Nazir Adam Kembali Terpilih Pimpin PSSI Aceh Periode 2026–2030

Share

NUKILAN.ID | SIGLI – Nazir Adam, SE, MM kembali dipercaya memimpin PSSI Aceh untuk periode 2026–2030. Ia terpilih setelah memperoleh 33 suara dalam Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Aceh yang berlangsung di Sigli, Kabupaten Pidie, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Dalam kongres tersebut, terdapat 40 voter yang memiliki hak suara. Nazir meraih 33 suara, sedangkan tujuh voter lainnya tidak hadir.

Kongres diikuti oleh perwakilan Asosiasi Kabupaten (Askab), Asosiasi Kota (Askot), serta klub sepak bola yang ada di Aceh.

Setelah kembali terpilih, Nazir menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar. Ia mengajak seluruh pihak yang berkepentingan dalam sepak bola Aceh untuk bersama-sama menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan sepak bola daerah.

“Amanah yang diberikan ini tentu sangat berat. Saya berharap mari kita berdayung bersama, jangan tinggalkan saya melangkah sendiri,” kata Nazir.

Menurutnya, upaya membangun sepak bola Aceh baru dimulai setelah pelaksanaan kongres. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen sepak bola Aceh menjaga kekompakan dan bekerja bersama selama masa kepemimpinannya empat tahun mendatang.

Nazir juga meminta PSSI Pusat menghormati hasil kongres dan memprosesnya sesuai dengan statuta organisasi. Ia berharap perbedaan pandangan yang muncul dalam proses pemilihan tidak berubah menjadi konflik yang dapat mengganggu hubungan antarinsan sepak bola di Aceh.

“Sepak bola ini persaudaraan, sepak bola ini keluarga. Kita berharap PSSI Pusat tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan kita bertengkar di sini hanya karena perbedaan pendapat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap proses organisasi harus mengacu pada statuta, bukan kepentingan tertentu ataupun intervensi yang tidak memiliki landasan aturan. Menurut Nazir, penerapan statuta diperlukan untuk menjaga persatuan sekaligus keberlanjutan pembinaan sepak bola di Aceh.

Nazir kembali meminta PSSI Pusat segera menindaklanjuti hasil kongres berdasarkan mekanisme organisasi agar polemik yang muncul tidak berkepanjangan. Ia mengatakan perbedaan pandangan semestinya diselesaikan melalui mekanisme organisasi tanpa mengganggu hubungan antarklub maupun para pemangku kepentingan sepak bola di Aceh.

“Kita tidak ingin sepak bola Aceh hancur hanya karena persoalan ini. Semua proses ada aturannya dalam statuta, termasuk bagaimana menentukan siapa yang bersalah dan siapa yang benar,” katanya.

Nazir juga mengajak seluruh pihak menyikapi hasil kongres secara objektif. Ia menyebut statuta telah mengatur mekanisme lanjutan yang dapat ditempuh pihak-pihak terkait apabila hasil kongres tidak dijalankan sesuai ketentuan organisasi.

Ia berharap kepemimpinannya kembali memperoleh dukungan dari seluruh elemen sepak bola Aceh agar berbagai tantangan selama empat tahun ke depan dapat dihadapi secara bersama dan perkembangan sepak bola Aceh terus berlanjut. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img

Read more

Local News