit mudah mendapatkan darah.

Rata-rata, pasien talasemia yang melakukan transfusi darah di RSUDZA pada Senin-Kamis berjumlah sekitar 50 orang. Sementara pada Jumat, jumlah pasien talasemia yang transfusi darah rata-rata berada di bawah 30 orang. Pada hari ini, terdapat sebanyak 26 pasien talasemia yang menerima transfusi darah di RSUDZA, yang terbagi pada 11 pasien di pagi hari dan 15 lainnya transfusi darah pada siang hari.

Selama ini, program ASN berdonor yang dijalankan Pemerintah Aceh dan kegiatan donor darah rutin dari TNI-Polri sangat membantu PMI Kota Banda Aceh dalam memenuhi permintaan darah pasien di rumah sakit. Namun demikian, kata Haeqal, rata-rata pendonor rutin sukarela di Banda Aceh dan sekitarnya didominasi oleh orang dewasa. Ia ingin kedepan generasi muda juga berpartisipasi aktif ikut donor darah sukarela secara rutin.

“Sekarang anak muda yang donor darah ada, biasanya kalau ada kegiatan di kampus atau komunitas. Tapi kita pingin donor darah ini jadi lifestylenya anak muda, karena donor darah banyak manfaatnya,” jelas Haeqal.

Ia mengatakan, selama ini secara berkala PMI Kota Banda Aceh melakukan kegiatan sosialisasi donor darah di sekolah dan perguruan tinggi. Ia berharap, kesadaran masyarakat Aceh, khususnya generasi muda untuk donor darah bisa meningkat sehingga pasien yang membutuhkan darah di rumah sakit tidak sulit dalam mendapatkan darah.

Editor: Akil

Bea Cukai Banda Aceh Gagalkan Peredaran 18.264 Batang Rokok Ilegal

0
Bea Cukai Banda Aceh Sita 18.264 Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 43,4 juta. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Banda Aceh berhasil membongkar praktik peredaran rokok ilegal dalam operasi yang digelar pada 23-26 Juli 2024. Sebanyak 18.264 batang rokok ilegal disita oleh petugas, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp30.798.500.

Kepala KPPBC TMP C Banda Aceh, Dede Mulyana, mengungkapkan bahwa kerugian negara tersebut berasal dari ketidakpatuhan produsen dan distributor rokok ilegal dalam membayar cukai, pajak rokok, dan Pajak Pertambahan Nilai Hasil Tembakau (PPN HT).

“Rokok ilegal yang disita ini tidak dilekati pita cukai yang sah atau menggunakan pita cukai palsu,” ujar Dede pada Jumat (2/8/2024).

Ciri-ciri Rokok Ilegal

Dede menjelaskan beberapa ciri-ciri rokok ilegal yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Selain tidak memiliki pita cukai atau menggunakan pita cukai palsu, rokok ilegal juga sering kali dilekati pita cukai bekas atau pita cukai yang tidak sesuai peruntukan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membeli, menjual, atau mengonsumsi rokok ilegal. Dengan tidak membeli rokok ilegal, kita turut serta dalam upaya menekan peredaran rokok ilegal dan meningkatkan penerimaan negara,” tegasnya.

Penegakan Hukum

Sebagai informasi, rokok legal adalah rokok yang telah diproduksi dan diedarkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta telah dilekati pita cukai yang asli, baru, dan sesuai peruntukan. Peredaran rokok ilegal merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

“Bea Cukai Banda Aceh akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Masyarakat yang mengetahui adanya peredaran rokok ilegal dapat melaporkan kepada petugas Bea Cukai terdekat,” tutup Dede.

Editor: Akil

Menikmati Keindahan Pantai Alue Naga, Spot Wisata Favorit Mahasiswa

0
Pantai Alue Naga. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pantai Alue Naga, yang terletak di Kecamatan Syiah Kuala, menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Banda Aceh. Hanya berjarak sekitar lima menit dari pusat Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam, pantai ini mudah diakses oleh mahasiswa dari berbagai kampus, seperti UIN Ar-Raniry, Universitas BBG, Universitas Syiah Kuala (USK), dan beberapa kampus lainnya.

Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, Rp 3.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk roda empat, pengunjung sudah bisa menikmati keindahan Pantai Alue Naga. Pantai ini menawarkan hamparan pasir yang luas dan ombak yang lembut menyusuri bibir pantai, menjadikannya tempat yang ideal untuk bersantai dan melepas penat.

Alam, salah satu pengunjung, mengatakan pantai ini selalu menjadi pilihan bersama teman-temannya untuk refreshing setelah menghadapi banyak tugas kuliah.

“Di sini kami bisa bermain bola, voli, dan melakukan berbagai kegiatan fisik lainnya,” ujar Alam, mahasiswa Penjaskesrek USK, kepada Nukilan.id, Jumat (2/8/2024) sore.

Untuk diketahui, Pantai Alue Naga memang dikenal sebagai tempat yang cocok untuk berbagai aktivitas rekreasi. Banyak pengunjung yang datang untuk bermain bola, bola voli, atau sekadar berjalan-jalan menikmati pemandangan laut. Selain itu, pantai ini juga sering dijadikan tempat latihan fisik oleh mahasiswa.

Kehadiran Pantai Alue Naga sebagai destinasi wisata yang dekat dengan kampus-kampus besar di Banda Aceh membuatnya selalu ramai dikunjungi, terutama oleh kalangan mahasiswa. Selain menawarkan pemandangan yang indah dan suasana yang tenang, pantai ini juga menjadi tempat yang tepat untuk melepaskan stres setelah menghadapi rutinitas perkuliahan yang padat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Warga Banda Aceh Gugat Pj Gubernur Aceh ke PTUN Akibat Jalan Rusak

0
Warga Banda Aceh Gugat Pj Gubernur Aceh ke PTUN Akibat Jalan Rusak. (Foto: Humas YARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami, digugat oleh seorang warga Banda Aceh ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh terkait jalan rusak di Jalan Teuku Panglima Nyak Makam. Gugatan ini muncul setelah Gubernur dianggap tidak mengindahkan somasi mengenai perbaikan jalan di depan kantor BPKP Perwakilan Aceh.

Febby, warga Banda Aceh yang mengajukan gugatan, menjelaskan bahwa tindakan Gubernur Aceh tersebut merupakan perbuatan melanggar hukum.

“Gubernur tidak menanggapi somasi yang sudah kami layangkan terkait perbaikan jalan ini,” ujar Febby, Kamis (1/8/2024).

Tidak hanya melayangkan somasi, Febby juga telah melakukan upaya administratif dengan mengajukan keberatan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sesuai dengan Pasal 76 ayat 2 UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintah.

“Namun, hingga kini tidak ada jawaban atau tindak lanjut dari pihak Tergugat,” lanjut Febby.

Menurut Febby, kerusakan jalan Teuku Panglima Nyak Makam menyebabkan kerugian bagi dirinya dan masyarakat yang melintas.

“Jalan rusak ini tidak hanya merugikan saya, tetapi juga pengendara lain yang melintasi jalan tersebut,” ungkapnya.

Febby mengungkapkan bahwa berdasarkan SK Nomor 620/1243/2015, perbaikan jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

“Dasar dan alasan gugatan ini sudah sesuai dengan ketentuan yang ada dan bertentangan dengan Pasal 10 ayat (1) UU tentang Administrasi Pemerintahan,” jelasnya.

Febby, yang juga seorang Paralegal di Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), menilai tindakan Gubernur melanggar asas kepentingan umum, yang seharusnya mendahulukan kemanfaatan umum dengan cara aspiratif, akomodatif, selektif, tidak diskriminatif, serta pelayanan yang baik.

“Tuntutan kami adalah agar majelis hakim mengabulkan gugatan ini seluruhnya, menyatakan perbuatan Tergugat melanggar hukum, dan memerintahkan Tergugat untuk memperbaiki jalan Teuku Panglima Nyak Makam paling lambat satu bulan setelah putusan dibacakan,” tegas Febby.

Kasus ini menjadi sorotan masyarakat Banda Aceh yang berharap adanya perbaikan infrastruktur jalan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Editor: Akil

Hutan Kota Tibang: Oase Hijau di Tengah Hiruk Pikuk Banda Aceh

0
Hutan Kota Tibang. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hutan Kota Tibang, juga dikenal sebagai Hutan Kota BNI, adalah salah satu destinasi wisata hijau di Banda Aceh. Untuk diketahui, Hutan Kota BNI merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan Bank BNI. Hutan ini dibangun atas inisiatif Wali Kota Banda Aceh saat itu, Mawardy Nurdin (alm.). Terletak di Jalan Hutan, Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, hutan ini menjadi paru-paru kota yang sangat dibutuhkan oleh warga.

Seperti destinasi wisata alam pada umumnya, Hutan Kota Tibang juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satu yang sering terjadi adalah pohon tumbang akibat cuaca buruk. Namun, Pemerintah Kota Banda Aceh selalu siap mengatasi masalah ini dengan mengirim petugas berperalatan khusus untuk mengangkat pohon tumbang dan memperbaiki fasilitas yang rusak.

Meski demikian, Hutan Kota Tibang tetap terjaga kebersihannya. Setiap jarak 50 meter, terdapat tempat sampah yang memudahkan pengunjung membuang sampah. Setiap pagi, pekerja menyiram tanaman, sementara penyapuan biasanya dilakukan pada sore hari.

Maulina, seorang pengunjung Hutan Kota Tibang, mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya selalu menyempatkan diri berkunjung ke tempat tersebut setiap kali berada di Banda Aceh.

“Setiap kali ke Banda, kami pasti mampir ke sini karena lokasinya dekat dengan rumah dan tempatnya bersih. Namun, sayangnya, banyak fasilitas yang sudah rusak,” tutur Maulina kepada Nukilan.id, Jumat (2/8/2024).

Dengan hanya membayar parkir Rp 2000, pengunjung dapat menikmati keindahan dan kesejukan Hutan Kota Tibang tanpa biaya masuk. Saat memasuki area ini, pengunjung akan disambut dengan udara segar dan sejuk, memberikan perasaan damai seakan meninggalkan keramaian kota. Pepohonan rindang, kicauan burung, dan riak air hijau di pinggir danau menciptakan suasana yang cocok untuk merenung dan meresapi keindahan alam. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

AMANAH Fasilitasi Penyandang Disabilitas Pelajari Produk Kopi Khas Aceh

0
AMANAH fasilitasi penyandang disabilitas menguasai produk kopi khas Aceh. (Foto: AMANAH)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Program Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat Aceh. Kali ini, program tersebut memfasilitasi penyandang disabilitas untuk menguasai produk kopi khas Aceh melalui pelatihan pramusaji (waiter-waitress) yang melibatkan teman-teman tuli.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan tambahan kepada penyandang disabilitas, khususnya dalam industri perkopian yang menjadi salah satu andalan ekonomi Aceh. Tidak hanya belajar tentang cara menyajikan kopi dengan benar, para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai sejarah dan keunikan kopi Aceh, mulai dari proses penanaman hingga penyajian yang khas.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa teman-teman disabilitas memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan diri dan bersaing di dunia kerja,” ujar Ilham, koordinator program AMANAH.

Menurutnya, keterlibatan penyandang disabilitas dalam sektor pariwisata dan perkopian diharapkan dapat membuka peluang kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Salah satu peserta, Siti, mengaku sangat senang dapat mengikuti pelatihan ini. “Saya merasa lebih percaya diri dan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang kopi Aceh. Semoga keterampilan yang saya pelajari bisa membantu saya mendapatkan pekerjaan di bidang ini,” katanya dengan menggunakan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh seorang penerjemah.

Selain pelatihan pramusaji, AMANAH juga memberikan sesi khusus mengenai cara berkomunikasi efektif dengan pelanggan, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran.

“Kami ingin memastikan bahwa semua peserta memiliki keterampilan komunikasi yang baik, sehingga mereka bisa memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” tambah Ilham.

Program pelatihan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk komunitas penyandang disabilitas di Aceh.

“Ini adalah langkah positif yang menunjukkan bahwa inklusi sosial bukan hanya sekadar wacana, tetapi bisa diwujudkan melalui program-program nyata seperti ini,” kata Rahmat, seorang aktivis disabilitas.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para penyandang disabilitas dapat lebih mandiri dan berdaya saing, serta turut mempromosikan kopi Aceh ke seluruh penjuru dunia.

Editor: Akil